The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 291.TEROMPET TANDA BAHAYA



Sosok laki-laki tua berjubah putih berteriak dengan sangat keras hingga suaranya memekakkan telinga. Pangeran Tatius yang menggenali sosok laki-laki tua berjubah putih segera menyunggingkan sebuah senyuman.


"Kakek....! seru pangeran Tatius memanggil sosok laki-laki tua yang ternyata adalah laki-laki yang beberapa hari di temui dan di kenalnya.


Senyum pangeran Tatius yang tersungging segera memudar ketiika melihat tatapan mata sang kakek yang sangat tajam ke arahnya, tatapan mata ingin membunuh itulah yang sedang dilihat pangeran Tatius dengan insting mata hatinya, akan tetapi perasaan itu segera pangeran Tatius tepis.


"Ini pasti hanya perasaan ku yang tidak benar, mungkin kakek itu lagi kesal dengan hal lain hingga tatapan nya begitu terlihat aneh." lirih pangeran Tatius dalam hati.


Sementara pangeran Yasza yang mendengar pangeran Tatius memanggil sosok laki-laki tua berjubah putih dengan sebutan kakek, dirinya mendengus kesal.


"Oh, rupanya laki-laki tua bersuara halilintar itu kakeknya, mau apa datang datang berteriak seperti orang kesetanan, tapi tunggu dulu, mengapa aku merasa tatapan matanya sangat aneh pada pemuda kurang ajar itu, tatapan matanya seolah olah ingin membunuh begitu tajam dan dingin, tapi itu mungkin hanya perasaan ku, bukankah laki-laki itu adalah kakek nya, sial kristal putih keabadian sudah hancur jadi sia-sia sudah aku berada di tempat ini, pemuda kurang ajar itu benar-benar sudah menghancurkan rencanaku, awas saja aku akan membunuhmu, tapi...! dia ada kakek tua disampingnya dan pastinya sangat sulit bagiku untuk menghabisinya, lebih baik aku urungkan dulu niat ku, biarkan saja mereka bersenang-senang melepas rindu, aku bisa mati konyol karena di keroyok jika bertekad melawan mereka berdua, melawan pemuda itu saja aku sudah sdikit kwalahan apalagi jika harus menghadapi dua orang," sunggut pangeran Yasza.


"Bedebah...! Kalian sudah menghancurkan kristal putih keabadian jadi trimalah ini...


"Hiyaaaa.....Buuuummm! kakek berjubah putih dengan sangat garang menyerang pangeran Tatius dan pangeran yasza secara bersamaan. kekuatan yang sangat dahsyat dan besar dengan di iringi kencangnya angin membuat tubuh pangeran Tatius dan pangeran yasza terlempar dalam beberapa meter.


Pangeran Tatius yang tidak menyangka jika laki-laki berjubah putih yang telah di anggap teman dan kakeknya bisa tega menyerang dirinya.


"Kakek...!apa yang kau lakukan?"seru Pangeran Tatius tak percaya seraya bangkit dari terjatuhnya dan berjalan mendekati kakek tua berjubah putih, tapi belum ada dua langkah Kembali sang sosok laki-laki tua berjubah putih memberikan serangan padanya dengan sangat gencar dan membabi buta.


"Hiyaaaaa. . duuuuuuuss.....!kembali Pangeran Tatius mendapatkan tendangan dari sosok laki-laki tua dan Kembali pangeran Tatius yang belum sepenuhnya menyadari apa yang sesungguhnya terjadi lagi lagi terjatuh.


"Kek, kenapa kau menyerang ku?'


Tidak ada jawaban apapun dari sosok laki-laki tua berjubah putih dengan kekuatan tenaga dalam yang di miliki sang kakek dengan mendatangkan angin yang datang bergulung gulung membuat tubuh Pangeran Tatius bagaikan boneka yang sedang di putar putar dengan kekuatan angin yang dahsyat.


"Busyet, kakek ini benar-benar ingin melukai ku tidak dia tidak ingin melukai ku tapi aku mencium aroma pembunuh dari tatapan matanya, apa maksud dari semua ini mengapa kakek yang baik itu jadi seperti ini apa yang membuat dirinya berubah." pangeran Tatius terus bermonolog sendiri mencoba memahami apa yang terjadi.


"Aku tidak akan melepaskan kalian."


"Wuuuuuuzz...! gerakan cepat sang kakek dengan menyemburkan api dari dalam mulutnya benar benar membuat pangeran Tatius terperangah, hal itu membuat pangeran Tatius harus melompat kesana kemari demi menghindari serangan.


Sementara pangeran Yasza yang juga mendapat kan serangan yang sama ikut meloncat loncat untuk menghindari semburan api dari laki-laki tua berjubah putih.


"Busyet, dia juga menyerangku."


"Kalian sudah berani menghancurkan kristal keabadian untuk itu aku tidak akan menggampuni kalian."


Berkali-kali sosok laki-laki tua berbaju putih memberikan serangan yang bertubi-tubi pada pangeran Tatius dan pangeran yasza.


"Tunggu, kek! dengar kan aku, apa yang terjadi aku tidak sengaja."


"Apa tidak sengaja ..! trima ini.


Dengan jubah putih yang panjang sosok laki-laki tua langsung menggulung tubuh dari pangeran Tatius, hingga tubuh pangeran Tatius terlilit kain jubah panjang sang kakek dan dengan kekuatan yang sangat besar tubuh Pangeran Tatius terangkat ketas dan berputar di udara.


Kekuatan yang belum pernah di lihat siapa pun, Pangeran Yasza yang melihat itu langsung beringsut mundur.


"Busyet, kakek tua itu benar benar berniat membunuh, lebih baik aku cepat pergi dari sini sebelum laki-laki tua itu mengghajarku juga, pemuda itu memiliki ilmu jurus seribu pisau itu artinya dia orang dari kerajaan Awang Awang Vampire, bisa jadi pemuda itu yang telah membunuh Paman Hamdan itu artinya dia Raja dari kerajaan Awang Awang Vampire. Tapi dia masih muda kelihatan nya usia nya tidak jauh berbeda dengan ku, mungkin Raja nya sudah mengundurkan diri dan dialah sekarang yang memimpin kerajaan Awang Awang Vampire dan jika Raja nya ada di sini, itu artinya kerajaan Awang Awang Vampire dalam keadaan kosong tanpa Raja, bagus ini kesempatan yang bagus selagi pemuda itu sibuk dengan laki-laki tua berjubah putih yang kelihatan nya berambisi ingin membunuh pemuda itu, aku bisa melakukan penyerangan pada kerajaan Awang Awang Vampire sekarang juga, hahaha... cukup mengguntungkan, selamat tinggal Raja Awang Awang Vampire aku akan menghancurkan kerajaan mu dan jika kau kembali semua sudah berada dalam kekuasaan ku hahaha...


Pangeran Yasza Tertawa lebar meskipun tawarnya tidak begitu keras dengan perlahan lahan dan dengan diam diam pangeran Yasza pergi meninggalkan tempat pertempuran di mana pangeran Tatius sedang di hajar habis habisan oleh sosok laki-laki tua berjubah putih.


"Aku tidak bisa tinggal diam kakek tua ini benar-benar ingin membunuh ku aku harus melawannya." desis Pangeran Tatius yang kini menyadari jika dirinya sedang dalam bahaya.


Sementara Pangeran Yasza menggunakan kecepatan sedang Yang sangat tinggi kembali ke krajaan Ambarwata dan tidak menunggu lama pangeran Yasza sudah sampai pada perbatasan kota Ambarwata beberapa menit kemudian sampai pada istana kerajaan Ambarwata.


Langkah kaki Pangeran Yasza yang terlihat sangat tergesa-gesa membuat beberapa pengawal yang ada di tempat itu bertanya tanya akan tetapi tidak ada satu pun yang berani bertanya.


Kepergian pangeran Yasza yang tiba-tiba dan datang tiba-tiba dengan sangat tergesa-gesa tak lepas dari pandangan mata seorang wanita cantik yang baru saja dia datang ke istana Ambarwata, dia adalah putri dari Raja Alengka putri dari sahabat sang Ayah.


"Pangeran Yasza ada apa mengapa wajahmu begitu tegang dan terlihat buru-buru."


"Oh, putri fan yin, maaf aku tidak menyambut kedatangan mu, silahkan beristirahat di dalam Puri istana kepribadian tamu, aku masih ada urusan."


"Urusan apa malam-malam begini pangeran?"


Pangeran Yasza Tersenyum tanpa menjawab apapun dia melangkah pergi membuat putri Fan yin merasa terabaikan.


Langkah tegap dan terburu-buru dari pangeran Yasza menuju balai atas dan tanpa ragu ragu langsung menggambil sebuah terompet dan membuyikan nya.


"Teeeeeeettttt.... .teeeeeeeeeeeet...!bunyi suara gema dari terompet yang mana bisa di dengar seluruh penduduk Ambarwata. Setelah bunyi panjang dari terompet yang di tiupkan pangeran Yasza kini Tangan pangeran Yasza meraih sebuah palu pemukul yang sangat besar, kumudian palu itu di pukul kan hingga suaranya pun terdengar sangat keras dan mengaggu pendegaran


Tiupan terompet dan pemukul gendang besar adalah Simbol akan adanya mara bahaya yang mana semua warga kerajaan Ambarwata harus cepat berkumpul di alun-alun untuk mendengarkan akan ada berita apa.


Semua warga yang kala itu berniat untuk beristirahat menjadi harus cepat berlari menuju alun-alun dan bersiap siaga.


"Ada apa ini kenapa kerajaan membunyikan tanda bahaya."tanya salah satu prajurit kerajaan Ambarwata.


"Entahlah, aku juga tidak tau, ayo kita cepat bersiap dan berkumpul di alun-alun."


"Ayo...!"


Bergegas para pengawal dan para prajurit kerajaan Ambarwata pergi ke alun-alun yang mana disana sudah berkumpul puluhan ribu prajurit kerajaan dengan senjata lengkap sesuai dengan keahlian masing-masing.


Tak lama kemudian pangeran yasza naik ke atas mimbar di mana dari sanalah tempat pangeran Yasza akan memberikan informasi.


"Selamat malam semuanya, dengar kan penggumuan hari ini, kalian sengaja ku kumpulkan disini pasti bertanya tanya ada apa gerangan, begini aku pangeran Yasza sebagai pengganti Raja memerintahkan kepada kalian semua untuk bersiap siap, kumpulkan semua prajurit kerajaan Ambarwata, malam ini kita akan melakukan penyerangan kepada kerajaan Awang Awang Vampire, aku melihat saat ini adalah saat yang tepat kita hancurkan kerajaan Awang Awang Vampire selagi kerajaan itu dalam keadaan kosong tanpa Raja, apakah kalian siap?'


"Kami, siaaap .!"


"Laksana kan, persiapkan segala nya malam ini juga, bawa pasukan berkuda, bawa peralatan anti tembus , pasukan pemanah seluruh nya bagi menjadi tiga bagian, penyerangan di lakukan dari arah depan, kanan dan kiri.. untuk pasukan yang melakukan penyerangan dari udara khusus bagi yang memiliki ilmu terbang tinggi jatuhkan panah api dari atas hancur leburkan kerajaan Awang Awang Vampire, bakar semua rumah warga yang disana...kita berperang."


"Hidup, pangeran Yasza..!


"Hidup, Pangeran Yasza..!"


"Hidup, pangeran Yasza..!


"Dan untuk panglima bersar satu, ku perintahkan padamu pergilah ke gunung tengger, bawa sepuluh orang orang yang hebat bersamamu, hadang dan halangi seorang pemuda yang ada di sana, jangan sampai dia bisa keluar dari tempat itu."


"Siap, Raja! perintah siap kami laksanakan."


"Baiklah, kerjakan."


"Siap, Raja !"ayo semuanya mari kita bersiap."


"Hidup, pangeran Yasza....!"


"Hidup pangeran Yasza...!semua prajurit kerajaan Ambarwata meneriakkan keagungan pangeran Yasza sebelum mereka berbagi tugas.