The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.395.CURANG



Pangeran Tatius yang panik terus berusaha membuat Istrinya sadar mulai dari memberikan obat obatan yang ada di dalam istana seperti rempah rempah yang dioleskan ataupun percikan Air yang sudah memiliki kekuatan didalam nya, akan tetapi semuanya terasa sia-sia karena sampai beberapa menit Pangeran Tatius menunggu tidak ada perubahan Tania tetap pingsan dan belum sadarkan diri.


Hal itu membuat Pangeran tatius semakin panik dengan cepat Pangeran Tatius membuka pintu dan berlari keluar istana, ketika Pangeran Tatius sedang berlari di tengah jalan Pangeran Tatius bertemu dengan pangeran Yervan yang kala itu sedang berjalan-jalan di istana.


"Pangeran Tatius, Apa yang kamu lakukan Kenapa kamu berlari-lari seperti dikejar setan Bukankah kamu sendiri juga setan."ledek pangeran Yervan kepada pangeran Tatius yang mana pangeran Tatius langsung menatap tajam wajah sang kakak sambil melotot, hari itu memburam Pangeran Yervan tertawa.


"Kanda Yervan ngomong apa sih, sudah minggir Aku lagi terburu-buru nih, Aku mau bertemu tabib istana sekarang juga jadi kanda Pangeran Yervan jangan mengagguku."ucap Pangeran Tatius meminta kepada Pangeran Yervan untuk tidak mengganggunya, akan tetapi pangeran Yervan yang melihat wajah Pangeran Tatius yang terlihat panik membuat pangeran Yervan memiliki ide ingin menjahilinya berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan pangeran Tatius kepadanya, Pangeran Yervan berdiri di hadapan Pangeran Tatius menghadang jalan dari pangeran Tatius dan mengulur waktu Pangeran Tatius dengan mengajaknya bicara dan mengajak bercerita sesuatu hal yang bisa membuang-buang waktu yang membuat pangeran Pangeran Tatius sedikit kesal dan geram.


"Aku mohon Pangeran Yervan minggir lah Jangan menggangguku jika Pangeran Yervan masih mengganggu Aku tidak akan segan-segan untuk memukulmu," ucap Pangeran Tatius mengancam Pangeran Yervan akan tetapi Pangeran Yervan yang memang sengaja menjahili sang adik tersenyum pura-pura tidak mengerti.


"Kamu itu kenapa sih buru-buru ingin mencari tabib memangnya siapa yang sakit," tanya Pangeran Yervan pada Pangeran Tatius


"Tania pingsan jadi Aku mohon minggir lah Jangan menggangguku karena Aku harus cepat meminta tabib untuk bisa menyadarkannya.


"Wah kacau makanya kalau bermain itu jangan terlalu bersemangat akhirnya Tania kecapean pasti sehingga dia pingsan kamu sih tidak punya perasaan kamu harusnya tahu bahwa dia itu manusia sementara dirimu adalah vampir jadi kamu harus bisa mengerti keadaannya jangan main serobot dan ganas saja tuh jadinya Tania kelelahan terus pingsan," ucap Pangeran Yervan dengan santai yang justru membuat pangeran Tatius semakin geram.


"Kandaa Pangeran Yervan mi ngomong apa sih siapa juga yang seperti itu Jangan berpikir yang negatif pergilah Aku benar-benar membutuhkan tabib istana, Aku ingin agar Tania bisa cepat sadar." ucap Pangeran Tatius dengan ada kesal.


Pangeran yervan mengulum senyum kemudian mendekati Pangeran Tatius sambil menepuk bahunya.


"Jangan khawatir Ayo antar aku ke sana biar aku yang lihat siapa tahu aku bisa membuatnya sadar," ucap Pangeran Yervan pada pangeran Tatius.


Pangeran Tatius tersenyum mendengar perkataan dari pangeran Yervan dia yakin Pangeran Yervan, hanya ingin mengolok-oloknya saja sehingga dia mencari-cari waktu dan alasan bahkan berpura-pura bisa mengobati orang pingsan yang sebenarnya Pangeran Yervan tidak bisa apa apa.


"Minggir lah jangan aneh-aneh aku tahu kamu hanya ingin mempermainkanku pergilah Aku benar-benar sedang buru-buru, Aku mau Tania bisa cepat sadar karena dia sudah lama pingsan.' ucap pangeran Tatius menjelaskan.


"Sudah kubilang aku bisa kenapa kamu tidak percaya ayolah beri aku waktu 10 menit Jika dalam 10 menit Aku tidak bisa membuat Tania sadar maka kamu boleh pergi mencari tabib istana," ucap Pangeran Yervan menyakinkan agar Pangeran Tatius percaya dan memberinya kesempatan.


Kesal dan geram akan tetapi pangeran Tatius tidak memiliki pilihan lain selain menuruti apa yang diinginkan kakaknya yaitu Pangeran Yervan.


"Baiklah Ayo 10 menit saja tapi jika dalam waktu itu Pangeran Yervan tidak mampu maka Pangeran Yervan harus segera pergi.'


"Baiklah aku setuju,"ucap Pangeran Yervan.


Pangeran Yervan dan Pangeran Tatius kemudian melangkah menuju Puri istana kepribadian Pangeran Tatius dengan perlahan-lahan pangeran Tatius membuka pintu kamar, terlihatlah seorang gadis sedang tertidur pulas di atas Ranjang di mana sebenarnya Gadis itu sedang pingsan.


Pangeran Yervan menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan dia berpikir keras mengapa Tania bisa pingsan, Apakah dugaannya adalah benar jika Pangeran Tatius telah membuat Tania pingsan itu akibat dari permainan Pangeran Tatius yang mungkin sangat bersemangat dan lama, sehingga Tania kehilangan tenaga.


Melihat Pangeran Yervan hanya diam dan menatap sang istri pangeran Tatius menjentikkan jarinya di depan pangeran Yervan sehingga Pangeran Yervan tersadar dari lamunannya.


"Ah, ya sebentar.'


"Bisa tidak, kalau tidak bisa lebih baik kanda Yervan pergi saja deh," seru Pangeran Tatius dengan sedikit kesal pasalnya dia tidak yakin jika Pangeran Yervan bisa membuat Tania tersadar dari pingsan.


"Sabar sedikit kenapa sih diam di sana jangan berisik, kalau kamu berisik mana bisa Aku konsentrasi jadi minggirlah biar aku mengerjakan tugasku."


Dengan sedikit kesal Pangeran Tatius akhirnya memilih sedikit menjauh dari pangeran Yervan dan duduk sedikit jauh dari Ranjang tempat istrinya pingsan.


Pangeran Yervan mengambil air dan menaruh nya di atas baskom kemudian air itu dipercikan ke wajah Tania, kemudian setelah beberapa saat Pangeran Yervan memercikkan air pada wajah Tania, untuk beberapa saat Tania belum bergeming dengan perlahan-lahan pangeran Yervan menaruh tangannya pada kening Tania dan menyusur ke bawah seperti orang yang sedang membelai, melihat hal itu Pangeran Tatius langsung berdiri dari tempat duduknya dan menarik paksa tangan pangeran Yervan.


"Apa yang kau lakukan Kanda Yervan, kau bukan ingin membantunya tapi kau justru mau berbuat buruk pada ya menari kesempatan saja, pergilah Aku tidak butuh lagi dirimu." sungut Pangeran Tatius kesal


"Baru di sentuh sedikit aja marah-marah cemburu mu itu keterlaluan Yus."


"Aku tidak peduli kanda Pangeran Yervan bicara apa sekarang cepat pergi dari kamarku," seru Pangeran Tatius lantang entah mengapa hatinya sangat kesal dan sakit melihat istrinya dibelai laki-laki lain.


Dengan sedikit keras Pangeran Tatius mendorong tubuh pangeran Yervan hingga sampai di luar pintu, karena dorongannya cukup keras hingga membuat Pangeran Yervan jatuh tersungkur.


"Brug....!Auuw...! ringis Pangeran Yervan meskipun tidak terlalu sakit akan tetapi suara dari pangeran Yervan mengundang beberapa orang yang ada di tempat itu menoleh yang mana ternyata di tempat itu juga ada Ratu Shima, melihat Sang putra terjatuh dengan cepat Ratu Sima terbang melesat mendekati.


"Ada apa ini kenapa kamu dorong kakakmu sampai jatuh," ucap Ratu Sima kepada pangeran tatius


"Kanda Pangeran Yervan sudah kurang ajar pada istri saya ibu Ratu,"


"Pangeran Tatius bohong Ibu Ratu, Aku tidak pernah kurang ajar pada istrinya justru Aku membantunya," ucap Pangeran Yervan membela diri.


"Kanda Yervanbohong Ibu Ratu,"sahut pangeran Tatius yang juga tidak mau kalah.


Ratu Sima mengeryitkan dahinya menatap kedua putranya dengan penuh intens.


"kalian sudah dewasa tapi mengapa kalian masih bertengkar saja memangnya apa yang terjadi dengan istrimu Pangeran Tatius dan kau pangeran Yervan kenapa kau juga ada di kamar Pangeran Tatius Apa yang kamu lakukan tanya Ratu Sima dengan penuh selidik.


"Tania pingsan Ibu Ratu setelah dia minum pil yang diberikan oleh makhluk kelelawar saat aku berada di danau.


"Ah bohong itu bunda Ratu tidak usah percaya Pangeran Tatius tidak seperti itu pasti Tania kelelahan itu karena Pangeran bermain habis-habisan di Ranjang."


"Kanda Yervan hentikan omong kosong mu.'"seru pangeran tatius kesal, terlebih tatapan mata dari Ibu Ratu Sima pada pangeran Tatius yang seolah-olah meminta penjelasan akhirnya pangeran tatius pun terpaksa bercerita.


"Ibu Ratu jangan percaya apa yang dikatakan Kanda Yervan semua tidak benar Aku sama sekali tidak melakukan seperti itu, bahkan Aku cuma satu kali saja menyentuh Tania," ucapan Pangeran Tatius yang polos membuat Pangeran Yervan tertawa sangat keras.


"kasihan sekali punya istri cantik cuma dipakai sekali malang bener nasibmu Pangeran Tatius, makanya cari istri itu ngak usah yang cantik-cantik tuh netral seperti aku bisa setiap hari jadinya.


pangeran Tatius yang menjadi bahan olokan memalingkan muka sudah sangat kesal dan geram dengan satu kakak yang sangat menyebalkan dirinya.


"Sudah sudah kalian jangan berisik sekarang ceritakan padaku bagaimana Tania bisa pingsan," tanya Ratu Shima pada pangeran Tatius.


pangeran Tatius mulai menceritakan awal kejadian sebelum Tania pingsan, kala itu Pangeran memberitahu kepada Ratu Sima Jika dia pergi ke danau dan bertemu dengan makhluk kelelawar yang mana makhluk kelelawar itu memberikan dia satu pil berbentuk seperti permen berwarna merah, katanya itu memiliki manfaat yang sangat luar biasa sebenarnya Pangeran Tatius tidak ingin Akan tetapi jika tidak mau menerima maka makhluk kelelawar itu akan selalu mengikutinya, karena khawatir jika makhluk kelelawar selalu mengikuti akan membuat Tania berpikir atau curiga jika mahkluk itu kekasih barunya, maka untuk menjaga semuanya Pangeran Tatius terus kemudian memilih menerima pil berbentuk seperti permen dan Pangeran Tatius meletakkan di atas meja belum sempat menyimpannya dan ketika Pangeran Tatius pergi ke dalam kamar mandi, ternyata Tania sudah memegang dan menelan pil itu ketika pangeran Tatius hendak merampasnya pil itu sudah tertelan awalnya tidak terjadi apa-apa tapi pada akhirnya Tania mengeluh sakit kepalanya kemudian pingsan.


Ratu Sima yang mendengar cerita dari pangeran Tatius mulai memahami apa yang terjadi pada menantunya untuk itu Ratu Shima meminta Pangeran Tatius dan Pangeran Yervan untuk keluar dari dalam kamar.


"Baiklah sekarang kalian boleh keluar biarkan Aku di sini sendiri Aku akan lihat keadaannya."ucap Ratu Shima memerintahkan pada kedua putranya


Setelah kepergian dari pangeran Tatius dan Pangeran Yervan keluar dari dalam kamar, Ratu Shima mendekati Ranjang dimana Tania sedang berbaring dan dalam keadaan pingsan, mula-mula Ratu Shima menyentuh kening Tania kemudian duduk menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.


"ini tidak berbahaya ini hanya sesuatu kekuatan yang sedang bekerja di dalam tubuhnya coba Aku lihat kekuatan apa yang ada di dalam tubuh Tania."


Ratu Sima mulai memejamkan kedua bola matanya kemudian menyatukan kedua tangannya di atas dada, setelah itu perlahan-lahan Ratu Shima membuka kedua bola matanya dan tangan yang tadinya menyatu di depan data diarahkan lurus ke depan perut Tania dengan menggunakan tenaga dalam.


Samar-samar dalam perut Tania terlihat pil yang baru saja ditelan Tania warna merah itu sedikit demi sedikit warnanya memudar itu artinya pil yang di telan Tania sedang bereaksi dan akan mencapai batas penyelesaian ketika warna itu sudah benar-benar hilang dan tercampur berganti dengan berwarna putih.


"ini kekuatan yang maha dahsyat siapa orang yang memberikan ini kepada pangeran Tatius, benarkah dia mahkluk kelelawar atau hanya jelmaan dari kelelawar, ini tidak semua orang memilikinya dan jika ini sudah terminum Tania itu Artinya Tania memiliki kekuatan walaupun bukan untuknya tetapi kekuatan itu akan tumbuh dan berkembang apabila Tania hamil, Pangeran Tatius harus cepat melakukan penyatuan agar pil itu bisa bekerja, tapi masalahnya jika bayi itu lahir dia akan menjadi rebutan para mahkluk dunia hitam dan putih kehidupannya akan terancam sedangkan dia tidak akan memiliki kekuatan sebelum usianya menginjak 17 tahun kekuatan itu belum sempurna dan selama itu siapa yang akan menjaganya,. Pangeran Tatius tidak akan mampu dan hanya mahkluk kelelawar itu yang bisa lalu kemana harus mencari kelelawar itu agar dia bisa menjaga bayi ini, bikin masalah saja itu anak, Kenapa pula pergi ke danau itu tidak mungkin juga dia harus berpuasa selamanya tidak menyentuh istrinya jika menyentuh akan terjadi seperti itu."


Ratu Sima mendengus kesal kemudian berjalan menuju pintu dengan sangat keras dan kasar Ratu Shima menyuruh Pangeran Tatius untuk masuk.


"Masuklah Pangeran Tatius Aku ingin bicara dengan mu,"


mendengar perintah dari Ratu Shima Pangeran Tatius segera masuk ke dalam setelah pintu ditutup kemudian duduk di depan Ratu Shima.


"ibu Ratu memanggilku ada apa, dan kenapa Ibu Ratu terlihat sangat marah." tanya Pangeran Tatius pada l Ratu Shima.


"Duduk kau, sekarang katakan padaku Kenapa kau bawa Tania ke sana dan mengapa kamu menerima pil itu, cari masalah saja Apa kamu tahu itu sangat berbahaya baginya dan itu sudah tertelan dalam diri Tania Apa kamu bisa untuk selamanya tidak menyentuh istrimu, karena sangat berbahaya jika kau sampai berhubungan dengan dia.'


"Ibu Ratu bicara apa aku tidak mengerti tentu saja aku tidak bisa dia istriku mana bisa aku tidak berhubungan dengan dia itu adalah hakku'


"Dasar anak tidak tahu diri kamu tahu akibatnya kamu ngerti apa yang terjadi nanti kekuatan itu akan lahir kekuatan itu akan bertumbuh dan berkembang dalam rahim istrimu dan ketika bayi itu lahir dia akan banyak sekali mendapatkan ancaman sedangkan kamu tidak bisa melindunginya, apa kamu mau anak mu hancur dan jadi buruan semua mahkluk bumi yang ada di dunia ini, kamu benar-benar ceroboh."


"ibu Ratu Mana mungkin aku tidak akan menyentuh istriku dan jika semua ini sudah terjadi itu sudah takdir namanya jadi apapun akan aku terima dan aku akan melindungi sebisaku aku yakin Masih ada cara lain yang bisa membuat anakku nanti tidak terancam bahaya."


"Tentu saja ada kamu harus meneteskan darah bayimu pada makhluk kelelawar itu dia harus meminumnya sehingga kekuatan itu tidak akan terlihat dalam diri bayimu, tapi masalahnya Bagaimana mungkin kamu bisa menemukan makhluk kelelawar itu, tapi semua terserah kamu waktumu tinggal 15 menit lagi bantu ibu mencari tali untuk menggikat Tania,"


"Ibu Ratu akan mengikatnya untuk apa?"tanya Pangeran tatius dengan penuh tanda tanya, dia tidak pernah habis pikir kenapa ibu ya justru ingin menggikat istrinya.


"Apa reaksi obat itu harus melakukan penyatuan,'


"Iya Pangeran jadi untuk sementara pangeran lebih baik pergi biar Ibu Ratu yang menemani Tania disini,"


" Tidak ibu Ratu apapun yang terjadi Aku tidak akan membiarkan Tania menderita kesakitan, akan aku lakukan apapun demi dia dan Aku siap melakukan apapun juga untuk melindungi bayiku seandainya semua yang ibu Ratu katakan adalah benar."


"Tapi Pangeran..?"


"Ibu Ratu tidak perlu khawatir biarkan aku yang menemani Tania apa yang dia inginkan akan aku lakukan jadi tidak perlu mengikatnya ataupun apapun jika memang obat pil yang diminum Tania tidak berbahaya untuknya, Aku siap menunggu apapun yang dia inginkan.'


Ratu Sima menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan


"Kau benar-benar seperti Ayahmu dia akan memperjuangkan cintanya dan tidak akan membiarkan orang yang kita cintai menderita sedikit pun."


"Tapi Ayahanda Raja sudah berlaku curang kepada Ibu Ratu Karena dia sudah menikah lagi dengan Ibu Ratu Derba itu artinya Raja tidak setia sama Ibu jadi jangan samakan aku dengan Raja."


Ratu Sima tertawa mendengar perkataan dari putra tunggalnya


"Oke baiklah kamu tidak mengerti tentang Ayahmu yang kamu tahu Dan kamu lihat hanya di depan saja, tapi sudahlah sekarang Ibu akan keluar dari kamarmu jaga istrimu baik-baik"


"Siap Ibu Ratu,"


Ratu Shima segera keluar dari kamar Pangeran Tatius sementara di luar Pangeran Yervan menatap Ratu Shima dengan penuh tanda tanya.


"Apa Tania sudah sadar Ibu Ratu cepat sekali, Ibu Ratu sangat hebat," ucap Pangeran Yervan pada Ratu Shima.


"Sudah Jangan pikirkan Tania lagi Ayo kita pergi dari sini,"ajak Ratu Shima pada Pangeran Yervan.


Meskipun merasa aneh Pangeran Yervan mengikuti Ratu Shima pergi dari kamar Pangeran tatius kembali ke Puri istana kepribadiannya sementara di dalam kamar Pangeran Tatius menatap wajah sang istri dengan penuh cinta.


"aku akan selalu menjagamu juga menjaga calon bayi kita sampai akhir nafas ku takkan kubiarkan siapapun menyakiti kalian dan takkan kubiarkan siapapun menghancurkan kalian, tidur dengan nyenyak sayang Aku disini menunggu mu."lirih Pangeran Tatius sambil mengecup tipis kening sang istri.


Pangeran Tatius yang menyadari jika pil yang diminum Tania sekarang bukanlah pil yang berbahaya dan mengkhawatirkan Pangeran Tatius segera terbang melesat mengambil beberapa ikan lalu membakarnya dia berharap jika Tania sudah bangun dan lapar sudah ada makanan untuknya.


Tania yang pingsan atau tertidur kini perlahan-lahan mulai tersadar tubuhnya mulai bergerak dan menggeliat sementara pangeran Tatius yang menunggu tertidur di sampingnya tidak menyadari jika sang istri sudah terbangun.


"kenapa masih pusing ya sebenarnya Aku kenapa, panas sekali apa Tatius tidak menyalakan AC."


Perlahan-lahan Tania turun dari Ranjang kemudian mencari di mana bisa menghidupkan AC akan tetapi Tania tidak menemukan apapun.


"ini kerajaan vampir kayak apa sih mana ACnya tidak ada bagaimana ini, Tatius juga masih tidur Kenapa juga kepalaku masih nyut-nyut pusing, rasaanya gerah sekali,lebih baik Aku mandi saja biar segar."Gumam Tania dalam hati yang mana dirinya langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Duapuluh menit sudah Tania melakukan ritual mandi akhirnya keluar dari dalam kamar mandi tapi setelah sampai di luar Tania kembali merasakan panas yang sangat kuat di dalam dirinya, hingga membuat dirinya kebingungan.


"Kenapa masih sangat panas,"Tania mencari benda yang bisa untuk dibuat dan mengeluarkan angin agar dia tidak kepanasan karena tidak ada akhirnya Tania menggunakan baju bawahnya di kipas-kipas kan ke pada dirinya Akan tetapi rasa panas itu semakin ada membuat dia semakin resah dan pada saat yang bersamaan pangeran tatius yang mulai terjaga dari tidurnya dan tidak melihat sang istri ada di sampingnya terkejut dan langsung terduduk dan ketika melihat Tania sedang menggunakan kain bajunya untuk kipas-kipas, Pangeran Tatius tersenyum.


"Sini sayang aku bantu,"seru Pangeran Tatius yang mana langsung mengibaskan jubahnya agar bisa mengeluarkan Angin, apa yang dilakukan Pangeran Tatius cukup bagus karena angin datang dengan cukup kencang akan tetapi Tania merasa angin itu tidak bisa menembus dalam dirinya karena dalam tubuhnya masih terasa panas.


"Ini masih panas, apa tempat mu tidak ada AC,"


"Sebentar sayang, disini tidak ada AC tapi ada pendingin Ruangan."Pangeran Tatius segera menghidupkan pendingin ruangan yang bisa membuat ruangan itu menjadi sangat dingin tapi lagi-lagi Tania berteriak.


"Ini juga masih panas tidak bisa rasanya masih panas dan panas Aku mau pulang ke bumi manusia aku pulang aku mau pulang disini panas." teriak Tania yang mana membuat Pangeran Tatius kebingungan dan pada saat itu dia teringat akan ucapan dari Ibu Ratu Shima.


Pangeran Tatius mulai memahami jika pil obat yang diminum istrinya sudah bereaksi tanpa berpikir lagi Pangeran terus segera menarik tubuh Tania dan langsung memberikan kecupan dan ciuman pada bibir gadis itu, sehingga Tania tidak bisa bicara lagi karena bibirnya sudah dalam pangutan sang Suami.


perlahan-lahan pangeran tatius mendorong perlahan tubuh sang istri jatuh ke atas Ranjang, dengan perlahan lahan pula Pangeran Tatius mulai membuka satu-persatu penutup tubuh sang istri dan dengan sangat lembut Pangeran Tatius melakukan penyatuan, lenguhan dan desaahaan sang istri yang lolos dari bibirnya membuat Pangeran Tatius semakin bersemangat untuk memberikan kenikmatan yang lebih dan lebih hingga sang istri mencapai puncak pelepasan.


"Tatius....Aku....Aaahh."


"Jangan di tahan sayang keluarkan saja,' bisik Pangeran Tatius dengan sangat lembut "Bagaimana apa masih panas?" tanya Pangeran Tatius dengan lembut.


Dengan malu-malu Tania mengelengkan kepala nya.


"Sudah tidak lagi, jadi turun lah kamu berat.'ucap Tania pada suaminya agar Pangeran Tatius yang berada di atas tubuhnya segera turun.


"Tidak bisa sayang, Aku kan belum,"


"Kamu ngak usah saja yang penting kan Aku sudah tidak kepanasan,"


"Mana bisa begitu itu namanya curang dong, Aku juga mau," seru pangeran Tatius yang mana langsung memberikan serangannya, hingga membuat Tania sedikit mendelik marah akan tetapi Pangeran Tatius pura-pura tidak melihat dan tidak perduli, meskipun diam-diam bibir nya Tersenyum.


Merasa Sang istri sudah tidak lagi dalam pengaruh obat yang mana sudah memiliki kesadaran penuh membuat Pangeran Tatius Bekerja dengan sesuka hatinya, muka-muka Pangeran Tatius melakukan hentakan dengan sangat lembut dan perlahan tapi lama-kelamaan hentakan itu semakin keras dan menendang.


Tania yang paham jika suaminya mulai bersikap sesuka nya, mencubit punggung Sang suami dengan keras.


"Tatius pelan-pelan," rengek Tania manja sementara Pangeran Tatius mengulum senyum.


"Aku tau tidak sakit lagi, jadi nikmati saja sayang cuma sebentar kok," ucap Pangeran Tatius santai, membuat Tania mengerucut kan bibir nya sambil mendengus kesal, Melihat wajah sang istri yang merajuk menbuat Pangeran Tatius semakin bergaairaah dan bersemangat hingga mencapai puncak keindahan surgawi sebanyak dua kali.


Curang mungkin itulah kata-kata yang cocok untuk diberikan kepada suaminya Pangeran Tatius, karena dengan sengaja melakukan dua kali pendakian, hingga menerbitkan sebuah senyum kepuasaan.


Merasa di curangi sang Suami Tania menapar keras wajah sang Suami yang tersenyum menggoda.


"Plaaak, curang!" Sungut Tania kesal.


Sementara Pangeran Tatius semakin mengulum senyum melihat istrinya marah.


"Habis milikmu enak sih," crocos Pangeran Tatius yang mana Langsung membuat Tania mendelik dan langsung memberikan hadiah sebuah tamparan kecil di wajah tampan Pangeran Tatius kemudian melangkah meninggalkannya, memuju kamar mandi.


Melihat istrinya berjalan ke kamar mandi Pangeran Tatius dengan cepat menyambar tubuh sang istri dan mengendong nya


"Lepaskan turunkan Aku mau mandi,"


"Aku tau jadi Aku antar." jawab Pangeran Tatius dengan tenang.


"Ngak mau, jangan ikut Nanti kamu modus minta lagi,"


"Ngak, Aku ngak akan minta lagi,"


"Bohong, kamu kan suka curang,"Pangeran Tatius terkekeh mendengar Omelan sang istri.


"Kalau Aku bohong kamu boleh menghukum ku sesuka mu,"


"Awas, kalau ingkar,"


"Hmmm,"


Sampai di dalam kamar mandi Pangeran Tatius menurunkan istrinya dengan perlahan-lahan.


"Silahkan mandi Tuan putri."


"Ciiihh, baiknya kalau habis di kasih, hadap sana cepat Awas kalau ngintip."


"Astaga Tania, semua yang ada padamu Aku sudah tau bahkan hafal untuk apa lagi harus malu lagi aku ini Suamimu,"


"Bodoh Ah, pokoknya hadap sana awas ngintip."Pangeran Tatius meneguk ludahnya.


"Ah gini amat Nasib punya istri galak, tapi dia bener juga, jika Aku melihat nya lagi pasti Aku tidak kuat untuk menahan diri, agar tidak menerkamnya." lirih Pangeran Tatius sambil tersenyum penuh rasa bahagia.