
Devan segera berlari mengejar Clara yang sudah lebih dulu meninggalkan nya. Clara yang kesal hendak memanggil taksi di hentikan Devan dengan segera.
"Clara tunggu...!" jika kamu tidak berhenti maka aku tidak perduli akan hubungan kita jika kau mau berakhir terserah, asal kamu tau di dalam itu gadis nya Pak guru Wili dan aku di minta untuk menghantar calon istri nya untuk memilih baju pengantin mereka berserta baju pertunangan mereka." seru Devan.
"Apa kamu tidak sedang membohongi ku?"
"Terserah mau percaya atau tidak."ucap Devan yang kemudian pergi kembali masuk ke dalam butik fashion Dewi Dewi tanpa memperdulikan Clara lagi, bagi Devan tidak perlu menjelaskan dengan banyak rayuan mau percaya atau tidak terserah, Devan tidak mau memahami terlalu lebih karena baginya cukup sekali bicara tidak di percaya Devan tak ambil pusing, entah mengapa sikap nya sungguh berbeda kala menghadapi Tania Devan lebih banyak berusaha dan berjuang menyakinkan tapi dengan gadis yang baru menjadi pacarnya, Devan biasa saja mungkin efek dari belum mencintai sepenuh hati.
"Devan tunggu!"Clara berlari-lari kecil menghampiri Devan yang hendak masuk kembali ke dalam toko baju.
"Aku percaya dan kali ini aku akan mempercayai mu jangan kamu nodai kepercayaananku."
"Tidak,"ucap Devan singkat
"Kalau begitu bagaimana nanti kita pulang nya."
"Akan aku pesan kan taksi, kan kita bertiga jadi tidak mungkin aku membonceng dua gadis sekaligus di motorku."
"Baiklah, aku tunggu di sini, cepat kamu bantu memilih, agar kita cepat pulang."
"Tenang saja dua puluh menit lagi pasti selesai." ucap Devan menyakitkan.
Dua hari setelah pemilihan gaun pengantin untuk resepsi pernikahan dan untuk Acara pertunangan di rumah Tania telah tiba, pak guru Wili yang pada dasarnya orang kaya dan memiliki banyak teman menyulap rumah Tania yang sederhana menjadi meg penuh dengan hiasan.
Senyum bahagia terpancar dari wajah pak guru Wili yang tak henti-hentinya menatap calon istrinya yang sangat cantik dan anggun dengan balutan gaun pengantin yang mahal tanpa gaun yang mahal saja Tania sudah cantik dan membuat imanku goyah apalagi sekarang di balut dengan gaun yang paling mahal dan yang paling terbaik.
"Aku tidak menyangka jika pada akhirnya aku bisa menjadi calon suamimu dan kita hanya menunggu beberapa jam lagi kau akan resmi menjadi milikku, aku sangat bahagia sekali Trimakasih Tania sayang, kau sudah mau ihklas menerima ku."ucap pak guru Wili lirih di samping Tania.
Tania tak memberi kan jawaban apapun selain dia mengagguk dan tersenyum datar.
Tania dan pak guru Wili sedang sibuk memberikan sambutan dengan menyalami pada para tamu undangan wajah ceria dan bahagia terlihat jelas di wajah pak guru Wili, beda dengan Tania yang terlihat sedikit kaku meskipun senyumnya mengembang.
Devan berkali-kali menelan ludahnya dengan kasar.
"Beruntung sekali pak guru Wili itu, coba aku yang ada di posisi nya pasti aku sangat bahagia," keluh Devan sambil menegak minuman yang ada di depannya.
Di sisi lain Tatius sudah sampai pada kota di mana di tempat itu gadis pujaan nya tinggal.
"Kali ini aku akan memberikan kejutan padanya aku tidak akan menemuimu lewat atap dinding rumah mu aku akan menemuimu lewat pintu depan kau pasti terkejut dan merasa suprise dengan kejutan ku." lirih pangeran Tatius dalam hati yang rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang kekasih dan memberikan kejutan indah padanya jika kini dirinya bisa menemani kemanapun kekasih nya mau tanpa takut dan khawatir membuat ketakutan orang.
Sampai di halaman rumah Tania, pangeran Tatius mengeryitkan dahinya ketika melihat banyak orang yang lalu lalang di sekitar tempat itu dan rumah Tania terlihat banyak hiasan hiasan indah.
"Ada apa Kenapa rumah Tania ramai sekali, apakah Ayah Tania mengadakan reuni sehingga.banyak sekali orang yang keluar masuk silih berganti." desis pangeran Tatius dalam hati.
Karena penasaran pangeran Tatius menghentikan langkah dari beberapa ibu ibu yang kebetulan lewat.
"Permisi Bu..!"Maaf mau tanya ada acara apa ya kok begitu ramai." tanya Pangeran Tatius ingin tau.
"Oh, ini acara Pertunangan putri dari pak Arman."
"Pertunangan?" maksud nya bagaimana Bu, saya tidak mengerti."
"Ya, mereka bertunangan dan akan segera menikah,"
"A-apa? menikah, apa ibu tidak salah bicara."
"Hei...kamu itu aneh bertanya di jawab malah meragukan yang menjawab, sudahlah kami buru-buru kami permisi dulu." ucap sang ibu yang langsung ngeloyor pergi. Kini tinggallah pangeran Tatius termangu seorang diri.
" Menikah, Tania menikah ha...ha..ha ini tidak mungkin dia tidak akan mengkhianati ku, Tania mencintai ku dan tidak akan mungkin Tania menghianati cintaku, ibu ibu itu bohong dan dia salah bicara." Gumam Pangeran Tatius dalam hati.
"Stop ..!"kau mau kemana?" tanya seorang penjaga ketika pangeran Tatius hendak masuk ke dalam rumah.
"Aku ..?" tentu saja Ingin masuk." jawab pangeran Tatius kesal.
"Maksud ku, mana kartu undangan mu masuk, karena jika kamu ingin masuk harus mempunyai kartu undangan baru kau boleh masuk."
"Aku tidak punya kartu masuk aku hanya....
Pangeran Tatius mengaruk kepalanya yang tidak gatal dia sedang sibuk mencari alasan agar bisa masuk.
" Ya, aku hanya pelayan penyaji makanan dan minuman untuk para tamu undangan."jawab pangeran Tatius memberikan alasan.
"Oh...! Tukang bantu bantu, masuk lah kalau tukang bantu bantu ngak perlu kartu masuk memang, bisa keluar masuk sesukanya."
Mendapatkan ijin boleh masuk bergegas pangeran Tatius masuk ke dalam tenda yang mana sudah berjajar kursi dan di ujung terdapat dekorasi untuk tempat pengantin dan di sanalah terlihat dua insan yang sedang tersenyum bahagia kepada para tamu yang sedang mengucapkan selamat pada mereka, Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, tangannya mengepal kuat raut wajah nya merah padam dan sinaran matanya menatap tajam pada mempelai wanita yang masih terus tersenyum pada beberapa tamunya.
"Permisi mbak?" apa minuman ini boleh aku yang membawa kan?"
"Oh, boleh mas, tolong berikan pada kedua mempelai ya, tadi katanya haus."
Tanpa menjawab pertanyaan Tatius mengagguk.
Dengan menggunakan penutup wajah satu masker dan topi Pangeran Tatius berjalan mendekati kedua mempelai yang sedang berbahagia.
Tanpa bicara pangeran Tatius memberikan minuman pada pak Guru Wili dan Tania akan tetapi ketika tangan halus itu hendak mrngambil gelas yang telah di sodorkan pangeran Tatius mengambil lebih dulu dan menggulurkan nya dengan senang hati Tania menerima, tapi ketika tangan itu hendak menyentuh gelas air berisi minuman cepat cepat pangeran menyiramkan air itu dengan cara pura-pura hilang keseimbangan sehingga sedikit ambruk ke arah mempelai wanita dan air tumpah di bajunya, dengan suara berat tapi penuh dengan penekanan pangeran Tatius berbisik.
"Temui aku di belakang sekarang."
Tania yang kala itu hendak marah marah karena sang pelayan berani menumpahkan air bahkan telah kurang ajar ambruk ke padanya hanya bisa mendelik tak percaya mendengar suara yang tak asing baginya.
Bibirnya bergetar namun tak bisa berucap sedangkan pangeran Tatius yang pura-pura bersalah langsung membungkukkan badannya sambil meminta maaf, tapi tatapan matanya begitu tajam dan mengerikan, Tania bisa melihat ada api kemarahan di sana Tania menelan ludahnya dengan kasar dan menggigit Saliva nya.
Dengan bahasa isyarat pangeran Tatius meminta Tania untuk menggikuti nya.
"Sayang kamu basah, ayo aku antar ganti baju itu pelayang bodoh biar ku pecat nanti," Geram pak Guru Wili.
"Tidak usah!" aku bisa sendiri, Bapak tunggu di sini saja aku akan segera kembali,"ucap Tania datar.
"Ngak papa sayang, biar ku temani.'
"Ngak usah!"aku bilang ngak usah ya ngak usah," ucap Tania dengan nada penekanan membuat pak guru Wili menelan ludahnya dengan kasar.
"Kenapa jadi sewot begini, padahal cuma mau antar." Baiklah kalau begitu cepat kembali ya," ucap pak guru Wili dengan sabar.
"Tutup sekalian pintunya." seru Pangeran Tatius dingin.
Tanpa membantah Tania pun menutup pintunya.
"Sekarang katakan dan berikan penjelasan padaku."ucap pangeran Tatius yang masih menahan gejolak emosi nya.
Sebenarnya tanpa Pangeran Tatius bicara pun Tania dapat mengerti jika orang di depannya lagi dalam keadaan marah, berkali-kali Tania menelan ludahnya dengan kasar dan menggigit bibir bawahnya.
Untuk beberapa saat hening karena Tania tidak mengatakan apapun wajahnya menunduk bagaikan seorang anak yang sedang di marahi bapaknya.
Melihat Tania hanya diam kembali tangan Pangeran Tatius mengepalkan tangannya dengan gigi menggatup rapat.
"Kenapa diam...! jawab apa penjelasan mu tentang semua ini."ucap Pangeran Tatius kalem tapi penuh penekanan berusaha menahan emosi jiwanya yang siap meledak ledak.
Lagi-lagi Tania diam dengan wajah menunduk dan hal itu membuat Pangeran Tatius kesal dan hilang kesabaran.
"Jawab, Tania..!!!"Bentak pangeran Tatius pada Tania.
Ucapan Pangeran Tatius yang kali ini sangat keras membuat Tania terperangah wajahnya mulai tengadah dan menatap sosok pemuda tampan yang sedang marah di depan nya.
"A-aku minta maaf!" ucap Tania dengan bibir bergetar.
"Lalu...?"
"Maafkan aku!"ucapnya sambil menunduk kan kepalanya kembali.
Pangeran Tatius menyadari dia telah berkata keras dan kasar pada gadis nya, pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, pangeran Tatius mulai mengontrol nada bicara nya tak lagi keras dan kasar.
"Apa penjelasan mu?"tanya pangeran Tatius.
"Aku minta maaf."ucap Tania lirih.
"Apa penjelasan mu?"ulang Pangeran Tatius memberikan pertanyaan.
"Maafkan aku."ucap Tania untuk yang kesekian kalinya lagi.
Dan hal itu justru membuat emosi dan kesabaran dari pangeran Tatius hilang.
"Aku tidak butuh hanya maaf dan maaf katakan padaku apa alasan mu Tania Al azazilla.
Pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar, kali ini dia melangkah lebih dekat ke arah Tania hingga jarak di di antara mereka tinggal beberapa sentimeter.
"Aku tidak suka melihat mu menunduk," pangeran Tatius menangkup wajah Tania hingga tatapan mata mereka bertemu.Bukan jawaban yang di dapatkan pangeran Tatius tapi justru buliran buliran air mata yang jatuh menetes di pipi membuat Pangeran Tatius semakin geram.
"Araaaaaagggghhhh.. !" teriak kesal dari pangeran Tatius yang kemudian melepaskan tangannya yang menangkup wajah cantik di depannya.
"Aku tidak butuh air matamu Tania Al Azazilla...!" teriak Pangeran Tatius keras yang kemudian berjalan mendekati dinding.
"Buuuuugh..... Buuuuugh... Buuuuugh...!" Pangeran Tatius memukul kan tangannya ke dinding hingga menggeluarkan darah membuat Tania tersentak kaget.
"Tatius..tangan kamu terluka pasti rasanya sakit."ucap Tania khawatir.
"Ya ...sakit, tapi masih lebih sakit hatiku dan lebih sakit lagi kamu cuma bilang maaf....maaf dan maaf....aku tidak butuh maaf aku butuh penjelasan mu, sakit Tania!"ucap pangeran Tatius yang nadanya mulai melemah. aku sangat sakit....aku tidak menyangka kau tega padaku." ucap Pangeran Tatius yang juga mulai berkaca-kaca.
"Aku minta maaf!" ucap Tania lirih.
"Sudah ku bilang aku tidak butuh maaf mu, aku butuh penjelasan mu ...Nona Tania Al Azazilla." seru Pangeran Tatius geram.
"Tatius jangan begitu, ini membuat hatiku sakit."
"Oh, ya ..coba ulangi?" sakit....ku rasa kamu lagi berbahagia Nona."sindir pangeran Tatius dengan senyuman mencibir.
"Tatiuuuuuss.....?" cukup!"jangan lagi membuat ku semakin sedih dan sakit."
"Oh.. Nona cantik di depan ku ini lagi sedih, lagi sakit?"
"Tatius...!cukup hentikan mencemooh mu, aku tidak tahan hatiku sakit."Keluh Tania sambil menutup kedua telinganya.
Pangeran Tatius tertawa lebar.
"Kau sakit ..lalu aku bagaimana? apa kau pikir tidak sakit ,aku juga sakit, sangat sakit, sakit sekali karena aku merasa kau tidak menghargai semua pengorbanan ku, kau tau demi kamu aku harus bermusuhan dengan Ayah ku dan demi kamu, demi cintaku padamu aku berjuang keras agar aku bisa menjadi manusia seutuhnya agar aku bisa selalu menemani mu menemani kekasih ku, tapi nyatanya apa... lihat apa yang kau berikan padaku Nona Tania Al Azazilla.....luka, kau memberikan luka padaku, dan ketika aku meminta penjelasan darimu kau hanya diam dan hanya kalimat maaf ....maaf....maaf dan maaf apakah ini adil buatku Nona?" teriak pangeran Tatius dengan berapi-api." Kau menyayangi keluarga mu begitu juga aku, keluarga ku juga sangat aku sayangi tapi setidaknya aku sudah berjuang untuk cintaku lalu kamu? apa kabarmu, sudahkah kau berjuang untuk cintamu padaku, atau jangan... jangan, kamu tidak pernah mencintai ku, sehingga wajar dan pantaslah jika sedikit pun kau tak berjuang untuk cintaku."
"Cukup Tatius...!" hentikan ucapanmu, omong kosong apa yang kau katakan padaku, aku tidak mencintai mu, aku sangat mencintai mu apa kau tidak mengerti itu tapi sadarilah kebahagiaan bukan untuk kita sendiri kita juga harus bisa membahagiakan orang yang telah merawat kita kan, jadi apa salah ku jika aku memilih mengorbankan cintaku demi orang tuaku bahagia."teriak Tania yang juga ikut terbawa emosi dengan derai air mata di pipi.
"Benar...kau sangat benar Nona, teruskan dan lanjutkan, berikan kebahagiaan pada Ayah tercinta mu, tidak apa apa kau tanamkan luka dan sakit untuk ku, jangan perdulikan aku karena aku menyadari kau tak benar benar mencintai ku, pergi lah..! lanjutkan Acara pestamu selamat berbahagia, tenang saja aku cukup kuat untuk menyaksikan semua nya sampai acara mu selesai aku akan menyaksikan acara kebahagiaan kekasihku, dan melihat kekasih ku bahagia, sekarang pergilah calon suamimu sudah menunggu." ucap pangeran Tatius dingin.Karena Tania masih diam dan tidak bergeming.
"Tunggu apa lagi? cepat pergi !"tidak perlu khawatir tidak ada keonaran di dalam pestamu, aku akan jadi Tamu yang baik untuk mu."
"Tatius.. !"lirih Tania sambil berusaha meraih tangan Pangeran Tatius tapi dengan cepat pangeran Tatius kibaskan.
"Pergilah...apa kau tidak dengar pergi...!"teriak pangeran Tatius emosi dan Air mata Tania pun lolos begitu saja dengan cepat Tania berlari meninggalkan Pangeran Tatius yang terduduk lemas sambil menyeka air matanya, kepalanya menyandar di dinding.
______
______
**Hai Assalamualaikum
Selamat menjalankan ibadah puasa ya
part di bab ini sangat panjang 2214
yang seharusnya dua bab ku jadikan satu khawatir sibuk tidak bisa up...
Hayoo. ada yang bisa nebak andingnya
Pangeran Tatius dan Tania akhirnya bisa bersatu tidak..
trimakasih dukungan nya
jika berkenan like komen dan vote trimakasih 🙏**