
Mendengar perkataan dari putri semata wayangnya Bergegas Ayah Tania berjalan masuk menuju kamar Tania di mana di dalam kamar ada Pangeran Tatius yang sedang terkejut dan terhipnotis dengan keadaan yang ada sehingga cukup lama pangeran Tatius tak bergeming dari tempatnya, sampai pada akhirnya Pangeran Tatius tersadar setelah Tania pergi melewati dirinnya tanpa bicara, karena Tania pergi sambil berlari.
Pangeran Tatius meneguk ludahnya kasar.
"Dia benar-benar Tania aku harus bertemu dengannya aku ingin bicara, Tania masih hidup aku sangat rindu padanya." seru Pangeran Tatius haru dengan sesekali mengusap kasar wajahnya sambil tersenyum bahagia bahkan tak terasa air mata kebahagiaan menetes di pipinya.
Dengan langkah cepat dan terkesan terburu-buru Pangeran Tatius berjalan keluar dia berniat hendak menemui Tania, akan tetapi ketika pintu kamar dia buka di depan pintu juga sudah berdiri sosok laki-laki paruh baya yang masih memancarkan wajah tampannya.
"A-ayah...!Tadi aku A-aku Melihat Tania disini Ayah...! Tania masih hidup benarkan Ayah, Tania masih hidup."tanya Pangeran Tatius dengan suara bergetar dan terbata-bata.
"Kita bicara di dalam," ajak Ayah Tania pada Pangeran Tatius agar masuk kembali ke dalam kamar.
"Ayah...! aku mau bertemu dengan Tania, aku ingin bicara dengan nya aku sangat rindu sekali Ayah jadi Nanti saja kita bicara sekarang aku mau menemuinya." jawab pangeran Tatius seraya melangkah hendak keluar kamar, akan tetapi dengan cepat di cegah sang Ayah dengan mencengkram kedua bahu Pangeran Tatius.
"Tutup pintu nya kita bicara di dalam."
"Tapi, Ayah...
Ayah Tania segera mengangkat tangannya sebagai tanda agar Pangeran Tatius berhenti bicara dan menggikuti semua perintah nya.
Meskipun ada rasa kesal dan kecewa mau tidak mau akhirnya pangeran Tatius menuruti kemauan Ayah Kekasih nya.
Perlahan-lahan pintu kamar Tania akhirnya dia tutup dan pangeran Tatius segera berdiri di depan Ayah Tania.
"Duduklah, kita bicara kan baik-baik."
Meskipun tidak suka dan kecewa dengan sikap Ayah dari Kekasih nya, pangeran Tatius tetap menggikuti semua perintah nya, Pangeran Tatius duduk di kursi yang ada di tepi Ranjang dimana biasanya digunakan Tania untuk belajar.
"Kenapa ayah berbohong padaku, Kenapa ayah tidak mengatakan jika Tania masih hidup, Ayah tidak suka padaku dan ayah berniat ingin memisahkan aku dan Tania, Kenapa ayah? aku tidak percaya jika ternyata Ayah sangat tega padaku, Apa ayah tahu siang dan malam aku merindukannya, hatiku sedih, hancur dan terluka ketika aku mendengar jika kekasihku telah tiada dan ternyata semua ini adalah kebohongan Ayah untuk memisahkan aku dan Tania, Ayah..! kenapa ayah berubah pikiran kenapa ayah begitu tega, kenapa.. .? teriak Pangeran Tatius yang tidak dapat lagi menyembunyikan rasa kecewa dan kesal nya, pada Ayah Tania.
Pangeran Tatius bangkit dari tempat duduknya dan tertawa sinis, karena di balik tawanya pangeran Tatius air matanya mulai luruh hatinya sangat sakit dan dadanya serasa sesak air mata mulai jatuh membasahi pipi meskipun pangeran Tatius berusaha untuk tidak meneteskan air mata tapi nyata nya dia tidak mampu menahan kekecewaan dan kekesalan hatinya.
"Sekarang aku tau apa alasan Ayah selalu menggusirku dari kota ini, Ayah ingin aku jauh dan menjauh dari sini agar aku tidak lagi bisa memahami dan mengerti kebohongan Ayah yang sengaja Ayah ciptakan untuk memisahkan aku dan Tania, aku tidak menyangka Ayah sangat licik...Ayah tidak berperasaan Ayah tidak memikirkan perasaan ku, Ayah....
"Cukup, Tatius...! jika kau tidak tau apapun lebih baik kau bertanya bukan seenaknya menuduh ku, tidak ada kebohongan di sini, akupun juga baru tau dan mengerti jika putri ku masih hidup, sekarang pergi dan lah."
"Hahaha...hebat....! lagi-lagi Ayah mengusirku, aku akan pergi tapi aku ingin bicara dengan Tania malam ini juga,"
"Tatius hentikan langkah mu, aku tuan Rumah di sini, dengar, kau akan mendapatkan Jawaban dari semua pertanyaan yang ingin kau tau besok, sekarang pergilah kau bisa bermalam di manapun, bahkan aku yakin kamu sudah memiliki tempat berteduh di kota ini, jadi pulanglah, tunggu Tania di perbatasan taman kota dia akan menemuimu di sana dan semua pertanyaan mu akan dia jawab, sekarang pergilah,"
"Tapi, Ayah! aku ingin bertemu sekarang aku sangat rindu padanya Ayah beri aku waktu sepuluh menit saja aku mohon.'
"Tidak, tunggu besok."
"Ayah...!
Ayah Tania mengelengkan kepalanya meskipun pangeran Tatius memohon dan meminta dengan perlahan lahan Ayah Tania berjalan menuju jendela kamar dan dibukanya jendela itu.
"Pergilah...!"
Pangeran Tatius menelan kasar ludahnya hatinya begitu sakit dan sesak, tapi mau bagaimana lagi jika tidak di ijinkan mau tidak mau akhirnya pangeran Tatius menggikuti semua perintah dari Ayah Tania.
"Apakah sekarang Ayah sengaja memisahkan hubungan kami?"
"Bersabarlah, besok semua pertanyaan mu akan mendapatkan jawaban nya."
Pangeran Tatius Tersenyum kecut Mendengar jawaban dari Ayah Tania.
"Baiklah, aku permisi dulu Ayah."Setelah mengucapkan itu, pangeran Tatius terbang melesat melalui jendela.
Setelah kepergian Pangeran Tatius Ayah Tania kembali menutup pintu jendela. sementara tak jauh dari tempat itu sepasang mata yang sudah sedari tadi mengawasi Rumah Tania terlebih kamar Tania, kini juga ikut terbang melesat menggikuti Pangeran Tatius yang keluar dari dalam kamar Tania.
Bayangan berjubah hitam yang tak lain adalah pangeran Tatius sudah sampai di dalam Rumah tempat nya tinggal beberapa hari ini yang mana tak lama kemudian di ikuti dengan sosok bayangan berjubah hitam pula yang ikut masuk melalui jendela.
"Pangeran, syukurlah kau sudah pulang."
Mendengar suara secara refleks pangeran Tatius menoleh kebelakang.
"Kau menggikuti ku paman?'tanya Pangeran Tatius dingin, sangat terlihat jelas jika dia tidak suka dengan sikap Paman patih lembu ireng yang menggikuti nya.
Paman Patih lembu ireng meneguk ludahnya dengan kasar tanpa pangeran Tatius bicara pun , paman Patih lembu ireng dapat mengetahui jika Pangeran Tatius sangat kesal dan tidak suka padanya.
"Maaf, pangeran aku hanya sedikit mengkhawatirkan pangeran."
Pangeran Tatius menatap lekat lekat wajah tua yang ada di hadapannya dengan intens
"Apa kau mengetahui sesuatu, paman.....?"
"Mengetahui apa pangeran?
"Mengetahui sesuatu yang aku tidak tau, apa kau tau Tania itu masih hidup dan aku tadi bertemu dengan nya."
"Deg...! jantung paman patih lembu ireng seolah berhenti berdetak seketika mendengar perkataan dari pangeran Tatius.
"Gawat, pangeran Tatius sudah tau itu artinya....
"Paman...! Kenapa kau diam saja, apakah sebenarnya paman patih lembu ireng juga tau jika Tania masih hidup...?"
"Sa-saya, ah pangeran ini sudah malam saya mau beristirahat dulu," jawab paman Patih lembu ireng mencoba menggalihkan pertanyaan dari pangeran Tatius.
"Paman....!"
Dengan senyum semanis mungkin paman Patih Lembu Ireng Tersenyum.
"Pangeran, maaf saya sangat mengantuk sekali, pangeran Tatius telah membuat ku khawatir dengan pergi sendiri dan karena Pangeran Tatius sudah kembali saya menjadi tenang dan saya pamit untuk beristirahat dulu."
Pangeran Tatius mengeram kesal tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Pergilah, toh besok aku bisa mendapatkan jawaban nya sendiri." gumam Pangeran Tatius bermonolog dalam hati.