The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.190.CEMBURU



Tatapan mata tajam dari laki-laki yang mengeluarkan tembakan terus tertuju pada laki-laki pengendara motor.


"Kamu boleh bangga bisa berkelit tapi kita lihat saja sampai kapan kau akan bisa berkelit dari senjata apiku." gumam laki-laki yang membawa senjata bertimah psnas.


Dengan memicingkan mata dan mencari celah dalam situasi yang tepat untuk membidikkan tembakan nya pada lawan, dan ketiika semua di rasa sudah tepat maka....


"Doooor.....!" kembali tembakan di arahkan pada laki-laki si pengendara motor.


"Busyet..!" hampir saja menggenaiku, aku harus lebih berhati-hati lagi agar jangan sampai timah panas itu melukai tubuh ku" desis laki-laki pengendara motor..


"Cepat.... selesaikan!" jangan lama lama dan main main kita tidak punya banyak waktu." seru seseorang dari dalam mobil, setelah mendapat kan peringatan dari temannya kini laki-laki itu tidak lagi menunggu lama dengan cepat di Bidikannya timah panas berkali kali ke arah sang pengendara motor, merasa dirinya dalam bahaya cepat cepat sang pengendara motor melompat Naik ke dalam motornya dan dengan kecepatan tinggi mengararah pada sang penembak, merasa bingung karena laki-laki sang pengendara motor justru berputar putar dan menggelilingi nya bagaikan putaran gangsing yang mana membuat nya sedikit binggung ke arah mana harus melepaskan timah panasnya, membuat nya hilang konsentrasi dan hal itu di manfaatkan sang pengendara motor maju mendekati nya dengan motor dan ketiika sudah dekat bak pemain karate tingkat tinggi setara dengan brus lee, laki-laki sang pengendara motor melompat dan menendang sang laki-laki pembawa senjata api hingga tubuh nya terpental ke belakang dan benar benar seperti adegan yang selalu di lakukan para pesilat kelas A yang mungkin sudah bersabuk kuning yang sangat kinclong, dengan gerakan berani sang pengendara motor melompat dari motornya menerjang sang pemilik timah panas hingga jatuh.


"Bruuugh...!suara jatuhnya tubuh sang pemilik timah panas dan tak lama kemudian.


"Buuugh....!" sebuah badan tinggi besar berotot kekar jatuh menimpa tubuh sang pemilik timah panas.


"Auwwh...!" suara pekikan kecil dari sang pemilik timah panas. Merasa dirinya mau keok atau kalah, cepat cepat laki-laki itu menggarahkan pistol nya ke arah kening sang pengendara motor yang mana posisi masih berada di atas tubuh sang pemilik timah panas. Menyadari dirinya dalam bahaya dengan cepat tangan kekar milik sang pengendara motor menegang erat erat tangan sang pemilik timah panas dengan menekan arah pistol menjauh dari kepala nya hingga arah pistol menjadi mengarah ke atas maka tembakan dari timah panas menembak langit langit kosong.


"Doooor..! Doooor...!.. Doooor..! berkali-kali timah panas di tembakkan tapi karena arahnya di tahan dengan kuat sang pengendara motor maka timah panas itu hanya menembak langit langit kosong, berkali kali sampai semua isi peluru di dalam timah panas habis... hingga tak bisa lagi berbunyi ketiika di tembakkan, merasa berhasil membuat semua peluru terlepas dari pistol nya sang pengendara motor dengan garang menampar dan memukul wajah sang laki-laki yang kini hanya membawa timah panas kosong.


"Plaaaaakk...! Buuuuugh....buugh .. !"


sebuah tamparan dan pukulan bertubi-tubi datang menghampiri sang pemilik timah panas, sedang kan sang pemilik tanah panas hanya bisa meringis menahan sakit.


Melihat temannya sudah keok dalam arti kalah dan tidak bisa di andalkan lagi dengan cepat si pengemudi mobil turun dari dalam mobil nya dan berlari memutar membuka pintu mobil belakang dan dengan paksa menyeret dan menarik seorang gadis yang ada di dalam mobil.


"Cepat keluar...?" seru laki-laki itu garang dengan tetap menarik narik tangan gadis yang ada di dalam mobil keluar dengan paksa, setelah gadis di dalam mobil sudah keluar, maka dengan lantang dan sangat berani laki-laki si pengemudi mobil pun melepaskan tembakan ke udara.


"Dooor....!"bunyi suara tembakan yang membuat aksi jotos dari sang pengendara motor pun berhenti dan ketiika laki-laki itu melihat ke arah gadis yang ada di samping sang pengemudi mobil.


"Tania....!"


"Devan.... Tolong aku..!"


"Iya, aku akan menolong mu jangan takut," seru Devan yang berniat lari mendekati Tania namun belum sampai dekat.


"Dooor...! kembali' timah panas di bunyikan.


"Diam di situ.. atau akan ku tembak gadis ini."seru laki-laki pengemudi mobil dengan sangat lantang


Merasa lawannya sudah tidak bisa berkutik maka sang pengemudi mobil pun menggunakan kesempatan itu untuk membalas apa yang dilakukan sang pengendara motor padanya.


"trima pembalasan darinku."laki-laki itu menendang, memukul dan menampar Devan dengan berkali-kali tanpa perlawanan yang di lakukan Devan sehingga tubuhnya.kini menjdi bulan bulanan sang pengemudi mobil.


"Tolong hentikan, jangan pukul Devan,"teriak Tania dengan berlinang Air mata." Devan bangun jangan diam saja kau bisa mati.


"Tidak apa-apa Tania asal mereka tidak menyakiti mu,"


"Devan kau jangan bodoh.lawan mereka jangan perdulikan aku," teriak Tania iba melihat tubuh Devan yang kini babak belur semua.


Sedangkan laki-laki yang mengemudikan mobil masih juga terus menghajar dan memukuli Devan tiada henti, hal itu membuat Tania iba dan tidak tega dengan cara menggigit tangan orang yang telah menyandar nya Tania bisa kabur dari cengkeraman sang pengemudi mobil dan berlari ke arah Devan yang mana masih saja terus di hajar dan di pukulli.


Ketika laki-laki sang pengendara mobil hendak memukul kembali ke arah tubuh Devan yang sudah babak belur Tania berlari memeluk tubuh Devan hingga pukulan itu menggenai Tubuh Tania


"Aaaaaaah....!" teriak Tania menerima pukulan demi ingin melindungi Devan.Sedangkan Devan mendelik tak percaya dengan apa yang di lakukan Tania untuk nya, Devan merasa geram dengan laki-laki yang sudah berani memukul Tania dengan kekuatan yang tersisa sambil mendekap tubuh Tania agar terlindungi dari pukulan pukulan dari para pengemudi mobil. Melihat mangsanya dan musuhnya berani melawan salah satu dari pengemudi mobil menggarahkan sebuah pistol ke arah Tania dan Devan, setelah merasa pas dan tepat dengan sasaran maka secepat kilat laki-laki sang pengendara mobil langsung membidikkan ke arah Tania yang posisinya lebih memungkinkan untuk menjadi sasaran empuk timah panasnya, rupanya pergerakan dari sang pengemudi mobil dapat di ketahui oleh Devan dengan cepat Devan memeluk tubuh Tania dan memutar nya hingga posisi yang lebih memungkinkan untuk menerima tembakan adalah Devan.


Satu peluru meluncur dengan cepat ke arah sasaran, tapi pada saat peluru itu tinggal satu meter jaraknya dari tubuh Devan yang mendekap tubuh Tania tiba-tiba sebuah bayangan hitam berkelebat dan dengan gerakan yang sangat cepat menghalau peluru itu dengan cara memutar mutar kan jubah hitam nya, yang akhirnya peluru itu pun terlempar ke arah pohon.


"Dooor...!pohon itupun yang terkena sasaran dari timah panas milik sang pengemudi mobil, mengalami lobang yg cukup dalam.


"Brengsek siapa kau berani beraninya ikut campur urusan ku?' seru sang pengemudi mobil, dengan geram. Sementara Devan menatap tak berkedip pada sosok baju hitam.


"Tatius ...!" desis Devan lirih


Sementara Tania yang masih ketakutan tetap memejamkan mata sambil memeluk erat Devan, sementara Pangeran Tatius menatap tajam pada Devan yang masih memeluk kekasihnya. Devan menelan ludahnya dengan kasar, binggung mau berbuat apa sementara Tania masih belum membuka matanya.


"Lepaskan pacar gue...!"


"Dia yang peluk bukan aku," lirih Devan memberitau dengan tampang tak bersalah membuat pangeran Tatius, mengepalkan tangannya, ada rasa cemburu yang tiba-tiba hadir dan sedang merobek robek hatinya, untuk melampiaskan kekesalannya dengan cepat di pukul dan di serangnya kedua laki-laki sang pengendara mobil tanpa ampun.


Devan yang melihat itu cuma tersenyum


"Smoga Tania lebih lama memelukku, untuk Tatius biarkan saja yang penting aku kan ngak maksa."Gumam Devan dalam hati.Sedangkan di sisi lain tampak seorang gadis sedang berkacak pinggang.


"Oh.. jadi demi gadis itu! kamu ninggalin aku awas saja kau Nanti akan ku balas.