The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.202.RUANG SPA



Pangeran Tatius membuka pintu berlapis hanya dengan menyentuhkan telapak tangan nya pintu itupun terbuka secara otomatis, hal itu lagi lagi membuat Clara berdecak kagum terlebih ketika pintu sudah terbuka, terlihat lah tiga orang pelayan Wanita cantik sedang membungkukkan badannya ketiika melihat pangeran Tatius memasuki ruangan.


"Salam Pangeran!"ucap ketiga pelayan itu dengan santun dan penuh hormat.


Pangeran Tatius mengagguk dan segera masuk ke dalam satu ruangan, sementara Clara dan Tania masih berdiri di pintu tidak ada yang berani menyapa mereka, Tania maupun Clara dan kedua pelayan itupun hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda Hormat.


Pangeran Tatius yang masuk ke dalam ruangan dengan di ikuti salah satu pelayan sudah sampai di dalam ruangan.


"Apa ruangan ini yang akan di gunakan Nanti."Tanya pangeran Tatius dengan melihat lihat seluruh isi yang ada pada ruangan itu.


"Betul, Pangeran!"ruangan ini yang akan kami gunakan untuk perawatan Nanti." kata pelayan istana dengan menggikuti langkah kaki dari pangeran Tatius.


Pangeran Tatius manggut-manggut melihat tatanan dan dekorasi ruangan yang cukup bagus dan terlihat nyaman, Pangeran Tatius tersenyum seolah olah puas, dengan santai Pangeran Tatius mendekati ranjang atau kasur tempat untuk perawatan yang biasa kita kenal dengan sebutan Spa dan menekannya dengan tangan.


"Ini empuk kelihatan nya nyaman sebentar aku coba dulu."Dengan santai Pangeran Tatius langsung merebahkan dirinya di atas ranjang.


"Ini sangat nyaman, ok, aku setuju tempat ini jadi tidak perlu di rubah lagi, tolong Bibi berikan pelayanan yang terbaik untuk calon istri saya, ingat jangan membuat saya kecewa."


"Tenang Pangeran, saya akan memberikan pelayanan yang terbaik, tapi ngomong-ngomong kalau boleh tau yang mana calon istri pangeran?"tanya sang pelayan penasaran meskipun di dalam hatinya sudah menebak satu di antara mereka berdua.


"Coba tebak yang mana,"jawab pangeran Tatius yang justru memberikan pertanyaan balik padanya hingga membuat sang pelayan untuk beberapa saat harus berfikir dan menimbang benar tidak nya apa yang ada di dalam pikiran nya.


"Itu, tuan! yang baju dan lipstik nya sama merah jambu,"seru sang pelayan kemudian


"Ah....Bibi pinter, menurut Bibi gimana cantik tidak calon istri ku?"tanya Pangeran Tatius sambil menaikkan satu alis matanya.


"Sangat cantik, Pangeran Tatius pandai memilih calon istri."


Pangeran Tatius Tertawa lebar mendengar pujian dari pelayannya tapi tiba-tiba tawa itupun menghilang.


Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar dan menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan nya dengan perlahan. Kembali pangeran Tatius menggulang kegiatan nya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan lahan.


"Apa Bibi, yakin! cinta kami akan di restui Raja?" tanya pangeran Tatius lirih yang mana wajah tampan nya berubah menjadi sendu, bagaikan mendung mengatung yang siap menurunkan hujan setiap saat untuk membasahi bumi.


Sang pelayan pun menatap sendu wajah tampan Pangeran Tatius.


"Mengapa Pangeran berfikir begitu, percaya lah pasti Raja akan menerima bukankah kebahagiaan pangeran juga akan menjadi kebahagiaan Raja."


"Dengar pangeran sudah memilih sudah menentukan jadi saran Bibi pangeran jangan putus Asa kecuali Pangeran rela dan mau kehilangan pilihan Pangeran."


"Kehilangan....tidak Bibi, aku tidak akan bisa hidup jika harus kehilangan aku sangat mencintai nya dan baiklah apapun yang terjadi aku akan memperjuangkan cinta ku."


"Nah, begitu! itu baru cucu keturunan Raja Sangkala yang sangat pemberani Arif dan Bijaksana.


"Ya, sudah Bibi, mari kita panggil mereka agar cepat bersiap Nanti aku akan menjemput setelah mereka selesai."ujar Pangeran Tatius yang kemudian keluar ruangan untuk menemui Tania dan Clara. Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya ketika melihat kedua gadis itu tidak masuk dan masih hanya berdiri didepan pintu.


"Sayang, kenapa masih berdiri di situ, ayo masuk!" seru Pangeran Tatius sambil melambaikan tangan nya. yang mana sikap itu justru membuat Tania kesal, bagaimana masuk jika di depan ada dua orang pelayan Vampire yang membuat Tania dan Clara keder jatung berdebar hebat dan kaki seolah olah memiliki daya magnet yang besar pada bumi sehingga untuk di gerakkan saja itu susah.


"Mari, Tuan putri silahkan masuk"lagi-lagi ucapan pelayan Vampire menggejutkan Tania dan Clara yang ketika itu raut wajah mereka tampak ketakutan, Pangeran Tatius sebenarnya tau dan mengerti jika Tania dan Clara sedang takut, Namun di biarkan saja, Pangeran Tatius mencoba mengajari Tania dan Clara untuk tidak takut jika berhadapan dengan Vampire.


"Mari masuk Tuan putri, jangan takut , Pangeran sudah menunggu di dalam."


Tania menelan ludahnya dengan kasar, ada rasa kesal dan marah melihat sikap Pangeran Tatius yang tidak mendampingi nya.


"Menyebalkan sekali sih, apa ngak peka ngak ngerti aku lagi takut, justru nyuruh Nih Vampire yang mengajakku mana giginya runcing sekali."desis Tania dalam hati, sedangkan Clara.


"Astaga..! minggir dong beri jalan gitu, jangan seperti ini,kan aku mau lewat juga takut." Gumam Clara dalam hati yang juga merasakan takut.


Seolah olah memahami apa yang ada di dalam pikiran nya kedua gadis yang ada di depannya, Vampire itupun mencoba tersenyum meskipun senyumnya justru akan membuat kedua gadis di depannya smakin takut.


"Jangan takut, Tuan putri mari...!" Vampire itu pun memberikan jalan dan sedikit BMW jauh agar Tania dan Clara mau.masuk ke dalam. Dengan sangat hati-hati dan juga dengan hati takut yang luar biasa Tania dan Clara akhirnya masuk ke dalam ruang, yang mana di sana sudah tampak Pangeran Tatius yang duduk manis dan dengan bibir Tersenyum menatap wajah kekasihnya yang mana balasan dari tatapan pangeran Tatius, Tania justru melotot dengan mengkrucutkan bibirnya.


"Sayang, kamu di temani Clara di sini dulu ya, mereka akan melayani mu, Nanti setelah semua selesai aku akan menjemputmu dan aku akan mengajakmu menemui Kakek, jadi persiapkan dirimu sebaik mungkin, ok, aku tinggal dulu aku juga harus bersiap siap."ucap pangeran Tatius yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan hendak melangkah pergi akan tetapi tangan halus Tania menghalangi.


"Jangan pergi, aku takut."lirih Tania menatap bola mata hitam Pangeran Tatius dengan tatapan nenghiba, melihat kekasihnya ketakutan pangeran Tatius menangkup wajah Tania mencoba memberikan pengertian dan kekuatan.


"Jangan takut mereka tidak akan berani macam macam padamu percaya lah dan kalau ada yang jahil ke kamu cukup kamu bilang ke aku Nanti aku yang akan bereskan mereka, tenang rileks dan tersenyumlah aku tidak suka melihat mu sedih begini."


"Apa kau yakin, mereka tidak akan macam macam,"


"Sangat yakin, aku pergi dulu ya,ikuti saja apa yang mereka sarankan padamu, I love you."ucap Pangeran Tatius sebelum pergi dengan di sertai sebuah kecupan kecil di bibir ranum kekasih nya.