The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.393. BEBAS



Pangeran Tatius terus bermonolog sendiri di dalam kamar mandi, bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman, membayangkan indahnya belaian dan rengekan manja dari sang istri, sesuatu yang sangat menggemaskan yang mana juga satu perjuangan dirinya untuk menahan gejolaak hassraat nya karena dia ingin memberikan kesempatan pada sang istri untuk melakukan apapun yang dia inginkan kepadanya.


Kurang lebih dari duapuluh menit Pangeran Tatius melakukan ritual mandi, wajahnya yang tampan tampak lebih segar setelah melakukan ritual mandi.


Sengaja Pangeran Tatius tidak mengenakan baju atas dalam arti Pangeran Tatius sengaja bertelanjang dada memperlihatkan keindahan lekuk tubuhnya yang kekar, semua dia lakukan agar gaairaah sang istri lebih terpacu lagi, Pangeran Tatius benar-benar penasaran dan menunggu sang istri merengek manja padanya, berkali-kali Pangeran Tatius menggulum senyum, kemudian melangkah mendekati Ranjang dimana sang istri sedang menantikan kehadiran nya.


Pangeran Tatius segera berjalan keluar dari dalam kamar mandi menuju ranjang di mana sang istri sedang menunggu. Ketika Pangeran tatius berada di atas ranjang kedua bola mata Pangeran tatius membulat seketika ketika melihat sang istri sudah tertidur dengan sangat lelap, Pangeran Tatius mencebik kesal, bagaimana mungkin orang yang sudah minum obat perangsang bisa cepat tidur, dia tidak menyangka jika istrinya sudah terlelap dan tertidur dengan pulas.


Pangeran Tatius mengusap kasar wajahnya ada rasa kecewa dan kesal yang tiba-tiba hadir dalam dirinya, dimana dia menginginkan sang istri bermanja padanya tapi yang terjadi justru istrinya kini sedang tertidur dengan pulas.


Rasa sayang dan cinta yang sangat besar terhadap sang istri membuat pangeran tatius memilih menahan hasraat yang sebenarnya sudah sedari tadi dia tahan, terlalu memanjakan sang istri membuat Pangeran Tatius sering kali harus menahan tidak melakukan apapun sebelum mendapatkan izin dari sang istri, kesabaran yang luar biasa itulah yang selalu Pangeran Tatius berikan, akan tetapi malam ini Pangeran Tatius yang masih penasaran dengan sosok mahluk manusia yang ternyata jelmaan dari seekor katak yang ada di danau yang mana danau itu dulunya tidak lah begitu angker apalagi menakutkan kini tiba-tiba menjadi angker dan menakutkan, membuat Pangeran Tatius berniat untuk kembali datang melihat dan menyelediki nya.


Melalui jendela Pangeran tatius terbang melesat meninggalkan sang istri yang sedang tertidur pulas tidak lama kemudian pangeran Tatius sudah sampai di tempat di mana dia menawan mahkluk jelmaan seekor katak dengan mantra gaib yang mana dia tidak akan pernah bisa lepas sebelum Pangeran Tatius melepas mantra gaibnya.


melihat kehadiran pangeran tatius sosok makhluk misterius yang memiliki wujud asli seekor katak akhirnya berteriak dengan kesal.


"Akhirnya kau datang juga cepat lepaskan aku jangan menjadi laki-laki pengecut mari kita bertarung," seru sang katak akan tetepi Pangeran Tatius tidak mengindahkan teriakan dan celotehan sang Katak.


Pangeran Tatius menebarkan pandangan nya ke sekeliling tempat seolah olah sedang mencari sesuatu.


Benar saja Pangeran Tatius sedang mencari buliran pecahan kristal merah yang tanpa Pangeran Tatius mengerti keluar dari bibir sang katak dan pada saat itu keris pedagang nya menghantam kristal merah, Pangeran Tatius merasa ada suara aneh yang terdengar dari pecahan kristal dan Pangeran Tatius ingin mencari suara aneh itu berasal.


Ketika Pangeran tatius sibuk mencari keberadaan dari pecahan kristal berwarna merah yang mana diyakini ada sesuatu yang aneh di dalamnya, Sang Katak yang merasa dirinya diabaikan dan tidak diperdulikan merasa geram dengan keras dan lantang dia mulai berteriak memanggil pangeran tatius.


"Woi... lepaskan Aku, kau benar-benar laki-laki Vampire yang pengecut, kau hanya bisa mengikatku tapi Aku yakin kau sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk melawanku." seru sang mahkluk katak berapi-api, dia sengaja ingin memancing emosi dari pangeran Tatius, akan tetapi Pangeran Tatius yang cukup berpengalaman sama sekali tidak mengindahkan teriakan mahkluk Katak pandangan matanya kembali melihat sekeliling mencari dimana pecahan dari butiran kristal merah.


Pangeran Tatius tersenyum tipis ketika melihat sebuah sinar merah yang tidak terlalu terang akan tetapi cahayanya dapat terlihat dengan jelas, mungkin karena faktor jatuhnya sedikit terlempar jauh sehingga cahaya merah itu terlihat sangat samar.


Secepat kilat Pangeran Tatius terbang melesat ke arah tempat yang terdapat sinar kristal merah.


"Woi, mau kemana kau cepat lepaskan Aku."


Malam yang sepi dengan udara yang dingin menusuk ke dalam tulang sumsum, gerakan Pangeran Tatius yang cepat telah sampai di tempat yang mana terdapat munculnya sinar merah.


Dengan kekuatan Indra penciuman yang sangat tajam dengan disertai kekuatan dari mata batin sebuah insting yang tinggi, sinar cahaya merah yang ada di depan mata terasa bergerak gerak seolah olah ada sesuatu yang tersembunyi di dalam nya.


Karena rasa penasaran Pangeran Tatius mengeluarkan kekuatan dari pedagang kerisnya, tanpa ragu-ragu lagi Pangeran Tatius segera melompat dan mengarahkan keris ke arah pecahan kristal merah yang sinarnya membetuk sebuah gulungan berbentuk kerucut berputar secara cepat dengan mengeluarkan sinar Merah.


"Hiaaaa... wuuuuuuzz


Gulungan merah yang warna nya samar seolah akan memudar hancur dan terhenti seketika pada saat keris kecil berwarna kuning keemasan mambabat nya, tak lama kemudian dari dalam gulungan itu muncullah sebuah benda yang menggelinding seperti bola dengan warna hitam akan tetapi benda yang terlihat seperti bola dan berwarna hitam tiba-tiba berubah membentuk sebuah sosok tubuh manusia dengan posisi telungkup.


Sosok tubuh manusia yang telungkup dengan posisi menunduk kini perlahan-lahan bangkit berdiri dan tengadah menatap lurus kedepan.


Tatapan matanya lurus ke depan menatap pada Pangeran Tatius, beberapa menit kemudian sosok itu tubuh manusia itu merentangkan tangannya hingga menampakkan sayap hitam yang lebat.


"Manusia kelelawar, " lirih Pangeran Tatius sambil mengeryitkan dahinya tanpa Pangeran Tatius sadari sosok manusia kelelawar sudah terbang melesat ke arah Pangeran Tatius dan berdiri tepat di hadapan nya yang mana hal itu sedikit membuat Pangeran Tatius terkejut, hingga dengan gerakan refleks Pangeran Tatius mundur satu langkah kebelakang.


Sosok manusia kelelawar yang telah berdiri tepat di hadapan Pangeran Tatius tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya dengan kepala menunduk dalam dalam ke tanah.


"Trimakasih, Tuan telah membebaskan saya. untuk itu mulai saat ini saya adalah Abdi Tuan apapun yang akan Tuan perintahkan akan saya lakukan."ucap sosok manusia kelelawar yang ternyata seorang wanita.


"Berdirilah jangan begitu, Aku hanya kebetulan bisa membantu, kamu boleh pergi kemana pun kamu mau, nikmati kebebasan mu."


"Tuan, Aku sudah berjanji dalam diriku apabila Aku ada yang membebaskan maka Aku akan menyerahkan seluruh hidupku pada orang itu dan ternyata Tuan yang telah membebaskan Aku untuk itu Apapun akan Aku lakukan bahkan jika Tuan menginginkan Aku dengan senang hati Aku siap melakukan untuk Tuan."


"Tuan, Aku akan ikut,"


Mendengar perkataan dari wanita kelelawar yang ada di depannya, sontak saja kedua bola mata Pangeran Tatius membulat seketika.


"Apa? Ikut kamu jangan gilaa, kalau kamu ikut istriku Akan cemburu dan marah padaku kalau sudah marah mana bisa Aku mendapatkan jatah darinya, sudahlah pergi jauh sana jangan ganggu Aku," seru Pangeran Tatius yang kemudian membalikkan badan dan hendak terbang melesat meninggalkan tempat itu.


Akan tetapi gerakan Pangeran Tatius terhenti mana kala jubah panjang berwarna hitam di gengam seorang wanita mahkluk kelelawar yang ada di belakang nya, untuk itu pangeran Tatius tidak bisa terbang karena dia tidak mungkin melempar jauh sang mahkluk kelelawar.


"Hei, apa yang kau lakukan, lepaskan Aku harus pergi,"


"Tunggu Tuan, ijinkan Aku ikut bersamamu."


"Tadi sudah Aku bilang tidak kan? jadi pergilah Aku tidak membutuhkan Abdi, cukup Abdi ku istriku saja kamu pergi sana."sunggut Pangeran Tatius yang mulai kesal.


"Tuan berikan Aku waktu tujuh hari untuk bisa berada di dekat Tuan setelah itu Aku akan pergi,"


"Tidak, jangan buat Aku bermasalah dengan Istriku pergi lah."


"Tuan sangat takut menyakiti hati istri Tuan,"


"Tentu saja, karena Aku tidak mau menyakiti nya,"


"Tuan sangat mencintai istri Tuan tapi alangkah malangnya Nasib Tuan jika istri Tuan tidak mau selalu melayani Tuan.'


"Hei kamu ini bicara apa semakin ngacau saja pergilah kau,"


"Tuan ambil ini, berikan pada istri Tuan Nanti Tuan akan selalu di puaaskan tanpa Tuan harus meminta."


"Maksud kamu apa?


"Ini obat penumbuh rasa gaiiraah bisa juga di bilang obat perangsang, ambilah dan berikan pada Istri Tuan dan rasakan kedahsyatan nya."


Mendengar perkataan dari mahkluk manusia kelelawar Pangeran Tatius tertawa terbahak bahak.


"Oh, jadi ini model obat perangsang yang macet dan gak guna itu ya, tidak perlu ini tidak berguna dahsyat apanya baru juga di 20 menit ditinggal mandi sudah tidak ada pengaruhnya istriku justru tidur dengan pulas, obat perangsang apaan istri ku sudah pernah minum obat seperti ini, bukankah ini juga obat yang diberikan si Katak jelek itu."


"Tuan salah paham, ini tidak sama dengan obat perangsang milik katak kalau milik si katak obatnya akan berfungsi apabila turun hujan sedangkan ini tidak perlu menunggu hujan, sedangkan ini obat dari Iblis yang selalu menginginkan Aku untuk bisa memberikan kepuasan padanya, Tuan coba saja saya yakin kali ini istri Tuan akan memanjakan dan memberikan kebutuhan biologis Tuan."


"Aku tidak butuh," ucap Pangeran Tatius mengabaikan.


"Tuan, cobalah,"


"Kamu berisik sekali baiklah Aku ambil mana dan sekarang kau cepat pergi jangan menggikuti ku." gertak Pangeran Tatius yang kemudian terbang melesat meninggalkan Mahkluk kelelawar yang memandang kepergian Pangeran Tatius dengan bibir tersenyum.


"Tuan, smoga kamu akan mendapatkan kepuasan batin, kamu tau itu adalah satu-satunya obat Ajaib yang Aku miliki selain mampu memberikan daya ranggsaang yang tinggi itu juga bisa membuat sumber kekuatan yang besar apabila yang menelan obat itu melakukan penyatuan dengan mahkluk yang berbeda, dimana dia akan semakin kuat jika masuk dalam tubuh dan bertemu dengan dua aliran darah yang berbeda, terlebih jika sampai dalam penyatuan itu membuahkan benih yang tercipta, maka kekuatan itu akan menyatu dalam aliran darahnya, dia akan tumbuh menjadi mahkluk yang memiliki sumber keabadian dan sebenarya itu bukan obat perangsang yang diberikan iblis kepada ku, tapi itu adalah obat incaran iblis sehingga dia selalu mengurungku dan menjadi kan Aku budak kepuasaan nya, bertahun tahun Aku menyembunyikan obat itu di dalam perutku sehingga tidak ada satupun yang bisa mengambil apabila dia tidak membunuh ku, dan berkali-kali iblis terkecoh dengan sikap ku sehingga dia ragu jika Akulah pemilik obat Surga keabadian karena Tuan sangat baik maka Aku melepaskan dan memberikan dengan suka rela pada mu, jika kau sendiri yang menelan obat itu maka kekuatan mu akan berlipat lipat dan jika istri mu yang menelan obat itu, maka dia akan memberikan mu kepuasaan batin seperti yang kamu harapkan, tapi jika kamu melakukan penyatuan pada mahluk berbeda maka akan menimbulkan benih kekuatan maha dahsyat yang mana dia akan menjadi satu-satunya orang yang apabila kesucian atau keperjakaan nya di miliki seseorang maka orang itu akan kekal abadi selamanya dan kurasa kamu hanya akan mendapatkan yang kedua kebahagiaan dan kepuasan batin saja, karena Aku yakin istrimu juga sosok manusia Vampir itu tidak akan menimbulkan aliran dua darah yang berbeda bertemu, smoga kau berbahagia Tuan dan selamat menikmati hari hari manis mu bersama sang istri." lirih Mahkluk manusia kelelawar yang kemudian terbang melesat meninggalkan tempat itu.


Sementara Pangeran Tatius yang memutuskan untuk kembali ke Rumah kembali masuk melalui jendela, dengan sangat hati-hati Pangeran Tatius masuk dan menutup kembali jendelanya.


"Ada-ada saja mahkluk kelelawar itu, masak ini obat bisa merangsang sang istti dia pikir Aku bodoh apa bisa di kibuli sudahlah lebih baik Aku taruh disini saja.


"Hooooaaaam


"Ini sudah sangat malam lebih baik Aku pergi tidur juga," Gumam Pangeran Tatius yang kemudian Naik ke atas Ranjang dan tidur di sampingnya.