
Karena rasa kantuk yang amat sangat dan konsentrasi dalam terbangnya tidak fokus dengan kedua mata yang terasa berat untuk melihat keadaan sekeliling, membuat Pangeran Tatius tidak menyadari jika di depan nya terdapat pohon besar tanpa daun seolah olah itu pohon yang mau mati, tak aya lagi tubuh Tampan Pangeran Tatius menghantam pohon hingga membuat Pangeran Tatius jatuh tersungkur.
Antara sadar dan tidak Pangeran Tatius merasakan tubuhnya sedikit remuk dan sakit akibat menghantam pohon, tapi anehnya rasa kantuk yang dalam tidak bisa di elakkan lagi sehingga Pangeran Tatius yang jatuh akibat menabrak pohon langsung diam tak bergerak, hanya nafasnya yang masih naik turun.
Tidak ada yang tau apa yang terjadi pada Pangeran Tatius apakah dia jatuh pingsan ataukah tertidur karena yang jelas kini tubuh Pangeran Tatius tidak lagi bergerak.
Tak lama kemudian sebuah bayangan putih berkelebat dengan cepat membawa tubuh Pangeran Tatius yang entah tertidur entah pingsan.
Dengan sangat cepat sosok laki-laki berjubah dengan kain putih memanjang membawa tubuh Pangeran Tatius melintasi jembatan yang memiliki tiga Pohon yang sama, Namun sebelum sosok laki-laki berjubah putih itu terbang menjauh salah satu tangan nya mengambil sebuah keris dan dengan kecepatan tinggi, keris itu di lemparkan pada salah satu pohon yang ada di tempat itu, tak lama kemudian terdengar bunyi gelegar seperti petir yang mana tiba-tiba pohon yang tadinya ada tiga kini cuma tinggal satu.
Merasa apa yang dilakukan nya sudah selesai laki-laki berjubah putih segera membuka tangannya tak lama kemudian keris yang tadinya menancap di pohon Kembali masuk dalam gengaman tangannya secara ajaib seolah olah keris itu bermagnet.
Tubuh Pangeran Tatius yang diam di letakkan pada bebatuan yang ada di pinggir sebuah sungai, yang mana sungai itu Airnya berwarna hijau dan jernih. Tanpa melangkah turun dan mengunakan tangan untuk menggambil air sosok laki-laki tua berambut putih dan berjubah putih hanya menggadakan tangan dengan jari jari merapat Sambil bibirnya bergerak gerak mungkin dia sedang membaca sebuah mantra yang mana tiba-tiba dengan sendirinya Air sudah ada di atas tangan sosok laki-laki berjubah putih, setelah mendapatkan apa yang dia inginkan dengan cepat air itu disiramkan ke wajah Pangeran Tatius yang diam.
Tak aya lagi percikkan dari Air yang dingin membuat Pangeran Tatius tersentak kaget dan dengan cepat langsung membuka mata.
"Di mana aku!"
"Kau, sudah bangun anak muda."
Sebuah suara yang langsung membuat Pangeran Tatius bangkit dari tidurnya dan langsung duduk, Pangeran Tatius yang merasa aneh dan asing memicingkan matanya untuk mengetahui siapa laki-laki tua yang ada di depannya.
"Siapa, kau? dan mengapa aku berada di tempat ini."
"Apa, kau tidak ingat apa yang terjadi padamu."
"Aku ..!
Pangeran Tatius menunjuk pada dirinya sendiri.
"Iya, kamu siapa lagi."
"Aku...ya aku ingat, aku sedang melewati jembatan dengan tiga pohon yang sama kemudian aku merasakan kantuk yang amat sangat lalu aku tidak tau lagi apa yang terjadi."
"Lalu kau menabrak pohon kemudian tertidur dan aku yang membawamu ke sini, karena jika tidak maka tubuh mu akan masuk pada pusaran dimensi dimana kau akan berada di luar alam ini, beruntung kau ku temukan dan aku datang tepat pada waktunya jika sepuluh menit saja aku terlambat, maka kau akan terjebak di alam dimensi lain dan kemungkinan besar kau tidak akan bisa kembali lagi."
"Pusaran dimensi lain, bukankah pusaran dimensi biasanya hanya ada di dalam lautan kenapa ini berada di daratan, dan trimakasih telah menolong ku."
"Aku tidak tau pasti cuma yang kutahu semua itu bisa terjadi akibat dari kristal putih yang tidak memiliki tempat di mana tidak ada yang bisa mengendalikan kekuatan nya Ketika dia terjatuh di dalam pusaran Air di sungai itu, kekuatan sinarnya mampu menarik siapapun dan apapun mungkin kekuatan dari kristal putih itu juga yang membuat terbuka nya pusaran dimensi lain di daratan."
Pangeran Tatius manggut manggut mendengarkan penjelasan dan penuturan dari laki-laki tua yang ada di depannya. Diam diam Pangeran Tatius menggagumi sosok laki-laki tua yang berambut putih sedikit panjang di depannya, Pangeran Tatius bisa merasakan aura kekuatan yang sangat dahsyat ada di dalam tubuh laki-laki tua itu.
"Kristal putih, apa itu kristal putih ?"
"Sebuah kristal keabadian yang dulunya dimiliki dewa matahari yang akan selalu mengabadikan keberadaan nya dan juga energi panasnya tidak akan pernah berkurang dan kabarnya kristal putih keabadian itu jatuh ke Bumi dan siapapun yang berhasil mendapatkannya dia akan abadi selamanya tidak akan pernah tubuhnya menggalami kematian."
"Kau juga bisa mendapatkan nya."
"Benarkah?" caranya bagaimana."
"Kau tinggal melakukan pertapaan selama tujuh hari, Nanti kristal putih itu akan muncul dan kau cepatlah mengambil dan menelannya sebelum gaya magnet bumi menariknya keluar jauh dari permukaan Air.
"Menarik tapi sayangnya aku tidak tertarik aku ingin segera pulang dan bertemu dengan kekasih ku."
" Anak muda ini kesempatan untuk mu lupakan saja dulu Kekasih mu itu , aku berharap kaulah yang bisa memiliki Kristal putih itu."
"Sudah ku bilang aku tidak tertarik dan aku melewati jalan pintas ini hanya Ingin mempercepat perjalananku jadi tolong jangan halangi aku ingin pulang."
Laki-laki tua itupun tersenyum dia bangkit dari duduknya sorot matanya yang tadi lembut dan santun tiba-tiba terlihat sangat tajam dan mengerikan.
"Kau ingin pulang?" tanya laki-laki itu dingin.
"Iya aku mau pulang."
"Silahkan lakukan jika kau memang bisa."
"Apa maksud dari kakek?" kenapa kakek bicara seperti itu."
"Jika kau bisa ke luar dari tempat ini, maka silahkan saja."
Pangeran Tatius Tersenyum kemudian mengangguk dan bangkit dari duduknya, dia melangkah Kembali turun dari tempat di mana dia dibaringkan. Pangeran Tatius bukan tidak bisa mengetahui makna tatapan mata tajam dari laki-laki tua yang ada di depannya tapi pangeran Tatius tidak perduli dia hanya ingin cepat kembali'.
Ketika pangeran Tatius mulai melangkah tiba-tiba rasa kantuk dan mata menjadi ganda Kembali dia rasakan.
"Mengapa aku seperti ini?"
"Jika kau ingin bebas dari rasa itu cepatlah kau ikuti saranku, pergilah bertapa dan milikilah Kristal putih jangan lagi kau membantah kalau tidak kau akan kehilangan kesadaran mu secara cepat dan aku tidak bisa membantumu, karena kekuatan misterius yang masuk itu sangat besar cepatlah ambil keputusanmu."
Dengan langkah gontai pangeran Tatius bersikeras ingin pulang tapi tiba-tiba langkahnya terasa ringan seakan akan hendak jatuh.
"Busyet kekuatan apa ini mengapa begitu aneh dan besar baik aku tidak punya pilihan lain aku harus ikuti ucapan dari kakek tua ini "
"Baik, aku mau menggikuti saranmu cepat katakan Dimana aku harus bertapa."
"Di sini kau juga bisa melakukan cepatlah sebelum seluruh kesadaran mu tersedot hilang."
Tanpa membantah lagi pangeran Tatius segera melakukan perintah yang diminta laki-laki tua itu, dengan gerakan cepat pangeran Tatius segera bersila sambil memejamkan kedua belah matanya, samar samar terdengar suara dan pesan laki-laki tua.
"Apapun yang terjadi tetaplah bertapa dan jangan bagun sebelum tujuh hari, apapun yang kau dengar abaikan jangan tergoda, selamat berjuang anak muda semoga engkau beruntung."