The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 272.MUNCUL



Pemandangan yang sangat langka di mana dengan sangat jelas terlihat dua senjata saling adu kekuatan dan saling menjatuhkan dengan aliran kekuatan dari masing masing pemilik nya, bunyi dari beberapa kali senjata yang berbenturan itu menimbulkan percikan kilat putih yang menghiasi langit bagaikan kerlip bintang yang mana terkadang bersinar terang terkadang tidak.


Benturan yang terjadi dan menghasilkan cahaya kerlip bintang yang terang di langit di atas gunung Merbabu membuat para prajurit kerajaan Awang-awang Vampire yang kala itu sedang berlatih dengan serius menjadi terganggu, secara tidak sadar para prajurit yang berlatih tidak lagi fokus dalam latihannya sehingga hasil bidikan panah mereka rata rata meleset dan tidak sampai pada titik yang di tuju, bahkan ada yang terjatuh dalam jarak yang cukup pendek, semua terjadi karena pesona dari pedang dan anak panah yang sedang beradu kekuatan di atas langit.


Semua prajurit kerajaan Awang Awang Vampire secara tidak sadar justru menatap langit dan melihat dua senjata yang sedang beradu kekuatan.


Deru dan hiruk pikuk suara kekaguman terlontar dari mulut para prajurit yang merasa sangat kagum dan senang karena bisa melihat secara langsung kekuatan spektakuler yang luar biasa di mana belum pernah mereka lihat sebelumnya.


"Lihat di atas sana....!ada pedang dan anak panah yang sedang beradu kekuatan."


"Itu, pedang milik panglima ke dua, pedang Naga emas namanya," seru salah satu prajurit kerajaan yang ternyata tidak asing dam mengenali pedang itu.


"Apakah, kita sedang di serang musuh?'lihat di atas sana ada Panglima ke satu dan panglima ke dua di sana terlihat panglima ke dua sedang menyalurkan tenaga dalam nya pada pedang itu."


"Kau, benar! tapi jika kita di serang mana orang yang sedang menyerang kita? aku tidak melihat siapa pun di atas sana kecuali Panglima ke satu dan panglima ke dua."


"Entahlah, aku juga tidak tau, tapi jika cuma berlatih kenapa panglima ke dua terlihat begitu panik, lihat gerakan tubuhnya yang sedang bersila, panglima ke dua seolah olah sedang menambah dan menyalurkan tenang dalam nya dan lihat ke atas langit sana gerakan dari pedang panglima ke dua yang bergerak sedikit kewalahan di mana anak panah itu justru mampu memberikan dorongan kekuatan nya sehingga pedang dari panglima ke dua jungkir balik menahan dorongan dari panah kecil dan bermata tajam."


"Kau, benar!" jawab salah satu prajurit yang menatap dan menggikuti jalannya pertarungan antara senjata di atas langit langit gunung Merbabu.


Pedang Naga emas itulah Nama pedang yang dimiliki panglima besar ke dua yang mana karena kehebatan dirinya dalam memanah dan menaklukkan semua panah, Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti menobatkan dirinya sebagai panglima pemanah terbaik kerajaan.


Panglima ke satu beberapa kali harus menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat kekuatan dari mahkluk misterius dalam memainkan panahnya.


"Ini benar benar sangat gawat, jika begini terus keadaan nya maka bisa di pastikan panglima ke ke dua akan kalah dan ini akan sangat memalukan, dimana para prajurit kerajaan Istana Awang Awang Vampire yang berlatih justru kini asik menjadi penonton,apa jadinya jika panglima ke dua kalah dengan disaksikan para prajurit anak buahnya, pasti hal itu akan bisa menurunkan rasa kagum dan kepercayaan mereka, tidak! aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi aku harus membantu panglima ke dua tapi apa yang harus aku lakukan."


Panglima ke satu mondar mandir bagaikan putaran gangsing sambil sesekali memijit kepalanya yang tidak sakit.


Wajahnya yang lumayan tampan dengan jangkung yang begitu menawan terlihat naik turun, sesekali Panglima ke satu menggadakan wajahnya ke atas, mencerna dan menggamati berharap menemukan ide dan cara yang tepat untuk bisa membuat anak panah itu jatuh ke bumi.


"Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, tunggu panglima ke dua aku akan datang membantu mu kita akan bersama sama melumpuhkan dan menggalahkan mahkluk misterius itu."seru panglima ke satu dalam hati, yang mana kemudian Panglima ke satu langsung mengambil posisi siaga dan bersiap dengan persiapan kuda kuda.


Tubuhnya yang kekar dengan tinggi badan 185 membuat panglima Vampire itu terkesan sangat gagah dan berwibawa.


Dengan gerakan cepat Panglima Vampire menyatukan kedua tangan sejajar dengan kepala dengan posisi berdiri, yang mana kedua kaki sedikit menekuk dengan kedua mata terpejam, beberapa saat kemudian mulut panglima yang tadinya berkomat-kamit mungkin membaca satu mantra, kini dengan sangat keras dan dengan gerakan cepat melakukan gerakan mendorong dengan kuat ke udara mengarah ke langit di mana dua benda tajam bertarung saling ingin menjatuhkan.


"Pembatas bergulung sutra....hiyaaaaa!" doooor.....!"


Teriakkan dari panglima ke satu sejenak membuat para prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang ada di bawa lereng gunung Merbabu tersentak kaget dan terkejut dimana teriakan itu menghasilkan sebuah bunyi seperti petasaan di mana tiba-tiba di atas langit nampak sebuah kain hitam menggulung yang mana dengan gerakan cepat kain itu melilit anak panah yang sedang berbenturan dengan pedang milik panglima ke dua.


Akibatnya kekuatan dari anak panah sedikit berkurang dan melemah, panglima ke satu tersenyum melihat hal itu dia yakin sebentar lagi pasti panah itu akan terjatuh ke bumi.


Akan tetapi apa yang di rencanakan tidak sesuai dengan apa yang terjadi, ketika panah itu terlilit kain bergulung berwarna hitam tiba-tiba seperti ada kekuatan yang lebih dahsyat dari itu gulungan kain hitam yang melilit bisa dengan muda di lepaskan.


Hal itu membuat panglima ke satu terbelalak dengan cepat dia menambahkan kekuatan nya sehingga lilitan dari kain yang menggulung dengan cepat langsung menghalangi gerakan dari anak panah, melihat kekuatan anak panah sedikit melemah dengan cepat panglima ke dua menggarahkan pedang emasnya ke arah panah dan bermaksud membabatkan pedang nya agar panah itu bisa dengan mudah di hancurkan dan di patahkan nya.


Namun belum sempat semua rencana dan keinginan itu terjadi sebuah bayangan hitam berkelebat dengan cepat menghalangi bahkan kehadiran nya yang disertai dengan tenaga dalam sempat membuat panglima ke satu dan panglima kedua hilang keseimbangan dalam berdiri.


Kemunculan nya yang bersamaan dengan kekuatan angin maha dahsyat membuat kedua panglima itu terkejut.


Sosok misterius berjubah hitam itu kini berdiri tepat di hadapan nya dengan posisi tubuh membelakangi dengan kepala tertutup rapat dengan cadar.


"Akhirnya kau muncul dan menampakkan dirimu juga berbalik lah dan tunjukkan siapa dirimu."


Dengan perlahan lahan sosok laki-laki itu membalikkan tubuhnya dan kini terlihat lah sosok laki-laki berjubah hitam itu.