
Laki-laki muda prajurit mata-mata dari kerajaan Ambarwata junxian terdiam, dia tidak mau berkata apa apa, hatinya begitu kalut dan binggung ada kekecewaan dan keresahan yang amat dalam.
"Kenapa semua terjadi begitu cepat, haruskah secepat ini penyamaran ku terbongkar dan apa yang bisa ku katakan pada Pangeran Yasza jika ternyata aku telah gagal, sungguh diriku orang yang tidak berguna dan Pangeran Yasza pasti sangat kecewa, sekarang apa yang harus kulakukan, apapun yang terjadi aku tidak akan menggatakan siapa diriku meskipun nyawa taruhannya." Gumam laki-laki muda Junxian dalam hati.
Melihat orang yang ditanya diam saja Patih Ramboka membalikkan badannya dan Kembali menatap wajah pemuda yang ada didepannya.
"Kenapa kau diam saja? katakan siapa dirimu."
"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan."
"Benarkah..?" haruskah aku memaksamu."
"Meskipun kau memaksaku jawabanku akan tetap sama aku tidak mengerti maksud mu aku prajurit kerajaan Awang Awang Vampire dan tugasku menjadi pelayan di Bar itu."
Patih Ramboka tersenyum miring mendengar keteguhan dari sikap dan pendirian laki-laki yang ada di depannya.
"Kau masih tidak mau bicara, baiklah kita lihat sampai dimana kau bisa bertahan dengan pendirian mu, pengawal...!"
Mendengar teriakkan dari Patih Ramboka seorang penjaga dan pengawal kerajaan segera membuka pintu dengan tergesa-gesa.
"Siap, patih!"
"Lepaskan ikatannya,"
"Baik, patih!
Bergegas pengawal istana kerajaan Awang Awang Vampire melepaskan ikatan yang ada pada laki-laki yang ada di depannya.
Laki-laki muda bernama Junxian tersenyum lega, karena pada akhirnya dia akan di bebaskan, mungkin karena patih mabuk yang ada di depannya sudah lelah member kan interogasi padanya.
"Sudah, Patih!
"Bagus, trimakasih sekarang kau tinggalkan kami berdua."
Bergegas pengawal itu melangkah pergi setelah memberikan salam hormat. Kini tinggallah Patih Ramboka dan laki-laki muda yang ada di depannya.
"Trimakasih, akhirnya kau melepaskan ku, kau tidak punya alasan lagi untuk menggikatku kan, jadi sekarang biarkan aku pergi, aku harus kembali bekerja karena aku harus memberikan pelayanan pada para pengawal Kerajaan yang datang ke Bar itu."
Patih Ramboka tidak langsung menjawab pertanyaan dari laki-laki muda yang ada di depannya, hal itu membuat laki-laki muda Junxian cuek dan melangkah pergi meninggalkan nya, membuka pintu depan dengan perlahan lahan.
Tidak ada tindakan apapun dari patih Ramboka tapi beberapa menit kemudian ketika laki-laki muda Junxian sudah berada di luar pintu tiba-tiba patih Ramboka terbang melesat dan menyambar tubuh laki-laki muda Junxian, tentu saja hal itu membuat laki-laki muda Junxian terkejut bukan kepalang, dia sama sekali tidak menyangka jika patih yang memiliki nama Patih Ramboka melakukan hal yang sangat mengejutkan.
"Woi.... turunkan aku, mau kau bawa kemana aku, lepaskan dan turunkan aku patih gila, apa yang kau inginkan dariku hah..?"teriak laki-laki muda Junxian dengan terus memberontak.
Tidak ada jawaban apapun dari Patih , hal itu membuat Kesal laki-laki muda yang di bawahnya terbang.
"Kau, benar benar Patih tidak waras bisa bisanya kau bawa aku terbang berkeliling begini ini hanya akan membuang buang waktu aku tidak butuh melihat lihat keadaan istana ini aku sudah tau, cepat turunkan aku,"
"Diamlah, aku tidak suka kau berisik."
"Kau memang patih tidak waras!"hei ...hei....kemana ini kenapa kau membawaku menjauh dari istana? hei turunkan aku, dasar patih tidak waras.....
"Bruuugh......Auuuw.....!
Tanpa di duga Patih Ramboka langsung menjatuhkan tubuh dari laki-laki muda Junxian yang langsung saja membuat Junxian meringis kesakitan.
"Brengsek ..! kalau mau menurunkan itu pelan pelan jangan langsung di jatuhkan seperti batu begini sakit tau? percuma saja bicara sama orang yang tidak waras seperti mu."Sungut laki-laki Junxian sambil bangkit berdiri dengan menggibas ngibas kan tangan pada bajunya yang kotor.
Patih Ramboka tersenyum miring melihat ulah dan prilaku laki-laki yang ada di depannya laki-laki yang tidak menyadari jika dirinya dalam bahaya.
Patih Ramboka mendekati laki-laki muda junxian.
"Aku tanya pada mu sekali lagi, siapa dirimu dan dari mana asalmu."
"Jawaban ku akan tetap sama aku prajurit Awang Awang Vampire yang di tugaskan untuk bekerja di Bar itu."
"Hooop .... hiyaaaaa....!" dengan gerakan cepat Patih Ramboka menyambar tubuh laki-laki muda yang ada di depannya dan dengan cepat Patih Ramboka langsung mengangkat dan menjatuhkan tubuh laki-laki muda Junxian ke dalam sumur mati di mana sumur itu tidak berair akan tetapi di dalam sumur itu terdapat banyak binatang melata.
"Aaaaaaa..... tolong.... tolong...!aku tidak mau disini patih cepat bawa aku naik ke atas,"laki-laki muda Junxian langsung panik dan wajahnya langsung berubah pias ketika menyadari dirinya di jatuhkan ke dalam sumur mati yang dalam jarak tiga meter dari bawah di pinggir sumur terdapat besi memanjang disitulah kini tubuh laki-laki muda Junxian bergelantungan dan jika dia terjatuh maka akan menjadi santapan para ular ular yang ada di bawah sana.
laki-laki muda Junxian tidak pernah menyangka jika patih Ramboka yang di anggap nya tidak waras benar benar seorang patih berdarah dingin yang mana tidak bisa di bantah perkataan nya, berkali-kali laki-laki muda Junxian bergidik melihat ke bawah yang mana hanya tinggal tiga meter jarak antara dirinya dan ular ular itu.
"Tolong...!Patih tolong bawa aku naik ke atas tolong aku sangat takut, tolong aku bisa terjatuh aku tidak mau menjadi santapan ular ular berbisa itu."
Patih Ramboka tersenyum miring ketiika melongokkan wajahnya ke dalam sumur.
"Nikmati saja ajalmu di situ."teriak Patih Ramboka sambil tertawa lebar.
"Tidak ....! tidak, patih Tolong aku, baik...baik aku akan menggakui siapa diriku tapi bebaskan aku dari sini tolong bawa aku naik ke atas sana aku sungguh sangat takut."
"Apakah, kau tidak sedang ingin membohongiku?"
"Tidak, aku tidak akan berbohong percayalah beri kesempatan padaku, patih tolong cepatlah tanganku sudah terasa licin dan seperti nya tidak kuat untuk berpegangan lagi, patih cepat tolong aku....patih, Aaaaaaa......!!!"
Tubuh laki-laki muda Junxian yang sudah lemas dan tidak kuat lagi untuk berpegangan melayang jatuh ketika pegangan tangannya terlepas
Melihat hal itu dengan sangat cepat patih Ramboka mengeluarkan tenaga dalam nya dan dengan gerakan cepat pula Patih Ramboka melemparkan tali dan melilitkan pada tubuh laki-laki muda itu dan dengan sekali hentakan tubuh laki-laki muda itu sudah terangkat ke atas.
Seperti nya Patih Ramboka sudah sering memberikan hukuman seperti itu pada orang lain, sehingga Patih Ramboka tidak sedikit pun menggalami kesulitan ketika tubuh dari laki-laki muda itu jatuh melayang ke bawah, bahkan tidak terjadug besi yang memanjang di sana.
"Hoossh....hoossh.... hoossh...!" deru nafas laki-laki muda seperti orang yang habis bertemu dengan setan.
"Sekarang katakan siapa dirimu!"tanya Patih Ramboka dengan garang.
"Tunggu,..!hoosh....hoosh, Bi-arkan aku mengambil nafas dulu ini Ra-sanya nafasku mau putus."
"Alasan, saja! cuma melihat ular sudah seperti cacing kepanasan dirimu itu, nih minum dan cepat katakan padaku jika tidak aku akan langsung menjatuhkan mu ke sumur itu."
Dengan wajah yang masih pias karena ketakutan laki-laki muda itu mengagguk sambil menyambar botol air berwarna merah yang ada di tangan Patih Ramboka.
"Glegek... glegek.....glegek.
"Sial...! bukankah ini minuman yang memabukkan itu kenapa aku meminum nya bisa mabuk aku nanti, tapi aku tidak perduli, toh aku sudah ketahuan jadi sudah kepalang basah mandi sekalian.
"ayo, jawab! kenapa masih diam saja apa masih mengatur nafas lagi hah?"
"Tidak...!
"Kalau begitu cepat jawab, jangan membuat ku emosi lagi."
"Aku ...! namaku Junxian aku berasal dari kerajaan Ambarwata dan aku di tugaskan ke istana ini untuk menjadi mata-mata."
"Jadi namamu Junxian dan kau mata-mata dari kerajaan Ambarwata, mau apa memata matai kerajaan ini?"
"Junjunganku Pangeran Yasza akan segera melakukan penyerangan pada kerajaan Awang Awang Vampire ini, untuk itu tugasku mencari kelemahan dari kerajaan ini, tapi sayangnya aku sudah tertangkap oleh mu dan pasti lah semua rencana dan segala yang sudah di susun Pangeran yasza akan hancur, aku sudah membuat nya kecewa, karena ternyata kau patih yang cukup cerdik, hanya sekali melihat ku kau sudah mampu mengenali dan mencurigai ku, semua sudah kukatakan sekarang kau bisa membunuhku,aku tidak takut dan tidak keberatan asal jangan bunuh aku dengan membiarkan aku menjadi santapan ular ular berbisa itu."
Patih Ramboka terkekeh mendengar penjelasan dari Junxian. Perlahan lahan patih Ramboka membantu Junxian untuk berdiri.
"Bagus...!aku akan mendukung junjungan mu aku akan membantu nya untuk bisa menghancurkan kerajaan ini sekarang antar aku menghadap junjungan mu aku akan menawarkan kerjasama dengan nya."
"Apa?" kau tidak membunuh ku atau memenjarakan ku?"
"Tidak, kita akan bekerja sama, cepatlah aku tidak sabar ingin bertemu dengan pangeran mu."
Laki-laki muda Junxian mengagguk cepat Namun di dalam hatinya dia merasa heran.
"Dasar, patih tidak waras..!dia justru mendukung ku, tapi ini lebih baik dari pada aku masuk penjara dan mati konyol." gumam laki-laki muda Junxian dalam hati.