The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
ab 226.SUARA GAIB



Putri Lin Ying bergidik mendengar perkataan dari laki-laki bangsa manusia yang ada di depannya, ada rasa takut dan was was yang tiba-tiba hadir menusuk di relung hatinya, putri Lin Ying menelan ludahnya dengan kasar, tubuhnya terasa lemas wajahnya menyiratkan rasa ketakutan yang dalam terlebih kedua tangannya yang kini terikat.


"Bersiaplah dan persiapkan dirimu baik baik sebentar lagi, kau akan menggantikan posisi dari junjungan ku yang tertidur di dalam peti itu dan jika kamu ingin menyampaikan salam perpisahan dengan kehidupan ini silahkan saja, kau hanya memiliki waktu tiga jam mulai dari sekarang, aku tinggal pergi dulu aku juga akan mempersiapkan segala sesuatunya dan ku peringatkan padamu jangan coba coba berusaha melepaskan diri dari ikatan rantai ajaibku karena jika kau lakukan jangan salah kan aku jika ikatan itu nanti akan semakin kuat dan membuat tangan atau kakimu lebih terjepit, ingat pesanku ikatan ini bukan sembarang ikatan jadi jangan main main jika kau masih ingin bisa bergerak sedikit bebas."dimana kemudian laki-laki bangsa manusia itu pergi meninggalkan Putri Lin Ying yang masih terikat di atas meja.


Kepergian dari laki-laki bangsa manusia membuat Putri Lin Ying bernafas dengan lega.


"Aku harus segera membuka ikatan ini agar aku bisa cepat lari dari sini sebelum laki-laki itu datang." Desis putri Lin Ying dalam hati.


Dengan kekuatan yang masih tersisa putri Lin Ying berusaha melepaskan ikatan yang ada di pergelangan tangannya dengan kekuatan yang ada akan tetapi hal aneh terjadi ketika justru ikatan yang menggikat tangan dan kakinya semakin kuat dan kencang hal itu membuat putri Lin Ying semakin panik.


"Mengapa bisa seperti ini? kenapa ikatan ini justru semakin kuat apa yang harus aku lakukan, ternyata ucapan dari laki-laki bangsa manusia itu benar, smakin aku berusaha melepaskan ikatan ini maka akan semakin kuat ikatan ini menggikat ku lalu aku harus bagaimana, aku tidak mau mati konyol apalagi demi mayat wanita itu, kenapa sih masih ada laki-laki bsngsa manusia yang ingin menghidupkan orang yang sudah mati, lalu sekarang apa yang harus aku lakukan, waktu ku cuma tiga jam dan sekarang pasti sudah mulai berkurang, ayo otak berfikir lah aku tidak mau mati sia sia." Gumam putri Lin Ying dalam hati yang mana pikiran nya begitu kalut dan resah.


Di tengah kekalutan hatinya tiba-tiba putri Lin Ying teringat akan suatu benda liontin berwarna perak berbentuk naga dengan di kelilingi mutiara berwarna hijau yang sinarnya mengeluarkan kilau cahaya.


"Kenapa aku lupa bukankah aku bisa memanggil Pangeran Tatius lewat liontin ini, dulu ketika aku di tinggalkan sendiri oleh Patih lembu ireng dia memberikan liontin ini katanya ini dari pangeran Tatius, ya aku bisa memanggil Pangeran Tatius untuk menolong ku," seru Putri Lin Ying girang, hatinnya yang kalut dan sedih kini berubah senang ketakutan yang tadi nya menyelimuti hati kini hilang sudah dan dia yakin Pangeran Tatius adalah orang yang sangat penyayang dan penuh perhatian dan sudah bisa di pastikan Pangeran Tatius akan datang memenuhi panggilan nya.


Dengan bersusah payah Putri Lin Ying berusaha membuat liontin yang berada di lehernya bergerak tergesek sehingga liontin berbentuk naga itu mengeluarkan sinar sehingga dia bisa melakukan panggilan pada Pangeran Tatius.


Kegigihan tidak menghianati hasil akhirnya usaha dari putri Lin Ying pun berhasil dengan senyum mengembang di bibir Putri Lin Ying segera memanggil Pangeran Tatius.


"Pangeran Tatius...datanglah... Pangeran Tatius.... datang lah tolong datang dan selamatkan diriku Pangeran Tatius dengarlah.. Pangeran Tatius....dat...


Belum sempat Putri Lin Ying melanjutkan ucapannya tiba-tiba laki-laki bsngsa manusia dengan sigap merampas kalung liontin yang melingkar di leher putri Lin Ying dengan kasar, kalung itu di tariknya dan dilempar kan ke segala arah.


Putri Lin Ying tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan apa yang terjadi, dia hanya bisa mendelik melihat perbuatan laki-laki bangsa manusia yang sangat kasar kepada nya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Putri Lin Ying dengan tatapan mata yang sangat tajam.


"Apakah perlu aku jelaskan bukankah kau baru saja ingin memanggil temanmu ke sini, jangan kau pikir aku bodoh sehingga bisa di kelabui dengan mudah, srkarang bersiaplah aku tidak mau membuang buang waktu."


Putri Lin Ying tersentak kaget ketika laki-laki bangsa manusia mulai melakukan ritual Acara nya, tubuhnya mulai menggigil merasa kan betapa hidupnya akan segera berakhir.


Di sisi lain pangeran tatius dan raksasa mulai berada di pintu gaib kerajaan awang-awang vampir, langkah pangeran tatius dan raksasa yang mulai mendekati pintu gerbang istana kerajaan Awang Awang Vampire tiba-tiba terhenti, hal itu membuat Raksasa bertanya.


"Pangeran ada apa kenapa Pangeran menghentikan langkah kaki Pangeran."


"Tidak ada apa apa cepat kau buka pintu gerbang istana kerajaan Awang Awang Vampire ini."


Raksasa yang bersama Pangeran Tatius segera menggeluarkan kunci gaib dan dalam waktu yang sangat singkat gerbang istana kerajaan Awang Awang Vampire yang tadinya tidak ada dan tidak terlihat kini mulai terlihat.


Pangeran Tatius tersenyum senang ketika Raksasa telah berhasil membuka pintu gerbang istana kerajaan Awang Awang Vampire, dengan langkah bersemangat Pangeran Tatius dan Raksasa mulai masuk ke dalam kerajaan, akan tetapi belum ada tiga langkah lagi lagi Pangeran Tatius menghentikan langkah kakinya, Raksasa yang melihat Pangeran Tatius berhenti ikut berhenti dan bertanya.


"Ada apa Pangeran! kenapa Pangeran Tatius berhenti lagi."


"Aku mendengar suara orang memanggilku,"


"Aku tidak mendengar apa apa, jangan jangan Pangeran sedang berhalusinasi."


"Huss..!kamu itu ada ada saja mana mungkin aku berhalusinasi tuh suaranya ada lagi, coba kamu diam dan jangan berisik,"titah Pangeran Tatius pada sang Raksasa, Pangeran Tatius mempertajam Indra pendegaran nya dan ketika pangeran Tatius benar benar yakin ada suara yang memanggilnya Pangeran Tatius me


pertajam memori ingatan nya.


"Suara itu seperti nya aku kenal siapa dan dimana." ketika pangeran Tatius lagi sibuk mencerna siapa pemilik suara gaib yang telah memanggilnya Raksasa yang jenuh karena disuruh diam pun akhirnya bicara.


"Pangeran aku tidak mendengar apapun."


"Tentu saja kamu tidak akan mendengar kan nya karena suara itu memanggilku bukan memanggilmu, Ah ..ya aku ingat ini kan suara dari putri Lin Ying, hei..... mengapa dia memanggilku jangan jangan...! Raksasa, Tolong kamu datang ke Puri istana kerajaan Awang Awang Vampire bagian ujung di sana adalah puri istana kerajaan milik pangeran Yervan kamu bawa pergi calon istri ku dari sana, aku akan pergi dulu." ucap Pangeran Tatius sambil melangkah pergi membuat sang Raksasa tertegun dan berteriak.


"Pangeran kau mau kemana?" bagaimana dengan Putri Tania."


"Aku ada urusan sebentar untuk sementara aku serahkan keselamatan calon istriku Tania kepadamu, aku pergi aku tidak punya banyak waktu,"ucap Pangeran Tatius seraya terbang melesat jauh meninggalkan istana kerajaan Awang Awang Vampire.


"Aku benar benar tidak mengerti dengan hatimu Pangeran, kau mencintai Putri Tania tapi kau juga masih memikirkan keselamatan gadis lain kau benar benar berhati mulia, smoga kau baik-baik saja Pangeran, perbuatan mu sungguh mulia.


Pangeran Tatius yang melesat terbang dengan cepat melintas dari satu pohon ke pohon yang lain dengan menggikuti arah suara yang mengena dan terus terngiang di telinga Pangeran Tatius menuju sebuah perkotaan yang sangat terpencil dari keramaian kota.


Pak guru Wili yang mengendarai mobil tanpa sengaja melihat bayangan dari kaca mobil.


"Itu kan si Vampire bau busuk ngapain dia disekitar sini dan kenapa aku tidak melihat Tania di samping nya aku harus menggikuti nya, jangan jangan telah terjadi sesuatu pada Tania awas saja kalau sampai membuat Tania terluka sedikitpun, kau akan aku jadikan perkedel, meskipun ilmu kamu lebih tinggi dariku bukan berarti aku tidak bisa menggalahkan mu," seru pak guru Wili yang sedang bermonolog sendiri.


Mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi menggikuti bayangan dari pangeran Tatius yang sedang mencari sumber suara Gaib.