
Kepergian Ratu Shima dari kamar kepribadiannya membuat Raja merasa khawatir dan resah. Untuk itu dalam beberapa menit kemudian, diam diam Raja melalui jendela yang ada di dalam kamar kepribadiannya , terbang melesat menuju kamar Puri istana milik Ratu Shima, kecepatan terbang yang di miliki Raja Awang-awang Vampire sangat tinggi sehingga dalam hitungan menit Raja sudah berada di Puri istana kamar kepribadian nya, Ratu Shima sebelum Ratu Shima sampai di dalam kamarnya.
Kedua penjaga Puri kerajaan Ratu Shima yang melihat kehadiran Sang Raja dengan cepat mereka memberikan Hormat dan membuka pintu kamar Puri Ratu Shima tanpa sepengetahuan Ratu Shima dan sesuai perintah Raja, pengawal itu kembali menutup pintu gerbang depan Puri istana kamar kepribadian Ratu Shima.
Raja memilih duduk di tepii ranjang dengan menyadarkan kepalanya pada dinding ranjang yang berukuran cukup besar.
Tak lama kemudian pintu pun terbuka pertanda ada orang yang akan masuk dan Raja sudah menebak siapa kira kira yang datang, sudah pasti Ratu Shima, Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar menunggu sosok Ratu Shima muncul dari balik pintu.
Setelah menunggu sekian menit akhirnya muncullah wajah cantik Ratu Shima dari balik pintu, langkahnya yang gontai dan terlihat tak bertenaga membuat hati Raja semakin sedih bagaikan di hiris iris pisau yang menusuk nusuk di relung hatinya yang paling dalam, Raja juga binggung siapa orang yang tega menutup pintu gaib gerbang kerajaan Istana Awang Awang Vampire, di sela sela Raja sedang berfikir Ratu Shima yang masuk menatap dengan pandangan terkejut dan tak percaya.
"Raja...!mau apa kau ada di sini?"
Bagaikan anak kecil yang ketahuan mencuri mimik wajah sang Raja pun terlihat cengar cengir dengan senyum mengembang di bibir.
"Aku...!ya... aku ingin bermain di sini." jawab Raja asal yang sontak saja membuat Ratu Shima membulat kan kedua bola matanya di sertai dengan mengeryitkan dahinya.
"Raja.... !kamu itu benar benar tidak punya hati dan perasaan sama sekali,"
Raja yang tidak merasa bicara salah di buat binggung dengan perkataan istri tercinta nya.
"Tidak punya perasaan bagaimana? justru aku datang ke sini karena aku memiliki perasaan."jawab Raja yang tidak mau di katakan tidak punya perasaan, pekerjaan istana banyak dia tinggalkan demi menemuinya mendampingi di kala sedih nya, begini kok masih di tuduh dan di bilang tak punya perasaan, Raja betul betul di buat puyeng dan binggung dalam menghadapi istri satunya ini semua terasa serba salah.
Ratu Shima tersenyum miring mendengar perkataan Raja.
"Pergilah dari kamar ku, tolong kali ini biarkan aku sendiri dan jika Raja ingin bermain main, pergilah dan temui saja Ratu Derbah minta pada Ratu Derbah saja dalam bermain mainnya aku tidak bisa maaf, sekarang silahkan Raja pergi aku tidak akan melayani permintaan Raja untuk bermain dengan ku." ucap Ratu Shima tegas dan lantang tanpa menatap wajah sang Raja.
Raja yang baru memahami maksud dari Ratu Shima tertawa dengan sangat keras dan lebar. Hal itu membuat Ratu Shima mengkrucutkan bibirnya dan wajah di Du tekuk karena kesal.
"Apa ada yang lucu sehingga kau menertawakan ku?"dengus Ratu Shima dengan wajah yang sangat kesal.
Raja bangkit dari Ranjang tempat nya duduk dan berjalan mendekati Ratu Shima yang masih berdiri di tempat nya, melihat Raja berjalan menghampiri buru buru Ratu Shima membuang muka. Setelah jarak di antara keduanya tinggal beberapa sentimeter dengan sangat tenang Raja menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar ke wajah Ratu Shima, sehingga terpaan dari hembusan angin yang keluar dari bibir Sang Raja menerpa dengan sempurna ke muka Ratu Shima hingga anak Rambut yang sedikit menghalangi wajah Ratu Shima pun bergerak menepi.
Kaget, kesal dan marah dengan sikap tidak sopan nya yang di lakukan Raja. Membuat Ratu Shima membalikkan badan dan menatap tajam wajah Raja yang ada di depannya, Raja melihat ekspresi marah dari Ratu Shima hanya tersenyum simpul.
"Apa yang kau lakukan, kenapa kau bertingkah kurang ajar padaku Raja."teriak Ratu Shima kesal.
"Aku,...Ha...ha .ha..kamu sungguh berlebihan Ratuku dan aku hanya tidak suka di saat kita sedang bicara kau membuang muka, apa wajahku sejelek itu sehingga kau harus membuang muka." Seru Raja yang merasa tidak mau di salahku.
"Raja....!apa kamu tidak punya malu dan tidak punya perasaan sama sekali, aku sedang sedih aku sedang kecewa dan marah kamu seenaknya saja bilang mau bermain dengan ku, sana ..pergi ke istri keduamu minta saja pelayanan darinya, aku tidak bisa."dengus Ratu Shima kesal dengan nada bicara keras dan berapi-api, membuat sang Raja kembar Kembali menelan ludahnya dengan kasar beberapa kali.
"Apa kamu sadar, apa yang kamu katakan justru membangkitkan gairah tersembunyi ku, dengar bukan itu maksud dan tujuan ku, aku bilang bermain itu hanya sekedar singgah di sini main disini bukan minta di layani tapi..... boleh juga sih kalau mau memberiku servis pelayanan,"ujar Sang Raja sambil memainkan sebelah matanya pada Ratu Shima membuat Ratu Shima lagi lagi membuang muka wajahnya merah merona karena malu bagaimana tidak malu jika otaknya sendiri yang berfikiran mesum sedangkan Raja cuma berniat menghibur dan menemani.
"Aku tau kamu lagi sedih, Pangeran Tatius itu juga putraku akupun juga sedih Ratu, lihat dirimu baru di tinggal beberapa hari saja kamu sudah binggung, coba bayangkan seandainya putramu itu memilih calon istri dari kalangan manusia, sudah bisa di pastikan dia akan jauh dari kita dan akan meninggalkan kita untuk selamanya apa kau mau itu terjadi aku tidak mau dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, kerajaan ini pewaris tunggal itu Tatius dan dia yang harus meneruskan semuanya, jadi ayolah...dukung aku untuk memisahkan Tatius dengan gadis pilihan nya."
Ratu Shima mendorong tubuh sang Raja dan menatap nya dengan tatapan yang tajam.
"Memisahkan Cinta putraku, tidak..! kebahagiaan putraku itu adalah kebahagiaan ku, sampai kapanpun aku tidak akan setuju dengan rencana gilamu itu Raja."
"Tapi Ratu! Pangeran Tatius punya tugas meneruskan perkembangan kerajaan ini dan yang di inginkan Pangeran Tatius kan istri yang cantik mungkin putri Lin Ying kurang cantik sehingga Pangeran Tatius tidak tertarik aku punya satu gadis incaran dulu aku pernah melihat nya sangat cantik gadis itu, aku yakin kali ini Pangeran Tatius akan setuju."
"Sudahlah pergilah dari sini, kehadiran mu disini bukan menghibur ku tapi justru membuat ku pusing, pergilah dan biarkan aku sendiri," seru Ratu Shima sambil mendorong tubuh sang Raja keluar dari Pintu sikap Ratu Shima yang kurang Sopan terhadap seorang Raja yang dengan seenaknya saja mendorong ndorong tubuh sang Raja sempat terlihat dua penjaga yang ada di luar kedua nya terperanjat kaget melihat Raja yang terhormat mereka di dorong dorong, melihat tatapan kedua penjaga sang Raja langsung menatap tajam kedua nya.
"Lihat apa kalian?" bentak sang Raja yang sontak saja membuat kedua penjaga itu buru buru menunduk kan kepala nya." Sekali lagi berani menatap ku dengan tatapan aneh aku pecat kalian."
"A-ampun Raja!" kami tidak bermaksud....
"Sudah...awas berani menatapku lagi aku pecat dan ku usir kalian dari kerajaan ku ini."sunggut Raja sembari terbang mrlesat kembali ke istana kepribadian nya, sedangkan Ratu Shima melihat kepergian Sang Raja dengan senyum tertahan.
"Rasain, tuh! seru Ratu Shima yang kemudian kembali masuk ke dalam Puri istana kamar kepribadian nya.
Di tempat lain seorang gadis yang tergolek di atas Ranjang mulai mengerak gerakkan jari tangannya dan pada detik berikutnya dia mulai membuka mata.
Seakan asing dengan tempat yang ada gadis itu segera bangun dari tidurnya dan mata indahnya mulai melihat ke arah sekeliling di mana tampak sepi tak ada satu orang pun di sana, dengan sangat perlahan dan dengan langkah kaki yang sedikit tertatih akibat beberapa benturan yang mengenai kakinya membuat sang gadis berjalan sedikit kesusahan.
Ketika langkah kakinya mulai mendekat pada pintu bagian belakang setelah dia menengok kiri kanan dan sekeliling nya tak ada orang, dan ketiika tanpa sadar mata indah itu melihat satu pintu terbuka karena penasaran dilihat nya dan tampaklah olehnya seorang pemuda tampan sedang menatap keluar jendela dengan posisi membelakangi sehingga kehadiran dari gadis itupun tidak di ketahui nya.
"Rupanya, dia di sini!" aku tau kamu pasti selalu ada untukku dan yang selalu siap sedia menolong ku,"seru gadis itu dengan wajah berbinar senang, dengan langkah kaki berjinjit meskipun sedikit sakit langsung mendekati pemuda yang berdiri di depan jendela dan dengan sigap gadis itu langsung memeluk nya dari belakang.
"Tatius... trimakasih sudah menolong ku," ucap gadis itu dengan menenggelamkan wajahnya pada pungguung pemuda tampan yang ada di depannya, sementara sang pemuda yang tidak menyadari dan tidak menyangka akan mendapatkan pelukan dari belakang membuat kedua bola matanya membulat seketika, terlebih ketika dia merasakan ada desiran desiran aneh yang tiba-tiba memasuki relung hatinya, gugup dan terkejut itulah yang pertama kali terasa kemudian berlanjut pada jantung nya yang tiba-tiba berdetak dengan tidak teratur akibat pelukan sang gadis, pemuda itu tidak menjawab ataupun menoleh kearah sang Gadis dia sangat sibuk dengan hatinya yang tiba-tiba berdebar debar dengan hebat hal itu membuat sang pemuda yang tak lain adalah Pangeran Yervan harus beberapa kali menelan ludahnya dengan kasar.
Mendapati laki-laki yang ada di dalam dekapannya diam saja kembali gadis itu bicara.
"Sayang.. . kenapa diam saja, kamu marah ya padaku...ayolah jangan marah, aku berjanji tidak akan mrnggulangi nya lagi sungguh...!ucap gadis itu yang tak lain adalah Tania dia semakin erat memeluk pemuda yang ada di depannya dari belakang, membuat pemuda itu semakin merasa kan jantung nya meloncat loncat, Karena senang bibirnya tersenyum bahagia.
Merasa kesal tidak di respon bahkan tidak mau menatapnya dengan sangat kasar gadis itu langsung menarik tubuh laki-laki yang ada di depannya agar berbalik menatap nya.
"Nyebelin banget sih, aku ngomong dari tadi di diduamin aku kan sudah minta maaf," ucapan dan ketiika laki-laki di depannya berbalik spontan akibat tarikan dari tangannya gadis itu langsung berteriak dan mundur.
"Aaaaaaaa......siapa kau?"