The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.267.ANAK PANAH



Sinar mentari pagi yang muncul dari balik jendela langsung menyeruak masuk ketika tangan halus Tania membuka kelambu yang ada di sana.


Tania sedikit binggung pasalnya dia tidak mendapati keberadaan kekasihnya di kamar itu.


"Tatius tidak ada di sini, itu artinya aku semalam tidur sendirian, lalu kemana Tatius pergi, apakah dia pergi menemui wanita itu, Uh...dasar katanya cinta tapi di tinggal terus nyebelin enak kalau ada Devan, dia ngak bakalan ninggalin aku, ini Pangeran Vampire dari kemarin datang pergi, datang pergi begitu terus bikin kesel, lebih baik aku jalan jalan saja perduli Tatius marah atau ngak, memangnya gak bosan apa di suruh tinggal di kamar sendiri terus." dengus Tania kesal yang kemudian segera membersihkan tubuhnya lalu beranjak pergi keluar dari dalam kamar.


Tania terus berjalan menggikuti langkah kakinya, dia tak tau harus kemana yang ada di dalam pikiran nya hanya ingin mencari tempat yang sejuk dan tenang.


"Kelihatan nya di sana itu ada jalan yang cukup sepi, lebih baik aku coba lewati jalan itu seperti nya disana tempat yang nyaman untuk beristirahat dan menenangkan pikiran, pusing berada di dalam kamar terus, meskipun luas dan mewah tetap saja yang namanya kamar bagiku sempit, wao...! indah sekali, tempat apa itu begitu asri dan pemandangan n, menakjubkan, aku belum pernah ke tempat seperti itu, aku akan kesana."


Dengan berlari lari kecil Tania pergi menuju tempat yang terlihat sangat indah sejuk dan mempesona dari jauh.


Ketika sudah dekat Tania berdecak kagum.


"Benar benar kerajaan yang sangat indah tidak hanya pemandangan di dalam istana yang terlihat indah bahkan yang terlihat seolah olah tidak terjamah dan terawat pun sangat indah."


Tania tersenyum melihat itu semua, Netra indahnya tiba-tiba tertuju pada sosok laki-laki yang sedang tertidur di atas rerumputan dengan beralaskan tangan sebagai bantal nya, perlahan-lahan Tania mendekati sosok itu dengan sangat pelan dan berhati-hati takut menimbulkan suara dimana dirinya harus waspada siapa tau orang yang sedang tidur itu sedang berpura-pura tidur dan menunggu mangsa yang datang ke tempat sepi seperti ini.


Tania berjalan mendekati laki-laki itu dengan membawa sepotong kayu kecil, hal itu dia lakukan untuk berjaga jaga dan melindungi dirinya apabila benar orang yang tertidur itu bukan Vampire baik baik.


Tangan halus dan putih sudah terangkat tinggi siap mengayunkan kayu kecil yang di bawahnya akan tetapi gerakan tangannya tertahan ketika mengetahui siapa yang sedang tertidur pulas di rerumputan hingga tanpa sadar gengaman tangan nya yang memegang kayu pun jatuh terlepas tepat mengenai tubuh yang ada di depannya.


""Buugh..!


"Auuw...! sebuah jeritan kecil keluar dari sang pemilik tubuh yang tertimpa jatuhnya kayu yang Tania pegang, hingga membuat sosok tubuh itu langsung membuka kedua bola matanya.


"Sayang, apa yang kau lakukan, kau ingin membunuh ku."ucap sosok tubuh laki-laki itu yang tak lain adalah Pangeran Tatius.


"Ti-tidak, aku Ti-tidak sengaja menjatuhkan nya,"


"Ah...bohong..!" itu, pasti sengaja, aduuuh sakit."lirih Pangeran Tatius ketika hendak bangkit dari tidurnya, Tania yang melihat itu terlihat sangat panik dan langsung berjongkok memegang perut kekasih nya yang sedang merintih kesakitan.


"Ta-tatius kau tidak apa-apa?"


"Sakit, sayang! disini."tunjuk pangeran Tatius pada bagian perut nya.


Tania yang khawatir langsung menyentuh perut kekasih nya dengan perlahan, Sementara diam diam Pangeran Tatius tersenyum melihat kekasih yang menghawatirkan dirinya dan itu adalah hal yang sangat menyenangkan, wajah cantik didepan nya jika khawatir semakin terlihat cantik dan mengemaskan.


"Ini, sakit?"tanya Tania pelan dan menyentuh nya dengan lembut, Pangeran Tatius yang sedang merasakan senang dan bahagia karena bisa membuat kekasih mengkhawatirkan dirinya tidak sadar masih senyum senyum sendiri sehingga pertanyaan dari Tania tidak di dengar nya.


Karena tidak di dengar dan Pangeran Tatius diam saja sontak hal itu membuat Tania menengadakan wajahnya melihat sang kekasih yang ternyata justru senyum senyum, hal itu membuat Tania menjadi geram.


"Tatius, kau mengerjai ku," Sungut Tania kesal karena merasa dipermainkan untuk itu Tania segera bangkit dari tempat duduknya dan hendak berdiri, Namun tangan kekar Pangeran Tatius menahan dan menariknya hingga tubuh Tania jatuh di atas dada bidang Pangeran Tatius.


Tania memekik kecil karena terkejut.


"Auuw...! Tatius lepaskan Nanti di lihat orang." serunya khawatir.


Melihat mimik lucu wajah cantik Tania yang semakin menggemaskan karena was was membuat Pangeran Tatius memiliki ide jahil.


Dengan gerakan cepat bertenaga dalam tubuh Tania yang tadinya berada di atas tubunya di balik nya dengan gerakan berguling sehingga posisi menjadi Tania yang berada di bawah tubuh kekar nya.


"Tatius, jangan macam-macam ini tempat terbuka," lirih Tania khawatir Tatius akan menerkam nya karena sebuah deburan gai..rah.


Pangeran Tatius tersenyum nakal.


"Tidak akan ada orang di tempat ini, karena tempat ini termasuk wilayah terlarang untuk semua pengawal kerajaan atau pun penduduk kerajaan Awang Awang Vampire dan hanya pihak istana saja yang boleh kesini nah kamu kan nyasar kesini jadi ngak ada yang bisa menolong mu Kalau aku mau macam-macam padamu."ucap Pangeran Tatius sambil mengedipkan matanya, menatap wajah cantik yang ada di bawahnya.


"Tatius, apaan, sih, ngomongnya bikin orang takut saja, pergi....pergi jangan begini kamu berat."usir Tania galak.


Pangeran Tatius tertawa lepas melihat wajah mengemaskan yang ada di bawahnya, perlahan-lahan Pangeran Tatius bangkit dari atas tubuh Tania dan duduk begitu juga dengan Tania diapun bangkit dari posisi berbaring nya, lalu duduk hatinya bernafas lega karena Tatius tidak berbuat yang aneh aneh padanya, karena jika sampai Pangeran Tatius berbuat yang aneh aneh pun akan sulit bagi Tania untuk menolaknya mungkin bibir nya bilang menolak tapi ekspresi tubuhnya akan menerima, karena Tania sendiri ssngat mencintai laki-laki yang ada di depannya ini.


Ketika Tania merubah posisi dengan duduk dengan sangat cepat Pangeran Tatius langsung merebahkan tubuhnya di atas pangkuan kekasih nya.


"Sayang..!"aku mengantuk sekali biarkan aku tidur sebentar di sini, aku capek sekali" ucap Pangeran Tatius manja sambil langsung memejamkan kedua bola matanya di atas pangkuan Tania.


Tidak menunggu lama Pangeran Tatius pun sudah tertidur pulas. Untuk beberapa saat Tania membiarkan kekasihnya tidur di atas pangkuan nya Namun lima belas menit kemudian.


"Kalau begini terus capek aku biarkan Tatius tidur diatas rerumputan saja dia kan sudah tidur ngak bakalan terasa kalau aku pindah tempat kan, enak saja pahaku untuk bantal tidurnya."


Dengan penuh hati-hati dan perlahan-lahan Tania meletakkan kepala Pangeran Tatius diatas tanah rerumputan yang berwarna hijau, bibir seksi nya tersenyum lembut ketika melihat Pangeran Tatius tidak terbangun dari tidur nya.


Tania mulai bangkit dan melihat lihat pemandangan yang ada di sekeliling tempat itu tiba-tiba terdengar suara burung gagak.


"Kwak......Kwak......kwak...!'


"Hai, ada burung gagak bagus sekali warnanya aku mau melihat dari dekat,"


Tania berlari lari kecil menggejar burung gagak yang terbang melintasi tempat itu.


Sementara Pangeran Tatius yang merasa kepalanya bersandar pada benda keras mulai membuka matanya. Netranya terkejut ketika tidak mendapati kekasihnya yang tadi menopang tidur nya.


"Dasar, Tania!" cuma di buat alas tidur dikit aku saja ngak ihklas banget sih, awas saja kalau sudah menjadi istriku kalau aku tidur di pangkuannya tidak boleh akan mintai jatah dobel dua kali lipat, tapi kemana perginya ya?"


Pangeran Tatius mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling tempat itu mencari bayangan kekasih nya dan tiba-tiba kedua bola mata Pangeran Tatius melotot dengan sempurna, ketika netranya melihat Tania yang berlari lari kecil seperti mengejar sesuatu mungkin kelinci yang lucu atau apalah dan yang lebih membuat kedua bola mata Pangeran Tatius melotot, dari arah belakang Tania meluncur sebuah anak panah dengan kecepatan yang sangat tinggi hal itu membuat Pangeran Tatius panik dia segera terbang melesat ke arah kekasih nya yang dalam bahaya.


"Tania, awaaaaaasss....!" teriak Pangeran Tatius dengan suara keras.


Tania yang tidak memahami maksud dari teriakan kekasihnya dia hanya menghentikan larinya sambil mengerutu dalam hati.


"Duh, reseh amat sih baru bangun sudah berteriak Teriak seperti ada maling saja."Sungut Tania kesal.


Sementara Pangeran Tatius terbang melesat ke arahnya sambil mendorong Tubuh Tania cukup keras hingga membuat gadis itu jatuh tersungkur di tanah.


"Bruuugh....! Aaaaaaa...!" Tania menjerit histeris ketika lututnya mencium batu keras yang ada di sana.


Sementara Pangeran Tatius melakukan gerakan cepat meraih keris dan menangkis anak panah yang melesat dengan cepat ke arah Tania, hingga anak panah itu jatuh dengan keras menancap di atas tanah.


Tania yang kesal karena telah di dorong dengan keras kekasihnya bangkit dari terjatuhnya sambil marah marah dengan tangan sesekali memegang lutut nya yang tersandung batu, hingga menggeluarkan sdikit darah.


"Tatiuuuuuss.....! brengsek kau! lihat sakit nih!" teriak Tania kesal.


Pangeran Tatius yang hendak mengambil anak panah yang jatuh menancap di atas tanah yang ada di depannya menjadi tidak jadi, pandangan matanya melihat Tania yang berjalan tertatih ke arahnya, segera Pangeran Tatius menghampiri.


"Saysng....!"Kau, tidak apa-apa kan ?'


"PLAK..!"sebuah tamparan manis mendarat di wajah tampan Pangeran Tatius.


"Lihat, nih...! sakit, kamu mau membunuh ku apa mendorong dengan keras."Sungut Tania emosi.


"Maaf, sayang!' aku tidak sengaja dan kalau aku tidak mendorong mu, kau juga akan mati karena panah itu!" lihat tuh...itu panah yang mengarah kepada mu, tenang jangan nangis Nanti kita obati agar lukanya cepat sembuh. ya? bujuk Pangeran Tatius agar Tania berhenti menanggis, rasanya sakit dan sesak di dada jika melihat gadis yang di cintai nya menangis apalagi karena luka. Tania yang baru memahami akhirnya berhenti menanggis meskipun rasanya masih sakit, karena dia tau apa yang dilakukan kekasih nya semata-mata demi menyelamatkan dirinya.


Melihat Tania sudah tenang, Pangeran Tatius melangkah mendekati anak panah yang menancap di atas tanah.


Wajah Tampan Pangeran Tatius memerah tangan nya mengepal dengan kuat sangat terlihat jelas jika dirinya sedang menahan marah.


"Kurang, ajar...!"siapa, yang berani bermain main dengan ku, akan aku kembalikan panah ini kepada mu,"geram Pangeran Tatius dalam hati.


Pangeran Tatius mencabut anak panah yang ada di atas tanah, kemudian dengan kekuatan tenaga dalam nya Pangeran Tatius melempar kan kembali anak panah itu kearah di mana dia meluncur.


"Siuuuutt...,....!"panah yang sudah di aliri dengan kekuatan tenaga dalam yang tinggi meluncur dengan cepat hingga.


"Tuaaakk...!" suara anak panah berbenturan dengan benda keras lainnya.


"Kurang ajar, siapa yang sudah lancang memberikan Kembali anak panah ini padaku, beruntung aku bisa menangkis nya, aku akan memberikan pelajaran padamu, tunggu..!aku akan datang menemuimu."desis seorang laki-laki tampan yang kini kedua tangan nya mengepal dengan kuat dan dalam hitungan menit laki-laki itu sudah terbang melesat kearah dimana Pangeran Tatius melempar kan serangan balik anak panah yang tadinya meluncur ke arah kekasih nya.