The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.192.KELIMPUNGAN



Devan dan Tania yang lewat jalan halaman belakang membuka pintu pagar dengan perlahan lahan dan terlihat lah sosok wanita tua paruh baya sedang menjemur baju


"Nenek....!'teriak Tania dan Devan bersamaan, membuat sang Nenek langsung menoleh ke sumber suara.


"Devan.... Tania!" kalian masih ingat sama nenek," seru sang Nenek senang karena merasa masih di ingat dan tidak di lupakan.


"Tentu saja ingat masak kami lupa sih Nek."


"Nenek lagi apa?" tanya Tania yang langsung berdiri di dekat sang Nenek.


"Ini, Nenek lagi menjemur baju, apa kalian cuma datang berdua saja."


"Iya, Nek..! maunya Devan kita mau pergi berdua saja sama seperti waktu waktu itu tapi itu, cicak cicak pada ikut jadinya kami berangkat berempat."ujar Devan menjelaskan membuat sang Nenek tertawa lebar dia sangat memahami jika sebenarnya cucunya ini sangat mencintai Tania tapi mau bagaimana lagi, jika Tania nya mencintai orang lain.


"Pergi dengan siapa kalian,"tanya Nenek sambil menjemur sisa sisa baju yang belum terjemur.


"Kan tadi Devan sudah bilang Nek, Devan pergi dengan Cicak cicak."kekesalan Devan pada pangeran Tatius membuat Devan memberikan hadiah nama nama binatang yang sangat menjengkelkan.


"Hussst...!"enak saja pacarku kamu bilang cicak kamu kodok tuh suka nglompat sana nglompat sini,"sungut Tania yang tidak trima pacar nya di beri nama binatang yang suka merayap di dinding sambil menjewer telinga Devan membuat Devan meringis kesakitan.


"Ampun...Tia...!aduh sakit ini, masak telingaku di jewer begini, entar kalau putus bagaimana, apa kamu mau tanggungjawab dan mau nganti telingamu sebagai jaminannya."ujar Devan


Tania melepaskan tangannya yang menjewer telinga Devan dan kini berubah dengan memukulnya, Devan yang tidak mau dan tidak rela badan nya di pukul segera berlari bersembunyi di balik punggung sang Nenek.


Melihat ulah kedua bocah remaja yang sangat menggemaskan sang Nenek tersenyum sambil menggelengkan kepalanya ada rasa bahagia meskipun hatinya merasa iba pada cucu nya, cinta tulus Devan tak kan bisa bersambut dan mungkin selama nya Devan akan mencintai Tania dari jauh.


"Sudah..ayo masuk kasian teman kamu nunggu di luar," ucap Nenek sambil menenteng kaleng kosong bekas tempat baju bajunya yang basah.


Sementara pangeran Tatius yang gusar karena sudah sekian menit Tania dan Devan tidak muncul dan tidak juga pintu depan di buka membuat pikiran otaknya traveling ke mana mana, Pangeran Tatius bisa santai dan slow Tania dengan siapapun tapi dengan Devan benar benar membuat nya jeles, karena pangeran Tatius mengerti jika sesungguhnya Devan bisa melakukan apa saja demi Tania bahagia, Devan sangat mencintai Tania bahkan ihklas dan rela Tania menerima dirinya karena Devan ingin Tania bahagia.


Berkali-kali pangeran Tatius menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar dan beberapa kali juga pangeran Tatius mengusap wajahnya dengan kasar. Clara yang melihat pangeran Tatius seperti orang yang resah berjalan mendekati nya.


"Apa yang kau pikirkan?" apakah kau berfikir di antara mereka akan ada...


"Tidak," jawab Pangeran Tatius sebelum Clara menyelesaikan perkataannya, pangeran Tatius tidak ingin gadis yang ada di depannya ini juga memahami keresahan hatinya.


"Kau tunggu di sini aku mau lihat lihat di pintu belakang apakah mereka masih di sana atau tidak, kamu capek menunggu juga kan?


"Iya, aku bosan menunggu begini."meskipun dalam hati Clara justru senang bisa berlama-lama dengan pangeran Tatius.


"Baiklah kau tunggu di sini."


ucap pangeran Tatius seraya melangkah pergi tapi dengan cepat tangan halus Clara menggengam erat tangan pangeran Tatius.


"Tidak usah pergi kita tunggu saja di sini."


Dengan perlahan lahan pangeran Tatius menepis tangan Clara.


Ketika pangeran Tatius sedang sibuk dengan lamunannya tiba tiba Clara berteiak.


"Tatius... tolong aku,"sontak saja teriakan Clara membuat pangeran Tatius dengan gerakan cepat menangkap tubuh Clara yang hampir jatuh tersungkur ke lantai mungkin dia baru saja kepleset sehingga tubuhnya menjadi lumbung dan hendak jatuh, beruntung pangeran Tatius orang yang pandai dalang silat dengan insting yang tinggi sehingga bisa dengan muda menangkap tubuh Clara yang limbung. sehingga Clara jatuh ke dalam pelukan pangeran Tatius, yang mana kedua tangan Clara melingkar manis di leher Pangeran Tatius dan kedua tangan Pangeran Tatius memegang erat pinggang Clara karena posisi Clara yang hendak jatuh bagaikan orang yang sedang kayang maka posisi pangeran Tatius berada diatasnya dengan kekuatan menahan tubuh Clara agar tidak jatuh ke lantai dan pada saat yang bersamaan pintu di buka dan kebetulan yang membuka pintu Tania, melihat pemandangan manis di depan nya dengan kasar Tania bicara.


"Masuklah....!


Mendengar suara yang tak asing lagi pangeran Tatius segera tengadah setelah sekian detik wajahnya hampir mencium Clara dan seketika pangeran Tatius mendelik melihat wajah masam di depannya tanpa A...B...C.. pangeran Tatius langsung melepaskan pegangannya tangannya pada Clara.


"Tania tunggu....! seru pangeran Tatius dengan sedikit berlari kecil menjajari langkah kaki dari kekasihnya yang mungkin kini lagi ngambek.


"Tadi itu, Clara mau jatuh dan aku cuma mau menolong nya...dan aku....


"Aku tidak bertanya jadi tidak perlu juga memberikan jawaban."jawab Tania dengan suara dingin.


"Mampus gue...ini anak ngak pernah jeles sekali jeles bikin kelimpungan aku, apa yang harus aku lakukan, duh nyesek banget di cuekin gini.aku kan baik cuma mau nolong."Gumam pangeran Tatius dalam hati yang sesekali dia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


Devan mengeryitkan dahinya ketika melihat wajah kusut pangeran Tatius.


"Kamu kenapa...?" habis ke sambet ya?"tanya Devan penasaran dengan melihat wajah kusut pangeran Tatius yang dianggap nya lucu.


"Diam, jangan brisik,"


"Idih cuma di tanya begitu marah."


"Tania ke dalam lagi ngapain sih?' tanya pangeran Tatius penasaran karena setelah mempersilahkan masuk Tania langsung berjalan ke belakang dengan wajah masam yang bisa di rasakan dengan jelas jika Tania lagi kesal padanya.


"Bantu bantu Nenek mempersiapkan makan bersama, kenapa sih tanya terus sekali kali berduaan dan mesra mesraan nya di tahan dulu ini Rumah Nenek, jadi bersikap yang biasa biasa saja dulu untuk sementara." ujar Devan panjang lebar.


"Biasa biasa apaan!" pacar gue lagi ngambek situ aja yang ngak tau dan semua itu gara gara tuh pacar kamu yang ceroboh itu ,bisa bisanya mau jatuh begitu mana posisi gue lagi ngak aman bibirnya hampir nyetuh bibir gue nih!" seru pangeran Tatius menjelaskan membuat Devan tertawa lebar.


"Baguslah, setidaknya hari ini aku tidak akan melihat kemesraan kalian."seru Devan sambil terkekeh membuat pangeran Tatius melayangkan sebuah pukulan kecil di kepala Devan hingga membuat Devan meringis.


Dari balik pintu terlihat Tania sedang membawa sayur dan lauk dengan sangat cepat pangeran Tatius melompat dan mendekati nya.


"Sayang, sini aku bantu membawanya."Dengan gerakan cepat pangeran Tatius hendak menggambil apa yang di bawa Tania tapi dengan cepat pula Tania melarang.


"Ambil sendiri yang di belakang jangan main serobot punya orang."ucap Tania memberikan penjelasan dan jawaban membuat Pangeran Tatius menelan ludahnya dengan kasar.


"Masih ngambek ya!" maaf aku tidak bermaksud...


"Aku tidak bertanya jadi tidak perlu memberi kan penjelasan." potong Tania seraya melangkah dengan cepat dan disisi lain Devan yang melihat Tania dan Tatius lagi perang dingin diam diam tersenyum bahagia.


"Rasain tuh!"