
Putri Lin Ying mendengus geram melihat ulah dan sikap dari Pangeran Tatius yang sok jual mahal, putri Lin Ying semakin di buat penasaran dengan sikap cuek dan tak perduli nya pangeran Tatius, bagi putri Lin Ying, ini suatu tantangan yang harus dia selesaikan dengan cara apapun dan dengan cara bagaimana pun pangeran Tatius harus jatuh ke dalam pelukan nya.
Putri Lin Ying bangkit dari jatuhnya dan menatap nanar wajahnya di cermin.
"Aku tidak jelek, kulit ku, rambutku dan semuanya tidak begitu buruk tapi kenapa pangeran Tatius tak bergeming melihat ku, sebenarnya dia punya mata normal tidak sih, pangeran Yervan kakaknya saja sangat tergila-gila padaku giliran dia boro boro duduk berduaan lama saja dia kabur, apa hebatnya sih gadis manusia yang dia selamat kan itu, wajahnya biasa saja memang sih cantik tapi aku ngak kalah juga kok, apa pangeran Tatius tergila gila pada mahkluk berjenis manusia, ini harus ku coba lain waktu aku akan datang ke dunia manusia akan ku culik satu gadis cantik dan akan ku perlihatkan pada pangeran Tatius apakah dia tertarik atau tidak jika benar tertarik itu artinya pangeran Tatius jatuh cinta bukan pada wajahnya tapi pada jenis mahkluk bangsanya, memang bercinta dengan bangsa manusia itu enak apa?" tanya Putri Lin Ying pada dirinya sendiri.
Cukup lama berdiam diri di dalam kamar pangeran Tatius putri Lin Ying merasa lelah, dia tak lagi perduli Pangeran Tatius akan kembali ke kamarnya atau tidak, dengan cepat Putri Lin ying langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Enak dan nyaman tidur di ranjang pujaan hati, " gumam putri Lin Ying sambil senyum senyum sendiri.
Tak lama kemudian diapun terlelap dalam mimpi, baru juga sepuluh menit tertidur putri Lin Ying sudah di kejutkan dengan sentuhan tangan seseorang pada lengannya, putri Lin Ying yang dalam keadaan tidur dengan membelakangi mulai terjaga dan Tersenyum simpul.
"Akhirnya, pangeran Tatius kembali juga, lebih baik aku tetap pura-pura tertidur."
"Putri Lin Ying bangunlah, kenapa kau tidur di sini?"
"Suara pangeran Tatius kok berbeda ya! Oh, tidak itu kan suara dari pangeran Yervan."
Secepat kilat putri Lin Ying membalikkan badannya dan. ...
"Astaga....benar, kenapa mahkluk ini juga ada di sini." keluh Putri Lin Ying kesal.
"Putri..!" ayo kembali ke kamarmu, ngapain kamu ada di sini?'
"Kamu juga ngapain ada di sini?" seru Putri Lin Ying sinis.
"Aku mencari mu dan pangeran Tatius bilang kau ada di dalam kamarnya."
"kamu pergilah aku mau menunggu nya kembali."
"Pangeran Tatius tidak akan kembali karena ada sesuatu yang penting yang harus dia kerjakan."
"Oh, ya!'
"Putri pakaianmu sungguh mengoda,"
"Apaan sih kamu, Minggir..!"
Putri Lin Ying mendorong tubuh Pangeran Yervan dan melangkah pergi meninggalkan kamar Pangeran Tatius dengan Hati kesal.
Suasana malam yang dingin dengan cahaya lampu yang temaram, terlihatlah sosok Tampan yang sedang termenung di tepi telaga sungai, udara yang dingin tak lagi dia rasa, hati dan pikiran nya berfikir keras bagaimana caranya bisa masuk ke dalam kamar Rahasia milik sang Raja, pangeran Tatius yakin di dalamnya pasti terdapat banyak hal yang bisa memberi nya petunjuk.
Meskipun hatinya senang karena baru pertama kali ini Tania melihat keindahan taman alam pegunungan, tapi sayangnya keindahan ini tak bisa di nikmati dengan sang kekasih hingga serasa hambar kerena keindahan nya harus dia nikmati bersama dengan guru yang sangat membosankan.
Setelah Mobil berhenti pak guru Wili cepat cepat membuka kan pintu mobil untuk Tania.
"Ayo, turun, kita sudah sampai."ucap pak guru Wili lembut dengan tatapan mata yang teduh, ketiika tangan pak guru Wili hendak membantu nya turun cepat cepat Tania menepis nya.
"Aku, bisa sendiri," ucap Tania dingin.
Meskipun sedikit kecewa dengan sikap dan perlakuan Tania, pak guru Wili mencoba untuk bersabar, kaki nya melangkah lebih dulu dan Tania menggikuti nya dari belakang.
Pintu vila terbuka secara otomatis ketika pak guru Wili berdiri di depan pintu, tanpa kode tanpa membuka gembok kunci, pintu itu terbuka dengan sendirinya, Tania sedikit terkejut melihat hal itu ada nuansa horor yang tiba-tiba hadir dalam otaknya yang cepat cepat Tania tepis.
"Ayo, masuklah, maaf vila nya sedikit berantakan ini karena sudah lama aku tidak datang kesini untuk membersihkan nya, ayo aku tunjukkan kamar kamu,"ajak pak guru Wili ramah.
pak guru Wili membawa Tania menyusuri ruangan panjang dengan melewati berbagai macam lukisan yang terpajang di dinding, semua lukisan bertema Alam sangat indah dan mengagumkan.
"ini kamar mu, kamu bisa beristirahat untuk sementara di sini, kamu juga bisa menangis ataupun beristirahat sesukamu disini dan tenang saja di sini tidak ada yang bisa mengaggu juga tidak ada bau busuk seperti di kamarmu," ledek pak guru Wili, sambil tersenyum smrik yang sontak saja membuat Tania mendelik.
"Sudah jangan melotot begitu, entar cantiknya hilang lho, kamu tunggu di sini aku akan buatkan makanan untuk makan kita,"ucap pak guru Wili sambil terkekeh yang kemudian menghilang di balik pintu.
Tania mendekati jendela dan membuka nya dengan lebar, terlihat lah pemandangan pegunungan yang indah dan menakjubkan, untuk beberapa saat Tania menikmati keindahan alam sebelum kemudian beranjak dan menjatuhkan bobot tubuhnya di atas ranjang.
"Sangat nyaman, andaikan di sini ada Tatius pasti indah,iissh...!" kenapa aku memikirkan nya benar kah aku telah jatuh cinta dengan mahkluk itu, andai Ayah tau pasti aku akan di larang nya kira-kira Tatius masih ada di rumah tidak ya, guru brengsek ini sudah membawa ku jauh ke sini, tapi tidak apa-apa sih, pemandangan di sini indah, jadi tidak rugi juga, cuma rasanya kok horor ya, apa itu karena aku cuma sendiri, kenapa lama juga pak guru Wili membuat makanan, ah sudahlah aku tunggu saja, enakan sambil tiduran."
Ketika Tania memejamkan matanya dan belum benar benar terlelap sayup sayup terdengar suara.
"Kreeeeek... kreeeeek...kreeeek..!" seperti suara pintu yang membuka dan menutup, Tania yang sudah merasa takut sejak tadi, menutup kedua telinganya dengan bantal sambil telungkup di ranjang agar tidak mendengar suara suara yang menurut nya horor.
"Ini, sih bukan tempat yang nyaman untuk beristirahat, tapi tempat yang menegang kan," keluh Tania dalam hati, belum lima menit suasana hati Tania tenang, tiba-tiba terdengar lagi suara yang kali ini membuat nya menjerit histeris.
"Kroopyaaakk..krasak!"
"Aaaaaa... !!!" Tania langsung bangkit dari ranjang dan berdiri hendak berlari keluar, tapi ketika netranya melihat seekor kucing yang melompat lewat jendela dan kaki nya menyentuh korden Klambu hingga membuat kelambu itu terputus membuat hati Tania lega.
"Oh, ternyata tadi itu suara robeknya korden Klambu karena tersentuh kucing yang hendak melompat keluar, hampir saja membuat jantung an, kirain apa huuuuh." Tania mendengus mengambil nafas panjang dan melepaskan nya dengan kasar.
"Benar benar bikin jantung an lebih baik aku ke dapur mencari pak guru Wili saja tidak mau di kamar sendiri, horor,"Gumam Tania dalam hati yang kemudian melangkah keluar menuju pintu dan ketiika Tania membuka pintu lagi lagi Tania menjerit Histeris karena di depannya sudah berdiri entah apa karena Tania langsung menutup kedua matanya dengan kedua tangan.
"Aaaaaaaaaa.. !!!"Teriak Tania ketakutan.