
Pangeran Tatius menatap sendu kepergian dari kekasihnya, senyum keterpaksaan jelas terlihat di sana, Air mata nya kembali mengantung di pelupuk matanya yang hitam.
Berkali-kali Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, mencoba mengusir segala keresahan yang melanda hatinya, menahan perih dan pahitnya sebuah perpisahan.
Setelah merasa sedikit tenang, pangeran Tatius segera memejamkan mata dengan mengumpulkan kekuatan yang tersisa untuk memanggil roh dari Patih lembu ireng.
Suasana yang hampir menjemput pagi dengan udara yang dingin pangeran Tatius mulai melakukan ritual nya.
Tidak berselang lama tubuh pangeran Tatius bergetar dengan hebat seiring dengan tiupan angin yang tiba-tiba sangat kencang kemudian berangsur-angsur tenang.
"Paman...!Paman Patih lembu ireng, apakah paman bisa mendengarkan ku."
"Iya, pangeran Tatius ada di mana, saya di suru ibu Ratu Shima mencari pangeran Tatius tapi saya sudah berkeliling tidak menemukan Pangeran, saya tidak bisa melacak keberadaan pangeran sebenarnya pangeran berada di mana?"
"Hahaha..aku berada di tempat yang indah dan jauh, paman aku mau minta tolong pada paman pergi dan jemput lah kekasih ku di arah barat tolong antarkan dia ke dunia manusia, aku khawatir Ayahnya sangat khawatir padanya,"
"Baik, pangeran aku akan melaksanakan apa yang pangeran perintahkan, nanti setelah selesai aku akan menemui pangeran, sekarang katakan pangeran Tatius berada di mana?
"Paman, tidak perlu repot-repot mencari ku aku akan kembali setelah urusan di sini selesai asal Paman sudah membawa Tania pada dunia manusia aku sudah lega dan berterima kasih pada paman."
"Baiklah, kalau begitu saya akan cari di kearah Barat Nona Tania dan menghantarkan ke dunianya."
Setelah selesai pemanggil Roh secara gaib sudah selesai di lakukan kini kembali pangeran Tatius membuka kedua bola matanya, bibirnya tersenyum kecut tak lama kemudian kelambu penutup pun terbuka dari luar, tampak sosok pemuda sudah berdiri di depan nya.
Pemuda itu terlihat binggung dia memandang ke sekeliling ruangan kecil itu dengan tatapan penuh selidik.
"Hei...! dimana Gadis itu?"
"Gadis apa."
"Kau jangan berlagak bodoh dan pura-pura tidak mengerti siapa lagi kalau bukan kekasihmu itu."
"Di sini tidak ada orang kamu jangan ngigau dah"
"Hei, aku melihat sendiri dia semalam di sini, kau sembunyikan di mana dia sekarang jawab"
Pangeran Yasza yang geram mencengkram kuat krah pangeran Tatius dengan tangan satunya yang tidak terikat pangeran Tatius menarik tangan pangeran Yasza, hingga cengkramannya terlepas.
"Kau....! jangan bohong aku melihat sendiri kemarin malam dia berada di sini bersamamu."
"Hahaha....mana ada yang ada kamu lagi bermimpi mungkin, dari kemarin tidak ada siapapun di sini."
Pangeran Yasza menatap pangeran Tatius yang sedang tersenyum tenang dengan wajah merah padam, dengan cepat Pangeran Yasza berlari keluar dan berteiak dengan lantang.
"Pengawal ...!"
"Siap, Pangeran!"
"Cepat kau cari gadis yang kemarin bersamaku, kalian jangan pernah kembali sebelum menemukan nya dan kau bertiga bantu aku menyeret pemuda ini ke belakang ikuti langkah ku."
"Siap, Pangeran!"
Dengan cepat beberapa prajurit kerajaan Ambarwata segera pergi berlari mencari keberadaan Tania dan tiga orang prajurit membantu pangeran Yasza membawa pangeran Tatius dengan paksa.
Rantai untuk kaki di buka pangeran Yasza tapi untuk kedua tangan di rantai secara menyatu di belakang punggung nya.
"Ayo, jalan....!"
Tidak ada pilihan lain selain Pangeran Tatius menggikuti langkah kaki dari pangeran Yasza dan beberapa prajurit yang membawanya.
"Berhenti di sini."
"Siap, Pangeran!
"Lihat....! lihat yang ada di depanmu pemuda bodoh, itu adalah makam paman Hamdan yang sudah kau bunuh secara keji dan ketahui lah disini pula lah hidupmu akan ku akhiri, hahaha, pengawal....!"
"Siap, pangeran!
"Buka mulut pemuda ini, cepat."
"Ciiiih.....! apa tidak ada keahlian mu selain berbuat licik dan curang pemuda gila."
"Hahaha....apa pentingnya aku berbuat kesatria, aku hanya butuh kamu mati nyawa harus di bayar dengan nyawa jadi bersiaplah untuk mati secara perlahan-lahan karena racun dan pil ini akan membebaskan mu dari rasa sakit yang akan kau alami, hahaha, pengawal....cepat buka."
"Baik, Pangeran! cepat buka mulut mu," ketiga prajurit kerajaan Ambarwata dengan paksa membuka mulut pangeran Tatius, tak bisa melawan ataupun menolak akhirnya pil beracun itupun sudah masuk ke dalam perut pangeran Tatius.
Pada awalnya pangeran Tatius tidak merasa kan apa-apa tapi beberapa menit kemudian tubuhnya menggigil dengan bibir berubah menjadi biru.
Pangeran Yasza yang melihat keadaan pangeran Tatius Tertawa dengan lebar, dia sangat merasa senang dan puas, begitu juga dengan para prajurit kerajaan Ambarwata yang berada di tempat itu mereka semua Tertawa.
"Prajurit, cepat bawa tawanan Raja beserta prajurit kerajaan awang-awang Vampir biar mereka bisa menyaksikan kematian pangeran mereka secara jelas, cepat ..!
"Siap, pangeran!
Bergegas kedua prajurit kerajaan Ambarwata pergi meninggalkan tempat itu untuk membawa Raja kerajaan Awang Awang Vampire.
Pangeran Yasza tak henti-hentinya tertawa melihat tawanannya semakin lemah.
"Brengsek, kau hanya bisa berbuat curang kau benar-benar licik Yasza..!
"Oh, ya, hahaha aku memang brengsek dan sebentar lagi para prajurit ku juga akan membawa Kekasihmu ke sini, dia juga harus melihat pemandangan yang indah ini, hahaha nikmati saja detik detik Kematian mu pangeran Tatius yang terhormat, hahaha oh ya apa permintaan terakhir mu, aku akan kabul kan, kau tau racun dalam tubuhmu tidak ada obat penawar nya jadi cepat atau lambat kau akan mati begitu juga dengan kekuatan mu semua akan lenyap, pengawal....!"
"Siap, pangeran!
"Lepaskan ikatan rantai pemuda sombong itu dengan serbuk ini, cepat.. !"
"Baik, pangeran!
Dengan membawa sebuah botol berisi serbuk mantra gaib pengawal kerajaan Ambarwata segera membubuhkannya pada kedua tangan Pangeran Tatius yang terikat dengan sendirinya Rantai itupun lepas.
"Hahaha, ikatan rantai mu sudah lepas tapi sayangnya kekuatan mu sudah dilumpuhkan pil beracun dariku hahaha...kau akan mati hahaha....!
Pangeran Yasza terus Tertawa bahagia melihat Pangeran Tatius yang mulai memegangi kepalanya yang terasa mau pecah.
"jika aku mati maka kau pun juga akan mati, aku tidak akan menyerah."geram Pangeran Tatius dengan suara terbata-bata.
hiaaaaaa.....!
pangeran Tatius menyadari kekuatan nya dari detik ke detik semakin berkurang dan akan sirna maka dengan cepat Pangeran Tatius menyerang Pangeran Yasza dengan sangat cepat, tendangan kaki kanan kiri dan belakang di lakukan Pangeran Tatius dengan hanya dalam hitungan satu menit.
"Duuuuuuuss..... duuuuuuuss...... duuuuuuuss..!
Pangeran Yasza yang tidak menyangka Pangeran Tatius memanfaatkan waktu dalam satu menit untuk memberikan serangan telak kepadanya sedikit terkejut sehingga dia tidak sempat untuk menghindar.
"Aaaaaaaa....! bruuugh..!
tubuh pangeran Yasza jatuh tersungkur di tanah dengan bibir menggeluarkan darah hitam.
"Bang saat! kau benar-benar tidak bisa di berikan ampunan lagi pemuda sombong, trimalah kematian mu."
Pangeran Yasza menyerang pangeran Tatius dengan membabi buta, pangeran Tatius yang tenaga nya semakin lemah tak lagi mampu bisa melawan, tubuh Pangeran Tatius terluka parah akibat tendangan dan pukulan bertubi-tubi dari pangeran Yasza yang sangat keras tubuh pangeran Tatius akhirnya jatuh tersungkur di tanah.
"Bagun...! ayo lawan aku Pemuda sombong aku mau lihat apa kali ini kau bisa sombong."
Kembali Pangeran Yasza menyerang dengan sangat gencar tak perduli Pangeran Tatius yang semakin lemah.
Pangeran Tatius hanya tersenyum mendengar semua ejekan dari pangeran Yasza.
"Apa yang bisa di banggakan seorang laki-laki yang bisanya hanya berbuat curang dan licik, aku tidak kalah tapi kamu yang kalah karena dirimu tidak mampu melawan ku Secara jantan, kau hanya bisa mengalahkan ku dengan kecurangan tanpa kecurangan kau sudah pasti tidak bisa berbuat apa-apa."
"Diam... kau!"duuuuuuuss....!
pangeran Yasza yang gelap mata karena di hina Kembali menyerang pangeran Tatius dengan membabi buta.
Sementara jauh dari area di mana pangeran Tatius di siksa tampak seorang laki-laki sedang mengawasi dan Melihat tanpa berkedip,sorot matanya terlihat sendu.