
Putri lin Ying menutup kedua matanya dia tidak ingin melihat Apa yang dilakukan laki-laki bangsa berusia kepadanya, ketajaman pisau yang ada di depannya terlihat sangat mengerikan, kini tiada lagi harapan untuknya, terlebih laki-laki Bangsa manusia itu datang dengan menenteng jam dinding yang sengaja dia bawa dan dia pajang di depan matanya, agar putri Lin Ying bisa melihat menit demi menit dari waktu tiga jam yang di berikan untuknya.
Putri Lin Ying sudah sangat putus asa terlebih panggilan gaib nya kepada Pangeran Tatius tak mendapat kan tanda tanda akan kehadirannya, waktu dari tiga jam kini tinggal duapuluh menit dan sampai detik ini tidak nampak tanda tanda hadirnya Pangeran Tatius, itu artinya hidupnya memang akan benar benar berakhir hari ini.
Putri Lin Ying menatap sendu pada laki-laki bangsa manusia yang terlihat sangat sibuk dengan persiapan nya, sangat terlihat jelas jika laki-laki itu sangat bergembira dan senang. Mata indah Putri Lin Ying menatap semua gerak gerik dari laki-laki bangsa manusia, dia yang masih berada di atas meja namun dalam posisi yang tidak lurus, di mana meja itu tidak memiliki ketinggian kaki yang sama, sehingga posisi Putri Lin Ying yang berada di atas meja tidak hanya menatap lurus langit langit kamar akan tetapi posisi seperti sedang duduk bersandar, sehingga putri Lin Ying bisa dengan jelas melihat semua pergerakan dari laki-laki bangsa manusia.
Beberapa kali putri Lin Ying menelan ludahnya dengan kasar,dia tidak bisa melawan karena dirinya telah terikat kuat, hatinya begitu resah dan cemas perasaan takut datang silih berganti membuat putri Lin Ying menutup dan membuka matanya secara bergantian.
sementara laki-laki bangsa manusia merasa sangat antusias dan ingin segera melakukan ritual acara pemindahan jasad, tapi sebelum itu laki-laki bangsa manusia terlebih dahulu mengambil sebuah peralatan kedokteran seperti benda tajam alat suntik, yang mana sudah terisi obat bius dengan dosis yang cukup banyak sehingga orang yang dijadikan sebagai mangsanya tidak akan merasakan sakit sedikitpun.
Putri Lin Ying mendelik ketika laki-laki bangsa manusia menyetuh tangan nya, yang mana di dalam gengaman tangan kanan nya memegang benda tajam alat suntik.
"Kau..mau apa?"dan untuk apa jarum suntik itu."
"Ini untuk membantumu, kau bisa melihat semua yang akan kulakukan padamu dan kamu tidak akan merasakan sakitnya, jadi kamu harus berterimakasih padaku karena aku memberikan obat anti sakit padamu."
"Gila..!kau benar benar sudah gila, dengar lebih baik kau bunuh saja aku dari pada kau siksa begini."
"Tenang lah Vampire cantik, kau tidak akan merasakan sakit, percaya lah aku tidak berbohong, waktunya sudah tiba bersiaplah aku akan berikan suntikan ini terlebih dahulu."
"Tidak...! aku tidak mau lepaskan aku, ayo, kita bertarung jangan lah kau menjadi laki-laki pengecut, apa yang kau lakukan tak lebih dari manusia pengecut." teriak Putri Lin Ying menantang, sementara laki-laki bangsa Manusia tertawa lebar mendengar celotehan gadis yang ada di depannya.
"Terserah dengan semua tuduhan mu, ketahuilah aku tidak mau gagal menghidupkan junjungan ku untuk yang kedua kali, waktu itu kamu boleh senang ketika aku menyeret mu masuk ke dalam goa, teman laki-laki mu yang brengsek itu berhasil menggagalkan rencana ku dan aku terpaksa di bawa kabur guruku beliau mengancamku jika aku ingin menghidupkan kunjungan ku dengan cara menculik atau mencari mangsa beliau akan menghalangiku tapi jika mangsaku datang sendiri aku boleh melakukan nya dan beliau tidak ikut campur di dalam nya.
Ketahuilah demi mendapatkan mangsa bisa datang ke tempat ini aku sudah melakukan tapa selama berbulan bulan yang mana dan sekarang tanpa ku berhasil, kau mau meminta ku untuk melepaskan mu ... Ha....ha. . ha.. jangan mimpi dan jangan berharap aku akan mendengarkan mu, cukup... ! cukup sudah waktumu bersiaplah."
"Jangan...!tolong lepaskan aku, pasti ada cara lain untuk bisa menghidupkan junjungan mu, selain memberikan darah perawan ku,"ucap Putri Lin Ying memohon agar laki-laki bangsa manusia menggurung kan niatnya.
Laki-laki bangsa manusia tersenyum miring melihat ketakutan dari putri Lin Ying. Tanpa menjawab dan menghiraukan lagi ucapan dari putri Lin Ying laki-laki bangsa manusia dengan kuat memegang tangan putri Lin Ying, melihat kelakuan dari laki-laki bangsa manusia yang nekad keringat dingin mulai keluar dari pelipis putri Lin Ying.
"Ku mohon jangan lakukan itu padaku, aku Mohon,"rengek putri Lin Ying mengiba.
Namun laki-laki bangsa manusia yang sudah tidak perduli dengan semua rengekan dan celotehan dari putri Lin Ying langsung menusukkan jarum suntik ke lengan putri Lin Ying, seketika putri Lin Ying menjadi lemas tak bertenaga, rengekan nya pun terhenti seketika yang ada hanya buliran bening yang keluar dari sudut kelopak matanya.
"Sudah...! sekarang saatnya kau berikan darah segar keperawanan mu untuk junjungan ku tercinta," ucap dari laki-laki bangsa manusia sambil terkekeh. Setelah jarum suntik itu diletakkan kembali ketempat nya, kini tangan kekar dari laki-laki bangsa manusia berpindah menggambil pisau mengkilap yang berwarna putih bersih.
Tak ada lagi yang bisa putri Lin Ying lakukan selain menanggis dan meratapi nasibnya yang malang. Andai waktu bisa di putar andai tidak ada kecerobohan nya mungkin Nasibnya tidak akan seburuk ini, karena kemanjaannya sebagai seorang putri yang selalu hidup enak dan nyaman, membuat putri Lin Ying tidak bisa kalau harus bermalam di alam terbuka dan oleh sebab itu, ketika melihat satu Rumah tanpa pikir panjang lagi putri Lin Ying segera mendekati dan berniat bermalam dan inilah akibatnya dan inilah akhirnya bukan rasa nyaman dan tenang yang dia dapat tapi justru mala petaka.
Laki-laki bangsa manusia yang sudah tidak sabar Ingin menggambil darah keperawanan dari putri Lin Ying setelah memberikan suntikan langsung mengarah kan pisau itu ke leher putri Lin Ying.
Mata indah dari putri Lin Ying kini kembali terpejam dia tidak ingin melihat benda tajam itu menggores kulit nya, untuk itu putri Lin Ying memilih memejamkan Kembali laki-laki bangsa manusia tersenyum melihat ketakutan dari wajah putri Lin Ying pisau yang tadinya diarahkan ke leher putri Lin Ying dengan cepat dia putar balik dengan gerakan cepat dia goreskan di pangkal paha putri Lin Ying, gerakan tidak terduga dari laki-laki bangsa manusia membuat Putri Lin Ying secepat kilat membuka kedua bola matanya dan akibat dari goresan pisau tajam dari laki-laki bangsa manusia membuat Putri Lin Ying memekik dengan keras.
"Aaaaaaa....!" Pekikan keras dari putri Lin Ying membuat laki-laki bangsa manusia itu tersentak kaget dia tidak menyangka jika goresan pisaunya membuat putri Lin Ying menjerit kesakitan.
"Kau masih merasakan sakit?"tanya laki-laki bangsa manusia.
"Tentu saja sakit, kau pikir itu pisau tidak tajam, Auuuwwh.. !"ringis putri Lin Ying menahan sakit.
"Itu artinya obat bius yang aku suntik kan belum bekerja, mungkin harus menunggu lima belas menit lagi tapi aku tidak bisa menunggu, kamu tahan saja Nanti lama lama juga hilang rasa sakit nya."tutur laki-laki bangsa manusia tenang.
"Kau gila..! lepas kan aku ingat junjungan mu itu juga belum tentu suka dihidupkan kembali kau bukan membuat nya bahagia tapi kau justru akan menyiksanya."Sungut Putri Lin Ying berapi-api.
"A-apa yang kau lakukan?"tanya Putri Lin Ying gugup.
"Lihat lah, pandang baik baik junjungan ku."
Putri Lin Ying menatap tak berkedip melihat perubahan yang terjadi pada gadis mayat yang ada di depannya.Bibir kering gadis itu setelah menerima sedikit usapan darah darinya mulai menampakkan perubahan dimana bibir kering dibibir nya mulai memudar dan dengan ajaib bibir itu terlihat sedikit segar, Putri Lin Ying mendelik tak percaya.
"Jadi benar jika dia mendapatkan darahku maka mayat itu akan hidup lagi, oh tidak aku tidak mau memberikan darahku untuk wanita itu, Pangeran Tatius datang lah apakah kau tidak mendengar panggilan ku,apakah kau tidak lagi perduli padaku, tidak aku harus mencari cara agar aku bisa melepaskan ikatan ini," Gumam putri Lin Ying dalam hati.
"Hei...! aku mau buang air kecil ijinkan aku untuk pergi ke kamar mandi sebentar saja."
"Tidak bisa aku tidak bisa kau bohongi lagi."
"Baik, jika begitu aku akan buang air kecil disini saja dan pasti nya darah suci perawan ku akan kotor dan akhirnya darahku tidak akan bisa menghidupkan junjungan mu, kami akan sana sama mati."
"Kau...!Geram laki-laki Bangsa manusia berteriak tertahan, tapi apa yang dikatakan gadis itu benar juga jika dia sampai buang air kecil disini darah perawan nya tidak akan suci lagi dan pastinya tidak lagi menghidupkan Tuan Putri, setelah berfikir beberapa saat akhirnya laki-laki bangsa manusia membuka ikatan tangan dan kaki putri Lin Ying.
"Cepat lah buang air kecil aku tidak mau menunggu lama lama,"
"Tentang saja aku tidak akan bisa kabur."
Dengan cepat Putri Lin Ying yang ikatan nya sudah terlepas tersenyum senang karena sebentar lagi dia bisa bebas melalui atap Rumah kamar mandi.
Ketika putri Lin Ying masuk dan menatap langit langit kamar mandi, putri Lin Ying tersentak kaget mana kala menggetahui dinding langit kamar mandi berpagar besi tanpa celah, hal itu tidak memungkinkan untuk bisa kabur dari tempat itu, tubuh putri Lin Ying terasa lemas seketika.
"Bagaimana ini!"
Sementara di luar laki-laki bangsa manusia yang merasa putri Lin Ying sudah cukup lama berada di dalam kamar mandi langsung mengedor gedor pintu kamar mandi.
"Cepat keluar....!atau aku dobrak pintu ini." seru laki-laki bangsa manusia dari luar.
"Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan,aku tidak mau menyerahkan darahku pada mayat itu," lirih Putri Lin Ying bermonolog sendiri.
"Keluar cepat....!"
"Tidak ada jalan lain, aku harus berjuang melawan nya sampai titik darah penghabisan, baik meskipun kemungkinan aku menang itu sangat tipis tapi setidaknya aku telah berjuang dan tidak mati konyol."
Perlahan lahan putri Lin Ying membuka pintu kamar mandi dan dengan gerakan cepat putri Lin Ying yang sudah tidak terikat memberikan tendangan keras pada laki-laki bangsa manusia yang berdiri di depan pintu, laki laki bangsa manusia yang tidak menyadari akan mendapatkan serangan dengan keras dan cepat membuat dirinya hilang keseimbangan dan akhirnya.
"Bruuugh....!"laki-laki bangsa manusia jatuh tersungkur di tanah. Melihat laki-laki bangsa manusia itu jatuh putri Lin Ying menggunakan kesempatan itu untuk terbang melesat kabur akan tetapi kaki laki bangsa manusia yang memiliki kekuatan sangat tinggi dengan cepat berdiri dan menyambar kaki putri Lin Ying yang hendak terbang maka tak aya lagi tubuh putri Lin Ying pun jatuh ke tanah.
"Bruuugh.... Aaaaaaaaaa..!"teriak putri Lin Ying.
"Kau mau lari kemana?" kau pikir aku akan melepaskan mu hah. .. jangan mimpi kau bisa lepas dariku."seru laki-laki Bangsa manusia.
Dengan sekuat tenaga putri Lin Ying berusaha melepaskan diri dari tangan laki-laki bangsa manusia yang memegang kuat kakinya dengan tenaga dalam yang tersisa.
Gerakan yang cukup tepat dengan menjejak maka tubuh laki-laki Bangsa manusia akhirnya terpental dan terdorong yang akhirnya gengaman tangan pada kaki putri Lin Ying terlepas, kesempatan itu kembali di gunakan putri Lin Ying untuk kabur lagi dan kembali laki-laki bangsa manusia mengejar Putri Lin Ying yang berusaha kabur, karena tidak mengetahui arah kabur dari putri Lin Ying justru menemui jalan buntu.