
Sementara di kerajaan Sangkala, Raja Sangkala sedang duduk di kursi kebesarannya, Dia sedang menunggu kehadiran Pangeran tatius dengan calon menantu yang akan diperkenalkan kepadanya. tidak menunggu berapa lama kehadiran dari pangeran tatius bersama calon istri dan teman-temannya sudah memasuki ruangan, dimana tempat pesta itu diadakan, semua mata tertuju pada mereka, terutama kepada Pangeran Tatius dan gadis yang ada di sampingnya semua menatap dengan pandangan yang sangat kagum dan memuji kecantikan calon istri dari Pangeran tatius.
"Wah... cantik sekali calon istri dari pangeran tatius, tapi kenapa aku tidak melihat ada taring di wajahnya dan kukunya, apakah calon istri dari pangeran Tatius bukan berasal dari vampir beberapa warga saling bertanya kasak-kusuk tentang status dari calon istri pangeran Tatius.
tak jauh berbeda dengan sang raja beliau pun terlihat sangat kagum dengan pilihan yang di diambil pangeran tatius cucunya.
"ternyata anak nakal itu pandai juga dalam mencari calon seorang Istri, lumayan dan sangat cantik kelihatannya baik dan sopan," ucap Raja Sangkalah dalam hati.
sementara Pangeran status yang sudah berada dekat dengan Raja Sangkala membungkuk memberikan salam hormat kepada raja Sangkala.
"Salam Raja," ucap Pangeran Tatius dengan santun yang diikuti dengan membungkukkan badan. anggukan hormat dari Tania, Clara dan Devan, mereka juga memberikan salam.
"salam Raja." ucap Devan dan beberapa temannya bersamaan.
"Salam... baiklah pergilah kalian semua dan duduklah di tempat yang sudah di sediakan siapa namamu hai gadis cantik Bukankah kamu yang akan menjadi calon istri dari cucu kesayanganku tanya Raja Sangkala.
"Nama saya Tania Raja,"
"Apakah kau mencintai cucuku? tanya sang raja pada Tania, dengan senyum malu-malu Tania mengangguk wajahnya mulai bersemu merah, Raja bisa melihat betapa malunya gadis yang ada di depannya dengan tersenyum manis Raja mendekati.
"Mari ikut aku akan ku perkenalkan kau pada semua rakyat vampir, Tatius silakan kaubawa calon istrimu kedepan dan pekenalkan dia pada semua rakyat Vampir, Aku menunggumu di kursi kebesaran.
"Baik Raja, saya akan mengikuti semua yang Raja sarankan, Ayo, sayang kita Naik ke atas panggung kecil akan ku perkenalkan kau dengan semua warga Vampire.
Tania dan Pangeran tatius melangkah menuju ke panggung istana yang sudah disediakan para pelayan dan penjaga kerajaan istana Sangkala, mereka berdiri di depan semua rakyat vampir yang duduk dan menikmati hidangan makan yang telah disediakan kerajaan,0 semua terlihat berbahagia dan bergembira seru sorak-sorai dan tepuk tangan menggema di seluruh ruangan yang sangat besar itu, semua mata tertuju pada pangeran tadius dan Tania mereka mengagumi akan kecantikan dari Tania calon istri dari pangeran Tatius.
Di sisi lain tak jauh dari tempat itu terlihat lah dua orang gadis yang menatap ke arah panggung, di mana pangeran Tatius dan Tania berdiri pandangan matanya sangat tajam dan menyiratkan sebuah kebencian yang dalam. "Aku tidak menyangka kau tega menyakitiku Pangeran, aku pikir kau mencintaiku dan aku pikir aku lah yang akan menjadi pendamping hidupmu, akan tetapi ternyata engkau tak lebih dari seorang laki-laki badjingan dan buaya, aku sungguh kecewa dengan apa yang telah kau lakukan padaku, sampai kapanpun aku akan membencimu dan ini baju yang kau suruh aku membeli dengan uang yang kau berikan padaku untuk apa semua itu jika hanya. untuk menyakiti, apa artinya diriku selama ini bagimu pangeran, Aku benar-benar tidak mengerti dengan semua sikap kebaikanmu.
"Maaf, Sein Zee! kurasa semua bukan kesalahan dari pangeran Tatius mungkin kamu saja yang terlalu menganggap serius dan menganggap perhatian dari pangeran Tatius itu berlebihan padahal dia hanya menganggapmu sebagai saudara ataupun teman dekat saja."
"Caolin? berani sekali kau membelanya sudah tahu Tatius itu bersalah masih saja dibela aku tahu itu karena ayahmu bekerja pada adanya dan tidak ingin dipecat makanya kamu membelanya, benar begitu bukan." tanya tanya Sein Zee dengan luapan emosi.
"Cukup Sein Zee..!" kau sudah cukup menghinaku seharusnya kau menyadari siapa dirimu, Siapa pangeran Tatius agar kamu tidak terlalu berharap lebih kepadanya, sedangkan engkau tahu dan belum sepenuhnya mengerti apakah pangeran Tatius benar menyukai mu atau tidak, bukankah sejak dulu pangeran itu orangnya memang baik dan perhatian, sudahlah aku tidak mau tau lagi, aku mau melihat acara ini sampai selesai jika engkau mau marah, silahkan saja terserah kamu aku tidak mau tahu." Ucap Caolin pada akhirnya
sebuah ucapan yang membuat Sein Zee mendelik tak percaya, meskipun di dalam hatinya yang paling dalam membenarkan apa yang telah diucapkan Caulin kepadanya, kini tatapan matanya kosong nanar ke depan rasa kesal, rasa sedih, rasa kecewa semua menyatu di dalam hatinya Sein Zee duduk terpaku menatap kedepan di mana terlihat lah dua orang yang sedang tersenyum bahagia di hadapan semua warga Vampire.
Caolin merasa iba melihat sahabatnya yang diam, dia duduk disampingnya dan menepuk-nepuk bahu sein zee sambil berkata Sein zee, maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud menyakitimu akan tetapi aku ingin kau tahu perbedaan antara kita dengan pangeran tatius Aku harap kau tidak bersedih terlalu dalam anggaplah semua perhatian yang Pangeran Tatius berikan kepada mu itu hanyalah sebuah perhatian kecil dari seorang atasan kepada pelayan."ujar Caolin memberikan semangat dan nasehat kepada Sein Zee agar dirinya tidak larut dalam kesedihan yang dalam. sebagai sahabat yang baik tentunya tidak ingin melihat sahabatnya terpuruk dan terjatuh, dia ingin melihat sahabatnya selalu tertawa riang dan bahagia tidak bersedih dan tidak bermuram durja.
"Kau benar Caolin, terima kasih atas semua saran dan nasehat mu, engkau sungguh teman yang baik, jujur aku memang merasa sangat kecewa akan tetapi kini hatiku merasa lega meskipun sesungguhnya sangat sakit sekali." ucap Sein Zee dengan tersenyum kecut yang akhirnya Sein zee dan Caulin mengikuti acara yang diadakan Raja Sangkala dalam penyambutan calon menantu dari pangeran tatius sampai selesai meskipun dengan hati yang kecewa.
Sementara di belahan dunia lain, Putri Lin Ying yang pingsan akibat dari mencium aroma botol yang diberikan oleh pak guru Willy yang langsung saja membuatnya pingsan belum sadarkan diri, dan dengan sabar Pak Guru Willy menunggu Putri lin ying sadar dari pingsannya, di ruang tamu sambil membaca koran wajah nya yang tenang kini tak lagi menampakan sebuah kekecewaan hatinya yang sangat sakit dan luka akibat cinta yang tak terbalaskan kini sedikit demi sedikit mulai menghilang.
beberapa menit kemudian tangan putri Lin Ying mulai bergerak sambil memegang kepalanya yang terasa sangat pusing, Putri lin Ying berkembang dalam hatinya aku berada di mana Kenapa kepalaku terasa pusing apa yang terjadi padaku,"desis Putri Lin Ying dalam hati, yang mana kini Putri Lin Ying turun dari ranjangnya dan mencoba berjalan ke depan, gimana terlihat lapak guru Willy sedang membaca koran.
Melihat kehadiran Putri lin Ying Pak guru Willy segera menutup korannya dan bangkit membantu Putri lin Ying untuk duduk.
"Kau sudah sadar?"
"Kenapa aku bisa pingsan."tanya Putri Lin Ying pada pak guru Wili.
"Pasti itu karena kamu kecapekan."ucap Pak guru Wili berbohong.