
Pangeran Tatius segera menyeka air mata yang jatuh di pipinya, dengan tubuh lemas seperti tak bertenaga Pangeran Tatius Kembali menatap nanar ke depan yang mana tidak ada apapun lagi di sana, kerajaan yang megah dengan bagian belakang terdapat anak sungai air yang menggalir, kini yang ada hanyalah anak sungai air yang menggalir sedangkan kerajaan Istana Awang Awang Vampire sudah tidak terlihat lagi.
"Aku tidak boleh menyerah aku pasti bisa masuk ke dalam istana demi Tania, demi cinta ku akan perjuangkan sampai nafas terakhir ku."desis Pangeran Tatius yang kemudian melangkah mundur beberapa langkah kemudian melompat tinggi dengan menendang kan kakinya pada dinding yang tak terlihat mata.
Gagal dengan menggunakan tangan kosong dan tenaga dalam, Pangeran Tatius tidak mau menyerah dia mulai menggunakan seluruh dari kemampuan yang dimiliki nya, awal mula hanya gagal dan gagal, Namun ketika pangeran Tatius memutuskan menggunakan keris yang di miliki nya, cahaya sinar yang keluar dari keris ketika di hujamkan ke dinding dinding langit langit kosong yang ada di depannya, suatu keanehan terjadi, keris itu seolah olah menghantam benda keras dan tertancap di sana hal itu membuat Pangeran Tatius mengembangkan senyumnya.
"Berhasil . !" lirih Pangeran Tatius senang dengan mata berbinar, pada saat Pangeran Tatius membumbung tinggi ingin menggikuti arah keris yang menancap di langit langit dinding yang tak terlihat ketika hampir dekat tiba-tiba keris yang seolah olah tertancap terpental dengan sangat keras seolah olah ada unsur kekuatan yang maha dahsyat melempar nya dan dengan sendirinya tubuh Pangeran Tatius yang berada hampir dekat dengan keris itupun ikut terpental sangat jauh dan terjatuh di tengah tengah lautan sungai yang jaraknya cukup jauh dari sungai yang berada di belakang kerajaan istana Awang Awang Vampire.
Bagaikan kapas yang di terbangkan angin tubuh Pangeran Tatius dan keris milik nya masuk dan jatuh menghujam sungai dan tubuh Pangeran Tatius menimpa bebatuan yang ada di sana hingga membuat nya pingsan.
Suara dari kerasnya benda jatuh yang ada di atas permukaan Air rupanya membangunkan penghuni laut sungai yang ada di tempat itu.
"Huuuuuurrrr...... huuuuuurrrr......huuuuuummm...! siapa yang berani mengaggu istirahat ku?"seru mahkluk yang tiba-tiba muncul dari dasar laut sungai dengan tubuh yang sangat tinggi dan besar bahkan tubuhnya setinggi besarnya sebuah atap Rumah bahkan lebih besar dan lebih tinggi lagi.
Langkah kakinya yang berjalan di atas air menimbulkan suara gema yang keras dan meninggalkan suara gemericik air akibat dari injakan kakinya. Tubuh tinggi besar itu menyeringai marah ketika istirahat nya di ganggu.
"Rupanya anak muda yang tidur itu yang sudah berani kurang ajar menggaggu istirahat ku,"Desis laki-laki bertubuh tinggi dan sangat besar, itulah sosok tubuh Raksasa penghuni laut sungai, ketika Raksasa itu berjalan mendekati tubuh seorang laki-laki yang tergeletak di atas bebatuan yang tak lain tubuh dari pangeran Tatius yang mana di samping nya tertancap sebuah keris yang masih menggeluarkan sinar cahaya Raksasa itupun tertegun.
"Bukankah laki-laki ini adalah putra mahkota kerajaan Awang Awang Vampire, ada apa dengan nya kenapa dia berada dan tidur di sini, tidak ... Tidak dia tidak sedang tidur tapi dia sedang pingsan, ya...benar Pangeran ini sedang pingsan, apa yang terjadi padanya aku harus cepat membantu untuk menyadarkan nya, dia seorang pangeran yang baik hati, jika bukan karena kebaikan nya mungkin sampai detik ini dan untuk seumur hidup ku aku hidup dalam sebuah kurungan tanpa bisa menikmati indahnya dunia kebebasan."Gumam laki-laki Raksasa yang mana dengan sangat sigap menggangkat tubuh dari pangeran Tatius dan membawa nya ke daratan untuk di rawat.
Sementara di dalam kerajaan istana Awang Awang Vampire, Ratu Shima terkejut ketika mendengar sebuah gelegar guntur yang sangat dahsyat yang mana di sertai dengan Langit berwarna hitam pekat.
"Ada apa ini?" kenapa suara Guntur dan warna langit sangat berbeda dengan malam malam sebelumnya, ini seperti bukan warna langit biasa dan yang sesungguhnya ini seperti warna langit yang di buat buat, lalu siapa yang bermain-main membuat langit begitu hitam pekat, ada ada saja orang orang aneh itu." desis Ratu Shima yang kemudian berjalan menuju meja rias akan tetapi Ratu Shima tidak jadi duduk, tiba-tiba Ratu Shima berlari ke arah jendela dan membuka jendela pintu itu, matanya nanar menatap ke atas langit.
"Bukan....ini bukan gelapnya langit yang hitam pekat karena orang bermain main tapi ini pertanda tertutup nya pintu gerbang istana Awang Awang Vampire dari penglihatan orang dalam dunia luar, kenapa harus di tutup dan jika di tutup bagaimana dengan pangeran Tatius, bagaimana dia bisa masuk ke sini! ini pasti ulah Raja yang sangat membenci putranya, awas saja berani menutup pintu gerbang istana aku akan buat perhitungan dengan mu."dengus Ratu Shima kesal.
"Kau..! mau apa kau ke sini?" tanya Ratu Shima sinis.
Ratu Derbah tidak memperdulikan raut wajah dan sikap dari Ratu Shima yang sangat sinis yang mana sikap Ratu Shima tak pernah bersahabat dengan nya.
"Tanpa menunggu di persilahkan masuk dan duduk Ratu Derbah sudah nylonong masuk ke dalam dan duduk dengan satu kaki dilipat. Ratu Shima mengeryitkan dahinya melihat ulah dari Ratu selir Raja yang di rasa tidak pernah sopan padanya.
"Mau apa kau ke sini? pergilah aku tidak punya banyak waktu aku mau menemui Raja."seru Ratu Shima yang merasa terganggu dengan kehadiran Ratu Derbah ke Puri istana kamarnya.
"Tenanglah, Ratu Shima kenapa mesti terburu buru, temani aku beberapa saat saja." ucap Ratu Derbah tenang yang mana ucapan sangat tidak di sukai Ratu Shima.
"Maaf, Ratu Derbah kita bicara Nanti saja , sekarang aku ada urusan " ucap Ratu Shima menjelaskan yang mana ucapan dari Ratu Shima mendapatkan senyuman mering dari Ratu Derbah.
"Aku tau apa tujuan my menemui Raja, Ratu Shima dan untuk itulah aku datang ke sini semua kulakukan agar kamu tidak menemui Raja karena aku yakin kamu tau jika pintu gerbang istana kerajaan Awang Awang Vampire sudah tertutup dan kau akan meminta Raja untuk membuka nya karena kamu tau jika pintu gerbang ini tertutup maka putra kesayanganmu tidak akan bisa masuk dan inilah tujuanku mengulur ulur waktu sampai empat jam ke depan di mana jika sudah melewati empat jam ke depan maka pintu tidak bisa di buka lagi dan harus menunggu satu purnama lagi agar pintu itu bisa terbuka dan dalam waktu yang cukup lama itu pesta pernikahan pangeran Yervan dengan gadis itu pasti sudah selesai." gumam Ratu Derbah dengan tersenyum menyeringai diam diam.
"Katakan cepat apa tujuan mu ke sini?" karena aku harus pergi sekarang juga."
"Ratu Shima...! duduklah jangan terburu buru bukankah aku juga tamu di sini dan sudah seharusnya kamu menjamuku bukan justru marah marah begitu."sungut Ratu Derbah.
Ratu Shima tersenyum dan melangkah mendekati meja di mana Ratu Derbah sedang duduk di depan nya.
"Ambil saja sendiri apa yang kamu mau dan aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni ucapanmu, silahkan anggap kamar sendiri dan jika membutuhkan sesuatu mintalah sama tuh bibi pelayan, aku pergi dulu." ucap Ratu Shima yang tanpa menunggu jawaban dari Ratu Derbah langsung melesat terbang keluar puri istana nya yang mana meninggalkan Ratu Derbah dengan wajah kecewa karena usahanya untuk mengulur ulur waktu agar Ratu Shima tidak menemui Raja, gagal total.