
Bibi Derbah dan patih lembu ireng segera berlari mendekati tubuh Pangeran Tatius yang pingsan, Dengan sangat hati-hati dan dengan sangat perlahan lahan Patih lembu ireng menggangkat tubuh Pangeran Tatius yang sedang pingsan.
"Kau mau membawanya ke mana paman Patih?"tanya Bibi Derbah binggung, dia tak mengerti mengapa Patih lembu ireng menggangkat tubuh Pangeran Tatius yang pingsan.
"Aku mau bawa ke tempat yang sedikit aman agar tidak terlihat orang, dengan keadaan pangeran Tatius yang lagi pingsan begini, tidak mungkin dia bisa langsung terbang pergi, aku khawatir ada orang yang lewat di pantai ini."
"Kamu benar, ayo kita cari tempat yang aman dan segera menyadarkan pangeran agar tidak terlalu lama pingsan, aku khawatir ikan bakar yang masuk ke dalam perut pangeran Tatius itu beracun."
"Sshtt...kamu jangan menakut nakuti ku, tidak mungkin ikan yang kita makan itu berbeda yang kita makan ikan nya sama bagaimana mungkin bisa beracun."
"Sudahlah, aku juga tidak tau aku kan cuma menduga-duga."
Patih lembu ireng menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari Bibi Derbah, yang Jujur saja membuat nya takut, entah mengapa sejak pangeran Tatius masih kecil sampai dewasa Patih lembu ireng sangat menyayangi nya bahkan jika boleh, Patih lembu ireng menggagap pangeran Tatius seperti anaknya, sakitnya Pangeran Tatius adalah sakitnya dan kebahagiaan Pangeran Tatius adalah kebahagiaan nya.
Tak berapa lama sampai lah pada tempat yang di anggap aman. Patih lembu ireng merebahkan Pangeran Tatius dengan sangat hati hati dan pelan.
"Bibi... Tolong jaga Pangeran Tatius, aku mau pergi menggambil air di pantai tadi, agar Pangeran Tatius bisa cepat siuman."
"Air..!" kenapa tidak memintaku membawa nya tadi, Kenapa harus kembali lagi."
"Maaf aku lupa."
"Ya sudahlah pergilah tapi jangan lama lama." teriak Bibi Derbah menggingat kan yang langsung mendapat kan jawaban anggukan kepala dari paman Patih lembu ireng.
Dengan setia dan penuh dengan kesabaran, Bibi Derbah menunggu Pangeran Tatius bisa sadar, Bibi Derbah menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan sangat kasar, pikiran nya sangat tidak tenang ada beberapa macam pertanyaan yang sangat menggangu hatinya.
"Benarkah, Pangeran Tatius keracunan ikan ataukah apa yang terjadi pada Pangeran Tatius proses dan reaksi dari mutiara hijau, di pandangi nya lekat lekat wajah Tampan yang ada di depannya, tidak ada perubahan apapun bahkan semua masih tetap sama hingga dua puluh menit lamanya, keadaan Pangeran Tatius tidak berubah, merasa terlalu lama menunggu kedatangan dari Patih lembu ireng Bibi Derbah bangkit dari duduknya dan melihat ke arah pantai, terlihat lah dari kejauhan Patih lembu ireng sedang berjalan dengan membawa air yang hanya di letakkan pada daun yang sudah di buat seperti kerucut untuk menampung air Bawaannya. Bibi Derbah tersenyum senang akhirnya patih lembu ireng datang juga, agar tidak terlihat Patih lembu ireng jika dirinya sedang menanti kedatangan Patih lembu ireng, dengan cepat Bibi Derbah masuk kembali ke dalam goa yang tidak begitu sempit, di mana di situlah Patih lembu ireng menempatkan pangeran Tatius.
Pantai laut samudera x memang miliki banyak goa di sekitaran pantai. Kembali Bibi Derbah melihat Pangeran Tatius yang masih terbaring pingsan, Bibi Derbah pun merasa aneh mengapa tubuh pangeran Tatius tetap belum berubah menjadi manusia, hal itulah yang Bibi Derbah sedikit gusar dan binggung apa yang terjadi pada Pangeran Tatius.
Samar samar Bibi Derbah mendengar suara derap kaki, Bibi Derbah yakin itu pasti suara derap kaki dari Patih lembu ireng, dengan cepat Bibi Derbah berpindah tempat sedikit menjauh dari pangeran Tatius kemudian memejamkan mata sengaja Bibi Derbah berpura-pura tidur agar tidak di sangka sedang menanti Patih lembu ireng, meskipun sebenarnya Bibi Derbah memang menunggu nya, sikap patih lembu ireng yang sangat perhatian, sabar dan setia terhadap pangeran Tatius membuat Bibi Derbah kagum dan terpesona.
Suara derap langkah kaki semakin lama semakin semakin dekat dan dengan cepat Bibi Derbah pura-pura tertidur.
"Patih lembu ireng segera menghampiri pangeran Tatius yang sedang terbaring pingsan akan tetapi patih lembu ireng terkesiap Melihat apa yang terjadi dengan Pangeran Tatius.
"Bibi Derbah bangun,!" cepat ke sini,"Teriak Patih lembu ireng dengan suara keras, Bibi Derbah sedikit kesal baru juga mau berpura-pura tidur, Patih lembu ireng justru berisik bahkan berteiak. Karena Bibi Derbah belum juga datang menghampiri kembali Patih lembu ireng berteiak.
"Bibi .!' cepat lah." teriak patih lembu ireng.
"Ada apa sih, teriak teriak brisik tauk!
"Lihat..!" seru Patih lembu ireng dengan menunjuk pada tubuh Pangeran Tatius yang masih terbaring pingsan. Dengan gerakan refleks Bibi Derbah melihat ke arah Pangeran Tatius dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat apa yang ada di depan matanya.
"Paman... pangeran sudah berubah menjadi manusia."teriak Bibi Derbah girang.
"Iya..! kamu kenapa justru tidur jadinya tidak tau perubahan dari pangeran."
Dengan senyum sedikit tersipu malu Bibi Derbah menjawab.
"Aku sangat mengantuk," ucapnya berbohong," tidak mungkin jika harus bilang pura-pura tidur, khawatir di tuduh menunggu Patih lembu ireng.
"Oh, lihat.... Tampan ya Pangeran Tatius jika menjadi manusia."
"Iya, jadi Vampire saja dia sudah tampan apalagi menjadi manusia, paman! apakah pangeran masih menggenali kita nantinya.
"Tentu saja masih, tapi..!" aku tidak tau juga smoga pangeran Tatius tidak berubah."ucap Patih lembu ireng yang juga ikut khawatir.
"Bagaimana, apakah kita buat pangeran Tatius sadar atau kita biarkan saja."tanya Bibi Derbah ingin mendapatkan pendapat dari Patih lembu ireng.
"Kita tunggu saja karena pada dasarnya kita tau jika Pangeran Tatius tidak Kenapa napa itu hanya reaksi dari mutiara hijau miliknya."
"Benar, kita tunggu saja dan semoga pangeran Tatius tidak lupa pada kita."
Hampir satu jam lamanya Bibi Derbah dan patih lembu ireng menunggu pangeran Tatius untuk sadar dan tak lama kemudian Pangeran Tatius mulai mengerak gerakkan tubuhnya yang kemudian kedua matanya terbuka.
Melihat pangeran Tatius mengerjap ngerjapkan matanya, Bibi Derbah yang melihat itu segera menghampiri pangeran Tatius.
"Pangeran...!" kau sudah sadar."
"Bibi .! memangnya aku kenapa?"
"Pangeran pingsan cukup lama, bagaimana perasaan pangeran saat ini."
Bibi Derbah dan patih lembu ireng saling berpandangan, yang akhirnya patih lembu ireng menggeleng kan kepalanya memberi tanda agar tidak perlu memberi tau pangeran Tatius jika dia sudah berubah menjadi manusia, Biarlah pangeran Tatius Sendiri yang nantinya mengetahui.
"Kenapa Bibi diam," tanya pangeran Tatius penasaran.
"Tidak ada apa-apa, pangeran, kami lelah mau beristirahat sebentar,," ucap Bibi Derbah yang kemudian melangkah pergi sedikit menjauh.
"Aku juga mau beristirahat pangeran, maaf aku tinggal dulu.'ucap Patih lembu ireng yang kemudian melangkah pergi sedikit menjauh pula. Pangeran Tatius yang memiliki Indra penciuman yang sangat tajam dan insting yang kuat dapat merasakan jika Patih lembu ireng dsn Bibi Derbah yang tiba-tiba terasa aneh pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan.
Pangeran Tatius hanya mengelengkan kepalanya melihat Bibi Derbah dan Patih lembu ireng tiba-tiba pergi secara bersamaan.
"Ada ada saja mereka itu,"ucap Pangeran Tatius sambil mengusap wajahnya dengan kasar, pangeran Tatius sedikit merasa aneh ketika tak lagi merasakan ada kuku yang panjang dan runcing.
"Apa aku tidak salah melihat, mereka sudah pada tertidur aku ingin tau apa yang terjadi dengan ku, dengan gerakan refleks, pangeran Tatius segera melesat terbang tinggi ke luar goa.
Patih lembu ireng dan Bibi Derbah yang tidak benar benar tidur menjadi terkejut dengan apa yang di lakukan pangeran Tatius.
"Paman patih lembu ireng, kenapa pangeran Tatius ke luar goa."
"Aku juga tidak tau , ayo kita kejar pangeran Tatius aku Khawatir dengan nya."
Bibi Derbah dan Patih lembu ireng segera melesat terbang tinggi ke luar goa.
Sementara pangeran Tatius berhenti di sebuah pantai yang jernih airnya dengan perlahan lahan pangeran Tatius mendekatkan wajahnya pada air yang jernih, maka terpantul lah bayangan dari wajah Pangeran Tatius yang seketika membuat pangeran Tatius menatap tak percaya.
"Aku..wajahku, sudah berubah menjadi manusia apa aku tidak bermimpi?" Seru Pangeran Tatius yang terus bicara pada dirinya sendiri. Di pandangi nya tangan yang tak lagi berkuku panjang dan Pangeran Tatius menyentuh giginya yang juga tak lagi runcing, bibirnya tersenyum bahagia.
"Akhirnya, aku akan layak menjadi kekasih dari Tania, tunggu aku akan datang aku akan berikan kabar yang menyenangkan ini pasti kamu akan senang melihat ku," desis Pangeran Tatius dalam hati.
"Rasanya sudah tidak sabar ingin memberitahu Tania lebih baik aku temui dia sekarang juga."ucap Pangeran Tatius yang sudah bersiap siap untuk terbang menemui Tania tapi belum sampai pangeran Tatius melakukan paman patih lembu ireng sudah berteriak.
"Tunggu...! Pangeran jangan pergi dulu.
"Ada apa Paman?" aku dan Bibi Derbah bagaimana?"
"Paman bawa Bibi Derbah ke istana kerajaan Sangkala nanti aku temui di sana ketika urusan ku sudah selesai."
"Baiklah pangeran jaga diri pangeran dan semoga pangeran Tatius mendapatkan apa yang Pangeran impikan.'
"Trimakasih Paman! aku pergi dulu."
Setelah mengucapkan itu pangeran Tatius melesat terbang tinggi, pangeran Tatius sangat tidak sabar ingin memberitahu ksbar gembira pada sang kekasih jika dirinya telah berubah menjadi manusia.
________
______
Hai, Assalamualaikum
maaf ya hari ini telat untuk up nya itu karena
Autor lagi sedikit sibuk
gimana....gimana persiapan untuk menyambut bulan puasa, bulan Ramadhan yang penuh dengan ampunan
Alhamdulillah ya kita masih di berikan kesempatan bertemu dengan bulan suci ini.
Aku pribadi tentunya banyak salah baik dalam tulisan maupun kata kata
Selamat menyambut bulan suci Ramadhan
Minal Aidin Wal Faizin Mohon maaf lahir dan batin.
sekalian mau Promo karya baru
masih dalam fantasi Action bedanya ini ada mafia nya.
jika berkenan dukungannya juga ya kk smoga juga bisa menghibur trimakasih 🙏