
Pangeran Tatius membantu sang Raja untuk berdiri kemudian mereka berdua hendak melangkah pergi, tak lagi memperdulikan sang Raksasa yang terus memohon agar bisa di bebaskan.
"Pangeran jangan pergi, percaya lah aku tidak akan lagi melakukan kejahatan dan aku akan siap mengabdi kepada mu, tapi ku mohon tolonglah aku tidak mau di kurung, aku mau bebas."
Melihat pangeran Tatius menghentikan langkah nya Sang Ayah pun berseru.
"Jangan dengarkan apapun yang Raksasa itu ucapkan pangeran!" dia hanya ingin mengecoh kita,"
"Tapi ku rasa dia tidak bicara bohong Raja dan tidak ada salahnya aku memberikan kesempatan kedua baginya."
Mendengar perkataan pangeran Tatius sang Raja pun melongo tak percaya.
"Jangan pangeran percaya lah, dia hanya berbohong dan berharap simpati darimu."
"Raja, bagaimana kita tau dia berbohong atau tidak, jika kita tidak memberikan nya kesempatan."
Sang Raja mendengus kesal.
"Terserah Pangeran, aku pergi dulu."
Sang Raja segera melesat terbang ke kerajaan Awang Awang Vampire dalam hatinya penuh dengan berbagai macam pertanyaan.
"Sifat apa yang di miliki pangeran Tatius putraku itu, dia sama sekali tidak menunjukkan sikap dan sifat seorang Vampire pada umumnya kenapa hatinya begitu lembut dan penuh dengan pengampunan maaf, bukankah hanya manusia yang bisa bersikap dan bersifat lembut apa jangan.. jangan ...ramalan kakek tua penunggu kerajaan Awang Awang Vampire yang mati ku bunuh itu benar?" Tidak... tidak Ramalan kakek tua itu tidak benar dia hanya ingin menakutiku saja, dia hanya seorang pembual dan aku sudah membunuhnya jasadnya pun pasti sudah habis di buat rebutan para ikan karena tubuhnya ku lempar ke tengah lautan,. berani berani sekali dia meramal putraku."
Tak lama Tubuh sang Raja sudah sampai di depan istana semua prajurit sudah membersihkan lokasi di mana dirinya dan Raksasa itu beradu duel dan sebagian dari pengawal dan Dayang kerajaan yang terluka mereka obati di istana ketabiban.
"Ratu Derbah yang baru bangun dari tidurnya, merasa heran melihat sang Raja datang dengan wajah babak belur dan penuh luka.
"Raja!" apa yang terjadi kenapa wajahmu menjadi buruk begini."
"Apa maksdmu ingin meledekku,"Sinis sang Raja dingin.
Ratu Derbah tersenyum smrik melihat suaminya selalu bersikap begitu dingin padanya.
Sejak pandangan pertama Ratu Derbah sudah jatuh hati pada sang Raja, tapi ketika itu cintanya tidak bersambut sang Raja selalu dingin dan terkesan sinis padanya sampai pada suatu hari sang Ayah sakit keras dan menitipkan nya pada Raja. Demi menjaga nama baik dan demi tidak terjadi fitnah di antara mereka Raja memutuskan untuk menikahi Ratu Derba sebagai istri keduanya, tentu saja hal itu sangat menyenangkan dan membuat bahagia hati Ratu Derbah.
Tapi pernikahan nya ternyata tidak seindah yang dia bayangkan, pernikahan nya hanya sebatas sttus, tidak ada malam pertama ataupun bulan madu setiap hari hanya tidur sendiri, hal itu membuat Ratu Derbah sangat kesal terlebih setiap hari harus disuguhkan pemandangan yang sangat memuakkan antara Ratu Shima dan Sang Raja yang tak kenal tempat memadu keromantisan cinta.
Karena kekecewaan yang ada dalam diri Ratu Derbah sangat dalam tanpa sengaja Ratu Derbah meminum banyak arak yang membuat nya mabuk hingga tanpa sadar dia telah menyerahkan mahkota kesucian nya pada seorang patih yang ketika itu menemaninya, patih Ramboka seorang abdi yang sudah sejak lama juga menaruh hati pada Ratu Derbah. Menyadari dirinya telah melakukan salah karena telah tidur dengan orang yang bukan suaminya Ratu Derbah mulai panik, dengan kecerdasan dan kelicikan nya dia bisa menjebak Raja dalam satu Ranjang dan tidak ada yang tau jika pangeran Yervan bukan putra dari sang Raja tapi melainkan putra dari Patih Ramboka laki-laki yang beberapa kali menyentuh nya tanpa sepengetahuan Raja, dan Raja yang memang tidak terlalu fokus dan peduli dengan istri kedua nya tidak tau itu dia tidak pernah curiga jika pangeran Yervan bukan putranya, sang Raja hanya merasa heran sifat dan sikap pangeran Yervan ssngat jauh berbeda dengan pangeran Tatius pangeran Yervan tergolong pemuda yang sangat malas dan bodoh selalu berbuat curang demi bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan. Lagi-lagi Ratu Derbah tersenyum smrik melihat suaminya.
"Raja, sini aku bantu mengobati lukamu,"
"Tidak usah, aku bisa sendiri jika kau ingin membantu pergilah dan biarkan aku sendiri aku hanya butuh ketenangan."
"Sombong!" sudah luka parah masih juga jual mahal, tidak asik sama sekali, mendingan aku pergi bersenang senang pusing ngeliat sikap juteknya yang amit amit, aku doain Ratu Shima tidak balik kemari biar kau tau rasanya sepi."Gumam Ratu Derbah dalam hati kesal sambil melangkah pergi.
Sementara Raja metatap kepergian Ratu Derbah dengan tatapan mata sendu.
"Maafkan aku, Ratu!" pasti ini sakit dan sulit untuk mu tapi aku tidak tau harus bagaimana aku benar-benar tidak bisa berpura-pura bisa membagi cinta, karena sesungguhnya cinta ku hanya untuk Ratu Shima, kenapa pula dia tidak kembali apakah Ayahnya lebih penting dari pada aku suaminya, kenapa orang Tua itu masih sangat keras kepala, masih saja mengungkung putrinya padahal putri nya sudah bersuami." dengus sang Raja kesal.
Pangeran Tatius menatap kembali ke arah bebatuan yang mana masih ada Raksasa yang menunggu kebaikkan hatinya.
"Baiklah..!" kamu akan ku lepaskan pergi jauh dari sini dan tinggalkanlah kau di lautan dan jangan pernah menggagu kami."
"Trimakasih, pangeran!"mulai sekarang aku akan mengabdi kepada mu jika kau memerlukan aku panggilan aku tiga kali aku akan datang aku pergi dulu pangeran sesui perintah pangeran aku akan pergi dan tinggal di lautan."
Setelah mengucapkan kalimat itu sang Raksasa pun langsung melesat pergi begitu juga dengan pangeran Tatius dia langsung terbang kembali melesat ke kerajaan Awang Awang Vampire.
Putri Lin Ying yang melihat bayangan pangeran Tatius segera menghampiri.
"pangeran apa kau tidak apa-apa?"
"Tidak, putri aku baik-baik saja, dimana Raja aku ingin menemuinya."
"Raja ada di istana bagian depan." sahut pangeran Yervan dengan cepat rasanya sakit melihat putri Lin Ying yang terus menatap wajah pangeran Tatius.
Tanpa menunggu lama Pangeran Tatius segera melesat terbang begitu juga dengan putri Lin Ying yang juga hendak menggikuti pangeran Tatius segera di tahan pangeran Yervan.
"Mau kemana ?"
"Aku juga mau menghadap Raja juga."
"Kita berangkat bareng, biarkan pangeran Tatius yang lebih dulu."
"Memangnya kenapa kalau aku pergi bersama pangeran Tatius."
"Kau itu calon istri ku dan aku tidak suka kau dekat dekat dengan pangeran Tatius."Sungut pangeran Yervan memperlihatkan ketidak sukaanya.
"iihss.... posesif amat, aku sendiri saja tidak suka dengan mu?" grutu Putri Lin Ying lirih.
"Putri Lin Ying barusan bicara apa?"tanya pangeran Yervan memastikan kalau telinganya salah mendengar.
"Tidak ada pangeran Tatius sudah pergi dari tadi sekarang boleh kan aku pergi menyusul nya?'
Tanpa menunggu jawaban dari pangeran Yervan putri Lin Ying langsung melesat terbang ke istana kerajaan Awang Awang Vampire bagian depan.