The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.38.DUNIA KITA BERBEDA.



Matahari belum muncul dari ufuk timur


udara yang berhembus, menghadirkan


rasa dingin tidak membuat, pangeran Tatius


malas untuk bangun. Semua telah ia


persiapkan untuk kebutuhan dalam perjalanan.


Kini pangeran Tatius tinggal menunggu


kehadiran dari pengawal istana, patih lembu


ireng, yang akan menemani perjalanan nya.


Tidak ada yang tau jika sesungguhnya


tujuan pangeran Tatius memilih pergi


lebih awal tanpa membawa banyak


pengawal bukan hanya untuk menggikuti


sayembara, yang akan di adakan Raja Barat


Daya, namun ada rencana tersembunyi yang


hanya dia sendiri yang tau apa tujuannya.


Pangeran Tatius sangat yakin meskipun


dia pergi dengan patih lembu ireng dia


yakin patih lembu ireng tidak akan menghalagi


tujuannya.


Dengan sabar, pangeran Tatius menunggu


kehadiran sang kakek dan patih lembu


ireng, di balai istana kerajaan di mana


patih lembu ireng lah yang akan menemani


perjalanan nya.


Tanpa pangeran Tatius sadari, rasa


penasaran dan pertanyaan dari sang


kakek yang semalam tidak pangeran


Tatius jawab, sang kakek pun memiliki


rencana sendiri terhadapnya.


Ketika sang kakek melihat pangeran Tatius


sudah duduk menunggu di balai istana


sang kakek Tersenyum simpul melihat nya.


"Kau tidak akan bisa bermain rahasia dengan


kakekmu ini pangeran Tatius, kita lihat


apakah pangeran akan memberikan jawaban


ataukah tidak.


Dengan langkah tegap, sang kakek


mendekati tempat dimana pangeran Tatius


menunggu, melihat kehadiran sang kakek


dengan cepat pangeran Tatius memberikan


ucapan salam.


"Selamat pagi kakek !"Sapa pangeran Tatius


sopan.


"Selamat pagi juga pangeran, rupanya


pangeran sudah siap berangkat."


"Iya, kakek, lebih cepat kurasa lebih baik,


oh, ya, mana patih lembu ireng kakek !"


Kenapa dia belum muncul,"


"Sabarlah pangeran, waktu masih begitu


pagi biarkan patih lembu Ireng bersiap


siap dulu,"


"Baiklah kakek, saya akan menunggu


dengan sabar disini," ucap pangeran Tatius


dengan tersenyum.


"Pangeran, mau kah Pangeran menolong


kakek Sebentar saja,"


"Tentu saja, apa yang bisa kulakukan untuk


kakek,"Tanya pangeran Tatius penasaran.


"Ambilkan, keris kakek yang ada di dinding


kamar kakek, sekalian,air minum juga


kakek sedikit haus,"


"Baiklah kek, tunggu sebentar aku akan


ambilkan."


Bergegas pangeran Tatius menuju kamar


kakek, setelah mengambil keris yang ada di dinding, kemudian pangeran Tatius mengambil


air untuk sang kakek, tidak menunggu


berapa lama pangeran Tatius sudah kembali


ke balai istana kerajaan dengan membawa


keris dan air, ketika pangeran Tatius hendak


menyerahkan air dan keris kepada sang


kakek, ternyata sang kakek sudah lebih


dulu datang mendekat dan menghampiri.


"Mana airnya, pangeran ?"


"Kerisnya pangeran taruh di situ saja," Ucap


sang kakek sambil mengambil air dari


gengaman tangan pangeran Tatius.


Namun ketika air itu sudah berada digenggaman tangan sang kakek tiba tiba


airnya tumpah dan membasahi lengan


tangan pangeran Tatius.


"Maaf, pangeran kakek tidak sengaja baju


pangeran jadi basah," Ucap sang kakek


berpura pura merasa bersalah padahal


sesungguhnya inilah rencananya agar


dapat melihat dengan jelas luka tangan


dari pangeran Tatius.


Dengan cepat sebelum pangeran Tatius


menyadari ini adalah bagian dari rencananya


cepat cepat sang kakek, melipat ke atas


kain lengan panjang penutup tangan


pangeran Tatius.


"Wah tanganmu basah pangeran, maaf


kakek tidak sengaja ," Ucap sang kakek


sambil melipat lengan baju pangeran


Tatius keatas. Maka dengan seketika


sang kakek bisa melihat dengan jelas


goresan luka yang ada di tangan pangeran Tatius.


"Ini bukan luka, tapi sengaja di lukai, ukiran


nya sangat rapi sehingga membentuk sebuah


nama, huruf pertama T, A...,


Ketika sang kakek hendak membaca ukiran


nama itu, tiba tiba pangeran Tatius menyadari


sehinga dengan cepat buru buru pangeran


Tatius menurunkan lengan tangannya.


"Ah, tidak apa apa,"


"Pangeran Tatius, itu tulisan apa yang ada


di pergelangan tanganmu,"


"Bukan apa apa kek, sekedar coretan kecil


saja,"


"Mengapa pangeran Tatius berbohong pada


kakek, apakah kakek tidak pantas mengetahui


ini semua."


"Bukan begitu kek, ini tidak penting,"


"Pangeran Tatius, kakek tidak mau memaksa


pangeran untuk bicara jujur, tapi setidaknya


janganlah pangeran Tatius menyembunyikan


sesuatu dari kakek, percayalah kakek


mampu menjaga rahasia itu,"


"Apa kakek tidak kecewa seandainya cucu


kakek menyukai anak manusia,"


"Apa..?"Menyukai anak manusia, kamu


jangan main main pangeran !"Seru kakek


yang seketika wajahnya berubah menjadi


merah dan tatapan matanya sangat tajam.


Pangeran Tatius hanya menundukkan


kepala tanpa bicara apa apa.


"Sejak kapan pangeran berfikiran begitu,


buang dan cepat hilangkan rasa itu


pangeran, jika sampai Ayah mu Raja


Awang Awang Vampire tau kau pasti


akan di bunuh.


"Kakek..!Dimana salahnya mencintai, bukan


kah ini hal yang wajar."


"Pangeran, kita ini hidup dalam dunia alam


yang berbeda jadi tidak lah pantas kita


menjalin hubungan dengan anak manusia."


"Aku tidak perduli Kakek, aku akan berjuang


demi cintaku, aku hanya mau tolong kakek


dukung aku,"


"Terserah padamu Pangeran aku cuma bisa


mengatakan pilihanmu akan membahayakan


dirimu dan juga gadis mu Sebelum semua


terlambat hentikan semua nya."


"Tidak, kakek, apapun yang terjadi aku akan siap menghadapi nya sekalipun aku harus


hancur pada akhirnya."Ucap pangeran Tatius


menyakinkan.