
Dengan langkah cepat Ratu Shima bermaksud ingin mengejar Raja yang lebih dulu pergi kembali ke Puri istana kepribadian nya. Lagi-lagi langkah nya di hadang Ratu Derbah yang mana kini berdiri tepat di hadapan Ratu Shima.
"Minggir...!"
"Tidak...?"kau harus bisa mengerti perasaan orang, jangan bersikap sesuka hatimu jangan mentang mentang kau Ratu permaisuri dan aku cuma selir maka akan membiarkan dirimu bisa dengan bebas mengaggu Raja, tidak, aku akan menghalangi niatmu menemui Raja, apa kau tidak bisa merasakan hari ini Raja tidak tertarik padamu..!"
Wajah Cantik Ratu Shima tiba-tiba berubah menjadi merah padam dengan tangan mengepal kuat.
"Kau..!berani sekali bicara seperti itu padaku."
Ratu Derbah tertawa lepas.
"Hahaha, apa yang harus aku takutkan dari seorang Ratu seperti mu, akui saja Raja sudah tidak tertarik padamu, untuk itu kembali lah kau ke kamarmu, jangan cari perhatian."
"Diam ..!sekali lagi kau berani bicara aku akan merobek mulutmu agar kau tidak lagi bisa bicara."
"Coba saja kalau berani, aku tidak takut padamu."
"Baik, trima ini, hiyaaaaaa.....duuuuss....dusss..!
"Hahaha.... tidak kena, kalau mau menyerang jangan pakai emosi tapi pakai ini.. nih." seru Ratu Derbah seraya menyentuh otak di kepala nya.
Ratu Shima semakin tersulut emosi dan kemarahan nya semakin meluap entah mengapa kali ini Ratu Shima betul betul marah dan Sangat kecewa.
Melihat lawan nya menertawakan dirinya, Ratu Shima menyunggingkan sebuah senyuman menyeringai, tatapan matanya tajam dan dengan gerakan cepat langsung memberikan pukulan telak tepat pada arah samping yang mana tidak terduga oleh Ratu Derbah sebelumnya, sehingga tak dapat di elak kan lagi Tubuh Ratu Derbah jatuh tersungkur ke tanah.
Terdengar suara jeritan kecil dari bibir Ratu Derbah ketika tubuhnya terjatuh di tanah, Ratu Derbah mengumpat keras tindakan Ratu Shima yang kelewat batas.
"Dasar Ratu, gila! kau menyakiti ku."
Ratu Shima yang sejak awal Raja datang sudah marah dan hanya mampu memendam kemarahan nya dan menahan emosi nya kini semua bisa dia lampiaskan pada sosok wanita cantik yang selalu menjadi madunya.
Dengan gerakan cepat sebelum Ratu Derbah bangkit dari terjatuhnya Ratu Shima sudah kembali memberikan tendangan dan pukulan lagi kepada nya.
"Duuuussss...... duuuuuuuss... dussss..!
"Brengsek, kau menghajar ku,dasar wanita jala..ng....wanita sin..ti Ng, kau benar-benar gila, kau Ratu yang tidak waras,"teriak Ratu Derbah dengan lantang dan hal itu semakin membuat Ratu Shima semakin marah, dengan sangat kasar di tariknya Rambut panjang Ratu Derbah,
"Aaaaaaa...... lepaskan Rambutku, sakit, kurang ajar, aku akan balas kamu!"
Dengan sangat kuat Rambut Ratu Derbah yang ditarik membuat Ratu Derbah memegang kuat baju Ratu Shima hingga membuat keseimbangan Ratu Shima hilang dan akhirnya jatuh dan kesempatan itu di gunakan Ratu Derbah untuk membalas perbuatan Ratu Shima, dengan gerakan cepat Ratu Derbah langsung mencengkram kuat Tubuh Ratu Shima yang mana kini tubuh keduanya jadi berguling guling depan kekuatan yang ada Ratu Derbah berusaha menguasai jalannya pertandingan dengan membuat Ratu Shima kini berada di bawah Kungkungan nya.
"Kau sudah berani menarik Rambut ku trima ini....plak.....plak. .plak ."
Sebuah Tamparan keras bertubi-tubi dari kanan dan kiri Ratu Derbah daratkan pada wajah cantik Ratu Shima, hingga bibir tipis dengan warna lipstik merah delima kini bengkak dan menggeluarkan darah hitam.
Para pengawal kerajaan yang melihat hal itu saling berpandangan.
"Bagaimana..?
"Kita pisahkan dodol, kalau Raja tau beliau akan marah ayo, kita pisahkan mereka berdua sebelum pada bonyok semua itu Ratu Ratu Cantik."
"Baiklah, ayo!aku heran kenapa mereka berdua itu tidak pernah akur dan selalu saja Ribut dan bikin masalah."
"Makanya Nanti kalau kau mau menikah cukup dengan satu wanita jangan lebih, gini nih jadinya, keluarga tidak pernah rukun damai sentosa yang ada ribut melulu."
"Betul, Raja pasti pusing tiap harinya."
"Hahahah, betul betul ayo cepat kita pisahkan mereka sebelum semakin parah."
Tidak menunggu lama kedua orang itu langsung mendekati Ratu mereka yang satu memegangi Ratu Shima yang satu memegangi Ratu Derbah.
"Stop... Ratu! cukup jangan berkelahi lagi "
"Pengawal, brengsek! lepaskan aku biarkan aku menghajar wanita tidak tau diri itu."
"Tidak, Ratu! jangan begini malu jika di lihat prajurit istana luar mari Ratu aku antar kembali ke Puri Istana Ratu saja."
"Apa, kau bilang aku iblis kamu itu yang iblis dasar selir brengsek."
"Sudah, Ratu..! berhenti lah, kau tarik menjauh Ratu Derbah cepat."
"Baik, tapi tenaganya sangat kuat bagaimana ini."
"Masak, kita para pengawal kerajaan kalah dengan wanita."
"Pakai akal mu cepat, aku tidak bisa memeganginya terlalu lama bisa lepas ini."
"Baik, kau tunggu disini,"
"Hei, kau mau kemana dasar pengawal bodoh, aduh Ratu Shima lepas dia kesini bagaimana ini aku memegangi Ratu Derbah juga sudah hampir kwalahan, kemana pengawal brengsek itu kenapa dia justru masuk ke dalam dasar bodoh."
Ratu Shima yang berjalan menghampiri Ratu Derbah yang sedang di pegangin pengawalnya dengan sigap langsung memberikan tendangan karena di pegangin pengawal tentulah Ratu Derbah kesulitan membalas jalan satu-satunya mengarahkan pukulan Ratu Shima pada pengawal yang sedang memegangi nya.
"Auuw...! berkali-kali pengawal itu merintih kesakitan akibat pukulan dari Ratu Shima yang mana kini dirinya lah yang harus menjadi sasaran pukulan Ratu Shima." kemana pengawal tadi dia tidak tau aku sudah boyok begini."
Tak lama kemudian dari kejauhan terlihat berlari lari kecil seorang pengawal yang tadi masuk ke dalam, melihat teman sesama pengawal datang dengan cepat laki-laki itu berteriak.
"Woi....cepat pegangin Ratu Shima aku bisa boyok di Hajar nya."
"Tenang...,!aku akan . menolong mu"
"Dasar brengsek banyak bicara saja lho cepat sini,"
Bergegas pengawal istana mendekat.
"Ratu, stop! jangan begini jika Raja tau beliau pasti marah."
"Aku tidak perduli, minggir kau."
Karena pengawal itu tidak mau minggir dan tetap berusaha merelai perkelahian akhirnya Ratu Shima pun memberikan pukulan padanya, meskipun kesakitan pengawal istana tidak perduli dia tetap berusaha meraih tangan Ratu Shima dan berhasil, setelah bisa mengengam tangan Ratu Shima pengawal itu dengan cepat langsung memberikan sesuatu yang di pegangnya.
"Cklek....! bunyi sesuatu yang mengunci.
Ternyata pengawal itu masuk ke dalam untuk mengambil borgol, kini tangan Ratu Shima sudah di borgol dan kemudian memberikan borgol pula pada Ratu Derbah.
"Wah, kau cerdas! teriak pengawal satunya kini keduanya bisa bernafas lega.
"Lepaskan, aku hei Pengawal brengsek? kenapa kau memborgol ku,"
"Ampun, Ratu! semua karena perintah Raja jika melihat Ratu berkelahi dan membuat keributan maka kami di ijinkan mengunakan apapun untuk memisahkan nya."
"Brengsek.kau pikir kami ini tawanan apa?
"Ampun, Ratu! silahkan tunggu Raja datang di sini."
Setelah membawa Ratu Shima dan Ratu Derbah masuk para pengawal itupun pergi, tinggal lah Ratu Shima dan Ratu Derbah yang kini sama sama mengumpat tindakan Pengawal nya yang sangat kurang ajar.
"Semua gara-gara kau, kita kini seperti tawanan."
"Bukan, aku tapi kamu salah sendiri menjambakku juga."
"Kau...!
"Sudah, percuma kau marah marah kita tunggu hukuman apa yang akan Raja berikan padamu."
Ratu Shima mendengus kesal
"Raja, tidak akan menghukum ku "
"Jangan terlalu yakin kita lihat saja Nanti."