The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 324.MELESET



Pangeran Yasza terus memberikan serangan dan pukulan pada tubuh Pangeran Tatius yang sudah tak berdaya, nafas mulai tersengal-sengal akibat emosi dan kemarahan yang sangat besar pada pangeran Tatius.


"Kau tidak akan pernah ku biarkan hidup lagi, kali ini aku akan mengirim mu ke Neraka bersiaplah karena ajalmu sudah dekat." teriak pangeran Yasza berapi-api yang mana kini tangannya mulai mengeluarkan sebilah pedang yang warna nya sangat putih seperti cahaya, Sangat terlihat jelas jika pedang itu terlihat sangat tajam.


Pangeran Tatius Tersenyum miring mendengar semua perkataan dari pangeran Yasza.


"Mungkin aku akan mati di tanganmu, tapi semua orang akan tau bahkan Rakyat dari kerajaan mu pun akan mengerti kemenangan yang kamu dapat hanya sebuah kemenangan yang sangat memprihatikan karena pangeran junjungan nya yang terhormat memang dengan cara licik dan curang karena sesungguhnya pangeran junjungan mereka itu sangatlah pengecut,"


"Bedebah..!" beraninya kau menghinaku, sudah mau mati masih juga kau sombong, sekarang trimalah kematian mu."Pangeran Yasza menggangkat pedang nya tinggi tinggi dan hendak menghujamkan pada tubuh Pangeran Tatius yang sudah tidak berdaya.


"Tunggu, Pangeran ..!


Pangeran Yasza mengurungkan niatnya ketika melihat seorang prajurit kerajaan Ambarwata berlari kearahnya.


"Ada apa? kenapa kau mengangguku."


"Benar, mau apa kau menggaggu pangeran Yasza prajurit tua,"seru salah satu prajurit kerajaan Ambarwata yang berada di tempat itu untuk menemani pangeran Yasza.


"Pangeran, ijinkan saya membalas sakit hati saya pada pemuda itu,"


"Sakit hati, memangnya apa yang dia lakukan."


"Dia melempar air ke muka saya ketika itu dan saya tidak trima saya ingin membalaskan sakit hati saya dengan menyiram wajahnya serta menyuruh pemuda itu meminum air comberan ini, pangeran."


"Itu air comberan?"


"Iya, pangeran, tolong berikan kesempatan pada saya agar saya bisa membalas sakit hati saya."


"Baiklah, kau boleh memberikan minum air comberan itu dia pasti akan lebih tersiksa, aku juga tidak perlu buru-buru membunuh nya karena Raja sombong dan Gadis itu juga belum datang, lakukan apa yang kau mau aku akan tunggu di sini."


Sementara tak jauh dari tempat pangeran Yasza tampak Pangeran Tatius sedang meringis kesakitan, racun berbentuk pil yang diberikan pangeran Yasza mulai menyebar ke seluruh tubuhnya.


Sementara laki-laki tua yang yang sebenarnya tidak terlalu tua mulai mendekati tempat pangeran Tatius tergeletak sambil menahan sakit.


"Hei, bangun kau...!cepat minum air comberan ini, jika tidak maka aku akan memukulmu."laki-laki tua itu segera menarik kerah tubuh Pangeran Tatius yang sudah sangat lemah.


Pada awalnya pangeran Tatius berusaha sekuat tenaga untuk menolak tapi ketika melihat tatapan laki-laki tua itu yang sangat berharap untuk segera minum air comberan yang di bawanya dalam kemasan botol kecil dengan perlahan lahan pangeran Tatius membuka mulutnya.


"glegek....glegek...!"akhirnya air comberan yang sangat pahit itupun masuk kedalam perut pangeran Tatius.


"Aku hanya bisa membantu mu sampai di sini, anak muda, air itu adalah ramuan obat anti beracun yang aku buat dengan rancangan ku sendiri smoga racun yang ada di dalam tubuh mu bisa segera luntur dan menghilang." lirih laki-laki tua yang ternyata justru berniat baik dengan menolong pangeran Tatius.


Dengan Tatapan mata tajamnya pangeran Tatius memberikan isyarat ucapan trimakasih.


"Hahaha, bagus air comberan sudah kau telan semua, sekarang kita sudah impas."


seru laki-laki tua itu sambil beringsut mundur dan melangkah menjauh.


"Pangeran saya pamit pergi dulu, saya ada banyak pekerjaan dan saya sudah selesai membalaskan dendam sakit hati saya sekarang ijinkan saya pergi."


"Baik, pergilah."


Bergegas laki-laki tua itu pun pergi dari hadapan pangeran Yasza tapi sebelum melangkah jauh laki-laki tua itu menatap pangeran Tatius dan Tersenyum.


sementara Pangeran Tatius menatap kepergian laki-laki tua itu dengan tatapan penuh rasa terimakasih, bahkan kini pangeran Tatius ingat bahwa laki-laki itu jugalah yang meninggalkan obat salep untuk nya.


Kini tanpa sepengetahuan pangeran Yasza pil beracun yang masuk ke dalam perut pangeran Tatius sedikit demi sedikit telah berangsur angsur hilang yang ada tinggal luka memar dan luka luka luar akibat serangan pangeran Yasza yang membabi buta.


Akan tetapi pangeran Tatius tidak memperlihatkan jika racun yang ada di dalam tubuhnya mulai menghilang, pangeran Tatius berpura-pura masih terkena racun yang mematikan dan dia tidak bangun dan bangkit dari terjatuhnya.


pangeran Yasza Kembali mendekati pangeran Tatius dengan senyum miring dibibinya.


"Bagaimana enak kan air comberan nya, hahaha.... sungguh malang sekali nasibmu, kenapa kau tidak menolak, hahaha...tidak mampu ya...oh ya sebentar lagi Raja mu akan berada disini menyaksikan kematian mu jadi persiapkan dirimu."


Pangeran Tatius Tersenyum miring


"Semua belum berakhir jadi jangan senang dulu, bisa jadi kau yang hari ini akan mati di tanganku.,"


"Apa?" aku yang akan mati hari ini Hahaha...kau benar-benar sombong sudah hidup di ujung tandu masih juga bisa berlagak baiklah buktikan saja ucapanmu, aku tidak akan bisa percaya jika kau hanya bicara saja." jawab pangeran Yasza sambil tertawa lebar sementara pangeran Tatius menanggapinya dengan Tersenyum miring.


Tak lama kemudian muncullah kedua pengawal kerajaan istana Ambarwata yang telah datang dengan membawa tawanan pasukan prajurit kerajaan Awang-awang Vampire dan Raja.


"Pangeran Tatius, apa kau baik-baik saja Nak?" teriak sang Raja pada putranya pangeran Tatius yang di Jawab tawa lebar dari pangeran Yasza.


"Ucapkan kata-kata terakhir mu padanya karena hari ini putramu akan aku kirim ke Neraka."


Raja Awang-awang Vampire Tersenyum mencabik mendengar perkataan dari pangeran Yasza.


"Kau begitu yakin anak muda tapi aku rasa keyakinan mu hanyalah mimpi belaka putraku tidak akan pernah kalah justru kaulah yang harus berhati-hati padanya karena putraku bisa saja memutarbalikkan keadaan dan kamulah yang mati di tangannya."


"Hahaha....ya....ya aku sangat takut putramu memang benar-benar hebat masih kuat menahan racun yang aku berikan padanya."


"Apa,? racun....kau memberikan racun pada putraku?"


"Tentu saja lihat dia sudah mulai sekarat."


"Brengsek, kau...!" aku tidak akan melepaskan mu jika terjadi sesuatu padanya."teriak Raja Awang-awang Vampire dengan lantang."


"Jika kau tidak trima lalu kau bisa apa?" menyerangku ayo lakukan jika kau bisa kalian hanyalah tikus tikus kecil ku dan hidup kalian semua kini berada dalam genggaman ku."


"Kau....!


Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti menatap geram pemuda yang begitu sombong di depannya dengan pedang terhunus di tangan.


"kau lihat ini, pedang ku ini akan menyelesaikan semuanya, jika kau takut kau boleh menutup mata."


"Cuiih....! kami tidak pernah takut padamu , Pangeran...! Bagun pangeran ayo lawan musuh mu itu, kau pasti bisa ayo pangeran bangun lah."teriak Raja Awang-awang Vampire dengan keras.


Pangeran Yasza yang mendengar seruan dari Raja Awang-awang Vampire semakin tertawa lebar.


"Sampai urat urat lehermu putus kau tidak akan bisa membuat putramu bangkit lagi Raja, sudah kubilang hidup putramu sudah mulai di ujung tanduk, racun ganas itu pasti sudah menyebar ke seluruh tubuhnya dan hanya tinggal Ting....putramu mencapai ajalnya."


"Kau benar-benar licik Yasza...! ayo lepaskan aku jika kau berani lawan aku sekarang juga."


Pangeran Yasza berjalan menghampiri Raja Awang Awang Vampire yang berteriak marah-marah dengan senyum tersungging di bibir, dengan sangat kasar pangeran Yasza mencengkram kuat krah baju milik Raja.


"Hai orang tua kau tidak perlu banyak bicara, karena aku juga akan memberikan pelajaran yang menyenangkan untuk mu, pengawal....!"


"Siap, Pangeran!


"Cambuk tiga puluh kali karena mulut orang ini bikin gatal telingaku."


"Siap, Pangeran!


Beberapa pengawal berbaris mempersiapkan diri untuk mencambuk tubuh Raja Awang-awang Vampire.


"Cetaaaaaaarrr....! Cetaaaaaaarrr...! bunyi Cambuk yang mulai di hujamkan pada tubuh Raja Awang-awang Vampire.


Raja Awang-awang Vampire hanya bisa meringis menahan sakit yang mana kini berkali-kali tubuhnya harus menerima cambukan dari para prajurit kerajaan Ambarwata.


Sementara Pangeran Tatius yang melihat itu menatap tajam dengan tangan mengepal kuat di atas tanah, sengaja pangeran Tatius tidak bangkit dari terjatuhnya semua itu karena pangeran Tatius memberikan kesempatan pada tubuhnya untuk benar benar beristirahat pulih dari racun yang beberapa saat lalu masih menggerogoti tubuhnya.


"Cukup....! hentikan, Raja tua itu bisa pingsan dan ini tidak akan menarik lagi karena dia tidak bisa menyaksikan kematian dari putra tercintanya, hahaha.... biarkan dia,"


Pangeran Yasza mendekati tubuh pangeran Tatius yang masih tersungkur di tanah, dengan kaki kanannya pangeran Tatius menendang tubuh Pangeran Tatius dengan senyum dan tawa penuh kemenangan.


"Bangun ..!Apa kau sudah siap untuk ku kirim ke Neraka? baiklah aku akan berbalik hati menolong mu dari racun ganas yang menyerang tubuh mu setelah ini kau akan bebas dari rasa sakit itu, hahaha bersiaplah, pedang ini tidak hanya akan melukai mu sedikit saja dan sakit nya juga pasti Sebentar, baiklah bersiaplah."


Tangan Pangeran Yasza yang memegang pedang terangkat dengan sangat tinggi dan siap di ayunkan ke tubuh Pangeran Tatius.


"Trimalah kematian mu, hiaaaaa.....!


Pedang yang sangat tajam sudah berada di udara dan siap di jatuhkan mendarat dan menghujam tubuh Pangeran Tatius.


Bersamaan dengan itu teriakan histeris Raja Awang-awang Vampire pun mengema.


"Tidak....!'


"Jleb....! pedang itu menancap dengan dalam ke atas tanah di mana ketika pangeran Yasza menghujamkan pedangnya pangeran Tatius berguling menghindar alhasil yang terjadi pedang tajam dari pangeran Yasza meleset dan hanya mengenai tanah, menancap dengan kuat di sana.