
Kekesalan yang ada dalam hati Putri Lin Ying, membuat sang Putri merencanakan sesuatu, diam diam dia lemparan keris punya patih lembu Ireng jauh tinggi ke udara.
"Ambillah, dan rebut lah dariku jika kau bisa,"ucap Putri Lin Ying kepada pangeran Tatius.
Rupanya dia ingin bermain main dengan ku, baiklah akan aku layani.
"hop..."Tubuh pangeran Tatius melayang tinggi ke udara dan secepat kilat langsung mrnyambar keris yang melayang layang di udara. begitu juga dengan putri Lin Ying dia lebih dulu menengadahkan tangannya dan hampir mendapatkan keris akan tetapi tangan Putri Lin Ying lebih dulu masuk dalam genggaman pangeran Tatius, sedangkan tangan kanan memegang keris, keduanya melayang turun tapi sebelum kaki mendarat di bumi tangan kiri Putri Lin Ying dengan sigap memberikan pukulan pada tangan kanan pangeran Tatius sehingga keris dalam genggaman pangeran Tatius lepas dan melambung kurang lebih satu meter dari permukaan tanan, dengan sigap pangeran Tatius melepaskan genggaman tangan kirinya, kemudian melompat meraih keris yang akan meluncur jatuh ke tanah.
"Aku, sudah mendapatkan nya jadi, aku permisi dulu Tuan putri Lin Ying yang Agung," ucap pangeran Tatius sambil tersenyum miring,"
Putri Lin Ying tidak menjawab perkataan pangeran Tatius akan tetapi ketika pangeran Tatius melangkah tiba-tiba Putri Lin Ying memberikan serangan dadakan yang tentu saja tidak pernah pangeran Tatius sangka sangka kali ini tubuh pangeran Tatius berkelit kesana kemari kadang meloncat kadang mundur dan terkadang juga berguling guling di tanah untuk menghindari serangan pisau yang bertubi tubi datang. Patih lembu ireng yang tadinya cuma mengamati jalannya pertandingan melihat Sang putri memberikan serangan bertubi-tubi dengan meluncurkan pisau pisau kecil nya, membuat patih lembu Ireng tak lagi mau tinggal diam, dengan gerakan secepat kilat membantu sang pangeran menangkis pisau pisau kecil itu.
Melihat pangeran Tatius ada yang membantu dengan satu kali seruan dan perintah dari sang putri para dayang dan para pengawal bersiap meluncurkan anak panah, dalam hitungan mundur ke tiga berbagai macam anak panah melesat keluar dari busurnya.
"Awas pangeran...!" ada anak panah di belakang mu?"
Mendengar teriakkan dari patih lembu Ireng pangeran Tatius segera menunduk kan kepalanya sehingga anak panah itu meluncur dengan cepat menancap ke arah pohon pisang yang ada di sekitar an tempat itu,
Sang putri hanya tertawa lebar mendengar perkataan pangeran Tatius. Melihat justru dirinya sedang di tertawakan, pangeran Tatius dengan cepat melesat ke arah Tuan putri dengan melancarkan pukulan pukulan, melihat pangeran Tatius meluncur kearahnya dengan memberikan serangan balik sebuah pukulan kepada Tuan putri, dengan cepat Tuan putri Lin Ying berkelit dan menghindar.
Kini hujan anak panah telah berhenti, bukan karena mereka menang dan telah berhasil mengalahkan pangeran Tatius dan patih lembu Ireng. Namun mereka telah kehabisan anak panah, dengan sangat mudah pangeran Tatius
menggalahkan Putri Lin Ying dan menahklukan nya.
Sambil memegang pinggang ramping sang putri, Karena kecerobohan sang putri yang memberikan serangan balik dengan memukul membuat pangeran Tatius menangis serangan dengan menggenggam tangan Putri Lin Ying dan memutar badan Sang putri beberapa kali sehingga posisi badan sang putri membelakangi badan pangeran Tatius, tidak ada jarak lagi di antara mereka berdua, Dengus nafas pangeran Tatius yang sangat hangat terasa menyapu seluruh wajah sang putri dari belakang, tidak di pungkiri ada desir desir aneh, yang tiba-tiba menyeruak ke dalam jantung nya.
Samar samar terdengar suara pangeran Tatius.
"Sudah ku katakan, jangan, bermain main dengan saya kakak ipar !"kau pasti tidak akan bisa menang, jadi akan lebih baik, jika kau segera kembali ke istana dan tunggu kehadiran ku, aku akan datang,"ucap pangeran Tatius sambil mendorong tubuh putri ke arah Dayang istana kerajaan Barat Daya sehingga sang putri tidak jatuh tersungkur ke tanah tapi melainkan jatuh dalam dekapan sang Dayang.
Sang putri semakin geram dan kesal dengan pangeran Tatius terlebih ketika sang Pangeran Tatius memilih meninggalkan nya. Pangeran Tatius tersenyum penuh dengan kemenangan, sebelum pangeran Tatius pergi, lagi lagi pangeran Tatius tersenyum penuh kemenangan serta mengedipkan sebelah matanya.