
Sruuuuuuut... buuuuugh....!"bunyi suara jatuhnya sang Nenek masuk ke alam dunia Vampire.
"Tidak berperasaan sekali sih kakek tua itu, sudah pasti dia juga sudah tua kan?" apa iya kalau Vampire tak bisa tua." Gumam Nenek Devan dalam hati, sambil memegang pan tat nya yang sedikit sakit karena terjaduq tanah.
"Dia pernah bilang aku harus menggikuti cahaya dari Sinaran kalung bintang ini, jadi aku harus berjalan menggikuti nya."
Nenek Devan berjalan menggikuti cahaya dari kalung berbentuk bintang dengan menunduk sehingga sang Nenek tak menyadari jika di depan nya ada tiang tunggu penyangga dinding dan terjadi lah.
"Duuuuk....!" sebuah benda tumpul mencium kening Nenek Devan.
"Sialan, si kakek tua Vampire itu, kenapa memasang tiang sembarangan bikin orang cidera saja." grutu sang Nenek kesal sambil memijit keningnya yang terasa sdikit sakit, tak lama kemudian tibalah sang Nenek di depan sebuah puri istana yang sangat indah dengan dinding penutup menjulang tinggi berukir Kilauan mutiara.
"Bagaimana aku bisa masuk ke dalam daerah Vampire tidak mungkin sama dengan daerah di desaku kalau pintu tertutup tinggal berteriak memanggil nama pemilik rumah sudah langsung di bukakan, sekarang apa yang harus aku lakukan, apa iya aku harus berteriak memanggil namanya atau aku ketuk pintunya."
Bodoh sekali si kakek tua itu dia tidak memberikan juga cara masuk ke dalam tempat nya.
Ketika sang Nenek dalam kebingungan nya tiba-tiba pintu telah terbuka dengan sendirinya membuat jantung sang Nenek seakan berhenti mendadak.
"Astagfirullahaladhim..!" pintunya terbuka sendiri atau jangan jangan ada yang membuka kan jika ada yang membuka kan lalu di mana orang nya." Sang Nenek terus bicara pada diri sendiri sambil berjalan masuk dengan penuh hati-hati, ketiika sang Nenek sudah masuk tiba-tiba pintu itu pun, tiba-tiba menutup dengan sendirinya.
"Astaga..!" seram amat sih dunia si Kakek tua Vampire itu, kala itu dia berpesan aku harus menunggu di sini dan tidak boleh kemana mana, baiklah aku tunggu dia disini." gumam sang Nenek sambil duduk dengan menslonjorkan kaki, mungkin karena kecapekan tak berselang lama Sang Nenek pun tertidur.
pangeran Tatius dan patih lembu ireng yang kembali ke tempat di mana putri Lin Ying di tinggalkan sudah sampai.Melihat kehadiran pangeran Tatius dengan cepat putri Lin Ying bangkit dari duduknya dan menghambur dalam pelukan pangeran Tatius.
"Aku takut kamu kenapa napa pangeran?"seru Putri Lin Ying sambil memeluk pangeran Tatius.
Sementara Pangeran Tatius membulat kan kedua bola matanya melihat perlakuan sikap dari putri lin Ying.
"Tuan putri tolong jangan begini,"ucap Pangeran Tatius berusaha melepaskan pelukan putri Lin Ying Karena merasa tidak enak terlebih melihat tatapan mata Patih lembu ireng yang sedari tadi senyum senyum. Dengan malu malu putri Lin Ying melepaskan pelukannya, ketiika netra putri Lin Ying melihat ada darah hitam yang keluar dari lengan pangeran Tatius putri Lin Ying berteiak panik.
"Pangeran lenganmu terluka?"apa ini sakit, seru Putri Lin Ying sambil mengusap lengan Pangeran Tatius.
Kembali Pangeran Tatius merasa tidak enak dengan lembut Pangeran Tatius menepis tangan halus Putri Lin Ying.
"Tidak apa-apa, ini luka kecil biasa."
"Iya, nanti aku obati tidak perlu Tuan putri Lin Ying mengkhawatirkan aku, oh ya paman patih lembu ireng sekarang paman antar Tuan putri Lin Ying kembali ke kerajaan Barat Daya aku ada urusan sedikit, jadi saya minta tolong antar kan Tuan putri Lin Ying, apakah paman bersedia?"
"Saya, bersedia pangeran."
"Pangeran kenapa menyuruh patih menggantarku, kenapa bukan pangeran saja.'
"Maaf, Tuan putri saya masih ada urusan nanti aku akan datang menemui Tuan putri.
"Memangnya masih ada urusan apa?" apakah itu lebih penting dari pada aku." Sungut putri Lin Ying cemberut.
Pangeran Tatius melihat putri Lin Ying cemberut tersenyum simpul.
"Ini sangat penting ku harap Tuan putri mau mengerti."
"Jadi aku tidak penting begitu, kalau aku tidak penting untuk apa pangeran mempertaruhkan nyawa demi aku?"
"Maaf Tuan putri aku harus pergi, paman tolong antar Tuan putri Lin Ying ke istana nya , aku pergi dulu."
Tanpa menunggu jawaban Pangeran Tatius segera melesat terbang tinggi dan dalam sekejap tubuhnya menghilang dari pandangan, Melihat itu putri Lin Ying berteiak.
"Pangeran tunggu..!"paman sebenarnya kemana perginya Pangeran Tatius."
"Saya juga tidak tau Tuan putri, mari sekarang saya antar Tuan putri pulang ke istana kerajaan Barat Daya."
"Tidak, paman aku mau melihat dan menggikuti ke mana calon suamiku pergi."
"Maaf, bukankah calon suami Tuan putri itu pangeran yervan.'
"Tidak, aku hanya mau Pangeran Tatius yang jadi suamiku, sudah paman aku kejar calon suamiku dulu."
Tanpa menunggu jawaban dari paman Patih lembu ireng putri Lin Ying sudah melesat terbang meninggalkan patih lembu ireng sendiri.
"Tuan putri tunggu...!" gawat Pangeran Tatius bisa marah kepada ku jika sampai Tuan putri Lin Ying menggikuti nya." desis Patih lembu ireng cemas.