
Raja Sangkala berdiri di depan sebuah meja yang mana di atasnya terdapat sebuah baskom berwarna tembaga, hanya dengan sekali tepuk satu orang pengawal kerajaan istana Sangkala langsung masuk.
"Siap, Raja!
"Ambilkan bunga tujuh rupa ke sini.," Ternyata satu tepukan adalah suatu tanda untuk memanggil prajurit kerajaan istana, Raja Sangkala memerintahkan kepada salah satu prajurit nya untuk mengambilkan bunga tujuh rupa.
bergegas prajurit kerajaan sangkakala pergi melaksanakan perintah dari sang Raja. tidak menunggu lama salah satu prajurit kerajaan sangkakala sudah datang dengan membawa bunga tujuh rupa yang diminta oleh Raja Sangkala, setelah memberikan bunga kepada Raja sangkakala prajurit itu pun Kembali ke tempat kerjanya.
Ratu Sima sedikit terkejut dan bingung dengan apa yang dilakukan oleh Raja sanggala yaitu ayahnya karena Ratu Sima tidak pernah mengerti untuk apa bunga tujuh rupa itu diminta, sementara dirinya sudah sangat tidak sabar ingin menunggu dan mendengar Bagaimana keadaan dari putranya yaitu pangeran tadus yang pergi dari kerajaan istana awang-awang Vampir yang sampai saat ini belum kembali.
sedikit rasa kecewa karena sang ayah yaitu Raja Sangkala tidak segera memberikan bantuan kepada Ratu Shima untuk mengetahui bagaimana keadaan dari putranya yaitu pangeran tatius.
Kesal, resah dan gunda menyelimuti hati Ratu Shima yang mana Ratu Shima merasa jika Raja sangkakala tidak benar-benar serius mau membantunya, terbukti sampai saat ini Raja Sangkala Justru bermain-main dengan sebuah baskom yang entah untuk apa, Ratu Shima berfikir Raja tidak benar-benar mau membantu nya.
"Raja...! untuk apa kita menunggu di sini Ayah kelihatan nya tidak benar-benar mau membantu kita,"
"Tenanglah Ratu, kau jangan emosi begitu kita tunggu sebentar, aku yakin Raja Sangkala tidak pernah berbohong dengan ucapannya."
"Tapi, Raja...;
"Tenanglah Ratu semua butuh kesabaran, tenang dan duduk lah kita tunggu saja apa yang akan Raja Sangkala katakan pada kita."
Dengan terpaksa Ratu Shima menggikuti apa yang di katakan Raja padanya, meskipun hatinya begitu sangat tidak yakin dan sangat kesal dengan apa yang di lakukan Raja Sangkalah.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Raja Sangkalah menyelesaikan ritual tugasnya, secara berlahan lahan Raja Sangkala memanggil Ratu Shima dan Raja Awang-awang Vampire
"Kemarilah kalian," Seru Raja Sangkala tanpa menoleh ke arah Ratu Shima dan Raja Awang-awang Vampire
Ratu Shima dan Raja Awang-awang Vampire untuk beberapa saat saling berpandangan sebelum kemudian keduanya memutuskan untuk melangkah mendekati Raja Sangkala yang telah memanggil nya.
"Ada apa, Ayah! kenapa kau memanggil kami."tanya Ratu Shima pada Raja Sangkala yang telah memanggil mereka.
"Kalian lihatnya, sendiri."seru Raja Sangkala yang kemudian membuat Raja Awang-awang Vampire dan Ratu Shima akhirnya Melihat ke arah baskom yang telah di tunjukkan oleh Raja Sangkala kepada mereka.
Wajah keduanya saling berpandangan pasalnya tidak ada apa-apa di dalam baskom berwarna tembaga kemerahan itu yang ada hanya taburan bunga tujuh rupa.
"Apa, yang harus kita lihat Raja, apa Ayah Meminta kita melihat bunga tujuh rupa lagi berenang." tanya Ratu Shima geli bercampur dengan kesal, sementara Raja Awang-awang Vampire pun ikut tertawa bingung juga.
Melihat putri dan menantunya justru tertawa Raja Sangkalah mengeryitkan dahinya.
"Apa yang sedang kalian tertawakan."
sontak saja ucapan sang Raja langsung membuat Ratu Shima dan Raja Awang-awang Vampire terdiam.
"Kenapa diam, jawablah." suara Raja Sangkala terlihat sedang tersinggung karena ulah putri dan menantunya.
Raja Awang-awang Vampire meneguk ludahnya dia bermaksud untuk menjelaskan, akan tetapi tidak jadi karena Ratu Shima ke buru bicara
"Ayah, apa yang kau lakukan pada kami, untuk apa Ayah Meminta kami melihat bunga tujuh rupa berenang."
"Apa? bunga tujuh rupa berenang, apa maksud mu Shima, aku menyuruh mu untuk melihat Keadaan yang ada di dalamnya bukan menyuruh kalian melihat bunga tujuh rupa berenang."
"Tapi, faktanya yabg ada cuma bunga tujuh rupa yang sedang berenang."
Raja Sangkala menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, kemudian dia melangkah mendekati Putri dan menantunya.
"Kenapa kau tidak mengambil bunga tujuh rupa untuk kau singkirkan, seharusnya bunga tujuh rupa ini kau singkirkan begini, nah taruh di sini kemudian lihat lah," perintah Raja Sangkala pada Ratu Shima dan Raja Awang-awang Vampire yaitu Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti.
Ratu Shima dan Raja Awang-awang Vampire tersentak kaget ketika secara perlahan lahan sosok bayangan yang tadinya terlihat samar dan tidak jelas kini mulai jelas terlihat.
"Pangeran Tatius...! Raja lihat bukankah itu putra kita."seru Ratu Shima girang pasalnya dia bisa melihat bayangan wajah dari putra mahkota yang sangat di rindukan nya.
"Benar, Ratu, itu pangeran Tatius."
"Ayah ... apakah yang ku lihat ini benar," tanya Ratu Shima ingin memastikan, dia seolah olah sedang bermimpi dan tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.
"Raja Sangkala maju mendekati Putri nya sambil tersenyum.
"Benar, dia pangeran Tatius."
"Apakah dia benar-benar baik-baik saja seperti apa yang kulihat ini Ayah,"
"Tentu saja."
"Ayah di manakah itu?"lagi-lagi Ratu Shima bertanya pada Raja Sangkala.
Raja Sangkala mengeryitkan dahinya menatap tak percaya wajah cantik putri nya.
"Apakah sampai sebegitu parah efek dari kerinduan mu pada Pangeran Tatius, sehingga tempat yang kamu kenal pun menjadi lupa dan tidak ingat."
"Ayah, bicara apa? aku cuma bertanya di mana tempat itu."Sungut Ratu Shima kesal, karena Raja Sangkala seolah olah sedang mengejeknya.
Raja Sangkala mengelengkan kepalanya, kemudian tatapan matanya berpindah pada Raja Awang-awang Vampire yaitu Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti.
"Apakah kau juga tidak tau tempat apa itu!" tanya Raja Sangkala pada Raja Awang-awang Vampire.
"Aku seperti nya pernah melihat tempat itu, tapi aku juga tidak ingat di mana itu," jawab Raja Awang-awang Vampire pada Raja Sangkala.
Raja Sangkala lagi-lagi menggelengkan kepalanya.
"Wah kalian benar-benar kelewatan masak Rumah sendiri tidak ingat, parah kalian itu." ucap Raja Sangkala seolah menyesal karena mereka berdua Raja Awang Awang Vampire dan Ratu Shima tidak menggenali tempat itu.
"Ayah, kau jangan bercanda katakan ,ayah di mana tempat itu berada aku yakin Ayah pasti tau tempat itu, ijinkan kami ke sana menjemput pangeran Tatius."
"Rindu dan kepanikan kalian membuat kalian kehilangan akal sehingga tempat sendiri tidak ingat, bukankah itu berada di dalam Ruangan Kerajaan Awang Awang Vampire, coba kalian perhatikan dengan baik-baik, bukankah ruangan itu terletak berada di belakang kerajaan kalian.'
Ratu Shima dan Raja Awang-awang Vampire segera mengamati tempat yang berada di dalam air baskom tembaga dan benarlah setelah diamati dengan seksama pangeran Tatius yang terlihat di dalam air baskon itu memang berada di ruangan Bangunan yang ada di kerajaan istana Awang Awang Vampire bagian belakang.
"Astaga, ternyata pangeran berada di istana, kenapa kita bodoh dan tidak menggetahui nya, Raja ayo kita pulang pangeran sudah berada di istana bagian belakang." ajak Ratu Shima pada Raja Awang-awang Vampire, yang mana ajakan dari Ratu Shima langsung di setujui.
"Apakah kalian akan segera kembali," tanya Raja Sangkala pada Putri nya.
"Iya, Ayah aku ingin segera bertemu dengan pangeran Tatius, aku sangat merindukannya."
"Jangan ganggu putramu, dia lagi butuh ketenangan jadi biarkan saja dia untuk sementara waktu."pesan Raja Sangkala pada Ratu Shima.
Raja Awang-awang Vampire membenarkan apa yang di katakan Raja Sangkala.
"Ratu! tahan dulu kerinduan mu, berikan kesempatan pada pangeran Tatius untuk menyendiri." mendengar perintah dari Raja Awang Awang Vampire Ratu Shima akhirnya menerima, memberikan waktu untuk pangeran Tatius.
.