The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.307.SANGAT MARAH



Malam telah berganti Pagi dengan cahaya sinar mentari yang masih malu malu untuk menampakkan diri, kicauan burung mulai bernyanyi tertawa riang menyambut datangnya sang pagi.


Jauh dari sudut kota kerajaan Ambarwata tepatnya di lereng gunung Tengger, tampak sepuluh orang terkapar tak berdaya di atas rerumputan hijau setelah dua hari dua malam mereka melakukan pertarungan tiada henti.


Semua tenaga sudah terkuras habis bahkan serasa susah kaki untuk melangkah, tapi jiwa kesetiaan akan perintah atasan tetap mereka perjuangkan.


Dengan tertatih tatih dan sedikit sempoyongan kesepuluh prajurit kerajaan Ambarwata Kembali bangkit dari terjatuhnya setelah melewati beberapa jurus dalam pertarungan melawan Pangeran Tatius.


Pangeran Tatius sendiri tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan para prajurit kerajaan itu lakukan, mengapa mereka masih bersikeras melawan meskipun tenaga dan kekuatan mereka sudah sangat lemah dan berkurang bahkan bisa di pastikan jika Pangeran Tatius mau, mereka semua bisa mati seketika.


Semua tidak Pangeran Tatius lakukan, karena bagi Pangeran Tatius jika musuh sudah tidak berdaya alangkah baiknya melepaskan dan memberikan kesempatan pada mereka untuk bisa menikmati sisa hidup dalam dunianya, akan tetapi apa yang di alami Pangeran Tatius saat ini sempat membuatnya geram dan marah, karena Kesepuluh orang yang menghadangnya seolah-olah tak perduli lagi dengan nyawanya, terbukti Mereka masih berusaha bangkit dan menyerang nya.


"Keras kepala sekali orang-orang ini, mengapa mereka masih saja berusaha bangkit dan menyerangku apa mereka benar-benar sudah bosan hidup, lihat, untuk bangkit berdiri dan berjalan dua meter saja mereka sudah tertatih-tatih lalu kenapa, masih bersikeras ingin bertarung dengan ku, benar-benar Aneh mereka itu, lebih baik Aku tinggalkan saja mereka."


Dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh Pangeran Tatius berniat terbang melesat meninggalkan ke sepuluh orang prajurit yang entah dari mana asalnya tiba-tiba datang menghadang dan mengkroyok nya.


Ketika tubuh Pangeran Tatius hendak melesat terbang tinggi terdengar sayup-sayup suara perintah dari salah satu prajurit yang terkapar itu.


"Halangi jangan sampai pemuda itu lolos dan pergi dari tempat ini, cepat...!"


Serentak para prajurit kerajaan itupun mulai dengan sigap menahan kepergian Pangeran Tatius, kekuatan yang telah terkikis dan menipis mereka tetap nekad melakukan gerakan menghalangi, serentak kesepuluh orang itu menahan agar Pangeran Tatius tidak bisa terbang pergi, ada yang menarik baju jubah Pangeran Tatius ada juga yang memegangi kaki dan ada pula yang memegangi kedua tangan Pangeran Tatius.


"Hei ...! apa-apaan ini lepaskan kalian bisa mati kalau terkena kekuatan pukulan ku, menjauh lah dariku dan biarkan aku pergi dengan baik-baik, sayangilah keselamatan kalian."seru pangeran Tatius menggingatkan.


Ada beberapa dari kesepuluh orang itupun mulai berpikir pegangan mereka mulai sedikit mrngendur.


"Hei, jangan dengarkan ucapan anak muda itu, ingat kita di perintahkan untuk menghalangi pemuda ini, ayo perkuat pertahanan kalian jangan sampai dia lolos."


Kembali para prajurit kerajaan Ambarwata yang tak di kenal Pangeran Tatius segera memperkuat gengaman mereka dengan menambahkan kekuatan tenaga dalam yang masih tersisa.


"Sial.. orang-orang ini benar-benar Nekad, Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi aku harus segera membereskan mereka semua."


Dengan memejamkan kedua bola matanya Pangeran Tatius mengeluarkan kekuatan tenaga dalam nya, kesabaran dan rasa simpati tak tega melukai terkikis sudah, dengan sikap keras kepala yang di tunjukkan para prajurit Asing itu lakukan.


Hanya dengan sekali hentakan gengaman tangan dan kaki para prajurit yang menghalanginya terlepas seketika, tubuh ke sepuluh orang itupun jatuh terpental dengan berbagai macam posisi sesuai dengan kekuatan dan kemampuan mereka dalam menahan, jeritan kesakitan terdengar dari bibir para prajurit yang terluka.


"Itulah imbalan bagi orang orang yang tidak tau di untung, kalian lebih memilih terluka parah dari pada menyerah, sekarang tidak ada lagi yang bisa menghalangiku untuk bisa kembali ke krajaan Awang Awang Vampire, selamat tinggal."


Dengan kekuatan meringankan tubuh Pangeran Tatius terbang melesat ke arah kerajaan Awang Awang Vampire, Pangeran Tatius sengaja menambah kekuatan dalam kecepatan terbang nya hal itu karena Pangeran Tatius sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasihnya.


Hanya memakan waktu dua jam perjalanan Pangeran Tatius sudah sampai di kota kerajaan Awang Awang Vampire, Pangeran Tatius merasa Aneh dengan keadaan kerajaan yang terlihat sangat kacau dan rusak parah, ada beberapa Bangunan yang roboh ada juga yang terbakar hal itu bisa di lihat dari sisa sisa abu dan asap bekas kobaran api.


"Apa yang terjadi dengan perbatasan kota Alun Alun ini, mengapa semua terlihat kacau dan kenapa tak kulihat satu orang pun Rakyat kerajaan yang lalu lalang dan melakukan aktivitas kegiatan yang biasanya dikerjakan sehari hari ada apa ini."lirih pangeran Tatius yang terus bermonolog sendiri


Merasa sangat khawatir terjadi sesuatu Pangeran Tatius segera terbang melesat masuk ke dalam kerajaan.


"Aku harus mencari Tania aku khawatir sesuatu sudah terjadi pada kerajaan ini."


Pangeran Tatius segera terbang melesat menuju puri istana kepribadian nya.


"Tania.....!


"Tania....! sayang, kau ada di mana?"


Wajah Tampan Pangeran Tatius tiba-tiba berubah pucat dan sangat panik ketika tidak mendapati kekasihnya ada di dalam Puri istana kepribadian nya, Pangeran Tatius berlari lari kecil menggelilingi seluruh istana dan membuka seluruh pintu kamar puri tapi hasilnya tetap tidak ada, hatinya semakin panik dan resah.


"Tania, kau di mana ?"


"Ibu Ratu....! Raja...! Ayahanda Raja engkau di mana? di mana kalian...! Pangeran Tatius berteriak dengan sangat keras hingga suaranya terdengar salah satu prajurit kerajaan Awang Awang Vampire yang kala itu berpura-pura mati yang akhirnya bisa lolos dari tawanan kerajaan musuh.


"Pangeran Tatius....!kaulah itu ..!"


Dengan berlari kecil seorang prajurit kerajaan datang menghampiri di mana suara itu berasal dan ketika melihat sosok pemuda tampan prajurit kerajaan itu segera menghampiri dan berteriak.


"Pangeran Tatius... !teriak prajurit kerajaan Awang-awang Vampire dan ketika mereka berdua sudah saling berhadapan Prajurit kerajaan Awang Awang Vampire segera berlutut sambil menangis.


"Pangeran....!Raja.... Ra-raja ...Raja Pangeran."


"A-ada apa? ada apa dengan Raja...!


"Raja dan Ibu Ratu telah di Tawan musuh bersama..... bersama.....Ber-sama....


Pangeran Tatius yang sudah tidak sabar Mendengar perkataan dari prajurit nya segera mengangkat tubuh Prajurit itu untuk bangkit berdiri dan mencengkram kuat bahunya


"Katakan ... bersama siapa....?"


"Bersama seorang Gadis dari Bangsa Manusia."


"Apa ...?


Wajah Tampan Pangeran Tatius berubah menjadi merah padam tangan nya mengepal dengan kuat giginya mengatup rapat hingga menimbulkan bunyi gemretak dan urat leher nya menegang.


"Siapa...yang melakukan nya, jawaaab...?"


Mendengar teriakkan dari pangeran Tatius wajah prajurit itupun langsung menggigil ketakutan, selama dia menjadi prajurit kerajaan tidak pernah sekalipun prajurit itu Melihat sikap yang kasar dan buruk pada diri Pangeran Tatius, tapi kali ini Wajah Pangeran Tatius terlihat sangat menakutkan dan mengerikan.


"Sa-saya dengar Mereka bilang berasal dari Kerajaan Ambarwata."


"Apa yang mereka lakukan pada Kekasihku hah."


"Ke-kasih!


"Iya, apa yang mereka lakukan pada gadis itu jawab."


"Dia di seret, rambut nya di Jambak, di tarik dan akan dilecehkan jika Raja tidak mau menyerah untuk itu demi menolong kehormatan Gadis itu Raja menyerah bersama Ratu, Raja di cambuk dan di seret dengan kedua tangan dan kaki terikat."


"Kurang ajar....!"Bedebah kau .... tunggu....! tunggu kedatangan ku untuk membalas semua yang kau lakukan pada Kekasihku, lihat saja, jika sedikit saja kau berani menyentuhnya aku tidak akan melepaskan mu, akan aku bumi hanguskan Kerajaan mu."geram Pangeran Tatius dengan mata memerah penuh dengan bara api kebencian.


"Prajurit, siapkan panah api, Cambuk dan kuda siang ini juga aku akan pergi ke Krajaan Ambarwata."


"Baik, Pangeran."Bergegas prajurit kerajaan Awang-awang Vampire itu pergi untuk mempersiapkan apa yang di minta Pangeran Tatius. Tidak menunggu lama apa yang di minta Pangeran Tatius sudah siap.


"Pangeran semua sudah siap."


"Bagus, kau ikut dengan ku ambil kudamu sekarang juga kita akan langsung berangkat."


"Siap, Pangeran!"