
Melihat tetesan darah mulai mengalir dari lengan sang Raksasa, Pangeran Tatius menatapnya dengan tatapan penuh iba, sungguh Pangeran Tatius tidak pernah menyangka jika Ayah nya bisa berbuat kejam dan licik dengan menempatkan kunci ajaib pada tubuh raksasa yang mana dilakukan hanya untuk mengikat raksasa itu agar dia tidak berulah dan bisa mengendalikan raksasa itu dengan mudah.
beberapa kali Pangeran Tatius menghentikan aksinya karena tidak tega melihat wajah raksasa yang meringis menahan sakit, sementara raksasa yang melihat pangeran tarsius tiba-tiba menghentikan pergerakannya bicara dengan suara yang mantap.
"Kenapa Pangeran berhenti lakukanlah Jangan Hentikan sakit ini tidak akan lama, percayalah setelah ini aku bisa mengobatinya dan sakit itu akan hilang, sekarang pikirkanlah bagaimana caranya kita bisa cepat masuk ke dalam istana Awang-awang Vampir, karena kita tidak tahu apa yang terjadi dengan calon istri pangeran. Bukankah Pangeran Yervan itu orangnya sangat licik dan suka tidak terkendali emosinya, jadi lakukanlah Pangeran jangan kau ragu Aku siap, Aku siap menerima semuanya, ingatlah kekasih Pangeran membutuhkan Pangeran Tatius secepatnya."ujar sang Raksasa menggingatkan agar Pangeran Tatius tidak membuang buang waktu.
Mendengar perkataan dari Raksasa, Pangeran Tatius yang tadinya tidak tega mulai mengumpulkan kekuatan batinnya dia berusaha tega kepada Raksasa yang ada di depannya.
Acara pengambilan kunci gaib dalam tubuh lengan Raksasa dengan cepat dia lakukan dengan semangat semua demi Kekasih nya, tidak menunggu berapa lama akhirnya kunci gaib itupun bisa di lepaskan dari lengan Raksasa, Pangeran Tatius yang tidak tega melihat erangan kesakitan dari sang Raksasa dengan cepat berkelebat melesat terbang ke arah pinggiran sungai yang mana banyak ditumbuhi tumbuhan, Pangeran Tatius mengambil beberapa daun yang kemudian menumbuknya dengan batu setelah dirasa cukup halus, Pangeran Tatius segera menaruh daun yang telah dihaluskan di lengan sang Raksasa.
Perlahan lahan Raksasa yang tadinya meringis menahan sakit kini sudah bisa menahannya tak ada lagi suara erangan kesakitan dari sang Raksasa karena dedaunan yang sudah di lembut kan Pangeran Tatius memberikan rasa dingin dan segar pada lengannya.
"Pangeran mari kita pergi.'
"Apa kau juga mau ikut,"tanya Pangeran Tatius heran karena Raksasa itu justru yang berantusias untuk mengajaknya.
"Iya, Pangeran! aku akan ikut dan akan membantu jika pangeran membutuhkan nya.
"Baiklah mari kita pergi sekarang juga."
Pangeran Tatius dan Raksasa segera pergi menuju kerajaan Istana Awang Awang Vampire yang mana kerajaan Istana Awang Awang Vampire tidak terlihat sedikit pun pun karena telah dikunci dengan kunci gaib.
Di sisi lain Pak Guru Willi yang telah meninggal kan Putri Lin Ying sendiri dan kini mencari keberadaan dari putri Lin Ying tidak dapat menemukan nya, ada rasa sesal dan kecewa ketika sampai di tempat dimana Pak Guru Wili meninggalkan Putri Lin Ying sendiri kala itu.
"Dimana ..dia! benar benar Vampire aneh, dia tidak memiliki rasa takut sedikitpun padahal ini daerah manusia yang mana bisa kapan saja mengancam keberadaan nya terlebih jika bertemu dengan polisi bagian penjaga satwa langka bisa bisa gadis Vampire itu bisa di jadikan bahan tontonan yang akan di taruh di museum-museum satwa langka, karena Vampire ini sangat istimewa dimana Vampire ini bisa bicara dengan bahasa yang sama seperti manusia." lirih Pak guru Wili yang masih mencoba memutar dan menggelilingi keadaan sekitar tempat itu.
Di sisi lain Putri Lin Ying yang memilih beristirahat di dekat pohon rindang yang jarak tempatnya tidak jauh dari sebuah rumah yang menyendiri di mana jauh dari keramaian kota dan berada dekat dengan hutan, putri Lin Ying sengaja mengincar rumah itu untuk beristirahat malam karena dia yang notabe seorang putri tidak suka jika hanya berpetualang dengan tidur dan beristirahat di tempat tempat terbuka, Putri Lin Ying berfikir jika dia datangnya malam otomatis yang punya rumah sudah terlelap dalam tidur dan hal itu akan di manfaatkan putri Lin Ying untuk ikut beristirahat di rumah itu.
Malam telah tiba di mana suasana gelap mulai menyelimuti seluruh alam semesta, dengan perlahan lahan putri Lin Ying bangkit dan mulai melesat terbang mendekati rumah yang kini terlihat sepi dimana sang penghuni rumahnya sedang tertidur pulas, semua dapat terlihat dari lampu ruang tamu yang sudah dimatikan.
Setelah mendapatkan tempat yang dirasa nyaman dan enak untuk tempat beristirahat, putri Lin Ying Segera merebahkan dirinya, tak lama kemudian diapun tertidur dengan pulas.
Sementara di dalam rumah tampak seorang laki-laki sedang melangkah ke ruang belakang dimana dia ingin mengambil sesuatu yang di perlukan, langkah kakinya terhenti ketika hidung mancung nya mencium Aroma bau asing yang berbeda dari biasanya.
"Siapa wanita yang tidur di sini!" desis laki-laki paruh baya yang kemudian dengan langkah pasti mendekati tempat di mana Putri Lin Ying sedang tidur beristirahat.
Ketika laki-laki paruh baya sudah sangat dekat dengan tempat dimana putri Lin Ying sedang tidur dengan pulas, laki-laki paruh baya itu tersentak kaget wajahnya yang tadinya biasa saja kini mulai tersenyum menyeringai.
"Pucuk dicinta ulam pun tiba, Kalau jodho memang tidak akan lari kemana dan tidak perlu kita kejar." desis laki-laki paruh baya sambil menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan."Akhirnya, kita bertemu lagi cantik, setelah sekian lama kita berpisah semenjak pemuda brengsek itu menyelamatkan mu, kali ini aku tidak akan gagal lagi untuk mengambil darah keperawanan mu, terlebih aku hanya mencium satu Aroma bau Vampire itu artinya kamu tidak bersama dengan pemuda brengsek itu, gara gara dia gagal rencana ku, sungguh ilmu pemuda itu bikin kesalahan dan gagal semua rencanaku tapi kali ini, aku akan berhasil," seru Laki-laki paruh baya sambil tersenyum miring.
"Tuan putri ku yang sudah bertahun tahun tertidur sebentar lagi akan bangkit dia akan bisa hidup normal kembali, aku harus segera mrngikat gadis ini dan secepatnya aku harus melakukan upacara perpindahan raga, sebelum pemuda brengsek temannya itu datang untuk menyelamatkan gadis incaran ku ini."
Perlahan lahan laki-laki paruh baya itu duduk bersila di depan sang. gadis yang sedang tertidur sambil mulutnya komat Kamit membaca sebuah mantra yang mana dengan kekuatan gaib tubuh sang gadis melayang di udara yang kemudian dengan kekuatan nya tubuh gadis itu melayang menggikuti arah dari telunjuk tangan sang laki-laki paruh baya yang mulutnya masih komat Kamit.
Tubuh putri Lin Ying yang masih dalam keadaan tertidur pulas tidak terjaga sedikit pun, ketika tubuhnya melayang melewati pintu dan berhenti di sebuah ruangan yang mana di depannya terdapat sebuah peti terbuka yang di dalam nya terdapat sosok tubuh seorang wanita cantik yang sedang tertidur, Tubuh Putri Lin Ying berhenti di atas meja.
Melihat tubuh putri Lin Ying sudah berada di atas meja di mana dia berada dekat dengan peti yang terbuka laki-laki paruh baya itu tersenyum miring kemudian dengan gerakan cepat memutar mutar tangannya di udara yang kemudian diarahkan ke tubuh putri Lin Ying, secepat kilat tangan putri Lin Ying terikat dengan sendirinya, laki-laki paruh baya yang berhasil mengikat tubuh dari putri Lin Ying tersenyum dengan puas.
Dengan langkah kaki secepat kilat laki-laki paruh baya menyambar gelas yang di dalamnya terdapat air dan secepat kilat gelas berisi air itu dia lempar airnya ke tubuh putri Lin Ying yang kemudian membuat putri Lin Ying yang sedang tertidur terjaga seketika.
"Siapa yang berani menyiram air kepada ku," teriak putri Lin Ying yang kemudian terdengar suara tawa dari seorang di depan nya, mendengar suara tawa di depannya dengan cepat Putri Lin Ying menoleh ke sumber suara dan berusaha bangkit dari tidurnya akan tetapi putri Lin Ying tersentak kaget ketika menyadari kedua tangan dan kakinya telah terikat putri Lin Ying mengeram dengan marah padangan matanya tertuju pada sosok yang ada di depannya.
"Lepaskan ikatan tanganku hei .. manusia pengecut."seru Putri Lin Ying dengan wajah merah padam.
Terdengar suara tawa dari laki-laki paruh baya yang ada di depannya.
"Ha...ha..ha....apakah kau masih menggingat ku cantik?" tanya laki-laki itu dengan santai.
Putri Lin Ying berusaha menggiat ingat siapa laki-laki yang ada di depannya dan ketiika putri Lin Ying memandang dengan seksama barulah dia menyadari siapa laki-laki paruh baya yang ada didepannya.
"Laki-laki bangsa manusia," desis putri Lin Ying dalam hati yang mana ingatan nya terutuju pada beberapa tahun yang lalu dimana dia pernah di culik laki-laki bangsa manusia dan pernah diseret masuk ke dalam goa yang mana darah perawan nya lah yang sedang di incar laki-laki itu, yang mana semua dia lakukan demi menghidupkan kembali junjungan nya yang sudah tiada dan ketika itu putri Lin Ying bisa lolos dan selamat karena pertolongan Pangeran Tatius, putri Lin Ying menelan ludahnya dengan kasar wajahnya berubah menjadi pucat rasa takut mulai menjalar keseluruh tubuhnya, kali ini bagaimana dia bisa selamat sedangkan Pangeran Tatius tidak lagi bersama nya, lagi-lagi Putri Lin Ying menelan ludahnya dengan kasar.
Laki-laki bangsa manusia yang melihat perubahan wajah dari putri Lin Ying tersenyum miring.
"Bagaimana?" kau sudah ingat siapa diriku hah ..?"Ha...ha. ..ha ... bersiaplah sebentar lagi aku akan merubah posisimu dengan gadis yang ada di dalam peti itu, jangan takut karena nanti kamu akan tertidur dengan nyenyak.