
Tania sangat kesal dengan ulah Pak guru Wili yang sudah menarik tangannya dengan paksa keluar kamar, ketika sampai di luar dan ketika merasa gengaman tangan dari pak guru Wili sudah sedikit mengendur dengan sangat kasar Tania mengibaskan nya.
"Lepaskan !"apa apaan sih menarik narik tanganku, Bapak cari kesempatan ya!"Sungut Tania kesal.
"Tidak, Tania, aku serius di dalam kamar kamu ada bau busuk yang sangat menyengat untuk itu aku membawamu ke luar kamar."
"Bapak, jangan halu deh..!" mana mungkin kamarku bau busuk, kamar ku tuh Harun dan wangi tauk,"
"Sungguh aku tidak bohong.'
"Alasan..!"seru Tania sambil melangkah hendak masuk kembali ke dalam kamarnya, tapi belum sampai Tania melangkah tangan kekar dan kuat milik pak guru Wili sudah lebih dulu menggenggam tangan nya dengan kuat dengan tatapan tajam seolah olah melarang Tania masuk kembali ke dalam kamarnya.
"Lepaskan..!" jangan halangi aku masuk ke kamar, aku capek aku mau beristirahat."
"Ikut, aku!" akan aku tunjukkan tempat yang nyaman dan rileks untuk kamu beristirahat bukan di dalam kamar mu karena di dalam kamar mu masih ada bau busuk." ucap pak guru Wili seraya membawa Tania keluar, Tania menatap wajah sang Ayah berharap sang Ayah menolong nya dan melarang pak guru Wili membawa nya pergi tapi rupanya semua itu sia sia karena sang Ayah justru mengagguk, memberikan tanda ijin kepada pak guru Wili untuk membawa nya.
"Ayah...!" tolong aku tidak mau pergi dengan nya,"keluh Tania mengiba agar sang Ayah menuruti kemauannya.
"Tenanglah, Nak!" pak guru Wili pasti akan menjagamu dengan baik, pergilah pak dan tolong jaga Tania dengan baik.'
Pak guru Wili mengagguk seraya tersenyum dengan penuh hormat, Tania yang melihat itu merasa kesal dan muak.
"Sok cari perhatian," dengus Tania kesal.
Pak guru Wili yang sempat mendengar celoteh Tania bertanya.
"Tania, kamu bicara apa?"
"Ngak, ada !"Sungut Tania sambil membanting pintu mobil, sedangkan pak guru Wili hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap dan perlakuan dingin Tania.
Sementara di dalam kamar pangeran Tatius merasa kesal dan geram melihat sikap pak guru Wili yang memaksa kekasih nya keluar kamar dengan paksa, pangeran Tatius turun dan mulai mencari cari bau busuk yang di maksud pak guru Wili, tapi hingga beberapa menit mencari Pangeran Tatius tak menemukan bau busuk itu.
"Tadi guru itu bilang mencium bau busuk di sini, tapi setelah ku cari tidak ada, apa jangan jangan.... ?tidak... tidak itu tidak mungkin, tapi bisa jadi juga benar, bukan kah bangsa manusia juga ada yang memiliki ilmu kekuatan yang tinggi dan itu artinya bau busuk yang di maksud guru jelek itu adalah aku...sial....gue cakep.. cakep begini di bilang busuk,kurang ajar sekali awas kau ya, kalau berani macam macam sama pacarku akan ku habisi kamu, cukup hebat juga dia bisa mencium keberadaan ku, hanya dengan Indra penciuman nya, itu artinya pak guru jelek itu bukan manusia biasa, dia juga memiliki kekuatan yang luar biasa, aku jadi penasaran kenapa dia juga mengincar Tania, aku tidak boleh berdiam diri di sini aku harus ikuti kemana mereka pergi."
Pangeran Tatius segera melesat terbang keluar dari kamar dan ketika berada di ruang Tamu Pangeran Tatius mendengar percakapan sang Ayah Tania dengan seseorang di telpon, pangeran Tatius yang merasa penasaran akhirnya mengurungkan niatnya untuk menggikuti pak guru Wili dan Tania, pangeran Tatius memilih mendengar kan percakapan Antara sang Ayah dan orang yang ada di dalam telpon.
"Bagaimana, ini resi!" putri ku sangat marah dan tidak suka dengan perjodohan ini, aku tidak tega melihat nya bersedih dia putri ku satu satunya dan aku sangat menyayangi nya."
"Aku, mengerti resi!" tapi Tania masih kecil dia masih anak anak dan aku seolah olah telah merampas masa masa bahagia nya dengan menjodohkan Tania."
"Buanglah pikiran itu, ingat lah tujuan kita baik, agar Tania bisa jauh terhindar dari mahkluk aneh itu,"
"Deg...!" pangeran Tatius terkesiap mendengar perkataan Ayah Tania dengan seseorang yang ada di dalam telpon, itu artinya Ayah Tania menjodohkan Tania karena dia tau bahwa ada mahkluk lain yang sedang mengejar cinta putri nya, pangeran Tatius mengusap wajahnya dengan kasar ada sesuatu yang menyesakkan di dalam hatinya dan jelas sudah cintanya tak kan pernah mendapatkan restu dan ijin dari Ayah Tania, tidak ada jalan lain selain pangeran Tatius harus bisa merubah dirinya menjadi manusia jika ingin mendapatkan Tania dan mendapatkan ijin dari orang tua nya, pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, Kembali terdengar suara percakapan mereka.
"Kau benar resi, aku harus bisa tega meskipun sebenarnya ini sangat menyakitkan putriku, aku tidak ingin putriku terjebak dengan mahkluk lain, baiklah trimakasih atas nasehat dan sarannya aku akan mengguatkan hatiku mungkin untuk sementara Tania tidak bisa menerima tapi nanti jika mereka sudah menikah pasti Tania akan bisa menerima."
Pangeran Tatius yang mendengar Ayah Tania mengucapkan kalimat pernikahan tiba tiba membuat pangeran Tatius tersedak, dengan nafas seolah olah habis berlari.
"Hossh...Hoossh... Hossh...!"
Mereka tidak boleh menikah aku harus cepat pulang ke istana kerajaan Awang Awang Vampire aku harus cepat mencari tau adakah cara dan jalan agar aku bisa merubah diri ku menjadi manusia dan orang yang tau tentang hal itu hanya Raja dan kakek Raja Sangkala, bagaimana aku bisa bertanya sama kakek sedangkan kemarin aku telah membuat nya marah pada Raja itu apalagi, meskipun Raja adalah Ayah ku dia tidak mungkin mau memberi tau ku karena aku tau Raja sangat benci manusia, ah ..ya aku tau laki-laki tua paruh baya bangsa manusia yang pernah ku kalahkan ketika berada di goa, dia pasti tau, tapi kemana aku harus mencari nya, aku harus cepat mencari jalan sebelum semua nya akan terlambat, biarkan saja untuk sementara guru itu dengan Tania."
Pangeran Tatius segera melesat terbang tinggi ke istana kerajaan Awang Awang Vampire.
Sementara di dalam kerajaan Awang Awang Vampire, Tampak Ratu Derbah sedang bersolek di depan cermin dengan senyum yang terus mengembang, hatinya sungguh bahagia terlebih mendapati Sang Raja tidak menegur sedikit pun pada Ratu Shima, hatinya begitu berbunga bunga Raja tak lagi menghiraukan dan perhatian padanya.
"Tok...Tok...Tok..!"
Sebuah pintu di ketuk dari luar.
"Masuk..!"
"Maaf Ratu, ada yang ingin datang menghadap Ratu,"
"Baik, suruh dia masuk."
"Baik, Ratu."
Bergegas pengawal istana itu Keluar dan tak lama kemudian muncullah sosok tubuh yang tak asing lagi bagi Ratu Derbah.
"Salam, Ratu!"
Ketika Ratu Derbah hendak menjawab salam itu, tiba-tiba dirinya terperanjat kaget ketika menggetahui siapa yang datang menemuinya."