The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.93.PANIK



Meskipun dalam keadaan kesal akhirnya Devan memilih mengalah dengan tetap tersenyum meskipun terpaksa, rasanya sakit jika harus selalu melihat tatapan mata Sang Pangeran Vampire yang tak pernah henti menatap Tania, Devan berharap semua hanya sementara dan semua akan baik-baik saja setelah dirinya dan Tania sudah kembali ke alam Dunia mereka bukan lagi alam Dunia Vampire. Bersabar itu yang Devan bisikkan ke dalam hatinya sendiri.


"Ambilkan lagi aku satu, yang tadi sudah habis rasa nya masih lapar." pinta Devan pada Tania dia tidak mau memberikan sedikit pun luang kepada Tania dan laki-laki Vampire itu berduaan.Hei... itu ada ikan yang gosong buat kamu saja itu Tatius, boleh kan aku memanggilmu Tatius saja, bukan pangeran Tatius kan kami bangsa manusia ngak ada itu istilah pangeran pangeran an."


Pangeran Tatius tersenyum simpul sambil mengangguk.


"Tanpa jubah Vampire kamu tidak terlihat seperti Vampire, tapi seperti seorang Ceo yang tampan , iya kan Tania?"


"Devan ..!" apaan sih, dah cepat makan."Seru Tania yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Devan dan pangeran Tatius berdua.


"Hei... Tatius, aku peringatkan padamu Jangan dekati Tania kalau kau tak ingin ku buat seperti perkedel."Desis Devan.


Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya dan tersenyum.


"Apakah, kau mengancam ku?"dengar aku tidak takut pada ancaman mu." lirih pangeran Tatius sambil tersenyum miring membuat Devan kesal dan mengepalkan tangannya yang membuat nya bangkit menjauh pergi.


"Andai, aku tidak sedang butuh kamu, untuk menunjukkan jalan pulang sudah pasti aku akan buat perhitungan dengan mu."Grutu Devan kesal.


Pencarian yang di lakukan putri Lin Ying untuk menemukan pangeran Tatius akhirnya dapat membuahkan hasil Indra penciuman nya sudah dapat menangkap keberadaan pangeran Tatius.


"Seperti nya pangeran Tatius ada di sekitar sini, lalu di mana dia, hei..apa aku tidak salah lihat bukankah itu manusia....wah sudah lama sekali aku tidak minum darah segar, pasti rasanya akan nikmat ini tidak boleh ku sia siakan, aku harus segera menangkap nya."


Putri Lin Ying menengok ke kiri dan ke kanan.


"Aman..!" tidak ada siapapun di sini aku harus cepat membawa nya pergi sebelum patih lembu ireng dapat menemukan ku dan untuk pangeran Tatius Nanti saja dengan menghisap darah gadis itu, pasti Nanti tubuh dan wajahku akan semakin segar kebetulan gadis itu sendirian."


Dengan gerakan cepat Putri Lin Ying terbang melesat dan mendekati gadis yang duduk di bawah pohon rindang seorang diri. Kedatangan putri Lin Ying yang tiba-tiba membuat gadis itu terkejut dan langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Si-diapa kau..?"mau apa kesini!"


Putri Lin Ying tidak menjawab pertanyaan gadis yang ada di depannya dia terus maju dan maju membuat gadis yang ada di depannya beringsut mundur ke belakang, putri Lin Ying tidak membuang-buang banyak waktu dengan cepat menyambar gadis itu yang tak lain adalah Tania, sontak saja hal itu membuat Tania ketakutan dan berteriak.


"Tolooooooong...!"


Devan yang kebetulan hendak mendekati tempat dimana Tania berada melihat bayangan hitam menyambar tubuh Tania dan mendengar teriakkan Tania segera berlari cepat berusaha mengejar bayangan hitam.


Teriakan Tania yang begitu keras sampai terdengar juga di telinga Pangeran Tatius dia segera bangkit dari duduknya dan mencari sumber suara dan terlihat lah oleh nya Devan sedang berlari sambil memanggil nama Tania. Pangeran Tatius segera melesat terbang menghadang Devan.


"Ada apa?'serunya panik


"Tania....!" Tania...!"di culik orang berjubah hitam."Ucsp Devan sambil terengah engah karena nafasnya serasa mau putus ketika tenaganya dibuat berlari sekencang kencangnya.


"Ke sana!"


Tanpa menunggu lama dan membuang buang waktu pangeran Tatius segera melesat terbang ke arah yang di tunjuk oleh Devan, hatinya mulai resah dan panik pangeran Tatius khawatir Tania di bawah orang misterius yang juga telah berhasil membawa kabur laki laki bangsa manusia musuhnya.


"Jika sampai terjadi apa apa pada Tania aku tidak akan mengampuni orang itu akan musnahkan dia." Geram pangeran Tatius dengan wajah memerah.


Sambil tersenyum putri Lin Ying terus membawa Tania pergi menjauh dari tempat itu, hatinya begitu senang dan berbunga bunga pasalnya darah segar manusia apalagi yang masih perawan itu sangat berkhasiat untuk kecantikan nya. Setelah memilih tempat yang dianggap cukup Aman dari gangguan siapapun putri Lin Ying mendaratkan kakinya dengan sempurna.


"Siapa kau?" lepaskan aku."Teriak Tania ketakutan, wajah cantiknya kini kembali berubah menjadi pucat.


"Diam..!" jangan brisik di sini kau aman tidak ada yang akan mendengar teriakkan mu, aku sudah memilihkan tempat yang suaranya tak kan terdengar dari luar.


"Ha..ha...ha.. tenanglah dan persiapkan dirimu untuk santapanku, jangan takut aku akan melakukan dengan sangat pelan sehingga kamu tidak akan merasakan sakit, Nantinya.


Putri lin Ying segera mengikat tangan dan kaki Tania dengan kuat, Tania tidak bisa berbuat apa-apa selain menitikkan air mata.


"Tolong lepaskan aku, aku mau pulang."rintih Tania mengiba.


"Ha..ha..ha.. pulang..!"kamu sudah datang ke tempat kami untuk itu kamu sudah jadi santapan makanan kami."


"Pangeran Tatius...! Tolong aku hizk...hizk. aku takut."lirih Tania merancau.


Putri Lin ying mengeryitkan dahinya wajah cantik nya mendadak berubah menjadi merah dengan kasar putri Lin Ying menangkup wajah Tania untuk tengadah menatap nya.


" Kau bilang apa?" meminta tolong pangeran Tatius!"siapa itu Pangeran Tatius?"bentak Putri Lin Ying.


"Dia juga Vampire seperti mu, tapi dia tidak jahat seperti mu dia baik, dia akan menolong ku."


"Ciiiihh...kau sedang bermimpi gadis muda?"pangeran Tatius akan menolong mu Ha .ha..ha ..yang benar dia juga ingin menikmati dan menghisap darahmu bodoh."


"Tidak..!dia akan menolong ku dia perduli padaku."


"Diam...!" berhenti lah bermain drama tidak ada yang bisa menolong mu disini."


"Lihat saja dia akan datang untuk ku."


"Oh, ya! kita lihat saja nanti gadis cantik persiapkan dirimu setelah aku merasa lapar kamu akan segera ku kirim ke Neraka."