
Dengan wajah kesal dan masam putri Lin Ying berjalan menuju ke tempat ruang kepribadian Raja kala sore itu, akan tetapi langkah nya terhenti ketika melihat seorang wanita cantik sedang duduk bersantai di sana.
"IBu Ratu Derbah..!" ngapain beliau ada di sini,wah gawat jika aku membicarakan pangeran Tatius ada Ratu Derbah itu ngak sopan sekali, hal itu bisa di bilang merendahkan putranya, lebih baik aku kembali lagi Nanti saja, karna percuma kalau masih ada ibu Ratu di sana."
Dengan langkah gontai dan tak bersemangat putri Lin Ying kembali ke dalam kamar puri istananya, di dalam kamar pikiran nya begitu kalut dan resah memikirkan Pangeran Tatius yang pergi dengan diam diam.
"Apa yang Pangeran Tatius rencanakan Kenapa dia pergi dengan diam diam, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan nya, ada yang pangeran Tatius sembunyikan dan aku harus mencari tau itu, apakah Jangan jangan yang dilakukan pangeran Tatius ada hubungannya dengan anak manusia itu, sial ... kenapa aku harus kalah dari anak manusia itu apa hebatnya dia coba, Kenapa bisa membuat Pangeran Tatius tergila gila padanya ini benar-benar tak bisa ku diamkan aku putri Lin Ying putri dari kerajaan Barat Daya tidak akan mudah menyerah akan aku perjuangkan cinta ku dan akan ku buat pangeran Tatius bertekuk lutut di hadapan ku."lirih putri Lin Ying mengobarkan semangat dalam hati.
Sementara Pangeran Tatius yang sudah sampai langsung menyerahkan beberapa potong baju kepada wanita yang ada di depannya.
"Ini pakailah dan ganti baju lusuh mu itu, biar lebih bersih."
Pangeran Tatius melempar kan baju itu pada wanita yang ada di depannya, melihat wanita di depannya tak bergeming Pangeran Tatius mengerutkan keningnya.
"Ada apa lagi?" kenapa diam cepat pakai."seru Pangeran Tatius.
"Bagaimana aku bisa memakai nya dan di mana aku bisa memakai nya ini tempat terbuka dan pangeran kan seorang laki-laki."ucap wanita itu memberikan penjelasan.
"Astaga...begitu juga kamu resahkan, gunakan ini sebagai penutup jangan khawatir aku tidak akan mengintip,"ucap pangeran Tatius karena aku tidak akan tertarik tapi ngak janji jika yang sedang berganti baju itu Tania pasti khilaf nih mata gumam lirihnya dalam hati sambil terkekeh sendiri.
wanita itu mengeryitkan dahinya melihat Pangeran Tatius justru senyum senyum sendiri.
"Pangeran lagi berfikir dan membayangkan apa?' jangan macam macam, meskipun aku rakyat jelata aku juga tidak mau di lecehkan oleh Pangeran.
"Siapa yang mau melecehkan mu, sudah pakai untuk penutup itu jubahku, aku Akan pergi ke sana dulu, jangan lama lama berganti bajunya dan jika sudah selesai panggil aku "
"Baik, Pangeran."
Pangeran Tatius memilih menjauh pergi dari tempat itu dan memberikan kesempatan pada wanita itu untuk menganti baju kotor nya dengan baju bersih.
Tidak menunggu lama wanita itupun sudah memanggil dan mereka pangeran Tatius dan wanita itu melanjutkan perjalanan, tujuan pertama mereka ke bukit gunung S yang di bawahnya terdapat lautan sungai mereka Pangeran Tatius dan sang Wanita itupun berharap mutiara hijau ada di sana.
"Bagaimana?" apa yang akan pangeran lakukan, apakah Pangeran akan menyelam dan menjelajahi kedalaman lautan ini?"tanya wanita itu penasaran.
Pangeran Tatius mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Kita tidak bisa gegabah, ayo kita kelilingi dulu Lautan ini dari daratan,jika nanti ada yang sekiranya mencurigakan boleh lah kita menyelam."
"Baik Pangeran!"
"Oh,ya namamu siapa?ngak enak kan kita sudah berjalan bersama tapi aku tak mengenal namamu."
"Derbah, Pangeran!"
Pangeran Tatius yang kala itu menatap lurus jalan yang mereka lewati tersentak kaget hingga menghentikan langkah kakinya.
"Coba ulangi,siapa namamu?'
"Derbah, pangeran! Kenapa pangeran begitu terkejut."
Dalam perjalanan pangeran Tatius sibuk berfikir dan bertanya dalam hati mengapa , namanya sama dengan nama yang di miliki ibu Ratu Derbah apakah ini kebetulan ataukah ada hal lain. Pangeran Tatius yang memiliki insting dan indra penciuman yang sangat tinggi bisa merasakan ada sesuatu yang aneh dari nama mereka yang sama dan rahasia diantara mereka berdua.
"Nanti, jika urusan ku dengan guru jelek itu selesai aku akan cari tau siapa wanita ini yang sesungguhnya."
"Pangeran lihat ke sana!"teriak wanita yang bernama Derbah dengan mengarahkan telunjuknya ke depan. Sontak saja teriakan dari wanita itu membuat pangeran Tatius menggikuti arah telunjuk tangan Wanita di samping nya. Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya.
"Ada rumah di sekitar gunung S ini, kita ke sana."
"Mari, pangeran!"
Ketika wanita yang bernama Derbah itu sedang melangkah untuk berjalan lebih dahulu pangeran Tatius dengan sigap menghentikan langkah kakinya.
"Tunggu!" jika kita berjalan melewati jalan ini itu akan sangat lama dan jauh, Rumah itu lebih dekat jika kita tempuh dengan melewati jalan di tengah lautan nya."ucap pangeran Tatius menjelaskan.
"Apa?"melewati lautan, ah yang bener pangeran, bagaimana bisa kita lewat di lautan luas begini."tanya Bibi Derbah bingung.
Pangeran Tatius hanya menyunggingkan senyuman nya, kemudian berjalan mendekati Bibi Derbah.
"Begini, Bibi..!"Hooop....!" tangan Pangeran Tatius langsung melingkar di pinggang Bibi Derbah dan membawanya terbang di atas lautan, kakinya menginjak air tapi tak tengelam bagaikan orang yang berlari di atas tanah, awalnya Bibi Derbah sangat terkejut tangan Pangeran Tatius yang melingkar pada pinggang nya tapi lama kelamaan rasa terkejut itu menjadi nyaman, diam diam di tatapnya wajah tampan laki-laki yang ada di sampingnya.
"Dia, sangat tampan, meskipun aku tak mendapat kan Ayah nya, tapi sangat menyenangkan jika aku bisa mendapat kan putranya aku tidak menyangka takdir telah mempertemukan kami, sungguh nasibku yang sial berubah menjadi indah, tapi apakah pantas aku berharap akan adanya cinta di antara kami, bukankah ini lucu usiaku sama dengan ibu nya dan manalah mungkin dia akan tertarik padaku."Keluh Bibi Derbah dalam lamunan nya.
"Hoooop ...!"Tubuh Pangeran Tatius yang membawa Bibi Derbah sudah sampai pada lantai rumah yang ada di atas laut, rumah yang tidak besar tapi juga tidak terlalu kecil.
"Kita sudah sampai Bibi."ucap pangeran Tatius sambil melepaskan tangannya yang melingkar pada pingang ramping milik Bibi Derbah.
"Iya, pangeran!"
"Rumah ini terlihat sepi, apa tidak nada penghuninya atau barangkali penghuni nya lagi keluar,"
"Bisa jadi penghuni nya keluar Pangeran, lalu sekarang apa yang akan kita lakukan."
"Kita lihat lihat dulu kepada rumah ini, siapa tau ada penghuninya kita bisa menumpang untuk beristirahat."
Pangeran Tatius dan Bibi Derbah berjalan mendekati pintu utama rumah itu, sebuah rumah sederhana yang aneh karena terletak di atas laut dan terlihat sangat hening. Pangeran Tatius yang memiliki Indra penciuman yang sangat tajam dan insting yang cukup kuat merasakan ada sesuatu yang aneh.
"Awas Bibi..!" teriak pangeran Tatius yang dengan sigap menarik tubuh Bibi Derbah masuk ke dalam dekapan nya dan pangeran Tatius dengan cepat membungkukkan badannya sehingga tubuh Bibi Derbah pun ikut membungkuk.
"Sreeeeeeettttt....!" klotaaaaak!" sebuah pisau meluncur dengan sangat cepat ke arah pangeran Tatius dan Bibi Derbah, tapi dengan indra penciuman yang dimiliki pangeran Tatius dia dapat dengan mudah mengetahui adanya benda yang melesat ke arah mereka hingga pisau itu gagal melukai.
Pisau yang sangat tajam dan melesat dengan cepat mengenai dinding kayu yang ada di belakang pangeran Tatius.
"Berhati-hatilah Bibi..!" seperti nya mereka sudah mengetahui kedatangan kita dan sepertinya mereka memberikan sambutan yang manis pada kita."ucap pangeran Tatius mengingatkan.
"Iya, pangeran dan trimakasih telah menyelamatkan ku dari pisau itu."
Pangeran Tatius tidak menjawab dia hanya mengagguk seraya berjalan mengendap endap mendekati rumah itu dengan di ikuti Bibi Derbah di belakang nya.