
"Apa yang dikatakan Patih Ramboka itu ada
benarnya juga, aku harus menyingkirkan Ratu
Shima, tapi aku harus menyingkirkan nya dengan sangat rapi, agar Raja tidak mengetahui bahwa semua ini adalah Rencanaku. Aku betul betul tidak mengerti, mengapa Raja sangat menyayangi dan menghormati Ratu Shima, aku harus mencari tau alasan itu.
Dengan langkah pasti Ratu Derbah melangkah keluar menuju puri tempat di mana Ratu Shima berada, seperti lagaknya seorang pencuri, Ratu Derbah berjalan mengendap endap, langkah nya yang lucu karena mengendap endap dengan membungkukkan badan membuat sang pelayan pengawal istana yang kebetulan berjaga di sekitar tempat itu pun bertanya,"
"Ampun, Ratu ! kenapa Ratu berjalan dengan membungkuk dan pelan pelan begitu,"
"Ssssst ,diam jangan berisik, ini semua perintah Raja, tauk,"
"Oh, iya, Ratu, perintah Raja harus kita taati,"
"Betul, jadi sekarang kamu pergilah jangan mengagguku, ingat Perintah Raja harus di taati, kalau tidak, kau bisa terbang ke Neraka dengan cepat nanti,"
"waduh, terbang ke neraka? bagaimana caranya Ratu,"
"Dasar, Vampire bodoh, maksud nya itu, kau akan di bunuh jika tidak mentaati perintah Raja, kau ingat kan, pangeran Tatius yang putranya saja berbuat salah langsung di istirahatkan di dalam penjara,"
"Bukan, di istirahatkan Ratu, tapi di hukum penjara Ratu,"
"Iya....ya, itu maksudnya, sudah sekarang kau pergi, jangan ada yang mengagguku, karena ini semua adalah perintah Raja, jadi kau pun harus menggikuti perintah Raja, kau mengerti?"
"Saya, mengerti Ratu, harus mematuhi perintah Raja,"
"Bagus... bagus, sekarang pergi lah,"
"Baik, Ratu,"
Bergegas penggawal istana itu pergi berlalu, Ratu Derbah kembali berjalan dengan mengendap endap mengitari Puri dimana tempat Ratu Shima, berada. Namun ketika matanya hendak mengintip ruangan di dalam puri, Ratu Derbah di kejutkan dengan tingkah para pengawal istana, yang tiba tiba semua berjalan dengan membungkuk dan mengendap endap layaknya seorang pencuri.
"Hey....,Ada apa dengan para pengawal istana itu, kenapa mereka berjalan dengan sangat aneh ada ada saja dasar para pengawal pengawal aneh,"Ucap Ratu Derbah dalam hati yang kemudian dia kembali mengintip ruangan dalam puri istana Shima,
"Bombom, sampai kapan kita harus berjalan seperti ini?aku seperti nya sudah tidak kuat lagi punggung ku sakit,"
"Aduh, Son ! perintah Raja harus kita taati kalau tidak kita bisa terbang ke Neraka, di bunuh, lalu kita pasti langsung kek, jadi ikuti saja perintah Raja, jangan mengeluh saja,"
"Tapi, Bom, ini perintah kelewatan masak kita di perintahkan harus berjalan dengan membungkuk begini,"
"Aduh, Son, siapa tau maksudnya Raja agar kita bisa memiliki kekuatan punggung yang kuat,"
"Aku, duduk dulu ya Bom bom, aku capek dan tidak kuat lagi,"
Tanpa menunggu jawaban pengawal istana yang bernama Son itupun segera mendudukan dirinya di lantai.
Tinggalah Bom bom yang masih berjaga mondar mandir ke kanan dan kekiri dengan membukukan badan.
"Aku juga tidak kuat lagi, punggung ku sakit, kalau harus membungkuk begini, aku harus bicara dengan Ratu Derbah, aku akan bilang kami tidak sanggup lagi,"
Pengawal Bombom pun segera mencari keberadaan Ratu Derbah, dan ketika matanya
"Ratu Derbah...!"
Karena Ratu Derbah dalam mode fokus mengintip dia tidak mendengar panggilan dari sang pengawal, melihat Ratu Derbah tdk bergrming dengan panggilan nya, Bombom memperkeras suaranya.
"Ratu Derbah..! Ratu Derbah !
Mendengar namanya berulang kali di panggil sontak Ratu Derbah menoleh ke sumber suara. Ratu Derbah mengeryitkan dahinya, melihat pengawal itu datang lagi kepada nya.
"Brisik, mau apa kau kesini ?"
"Ratu, aku tidak kuat lagi, punggung ku sakit dan rasanya remuk semua,"Ucap pengawal Bombom dengan wajah memelas.
"Memangnya, kamu kenapa ?kok bisa sakit !
"Aku sudah mengerjakan perintah Raja Ratu, tapi aku tidak kuat Ratu, kalau harus berjalan dengan membungkuk begini,"
"Siapa yang menyuruh mu berjalan dengan membungkuk,"
"Bukannya tadi Ratu Derbah bilang perintah Raja harus di taati, jadi kami sudah mentaati perintah Raja, tapi kami tidak kuat Ratu, kami merasa capek dan sakit semua ini punggung,"
"Jadi...! kalian tadi berjalan membungkuk itu karena menggikuti perkataan ku yang bilang perintah Raja harus kita taati,"
"Iya, Ratu !
Ratu Derbah Tertawa lebar mendengar ucapan dari pengawal istana.
"ha...ha...ha . ha...!
"Pengawal pengawal itu memang cocok Kalau kalian cuma jadi pengawal karena kalian benar benar bodoh nya ngak nahan,"Gumam Ratu Derbah dalam hati.
"Ya, sudah kau kembali ketempat mu, tidak usah berjalan dengan membungkuk, tapi ingat kalian harus waspada, jika kalian melihat Ratu Shima mau berjalan ke puri kamarnya, kalian harus cepat cepat melapor padaku,"
"Tapi, Ratu Derbah, bukankah ini puri milik Ratu Shima jadi untuk apa kami harus melaporkan kedatangan nya kepada Ratu Derbah?"
Ratu Derbah mengeram kesal, Karena pengawal ini banyak sekali bertanya, tapi di tahannya demi pengawal ini tidak curiga kalau kedatangan nya ke kamar puri Ratu Shima, hanya untuk menyelidiki sesuatu.
"ya, tentu saja, kalian harus melapor padaku, agar Ratu Shima mendapatkan sambutan yang baik dariku, coba bayangkan jika aku tidak tau dan Ratu shima langsung masuk kami akan sama sama terkejutnya dan pastinya ratu Shima tidak akan mendapatkan sambutan dengan baik,"
"Oh, iya...ya, Ratu Derbah benar benar cerdas," puji pengawal itu bangga.
Ratu Derbah Tersenyum simpul, mendengar pujian itu, dalam hati Ratu Derbah berkata.
"Kalau aku tidak cerdas, tidak mungkin aku bisa menjadi permaisuri kerajaan ini, dasar pengawal pengawal kurang ilmu," Ucap Ratu Derbah dalam hati.
" ya sudah, kau pergi ketempat mu dan ingat, laporkan padaku jika Ratu Shima datang,"
"Baik, Ratu ! perintah siap dilaksanakan,"