
Udara siang yang segar dengan semilir angin yang menerpa tak mampu menyegarkan hati Sang Ayah yang hatinya lagi di landa rasa gundah.
Ayah Tania menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan pandangan mata nya lurus ke depan dan terkadang menatap langit.
"Tania...bukan putri kandung ku, dia putri dari gadis yang aku cintai!"
Satu kalimat yang sempat membuat pak guru Wili terperanjat kaget, dia tak menyangka jika Tania ternyata bukan putri kandung dari laki-laki yang ada di depannya, sosok Ayah yang sangat menyayangi putri nya bahkan tak terlihat sedikit pun jika sesungguhnya Tania bukan putri kandung nya pasalnya Ayah, Tania memperlakukan Tania dengan sangat baik dan sangat memanjakan nya. Pak guru Wili menelan ludahnya dengan kasar yang tiba-tiba kerongkongan nya terasa kering.
Kembali Ayah Tania melanjutkan ceritanya.
"Ibu Tania Hamil setelah pulang bersama teman teman nya dari puncak, ketika itu Ibu Tania bersumpah dia tidak melakukan hubungan dengan siapapun bahkan dengan pacarnya sekalipun, aku hanya seorang teman yang mengagumi nya, jadi aku bukan pacarnya di antara kami hanya ada hubungan persahabatan, Ayah dari ibu Tania sangat murka dan mengusir Ibu Tania dari Rumah dan kebetulan saat itu aku yang lagi mencari kayu bakar di tepian sungai melihat Ibu Tania hendak bunuh diri, aku mencegahnya dan meminta nya untuk bercerita apa masalah nya, ketika itu usia kandungan dari Ibu Tania masih empat bulan jadi masih belum terlihat, dia benar benar ingin bunuh diri karena tak ada satupun yang akan mempercayai cerita nya bahkan Ibu Tania juga pernah bercerita pada kekasihnya berharap kekasihnya percaya padanya, tapi tidak, kekasih nya juga sama seperti orang tua ibu Tania, mereka tidak percaya dan akulah satu-satunya orang yang percaya akan ceritanya, aku mengugatkan hatinya agar dia tidak bersedih dan tetap mau menjaga bayi nya sampai lahir akhirnya dia mau menurut, ketika Tania berusia dua Minggu Ibunya meninggal dan akulah penganti Ayah dan ibu untuk Tania dan sampai detik ini Tania tidak pernah tau bagaimana wajah dari ibunya karena aku tidak pernah memberitaunya bahkan aku sendiri berusaha melupakan nya tapi aku tak bisa karena wajah mereka bagaikan pinang di belah dua sangat mirip."
Ayah Tania menghela nafas panjang sebelum menghembuskan nya dengan sangat perlahan, kemudian jari tangan Ayah Tania merogoh dompet yang ada di saku celana panjangnya.
"Ini, wajah dari ibu Tania, kau berhak mengetahui karena kamu calon menantu nya."Ayah Tania menyodorkan dompet yang ada sebuah foto kecil di sana. Foto wajah seorang gadis cantik dengan bibir tipis kulit putih bersih hidung mancung, rambut panjang yang diikat menjadi satu dengan alis tebal dan lesung Pipit di pipi kanannya, Pak guru Wili menatap dengan wajah tak bergeming tangannya bergetar dan tubuh nya seolah hilang keseimbangan karena terhuyung kebelakang tapi tidak jatuh bibirnya tiba-tiba keluh, Ayah Tania mengambil kembali dompet yang ada fotonya dari tangan pak guru Wili, Ayah Tania mengeryitkan dahinya melihat raut wajah pak guru Wili yang berubah menjadi sendu dan berkabut.
"Pak guru Wili Kenapa?"tanya Ayah Tania ingin tau.
Dengan senyum yang seperti di paksakan pak guru Wili menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada apa apa, aku cuma merasa sedikit pusing kalau boleh saya pamit dulu."ucap pak guru Wili memberikan penjelasan.
"Boleh, tentu saja boleh mari silahkan saya antar sampai depan.
Ayah Tania menggantar kepulaangan pak guru Wili sampai di depan pintu, setelah melambaikan tangan pak guru Wili pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, pak guru Wili tidak langsung pulang dia memilih pergi ke sebuah pantai, sampai di sana pak guru Wili langsung berteriak dengan sangat keras.
"Tidaaaaak ....!"ini semua tidak mungkin! teriak pak guru Wili sambil menendang nendang pasir sebelum akhirnya jatuh terduduk.
"Aaaaaaaaraagh... !"Pak guru Wili mengacak acak rambutnya sendiri. Zahra maafkan aku!"aku terlalu egois sehingga tidak pernah mempercayai semua ucapanmu, pantas saja sejak pertama aku melihat Tania aku seperti melihat mu aku tidak perduli sikap gadis itu wajahnya yang mirip dengan mu membuat ku terobsesi untuk memiliki nya." ucap pak guru Wili keluh dengan air mata mulai menetes.
"Aku tak pernah menyangka jika Tania adalah putrimu, Zahra.. cinta kita tidak bisa menyatu tapi ijinkan cintaku menyatu dengan putri mu percaya lah aku akan mencintainya sama ketika aku mencintaimu dan tak kan kubiarkan siapapun memiliki nya selama aku masih hidup Tania akan menjadi milikku, aku tidak perduli akan takdir nya akan ku rubah takdir itu Tania akan menjadi milikku untuk selamanya aku tidak perduli dia putri siapa dan untuk mahkluk si bau busuk itu kau tidak akan bisa merampas Tania dari genggaman ku, jika kau berani sekali saja melangkah mendekati Tania maka aku tidak akan segan segan memusnahkan mu."Gumam pak guru Wili dalam hati.
Di krajaan Awang Awang Vampire tampak putri Lin Ying sedang gusar dan bingung dua hari sudah pangeran Tatius tidak kembali hal itu membuat kesal dan uring-uringan bahkan Putri Lin Ying tak segan segan membentak para Dayang istana yang bertugas melayani nya.
"Aku tidak bisa begini terus aku harus buat, Raja mencari Pangeran Tatius, aku tidak tahan jika disini tak ada dia bisa mati berdiri karena pusing memikirkan nya kalau begini terus.
Bergegas putri Lin Ying pergi ke istana tempat kepribadian Raja Awang-awang Vampire. Kali ini semua terlihat sepi dan tak ada Ratu Derbah ataupun Ratu Shima, membuat putri Lin Ying tersenyum senang karena akan bisa bertemu dan berbincang berdua saja dengan sang Raja.
"Pengawal, apa Raja ada di dalam?"
"Ada, tuan putri!"
"Baik, putri!"
Pengawal kerajaan istana Awang Awang Vampire segera masuk dan memberi tau kepada Raja bahwa di luar ada putri Lin Ying yang ingin bertemu.
Tidak menunggu lama sang pengawal istana pun keluar menemui Putri Lin Ying.
"Silahkan masuk Tuan putri, Raja sudah menunggu di dalam.'
ucap sang pengawal menyampaikan pesan dari sang Raja.
Putri Lin Ying segera masuk ke dalam dan terlihat lah Raja sedang duduk di kursi kebesaran nya.
"Salam, Raja!"
"Ya, katakan ada apa kau ingin menemuiku "
"Raja, sebenarnya saya ... saya tidak suka dengan Pangeran Yervan, saya...
Raja berdiri dari tempat duduknya dan mengangkat tangan nya sebagai tanda putri Lin Ying di suruh untuk menghentikan ucapannya.
"Aku, sudah tau, kamu menyukai pangeran Tatius kan?" tanya Raja pada putri Lin ying, membuat Putri Lin Ying mendelik tak percaya sebelum akhirnya dia mengagguk.
"Maafkan saya Raja!" ucapnya lirih.
"Lalu apa tujuan mu menemuiku?' apa kau ingin aku menyatukan kamu dengan Pangeran Tatius."
"Iya, tapi apa Raja tau jika pangeran Tatius tidak akan menerima ku karena dia punya gadis pilihan lain yaitu anak manusia."
"Apa? anak manusia apa maksud mu?"
"Pangeran Tatius menyukai bangsa manusia."
"Ha....ha . ha....itu tidak mungkin, kau jangan mengada ada putri."
"Aku bicara benar Raja, bahkan sudah dua hari ini pangeran Tatius tidak ada di dalam istana.
wajah Raja yang tadinya datar dan biasa saja tapi kini terlihat merah padam yang seperti nya menahan marah.