
Setelah kepergian Ratu Shima dari kamar pangeran Yervan.
Empat pasang mata yang sedari tadi mengawasi, mulai melakukan gerakan nya.
"Patih Ramboka , inilah saat yang tepat untuk
menculik pangeran Yervan."
"Benar Ratu."
Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang."
"Buat listrik padam, agar pangeran Yervan, tidak mengenali kita, saat kita membawanya.
"Siap, Ratu, perintah segera di laksanakan.
Dalam hitungan menit lampu sudah padam.
Terlihat Pangeran Yervan, kebingungan.
"Kenapa,,,,,"tiba tiba lampu nya padam !"
pengawal, cepat , nyalakan lampunya.
"Hei...siapa kau ?"Mengapa kau mengendongku
Woi. ... lepaskan aku."
Pangeran Yervan, memberontak namun tenaganya yang benar benar belum pulih, membuat nya tidak berdaya.
Di sebuah bangunan rumah yang terlihat tidak
pernah di rawat dan seperti tidak berpenghuni, disitulah pangeran Yervan di bawa.
"Siapa kalian, berani sekali menculik ku!"
"Siapa, yang ingin menculikmu pangeran?"
"Ibunda Ratu Derbah...!"Kenapa ibunda Ratu
membawaku kesini ?"
"Apa..."yang mau pangeran Yervan lakukan, kenapa ingin bertemu dengan Raja."
"Bunda Ratu.."aku ingin pangeran Tatius Bebas,
kasian dia di penjara bukan karena kesalahannya."
"Pangeran Yervan...!"apa kamu sudah bodoh, bukankah jika pangeran Tatius di penjara maka
peluang kamu menjadi penganti raja lebih besar.
"Tapi bunda"
"Stop,,,,,!” jangan melawan perintahku, apa yang kulakukan padamu itu semua demi kebaikan dan masa depanmu Yervan."
"Tapi ...bunda Ratu...?"
"Tak ada, tapi tapian lagi...!"ikuti semua perintahku.
"Apakah, ibunda Ratu sudah lupa, jika dulu pangeran Tatius lah yang menyelamatkan nyawaku?"
"itu sudah tugas nya sebagai saudara, jadi kamu tidak perlu merasa berhutang budi padanya."
"Tapi, Bunda Ratu ..?"
"Aku tidak mau mendengar apapun."
Sementara di penjara tampak pangeran Tatius sedang duduk bersila.
Dan di luar para penjaga tetap bersiaga.
Ketika mereka, melihat seorang yang lewat
di depan mereka, serentak mereka memberikan salam.
"Salam hormat kami, Raja...!"
Sang Raja hanya menganggat tangan sebagai balasan ucapan salam dari mereka.
ketika sang Raja berhenti di depan pintu
penjara di mana pangeran Tatius di kurung.
"Buka pintunya..!"
"Baik, raja...!"
Bergegas para penggawal yang berjaga di tempat itu segera membuka kan pintu.
"Silahkan Raja...!
"Sekarang pergilah, tinggalkan kami berdua".
"Baik, Raja.
Bergegas para pengawal pergi meninggalkan
Raja dan pangeran Tatius berdua saja.
Melihat siapa yang datang menjenguknya,
Segera pangeran Tatius turun tempat bersilanya.
" Ayah....!"maaf,
kenapa Raja datang kesini?"
"Pangeran TAtius, keluarlah."
"Maksud Raja apa ?"
"Pangeran Tatius, aku ini, Ayah mu !"
Jangan manggilku dengan sebutan Raja, panggil aku Ayah.
"Ada angin apa...! Raja, tiba tiba bersikap baik kepadaku."
"pangeran Tatius...."tidak bisakah kita tidak berdebat.
Pangeran Tatius menarik Nafas dalam dalam sebelum menghembuskan nya dengan kasar.
"Aku tidak mengerti maksud Raja, atas dasar apa aku sekarang di bebaskan."
"Pangeran Tatius, buanglah egomu aku tidak bisa menjelaskan, tapi hari ini kamu harus keluar dari penjara.
"Raja takut, dengan ibunda Ratu Shima kan ?"
dan pastilah ibunda Ratu yang meminta Raja
untuk membebaskan saya.
Benar, begitu kan Raja Agung yang mulia.
Ucap pangeran Tatius sinis.
Raja geram dengan tingkah laku pangeran Tatius yang menjengkelkan.
Sehingga membuat Raja berteriak.
"Pangeran...Tatius...???"
"Jaga ucapanmu, jangan bicara sembarangan apalagi omong kosong.
Sekarang terserah kamu...."kamu mau bebas atau membusuk di penjara selama nya.
"Baiklah, Raja, aku mau keluar bersamamu,
meskipun aku tau, jika kamu menggeluarkan aku dari sini kamu memiliki tujuan sendiri.
Tanpa menunggu Raja segera keluar dengan di ikuti pangeran Tatius.
Raja berjalan menyusuri lorong goa yang ada di belakang penjara
"Raja mau membawaku kemana....?"
ini bukan arah ke istana!"
Tanya pangeran Tatius was was dia khawatir Raja merencanakan hal buruk padanya.
Diam diam
Pangeran Tatius menggatur kewaspadaan.
Pangeran Tatius sangat menggenal Ayahnya, yang terkenal sebagai Vampire berdarah dingin.
Dia bisa melakukan apapun dan pada siapapun.
Tiba tiba Raja berhenti di tengah perjalanan.
Pangeran Tatius yang tiba-tiba di ajak berhenti
menjadi khawatir dan was was.
"Kenapa kita berhenti di sini Raja ?"
"Nanti kau juga akan tau."
Ucap Raja sambil tersenyum.
Namun senyum itu terlihat
aneh dan penuh misteri.
Pangeran Tatius menatap dengan penuh keheranan.
"Apa, yang kamu pikirkan pangeran,"
"Tidak ada, Raja."
"Baguslah",
Sekilas Raja menatap pangeran Tatius yang penuh dengan kebinggungan, kemudian tersenyum.
Raja melangkah maju sedikit dari samping Tatius.
Kemudian Raja menepuk kan tangan nya
tiga kali.
"Pok....! Pok...!.Pok...!"
Tidak berselang lama muncullah beberapa orang Vampire lengkap dengan senjata di
tangan.
Pangeran Tatius tersentak kaget, refleks gerak
kakinya melangkah mundur beberapa langkah
kebelakang.
"Apa, yang Raja lakukan?"
siapa mereka dan mau apa mereka?"
Raja Tersenyum sinis, dia tidak menjawab pertanyaan Pangeran Tatius, namun Raja
justru berseru....
"Prajurit....."serang....!!!
"Raja...."apa yang kau lakukan...?"
Raja....!
pangeran Tatius tidak dapat bicara dan bertanya lebih banyak lagi.
karena perhatian nya kini harus fokus menghindari dan melawan semua prajurit suruhan Raja.
Para prajurit sungguh tidak punya hati
mereka menyerang dengan tidak memberikan kesempatan sedikit pun pada pangeran Tatius
untuk bisa leluasa.
Dengan kemampuan yang pangeran Tatius miliki sepuluh orang prajurit istana hampir
bisa di lumpuhkan semua nya.
Namun ketika pangeran hampir berhasil
melumpuhkan semuanya, kembali Raja
berseru.
"Serang...!!!
Maka dari balik rerimbunan pohon
muncullah beberapa prajurit mereka semua
menyerang pangeran Tatius.
kali ini serangan mereka tidak menggunakan tangan kosong tapi menggunakan senjata.
Sedangkan sang Raja tersenyum dengan penuh
bahagia.
Sang penasehat istana yang saat itu juga berada di sana sedang cemas dan was was.
"Raja,....!ini sangat berbahaya bagi pangeran Tatius, pangeran bisa terluka, Raja.
"Tenanglah, penasehat "kalau pangeran Tatius
terluka ada banyak tabib di istana.
jadi kamu tenang saja.
Raja menepuk nepuk bahu penasehat.
Tenanglah, pangeran Tatius pasti mampu
melewati ujiannya.
"Ayo, kita pergi, kita tunggu pangeran Tatius di balik bukit itu, kalau di menang dan berhasil
pasti dia akan melewati jalan itu.
"Siap, Raja."
Tanpa membantah penasehat istana menggikuti Raja, hanya dengan sekelebat
bayangan mereka sudah menghilang.
Sedangkan pangeran Tatius, yang menyadari kepergian Raja,
hatinya begitu geram.
"Kau licik sekali, Raja, lihat saja aku akan
membuat perhitungan dengan mu, setelah ini.
Bersambung ..