
Ratu Derbah berteriak Teriak memanggil Patih Ramboka agar mau membuka kan pintu untuk nya tapi Rupanya Patih Ramboka tidak perduli dan sudah pergi jauh, terbukti tidak ada suara apapun dari luar
Ratu Derbah mengelilingi ruangan yang ada di dalam bangunan itu untuk mencari jalan agar bisa keluar dari tempat itu, tidak perduli baju kebesaran kerajaan yang di pakainya sedikit robek akibat tersangkut beberapa paku tajam yang ada di sekitar dinding dan meja yang tak lagi beraturan.
Dengan gaya seperti anak muda yang baru dapat hukuman tidak boleh masuk kelas, Ratu Derbah memanjat kursi untuk bisa melihat keadaan di luar gedung, akan tetapi karena dinding gedung begitu tinggi, Ratu Derbah memilih meletakkan kursi di atas meja dan mencoba berdiri di atas kursi, keseimbangan yang tidak cukup stabil membuat kursi bergoyang goyang.
"Siiht....! jika begini aku bisa jatuh, tapi kenapa aku bodoh bukankah aku bisa terbang itu artinya aku bisa melihat keadaan di luar tanpa alat alat bantu sialan ini, huuuuff... ternyata jiwa pelupa tidak hanya dimiliki mahkluk manusia Bangsa Vampire pun juga terkadang suka lupa, hihihi....."Lirih Ratu Derbah bermonolog sendiri sambil terkekeh.
Dengan menggunakan kekuatan tenaga dalam Ratu Derbah terbang dan melongokkan kepalanya keluar gedung.
"Busyet.... tinggi sekali dan bagaimana aku bisa keluar dari sini jika semua bagian dinding nya terbuat dari besi."
Karena tidak menemukan cara Ratu Derbah kembali turun dari terbangnya menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya dengan perlahan, tanpa sadar kepalanya mendongak ke atas.
"Hei....! bukankah aku bisa keluar melalui atap itu, hanya tinggal membuka dan membobol atap aku bisa langsung keluar dan aku bisa secepatnya mencari Raja, karena Raja dalam bahaya Patih sialan itu sangat berambisi ingin melenyapkan nya dan akulah yang akan menghalangi Niat penghianat sialan itu meskipun dia Ayah kandung dari putraku tapi jika kelakuan nya sangat buruk lebih baik putraku tidak pernah tau siapa Bapak kandungan."Sungut Ratu Derbah yang kini kedua tangan nya sibuk mencari cela dan membuka atap agar bisa keluar.
**********
Para prajurit kerajaan Ambarwata dan Pangeran Yasza telah sampai di perbatasan kota Alun Alun kerajaan Ambarwata. Semua Rakyat dan para prajurit kerajaan Ambarwata bersorak-sorai merayakan kemenangan dan mengagungkan kehebatan Pangeran Yasza yang telah berhasil membawa kemenangan untuk kerajaan Ambarwata.
"Hidup.... Pangeran Yasza...!
"Hidup.... Pangeran Yasza...!
"Hidup... Pangeran Yasza...!
Semua Rakyat kerajaan Ambarwata berbondong bondong melihat kedatangan Pangeran Yasza yang datang membawa kemenangan dan para Tawanan dari kerajaan musuh.
Di tengah-tengah hiruk piuk suara gemuruh Rakyat Ambarwata yang mengagungkan Pangeran Yasza dan di tengah tengah kebahagiaan yang melanda mereka semua tanpa di sadari siapapun, terlihat sosok misterius menyelinap dari dalam kerumunan Rakyat Ambarwata, langkah nya begitu tenang dengan bibir juga ikut menggaungkan kebesaran dan kemenangan Pangeran Yasza.
"Hidup Pangeran Yasza.....!lirih sosok misterius itu sehingga jalan dan langkah nya menjadi lebih muda karena para Rakyat Ambarwata dengan sendirinya dan tanpa curiga memberikan jalan.
Hingga sosok misterius itu sampai di dekat dua buah tandu di mana di dalam tandu itu terdapat dua tawanan Wanita dari kerajaan Awang Awang Vampire.
Untuk sesaat sosok misterius itu menatap nanar pada kedua tandu yang ada di depannya, kemudian pandangan matanya tertuju pada seorang laki-laki dengan baju kebesaran kerajaan tanpa kepala Mahkota sedang terikat, serta kedua tangan dan kakinya juga terikat, tampak pula Rambutnya tak lagi Rapi dengan beberapa bagian tubuh terluka akibat Cambuk yang di lakukan prajurit kerajaan Ambarwata.
Untuk sesaat sosok misterius itu menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar sambil menggelengkan kepalanya.
Pandangan matanya kini berpindah pada dua tandu yang ada di depannya dan sosok pemuda tampan yang ada di atas kuda di barisan depan, yang mana dialah yang kini sedang di Agung agungkan Rakyat nya. Tiba-tiba sosok Misterius itu pun terbang melesat ke arah para prajurit yang bertugas menjaga tandu tawanan Wanita dan dengan gerakan cepat sosok Misterius melakukan penyerangan secara mendadak pada para prajurit penjaga tandu.
Tubuhnya berkelebat dengan sangat cepat di seratai kaki yang dengan lincah menendang ke arah para Prajurit kerajaan Ambarwata, penyerangan secara mendadak membuat para Prajurit penjaga tandu tawanan Wanita kewalahan hingga dengan mudah tandu itupun bisa di buka.
Melihat tandu sudah terbuka sosok Misterius segera masuk ke dalam dan dalam sekejap sosok Misterius berhasil membawa salah satu Tawanan Wanita terbang melesat menjauh dari tempat itu.
"Pangeran tawanan kabur....!"teriak salah seorang prajurit kerajaan Ambarwata.
Mendengar teriakkan dari para prajurit kerajaan Ambarwata yang ada di belakang kudanya. Pangeran Yasza dengan cepat menghentikan laju kudanya dan menoleh kebelakang serta dengan gerakan cepat Pangeran Yasza langsung terbang melesat mengejar sosok bayangan Misterius.
Memperhitungkan jika dirinya bisa di kejar musuh sosok Misterius itu pun segera mengeluarkan tenaga dalam yang mana ketika tangannya di arahkan ke belakang munculah Asap putih yang tebal dan hitam menghalangi Pandangan mata dari Pangeran yasza dan para prajurit kerajaan Ambarwata, yang berniat ingin membidikkan anak panah agar sosok Misterius itu bisa tertangkap.
Rupanya Pangeran Yasza dan para prajurit nya harus menggakui kehebatan dari sosok Misterius yang mana dalam sekejap bisa membawa pergi Tawanan dengan mudah tanpa tertangkap.
Diam diam Raja Prayudha yang juga melihat adanya penyerangan sosok Misterius dan membawa pergi salah satu Tawanan dari kerajaan musuh, Tersenyum kecut.
"Sudah kuduga kau tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya, cintamu sungguh besar kau selalu ada dan siap sedia menghalu keburukan yang akan terjadi padanya, setidaknya di antara kami ada yang lolos dan selamat." Gumam Raja dalam hati.
Pangeran Yasza yang kehilangan jejak mendengus kesal, karena satu Tawanan nya lepas.
Merasa Penasaran dan ingin tau siapa kira kira Tawaran yang di selamatkan sosok laki-laki Misterius, Pangeran Yasza langsung mendekati tandu yang masih ada satu Tawanan.
"Buka tandunya cepat....!"
"Baik, Pangeran!
"Bodoh...! laki-laki Misterius itu bener bener bodoh dia salah menyelamatkan Tawanan ku, syukurlah, bukan gadis ini yang dia selamatkan.
"Prajurit, cepat bawa gadis ini masuk ke dalam istana dan untuk Raja yang Agung bawa ke penjara bawa tanah biarkan untuk sejenak dia beristirahat di sana."
"Baik, Pangeran!
Beberapa prajurit bergegas membawa Raja ke penjara Bawa Tanah dan sebagian membawa Tawanan gadis masuk ke dalam istana.
Pagi berganti siang dan siang pun kini berganti dengan malam, kedua tangan Tania sudah tidak lagi terikat Bahkan Tania di tempatkan pada satu Ruangan yang cukup besar dan mewah dengan Ranjang yang begitu indah.
Terlihat seorang pelayan menghantarkan makanan dan minuman pada Tania, Namun makanan itu tak pernah Tania sentuh, hati dan pikiran nya masih tertuju pada Nasib Raja yang begitu mengenaskan, Tania tidak menyangka jika orang yang selama ini dia kenal sangat dingin dan kasar ternyata rela berkorban demi dirinya, ada perasaan haru dan juga perasaan bersalah yang tiba-tiba muncul di dalam hatinya, Tania merutuki kebodohan nya, andai saat itu dia tidak keluar istana dan tidak meminta pergi ke alun-alun mungkin Nasib Raja tidak akan sial dan menderita begini.
Tania yang masih larut dalam kesedihan tidak menyadari jika pintu kamar nya ada yang membuka.
"Ampun, Pangeran, gadis itu tidak mau makan sedari tadi malam dia tidak menyentuh makanan nya."
"Pergilah, biar aku yang urus."Kenapa kau tidak mau makan."
Mendengar suara yang sangat dekat dengan nya Tania langsung menoleh kebelakang, Tania menatap dengan tatapan sinis.
"Aku, tidak lapar, di mana Raja kau tahan, cepat bebaskan kami,'
Pangeran Yasza tertawa lepas mendengar perkataan dari Gadis yang ada di depannya.
"Hahaha...,Apa kau ingin aku membebaskan nya."
Dengan cepat Tania mengagguk.
"Iya, bebaskan Raja dan biarkan kami hidup tenang jangan ganggu kami."
"Hahaha...apa? jangan ganggu kami, apa kau tau Ayah mu itu yang mengaggu kami dia sudah membunuh Paman Patih setiaku, jadi sudah wajar jika kini aku ingin membalaskan dendamku."
"Aku mohon, lepaskan Raja jangan sakiti, Mu-mungkin kamu salah orang setahuku Raja tidak membunuh siapapun karena beliau selalu berada di dalam kerajaan pasti kamu salah orang."
"Bisa jadi, tapi bagiku itu tidak penting karena aku tetap akan menunut balas, tapi...Aku bisa mempertimbangkan semuanya dengan satu syarat."
"Apa, Syarat nya ?"
"Jadilah istriku, jadilah Ratu permaisuri ku,maka aku akan membebaskan Ayah mu itu,"
"Apa? kau gila..aku tidak mau..!
"Baik, jika kau tidak mau maka aku akan membuat mu mau."
"Dia, bukan Ayah ku! jadi lepaskan dia, kami ini berbeda aku ...
"Aku Sudah tau dan aku tertarik padamu kurasa ini keberuntungan bagimu, kau tidak akan mengalami penderitaan bahkan kau akan hidup mewah dan bahagia disini,"
"Apa ? keberuntungan, Ciih...aku tidak sudih menikah dengan mu."
Mendengar penolakan dari Tania Wajah Tampan Pangeran Yasza berubah menjadi merah padam kedua tangan nya mengepal kuat tapi di sudut bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman, Pangeran Yasza mencoba menekan perasaan marah yang ada di dalam hatinya.
"Aku tidak menerima penolakan jadi jangan sampai kau menolak ku, ingat jangan sampai menolak ku, kau mengerti, kuberi kau waktu sampai besok malam, jawablah dengan jawaban yang memuaskan."seru pangeran Yasza dengan senyum tersungging di bibirnya di mana satu tangan nya mencoba menyentuh Wajah Tania, tapi dengan cepat Tania menepiskan nya.
"Jangan kurang ajar kau.''
"Waoo....!" galak sekali Hahaha jangan jual mahal karena hal itu tidak berarti apa-apa bagiku, Baiklah aku tunggu jawaban mu besok malam, ingat...! dan camkan kata-kata ku, Aku Pangeran Yasza tidak suka dengan Penolakan jadi Pastikan jawaban mu besok malam itu menyenangkan, Aku pergi dulu."
Pangeran Yasza pergi meninggalkan kamar di mana Tania kini berada.