The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab 60. KECEWA



Wajah Ratu Shima yang sudah tak berdaya, memberikan kemudahan bagi Ratu Derbah dan para pengawal untuk memindahkannya.


" kemana kita akan membawa Ratu Shima Ratu?"


"Posisi kita sangat sulit, Raja sudah mengetahui hilangnya Ratu Shima aku tidak mau mengambil resiko, ayo, kita cari jurang yang dalam dan lemparkan dia ke sana."


"Mari, Ratu!


"Cepat, kita tidak boleh terlambat sedikit saja kita terlambat dan ketahuan maka tamatlah riwayat kita."


"Baik, Ratu,"


Bergegas para pengawal itupun segera membawa ratu Shima pergi.


Sementara cahaya kuning keemasan kembali' berputar putar di atas baskom yg sudah terdapat kembang tujuh rupa.


"Pangeran Tatius, apakah kau sudah tau tempatnya,"


"Sudah, kakek! ibunda Ratu ada di belakang taman kerajaan ini."


"itu artinya, Ratu Shima tidak jauh dari sini, baiklah, Pangeran boleh kembali.


Tidak berapa lama cahaya kuning keemasan itu pun melintas ke luar melalui celah lobang, sementara Raja Sangkala dengan cepat melesat keluar meniju di mana Ratu Shima di tahan, akan tetapi ketika Raja Sangkala sampai di tempat tujuan, dia tak lagi menemui Ratu shima berada di sana akan tepapi daya Indra penciuman Raja Sangkala masih mampu merasakan jika Ratu Shima baru saja pergi dari tempat itu.


Sementara Ratu Derbah merasa Ratu Shima kini sangat merepotkan untuk itu dia memutuskan akan membuang Ratu Shima ke dasar jurang, setelah menengok ke kanan dan kiri di rasa aman dengan cepat Ratu Derbah memerintahkan kepada para pengawal nya untuk melempar Ratu Shima yang dalam keadaan pingsan karena pengaruh obat yang di berikan Ratu Derbah kepadanya.


"Cepat lakukan."


"Baik, Ratu Derbah!


Dengan cepat dan tanpa rasa belas kasian pengawal itu melempar Ratu Shima ke dalam jurang yang sangat dalam setelah semua nya di anggap beres mereka kembali ke istana masing-masing dengan tugas masing-masing seolah-olah tidak pernah melakukan kejahatan apapun.


Tubuh Ratu Shima melayang dengan cepat menuju dasar jurang akan tetapi sebelum tubuh Ratu Shima benar benar terjatuh dan hancur sebuah bayangan berkelebat menyambar dengan cepat tubuh sang Ratu permaisuri kerajaan.


Secepat kilat sosok bayangan itupun telah membawa tubuh Ratu permaisuri pergi menjauh, Sementara cahaya kuning keemasan milik dari pangeran Tatius segera kembali' ke dalam raga pangeran Tatius.


Patih lembu ireng yang menjaga pangeran Tatius semenjak pangeran Tatius pergi dari raganya tersenyum lega karena pangeran Tatius telah kembali.


"Paman patih, kau kah yang semalaman menjagaku disini?"


"Iya, pangeran! kemana pangeran pergi apakah ada sesuatu yang penting."


"Iya, paman, ibunda Ratu menghilang dari kerajaan dan kakek memanggilku untuk membantu mencari nya."


"Pangeran, apa rencana kita besok?"apakah kita akan berangkat bersama dengan pangeran Yervan."


"Iya, paman, kita akan berangkat bersama pangeran Yervan."


"Pangeran Yervan, hanya ingin ikut perang dalam sayembara itu."


"Lalu, apa hubungannya dengan pangeran Tatius."


"Pangeran Yervan khawatir tidak mampu menghadapi serangan musuh jadi dengan adanya aku bisa membantunya."


"Wah enak sekali ya, pangeran Yervan itu, susahnya tidak mau tapi kalau berhasil ngaku ngaku pengecut."


"Sudahlah, paman! mari sekarang kita beristirahat agar besok kita memiliki energi untuk bertanding."


Pangeran Tatius dan Patih lembu ireng pun segera beristirahat.


****


Devan yang merasa curiga dengan perkataan sang Nenek yang di anggap nya seperti menyimpan suatu Rahasia yang tak ingin dia cerita kan kepadanya membuat Devan berguling ke kanan dan ke kiri tidak bisa memejamkan matanya barang sejenak.


"Kenapa, aku tidak boleh dekat dengan Tania?"kenapa pula Nenek bilang Tania bukan takdir ku, kau benar benar penuh misteri Nek! aku akan mencari tau sendiri sampai ku temukan jawabannya."


Esok pagi Devan sudah bersiap ke sekolah dari rumah sang Nenek di mana dia hari itu memilih menginap.


"Devan, sini! ayo duduk kita makan pagi bersama."


"Baik, nek!


"Belajar yang rajin dan kejarlah cita-cita mu, Nenek mendukung mu?


"Trimakasih, Nek, apa Nenek juga bisa mendukung ku jika aku ingin memiliki Tania."


"Sudah, makan jangan membahas Tania lagi?"


"Tapi, Nek! aku mencintainya aku sangat mencintai Tania Nek."


"Sudah Nenek bilang, Nenek tidak bisa melihat ada pertumpahan darah di antara kalian lepaskan dan biarkan Tania bersama takdir nya."


"Aku, benci, Nenek! kenapa Nenek mendukung orang lain dari pada aku, seharusnya Nenek itu mendukung cucu Nenek ini bukan malah membuat ku sedih."


"Cepatlah, berangkat ini sudah siang nanti kamu terlambat."


"Baiklah, Nek! aku berangkat dulu."


Setelah mencium tangan sang Nenek, Devan pun segera melajukan motornya menembus


kabut yang masih ada, kabut pagi yang terkadang menghalangi pandangan mata, bahkan jika harus jujur hati Devan pun kini berkabut bagaimana tidak orang yang sudah dianggap seperti orang tua sendiri tidak mau sama sekali mendukung cintainya sedangkan Devan sudah merasa seperti orang gila menahan cemburu ketika Tania dekat dengan pak Guru Wili yang super menjengkelkan. Apapun yang terjadi Devan bertekad akan meperjuangkan cintanya tidak perduli mendapat kan restu atau pun tidak apa yang akan terjadi nanti terjadi lah.