
Tidak memakan waktu lama hanya tiga puluh menit paman Patih lembu ireng dan pangeran Tatius sudah sampai di tempat penginapan di mana beberapa hari ini Pangeran Tatius yang memutuskan untuk bisa dekat dengan Kekasihnya memilih satu penginapan agar tidak bolak balik dari kerajaan Awang Awang Vampire ke negri kaum Manusia.
Setelah merebahkan tubuh pangeran Tatius, paman Patih lembu ireng menutup pintu dengan perlahan dan kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
Di dalam kamar Paman Patih lembu ireng masih tak percaya dengan apa yang baru saja disaksikan nya dimana keris yang menancap di atas langit bisa dengan mudah kembali kedalam kerangka nya.
Semua yang di khawatirkan sudah lenyap dan hilang karena pangeran Tatius mampu mengatasi nya akan tetapi yang menjadi pertanyaan nya saat ini bagaimana bisa kembali memulihkan tenaga pangeran Tatius yang hilang agar tubuhnya tidak lagi pucat seperti mayat hidup.
Karena terus berfikir akhirnya paman Patih lembu Ireng tertidur dengan sendirinya. Ke esoknya harinya ketika ayam mulai bersahut sahutan dan berkokok menandakan hari telah berganti dengan pagi paman Patih lembu ireng sudah terbangun dari tidurnya.
Setelah membersihkan diri di dalam kamar mandi paman Patih lembu ireng bergegas pergi masuk ke dalam kamarnya pangeran Tatius, paman Patih lembu ireng berharap pagi ini pangeran Tatius bisa kembali seperti awal mula.
Dengan cukup tergesa-gesa karena tidak sabar paman Patih Lembu ireng langsung membuka pintu kamar dari pangeran Tatius. pandangan matanya langsung tertuju pada Ranjang di mana pangeran Tatius tertidur pulas.
Paman Patih lembu ireng menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan keras ketika melihat di atas Ranjang pangeran Tatius masih tertidur dan wajahnya masih terlihat pucat.
Ada rasa kecewa yang tiba-tiba hadir di dalam hatinya, ketika mengetahui jika keadaan pangeran Tatius masih sama tidak ada perubahan.
Paman Patih lembu ireng mengusap wajahnya dengan kasar kini pikiran nya begitu kalut dan resah, sampau kapan pangeran Tatius akan tertidur dan sampai kapan pangeran Tatius wajahnya tetap pucat.
Pangeran Tatius sama sekali tidak memberikan solusi atau cara agar tubuhnya kembali pulih dia hanya bilang ingin beristirahat.
****
Di tempat yang berbeda Tania sudah menyelesaikan ritual mandi dan bersiap akan pergi, rencananya hari ini dia ingin mencari keberadaan pangeran Tatius yang dia yakini pasti tinggal di sekitar tempat ini.
Melihat sang putri sudah rapi dan bersolek Ayah Tania menatap dengan penuh tanda tanya, seolah memahami apa yang Ayah nya tanyakan Tania segera menghampiri sang Ayah Sambil mencium telapak tangan nya.
"Ayah, Tania hari ini mau pergi sebentar."
"Mau pergi kemana Nak, apakah Akan pergi bersama Nak Devan tapi mana motornya belum kelihatan dan kamu sudah rapi begini."tanya Ayah Tania yang sebenarnya curiga jika putri nya tidak pergi bersama dengan calon suaminya, karena Ayah Tania tau, jika pergi dengan Devan Tania malas malasan bahkan untuk bersiap saja lamanya minta ampun seolah olah sengaja dibuat Lana agar tidak jadi pergi, tapi hari ini sangat aneh sekali motor Devan belum datang tapi Tania sudah siap.
Tania Tersenyum simpul Mendengar pertanyaan sang Ayah yang sebenarnya mungkin lagi menyindirnya.
"Ayah, Tania tidak pergi bersama Devan, Tania mau pergi ke Rumah teman."
Sang Ayah mengeryitkan dahinya.
"Sepagi ini?"
Tania Tersenyum nyengir dia benar-benar tidak bisa menunda-nunda waktu lagi, rasa ingin tau dimana sang kekasih Pangeran Tatius tinggal membuatnya lupa jika waktu ini masih terlalu pagi jika beralasan ingin pergi menemui teman.
"Tania mau menghabiskan waktu sedikit lebih lama sebelum Tania menikah Ayah jadi Tania pikir jika pergi pagi begini akan banyak waktu aku bersamanya."Ucap Tania memberikan alasan.
"Baiklah, hati-hati ya..?" Tania mengagguk sambil mengecup kening sang Ayah sebelum melangkah keluar pintu dan belum juga Tania melangkah dua langkah sang Ayah mulai memanggilnya.
"Tania kamu sudah memberitahu Devan kan jika hari ini kamu pergi ke Rumah temanmu."
"Lupa Ayah, Nanti Ayah saja yang kasih tau katakan aku pergi ke Rumah Mira."
"Baiklah, hati-hati ya Nak,"
Tania melangkah dengan hati Riang dalam hati Tania bersyukur karena Ayahnya tidak curiga kalau sebenarnya dia ingin mencari Tatius.
"Aku harus kemana?"Tania mulai sibuk memperhatikan jalanan yang masih terlihat sepi dengan mengendarai motor bebek keluaran tahun 2003.
Tania menghentikan laju motor nya untuk sesaat Tania diam dan berfikir.
"Bukankah yang memiliki pengginapan di desa itu adalah Pak RT meskipun dia cuma seorang RT tapi beliau cukup kaya karena pak RT termasuk orang terpandang di desaku, baik aku kesana saja sapa tau pak Rt menggetahui.
Tidak terlalu lama Tania melakukan perjalanan menuju Rumah Pak RT karena jaraknya cukup deket hanya dua ratus meter dari Rumah Tania segera turun dari motor bebek nya dan berjalan menuju pintu.
Tok...Tok....Tok....!
Dua kali ketukan akhinya Tania bisa mendengar suara langkah kaki yang kemudian membuka pintu, muncul lah sosok wanita paruh baya rupanya pembantu Rumah Pak RT yang keluar.
"Non Tania, masuk Non mau bertemu dengan Pak RT ya...?" tanya sang pembantu dengan wajah yang terlihat misterius karena dia bicara sambil senyum senyum.
"Iya, Bik, apa beliau ada di Rumah."
"Ada Non, ini kan masih pagi jadi Bapak belum keluar dinas, Non Tania sudah tidak sabar mau jadi pengatin rupanya, hingga dibelain pagi-pagi ngurus keperluan nya."
"Uhuk....Uhuk...! Tania tiba-tiba merasa tersedak ketika wanita paruh baya yang ada di depannya nya meledek dirinnya, sebenarnya sangat kesal dengan ucapan wanita yang ada di depannya tapi Tania memilih berusaha untuk sabar, sehingga hanya bibirnya saja yang menyunggingkan sebuah senyuman.
Mendengar Tania terbatuk dengan cepat pembantu itu masuk ke dalam dan berselang beberapa menit sudah keluar dengan membawa segelas minuman dingin.
"Ini, Non Tania minum dulu, sebentar ya saya panggilkan Bapak dulu."
Tania hanya memberikan anggukan kecil ketika wanita paruh baya itu masuk kedalam. cukup lama sekitar sepuluh menit Tania harus menunggu Pak RT sang pemilik Penginapan di kota itu.
"Nak, Tania ada apa Nak datang sepagi ini bukankah semua pengurusan tentang pernikahan mu sudah selesai."
"Apa ada teman atau saudara Nak Tania yang ingin menginap?"
"Tidak ada pak, cuma saya sedang mencari teman saya yang katanya mau menginap disekitar tempat ini "
"Penginapan pertama penuh, ada beberapa warga asing yang menginap disitu dan di penginapan kedua cuma di sewa dua orang, mereka meminta satu penginapan itu mereka tempati sendiri."
"Apakah mereka berdua laki-laki dan apakah mereka masih terlihat seperti orang kuno karena memiliki jubah?"
*Benar tepat sekali tapi bagaimana Nak Tania bisa memahami ciri-ciri mereka."
"Eng....itu.... Kebetulan saya menebak nebak pasti orang kaya yang menyewa satu penginapan untuk si tempati sendiri."
"Oh, kirain Nak Tania kenal."
"Hehehe, tidak pak, kalau begitu saya permisi dulu pak,ya trimakasih informasi nya."
"Oh, iya Sama-sama."
Bergegas Tania melajukan motor bebek nya dengan kecepatan tinggi rasanya sudah tidak sabar ingin meluapkan amarah yang terpendam.
"Awas kau Tatius, tunggu saja aku akan datang dan akan kubuat kau seperti perkedel, enak saja malam itu pergi tanpa bicara kau anggap apa aku awas kau." sunggut Tania sambil mengepalkan satu tangannya sedangkan tangan satunya memegang setir motor bebek nya.
Tidak menunggu lama Tania sudah sampai di halaman penginapan dua yang cukup luas akan tetapi sangat sunyi dan sepi.
"Penginapan sebesar dan seluas ini hanya di huni oleh dua orang, dasar boros."Tania segera masuk tanpa mengetuk pintu yang kebetulan pintu pun tidak terkunci.
Ketika pintu terbuka dan Tania langsung berteriak memanggil nama Tatius sontak saja langsung membuat paman Patih lembu ireng yang sedang duduk melamun menjadi terkejut dan berlari ke ruang Tamu.
"Tatius keluar kau....aku tau kamu disini, cepat keluar," Teriak Tania dengan keras.
"Non, Tania?"
"Paman, di mana Tatius suruh turun cepat..!"
"Non, pelankan suaranya jangan berisik pangeran sedang beristirahat."
"Dasar pemalas ini sudah siang belum bangun juga, biar aku bangunkan"
"Non,ini belum siang tapi Non Tania saja yang datang kepagian,"
"Iiih, apaaan sih bukannya membelaku justru membela dia yang brengsek itu,"
Sunguut Tania sambil berlari menaiki tangga
"Non, mau kemana? jangan Non, jangan ganggu pangeran Tatius kasian." teriak paman Patih lembu ireng, Mendengar kalimat kasian Tania menghentikan langkah kakinya, kemudian menoleh ke arah paman Patih lembu ireng.
Paman Patih lembu ireng Tersenyum lega karena Tania tidak jadi masuk ke dalam kamar pangeran Tatius.
"Apa, Paman bilang, kasian....!dia pantas mendapatkan pelajaran paman jangan ikut campur awas kalau membelanya." ancam Tania yang kemudian kembali berlari menaiki anak tangga dan setelah sampai di depan pintu tanpa mengetuk Tania langsung membuka pintu dengan kasar.
"Braaak....! saking kasar nya sampai menimbulkan bunyi.
"Tatius..! bangun kau ?"teriak Tania dengan kencang yang mana setelah pintu terbuka dan setelah melihat sosok pemuda tampan yang ada di atas Ranjang diam tak bergeming, Tania menutup mulutnya dengan cepat mana kala mendapati Tubuh kekasih nya dalam keadaan pucat seperti kapas.
"Ta-tatius...! Ka-kau kenapa, Tatius...bagun kau kenapa.... Tatiuuuuuss.! teriak Tania histeris yang mana kedua bola matanya mulai menitikkan air mata.
"Non, Tania bersabarlah."
"Paman... Tatius kenapa? kenapa dia jadi begini Paman tubunya sangat dingin paman bagaimana ini apa dia akan mati paman katakan sesuatu .. Tatius ayo bangun, jangan begini aku janji aku tidak marah lagi ayo bangunlah...! Tania terus berteriak sambil menggoyang-goyangkan tubuh pangeran Tatius yang tetap diam.
"Nona...Nona tenanglah... jangan begini." paman jadi ikut sedih
"Paman... Tatius ku kenapa, paman...
"Bruug....! Tubuh Tania limbung dan langsung terkulai lemas di lantai.
"Non Tania......! Teriak paman Patih lembu ireng." bagaimana ini dia pingsan, apa yang harus aku lakukan." lirih paman Patih lembu ireng Bingung.
____
____
Assalamualaikum . trimakasih buat reader setia the Vampire Princes first love.
pertama Tama Author mau minta maaf karena up lambat, sungguh suatu kebanggaan kk semua masih setia menggikuti sampai di part 374 , sekali lagi saya ucapkan banyak bnyak trimakasih 😘🙏
in syaa Allah kurang lebih 10 part The Vampire Princes first love akan mendekati ending