The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.342.RENCANA



Tatapan mata sang nenek yang sangat misterius dan terlihat seperti tidak suka membuat pangeran tatius menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, memiliki insting tinggi pangeran Tatius bisa merasakan jika keberadaannya di situ tidak disukai oleh sang Nenek, meskipun Pangeran Tatius tidak tahu apa alasannya, mengapa Nenek nya tidak menyukai dirinya sedangkan dia adalah cucu satu-satunya yang terlahir dari Putri kandungnya.


Pangeran Tatius meneguk ludahnya dengan kasar, tatapan tajam mata Sang Nenek membuat Pangeran status mencoba mengalihkan pandangan ke arah lain, entah mengapa wanita tua yang ada di depannya bagaikan orang asing meskipun diantara mereka masih ada ikatan darah.


"Maaf, Nek! aku hanya kebetulan lewat sini dan aku merasakan aroma dari kekasihku ada di sini, aku minta maaf, bukan maksudku ini lancang tapi aku benar-benar mencium Aroma keberadaan Tania di tempat ini apakah aku boleh masuk Melihat kedalam ruangan ini."tanya pangeran Tatius dengan hati-hati.


"Kamu jangan sembarangan mana mungkin Tania berada di sini, ayo masuk ke dalam Rumah udara di sini sangat dingin dan tidak baik untuk kesehatan mu, kamu baru datang jadi beristirahat lah."titah Nenek pada pangeran Tatius.


Pangeran tatius tersenyum kecut meskipun dalam hatinya dia masih yakin dan penasaran dengan keadaan ruangan yang ada di belakang rumah Nenek, akan tetapi demi menghargai dan menghormati sang nenek Pangeran tatius mengikuti ajakan nenek untuk kembali ke rumah depan meskipun alasan yang diberikan sang Nenek sebenarnya tidak masuk akal, karena Pangeran Tatius bukanlah anak kecil sehingga tidak perlu menghawatirkan akan dinginnya udara.


"Baiklah, Nek! aku akan kembali ke kamarku, trimakasih Nenek sudah memikirkan kesehatan ku." lirih pangeran Tatius yang langsung melangkah kan kakinya untuk masuk ke dalam Rumah bagian depan di mana di dalam Rumah itu telah menunggu paman patih lembu ireng.


Dengan wajah penuh kecewaan Pangeran Tatius masuk ke dalam kamar yang mana langsung disambut gembira oleh Paman Patih lembu Ireng dengan senyum di bibir, melihat Pangeran datang dengan wajah seperti orang yang sedang sedih, paman patih lembu ireng bangkit dari duduknya, mendekati dan bertanya.


"Ada apa Pangeran? kenapa wajahmu terlihat kusut begitu, bukankah tadi ketika pangeran Tatius ijin keluar jalan jalan wajah pangeran bersinar terang."Tanya paman patih lembu ireng penasaran, paman patih lembu ireng benar-benar tidak mengerti dengan sikap pangeran Tatius yang tiba-tiba berubah secepat kilat, bagaimana tidak belum ada satu jam wajahnya ceria, sekarang sudah suram dan mendung lagi.


"Aku sangat kesal dengan Nenek paman?"


Paman patih lembu ireng mengeryitkan dahinya mencoba memahami maksud dari ucapan Pangeran Tatius, tapi tetap saja paman Patih lembu ireng tidak bisa memahami, bagaimana mungkin seorang Nenek yang baik hati dan Ramah tiba-tiba di benci pangeran Tatius hanya Karena sangat mengecewakan, dalam hati paman Patih lembu ireng bertanya tanya, apa yang Nenek Pangeran Tatius lakukan sehingga dia sangat mengecewakan.


Paman Patih lembu ireng menelan ludahnya dengan kasar sebelum menyungingkan sebuah senyuman.


"Pangeran Tatius ada-ada saja, mana mungkin Nenek Pangeran Tatius mengecewakan, sebenarnya mengecewakan dalam hal apa?"tanya paman Patih lembu ireng dengan hati-hati sangat takut dan khawatir jika pangeran Tatius marah, bagaimana pun juga paman Patih lembu ireng memahami jika sikap dari pangeran Tatius masilah sangat labil menggingat Pangeran Tatius baru saja berduka karena kehilangan orang yang sangat di cintai nya.


"Paman sikap Nenek sangat mencurigakan, bahkan aku merasa Nenek tidak suka dengan kehadiran ku di sini."keluh Pangeran Tatius sambil menatap nanar pada langit langit kamar.


lagi-lagi Paman Patih lembu Ireng mengeryitkan dahinya dia merasa aneh dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pangeran Tatius, sungguh sangat mustahil dan aneh seorang Nenek tidak menyukai kehadiran cucunya, terlebih mereka berdua tidak pernah berjumpa karena Pangeran tatius tidak pernah berkunjung ke rumah sang nenek dan sang nenek tidak pernah berkunjung ke dunia Vampire dimana pangeran Tatius di besarkan dan dirawat.


Paman Patih lembu Ireng menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan mencoba memahami mengapa dan mengapa pangeran Tatius bersikap demikian karena sesungguhnya Pangeran Tatius itu bukanlah seorang laki-laki yang buruk sifatnya Pangeran Tatius memiliki sifat yang rendah hati santun dan penyayang.


"Pangeran Tatius jangan bercanda, mana mungkin Nenek pangeran Tatius begitu, itu hanya perasaan Pangeran saja, kasian Nenek, kalau kekesalan Pangeran Tatius pangeran limpahan pada Nenek."


"Paman aku tidak melimpah kan kekesalan apapun, sungguh, paman aku merasakan Nenek sangat berbeda, dia seolah olah sedang terpaksa menerima kehadiran ku di sini, dan aku merasa ada sesuatu yang Nenek sembunyi kan dariku.'


"Ah, itu hanya perasaan pangeran saja, cobalah Pangeran berfikir positif, mana mungkin setelah sekian lama Pangeran Tatius dan Nenek tidak bertemu dan ketika bertemu Nenek tidak suka itu aneh pangeran."


Pangeran Tatius bangkit dari duduknya dan berjalan menuju jendela di tetapnya halaman luas yang ada di luar jendela di mana di sana terdapat beberapa sayuran dan tanaman yang sengaja di tanam oleh Nenek nya.


"Sebenarnya aku juga tidak percaya paman tapi apa yang terjadi tadi itu sudah membuktikan jika Nenek benar-benar tidak suka kepada ku, apa paman tau ketika aku berjalan di halaman Rumah belakang aku melihat sebuah gedung Rumah yang ada di bagian belakang dan Ketika Kakiku menginjak di sana aku mencium Aroma bau keberadaan Tania."


"Apa?" apa, pangeran bicara serius?"


"Tentu saja, apa untungnya aku berbohong pada paman."


"Tidak itu tidak mungkin pasti pangeran salah,aku tau pangeran Tatius sangat mencintai Nona Tania tapi aku mohon Pangeran Tatius jangan menjadi orang yang gila, Nona Tania mana ada di sini, pangeran Tatius lagi menghalu itu."


"Baiklah, pangeran aku minta maaf jangan tersinggung dan jangan usir aku, baiklah aku percaya dengan Pangeran."


"Bohong, paman percaya karena takut aku usir kan!" sungut Pangeran Tatius kesal.


"Tidak Pangeran, aku akan selalu mendukung mu apapun yang ingin kau lakukan, sekarang apa rencana Pangeran dan bagaimana bisa membuktikan jika insting dari pangeran itu benar."


"Aku akan cari waktu untuk bisa masuk ke bangunan Rumah belakang, paman aku berniat mencari tau malam Nanti apa paman mau membantu."


"Tentu saja mau, apa yang harus aku lakukan Pangeran."Tanya paman patih lembu ireng sambil menatap lekat lekat pada Pangeran Tatius.


"Paman, bangunan yang ada di belakang itu tidak memiliki pintu sehingga sulit bagi kita untuk masuk, tapi aku yakin ada cara yang bisa membuat kita bisa masuk ke sana tapi masalah nya, Nenek seperti nya tidak suka aku berada di tempat itu untuk itu aku tidak bisa masuk dengan cara seperti biasanya, aku akan masuk melalui atap tanpa raga, jadi malam Nanti aku akan keluar dari ragaku, paman jaga Ragaku, aku ingin melihat keadaan di dalam sana, entah mengapa perasaan ku mengatakan jika Aroma Tania itu benar-benar ada, dan itu artinya dugaan ku benar Tania belum mati."


"Siap, pangeran aku siap melakukan perintah mu,"


"Tapi, paman harus bisa mencari alasan jika tiba-tiba Nenek muncul mencari ku, karena aku khawatir Nenek akan menggawasi gerak gerik ku untuk itu, paman harus bisa mengalihkan perhatian nya sampai Ragaku Kembali menyatu dengan sukma ku, apa paman mengerti."


"Aku mengerti Pangeran jangan khawatir, Pangeran lakukan saja apa yang ingin Pangeran ketahui di Rumah bangunan belakang, aku akan mengawasi Nenek pangeran."


Pangeran Tatius Tersenyum senang mendengar perkataan dari paman patih lembu ireng.


Hatinya begitu yakin dan kini semakin yakin jika Kekasih nya sebenarya masih hidup dan mungkin ada alasan tersendiri yang dilakukan mereka yang dekat dengan Tania bisa jadi Ayah Tania juga terlibat dalam hal ini melihat betapa marahnya beliau ketika pangeran Tatius hendak membongkar makam Tania, mungkin memang semua sedang bersandiwara untuk memisahkan dirinya dan Tania atau bisa jadi semua juga karena keinginan Tania yang kesal padanya waktu itu, dimana pangeran Tatius sempat melihat tatapan api kecemburuan dari kekasih nya.


"Mungkin karena masih marah dan sakit hati sehingga Tania membuat drama jika dia sudah Tiada, atau bisa jadi karena Ayah kembali menghalangi cinta kami, sungguh aku tidak tau tapi yang pasti kini aku sangat yakin jika Tania sesungguhnya masih hidup,"desis pangeran Tatius bermonolog sendiri bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman ada rasa bahagia dan senang yang tiba-tiba hadir di dalam relung hatinya, kehampaan itu kini mulai sirna terganti dengan keyakinan yang kuat jika sesungguhnya Kekasih nya masih ada."Sangat menyenangkan jika Tania benar-benar cemburu padaku itu artinya dia sangat mencintai, aku suka itu aku juga sangat mencintai mu tidak akan ku biarkan siapapun merampas mu dariku karena kamu hanya akan jadi milikku," gumam Pangeran Tatius sambil tersenyum.


Paman patih lembu ireng mengeryitkan dahinya ketika melihat Pangeran Tatius senyum senyum sendiri, meskipun di dasar hatinnya yang paling dalam paman patih lembu ireng sangat suka dan senang jika pangeran Tatius putra dari seorang gadis yang sangat dia cintai yaitu putra dari Ratu Shima, paman patih Lembu Ireng sangat mencintai Ratu Shima akan tetapi, paman Patih lembu ireng sadar siapa dirinya dan siapa Ratu Shima, apalah daya dia hanyalah seorang Abdi kerajaan tidak memiliki keistimewaan apapun yang patut di banggakan, dan dirinya sudah sangat bahagia jika melihat orang yang dia cintai bahagia, Pangeran Tatius sudah dianggap seperti putranya sendiri, meskipun dia terlahir bukan darinya.


"Hmmm, Pangeran kalau di luar jangan senyum senyum sendiri ya, aku khawatir nanti ada yang mengganggap pangeran Tatius sakit." klakar paman Patih lembu ireng yang mana langsung mendapat kan pukulan kecil pada punggung nya dari pangeran Tatius.


"Paman, kau mengatakan Aku gila lagi,"seru pangeran Tatius sambil menatap tajam pada paman patih lembu ireng.


Paman patih lembu ireng yang mendapatkan tatapan tajam dari pangeran Tatius langsung menciut nyalinya, Sambil terkekeh paman Patih lembu ireng Naik ke atas Ranjang untuk merebahkan tubuhnya menghindari tatapan mata dari Pangeran Tatius yang seperti pisau menusuk jantung nya.


Sementara di kamar yang berbeda tampak sang Nenek sedang mondar mandir dengan sesekali memijit mijit kepalanya yang tidak sakit.


"Bagaimana bisa Pangeran Tatius ada di sini?" dan cukup hebat juga dia bisa mencium Aroma keberadaan Tania meskipun Tania sudah tidak ada di sini, beruntung Devan sudah pergi bersama Tania jika tidak, entah apa jadinya jika mereka bertemu di sini, pasti Devan semakin tersiksa dan menderita karena harus melihat kemesraan antara Tania dan Pangeran Tatius, Devan sudah sangat berkorban banyak untuk Tania dan itu artinya Devan punya hak untuk mendapatkan Tania, smoga mantra dari kekuatan kalung itu segera bereaksi, aku ingin secepatnya Tania Meminta Devan untuk menikahinya, pengorbanan Devan tidak boleh sia-sia dia harus mendapatkan buah dari jerih payahnya dan terpaksa Pangeran Tatius kali ini, dia harus mengalah, lagipula mereka berdua berbeda dunia jadi lebih baik dan lebih bagus jika mereka tidak hidup bersama. Pasti Pangeran Tatius kecewa dengan sikap ku tadi tapi apa boleh buat Pangeran Tatius harus sadar menikah dengan dunia yang berbeda itu sangat menyiksa di mana salah satu diantara mereka pasti akan terluka dan tersiksa, apapun alasannya dua dunia itu tetap berbeda Tania tidak akan mau berada di dunia Vampire dan Pangeran Tatius juga tidak akan mau berada di dunia Manusia lalu untuk apa ada pernikahan diantara mereka, sebelum ada yang sakit di antara keduanya sebelum ada penyesalan diantara keduanya alangkah bagus dan benar jika mulai saat ini mereka aku pisahkan." lirih Sang Nenek yang sibuk dengan bermonolog sendiri.


Apa yang terjadi padanya dia tidak ingin peristiwa pahit itu juga di alami Tania, hidup berumah tangga tidak cukup hanya dengan makan cinta dan harta, ada yang lebih berharga dan lebih penting dari semua itu, yaitu keihklasan dan saling menerima serta mampu mendampingi hidup dalam suka maupun duka bukan hanya sesaat dan sebentar saja di mana setelah bosan memilih pergi meninggalkan dan akhirnya akan hidup sendiri sendiri seperti apa yang telah terjadi padanya," Tania tidak boleh menggalami Nasib seperti ku lagi pula Cinta bisa datang dengan seiring berjalannya waktu, jika hari ini belum bisa menerima Devan pasti esok akan bisa, seiring waktu hati dan perasaan akan berubah juga,"


Sang Nenek masih mondar mandir hingga sesekali menatap keluar jendela kehadiran pangeran Tatius yang tak terduga benar benar membuat nya resah dan khawatir terlebih kekuatan dari mantra kalung nya belum bekerja secara maksimal di mana kemarin curah hujan yang datang dengan sangat deras hingga malam membuat kekuatan mantra dari Kalung itupun melemah.


"Smoga pangeran Tatius tidak berbuat macam-macam, besok aku harus menasehati nya agar dia cepat kembali ke negeri Vampire agar tidak ada yang menghalangi kekuatan mantra dari Kalung ku, dia boleh datang dan tinggal lama di sini jika Devan dan Tania sudah menikah, untuk itu aku harus mencari cara agar Pangeran Tatius meningggalkan dunia manusia secepatnya, semakin cepat Pangeran Tatius pergi maka akan semakin mudah mantra kalung itu bekerja, Karena jika Pangeran Tatius ada di sini apalagi bisa sampai bertemu dengan Tania ikatan cinta itu bisa menghambat kekuatan Matra dari Kalung yang kuberikan, untuk itu jalan satu-satunya Pangeran Tatius harus jauh dan tidak bertemu dengan Tania."gumam Nenek dalam hati.