The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.317.SEKALI TEPUK



Pangeran Yasza terus menarik tangan Tania untuk mengikuti langkahnya meskipun Gadis itu terus memberontak dan berteriak dengan histeris pangeran Yasza tidak memperdulikan nya.


Sementara para pengawal kerajaan Ambawarta membawa Pangeran Tatius ke alun-alun kerajaan yang mana, di alun-alun kerajaan Ambarawarta masih terjadi peperangan antara pasukan dari kerajaan awang-awang vampir dan kerajaan Ambawarta.


kerajaan Ambawarta yang terlihat kocar-kacir dan kewalahan dalam menghadapi pasukan kerajaan dari awang-awang Vampir mulai terdesak mundur, akan tetapi ketika melihat Pangeran Tatius dalam tawanan prajurit Ambawarta dan dengan perintah Panglima kerajaan Ambawarta semua prajurit kerajaan awang-awang Vampir berhenti menyerang, mereka tertegun dan tertunduk melihat Pangeran mereka dalam tawanan prajurit kerajaan Ambawarta.


Senyum kepuasan terlihat dari pancaran mata Panglima kerajaan Ambawarta dan para Rakyat kerajaan Ambawarta, yang mana mereka bisa menyandra salah satu kesatria hebat putra dari kerajaan Awang Awang Vampire yaitu Pangeran Tatius yang namanya tidak lagi asing di dunia persilatan Negara Vampire.


Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti terkesiap melihat putranya kalah dalam Medan pertempuran, dia tidak percaya jika putranya bisa dengan mudah di kalah kan.


Beberapa kali Raja Prayuda menelan ludahnya dengan kasar, tatapan matanya menyiratkan sebuah pertanyaan kepada pangeran Tatius yang kala itu juga sedang menatap pada Ayah nya, Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti pimpinan kerajaan dari Istana Awang Awang Vampire.


Wajah sedikit tua Namun masih memiliki kharisma yang kuat dengan pesona ketampanan yang masih terlihat jelas, membuat Pangeran Tatius menundukkan kepalanya.


Melihat sang putra mahkota menunduk dan tidak berani menatap wajahnya secara tegas membuat Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti menjadi yakin jika ada sesuatu yang sedang terjadi di balik semua itu.


"Lihat.... kalian sudah melihat Pangeran kalian kalah kan? sekarang tunggu apalagi cepat jatuhkan senjata kalian."


Tanpa perlawanan mereka semua menjatuhkan senjata nya, semua prajurit kerajaan awang-awang Vampir berada dalam tawanan kerajaan Ambarwata.


Tanpa penolakan Raja Awang Awang Vampire pun di ikat dan di masukkan ke dalam tahanan.


"Pasti, semua karena kelicikan dari laki-laki muda itu, dia benar-benar licik, pasti dia sudah menyandra Tania sehingga Tatius menggalami kekalahan, benar benar pemuda kurang ajar, ingin Rasanya aku membunuh dirinya saat ini juga " geram Raja Awang Awang Vampire.


Sedangkan Pangeran Tatius memejamkan mata menyesali apa yang telah terjadi pada Kekasih nya.


"Maafkan aku, yang tidak bisa melindungi mu, jangan takut aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu,"lirih Pangeran Tatius dalam hati yang mana sesekali memejamkan matanya di mana hatinya begitu kalut dan resah, masih terngiang-ngiang dengan jelas apa yang di katakan pemuda yang menjadi musuhnya, jika dia sangat tertarik pada Tania dan berniat menjadikan Tania sebagai pengantinnya, ada rasa sakit yang teramat sangat ketika ada pemuda lain yang suka kepada kekasihnya, tapi apalah daya kini dia justru menjadi Tawanan dari mereka.


Di sisi lain Tania yang di bawa dengan paksa pangeran Yasza masih terus memberontak agar dirinya bisa lepas dari monster yang sangat menakutkan dirinya.


Baru saja sedikit datang kebahagiaan setelah sekian lama tidak berjumpa dengan sang kekasih kini mereka berdua harus kembali di pisahkan dengan keadaan yang sangat menyedihkan.


"Lepaskan aku pengecut....!"handrik Tania dengan suara yang keras dan kasar.


"Hei, kenapa kau marah marah padaku bukankah kemarin kau sangat manis di sisiku dan ku rasa kau juga suka padaku bukankah wajahku juga sangat tampan tidak kalah dengan tikus Kekasih sialan mu itu."Sungut Pangeran Yasza.


"Apa kau bilang tertarik padamu, mimpi kau dan yang tikus itu kamu, sudah jelek, brengsek di tambah licik lagi, jika bukan karena menyandra ku mungkin saat ini kau sudah mampus di tangan ke kasihku,"teriak Tania dengan wajah yang penuh kemarahan yang berapi-api


"Apa kau bilang aku pengecut hahaha ... dalam perang semua halal, kekasih tikus mu itu saja yang bodoh, tidak bisa melindungi mu bahkan teledor membiarkan dirimu menjadi penonton Tanpa memberikan kamu benteng pelindung, jadi akui saja Kekasihmu itu sebenarnya tidak pernah mencintai mu."


"Terserah kau mau bicara apa? yang jelas kamu hanya seorang laki-laki pengecut yang beraninya hanya menyandra seorang wanita."


Pangeran Yasza menarik kuat tangan Tania dan mendorong nya masuk kedalam sebuah ruangan besar seperti kamar yang ada di hotel berbintang lima sangat megah dan mewah itulah kamar Puri istana kepribadian Pangeran Yasza.


Tangan kekar Pangeran Yasza yang mendorong kuat tubuh Tania hingga jatuh terjerembab ke pinggir Ranjang.


"Diam di sini dan jangan berbuat macam-macam, apalagi berniat kabur, ingat kekasih mu menjadi tawanan ku dan aku bisa menyiksanya sesuka hatiku, jadi kau jangan bertingkah macan macam jika kau tidak ingin Kekasih mu mendapatkan siksaan dariku karena ulahmu, apa kau mengerti dan satu lagi kali ini aku tidak ingin mendengar kalimat bantahan darimu, malam ini kau boleh beristirahat besok baru kita pikirkan rencana pernikahan kita."


"Cuiih... mimpi kau, sampai kapan pun aku tidak mau menjadi istrimu."


"Hahaha, kita lihat saja besok, hari ini kau bisa berkata begitu tapi aku tidak yakin besok kau masih bisa bersikap galak dan berani bicara kasar kepada ku," seru pangeran Yasza mendekati Tania sambil bertepuk tangan, selamat beristirahat calon istriku."ucap Pangeran Yasza sambil tersenyum menyeringai sebelum kemudian dia pergi meninggalkan kamar.


Sementara Pangeran Yasza menuju alun-alun dan setelah sampai langsung memerintahkan kepada para prajurit nya untuk membawa pangeran Tatius pergi ke dalam sebuah ruangan Rahasia.


"Pangeran semua telah kami laksanakan."


"Bagus, sekarang kalian boleh pergi."


"Siap, pangeran!"


Sebelum melangkah kan kaki masuk ke dalam ruang Rahasia. Pangeran Yasza Tersenyum menyeringai.


"Sekali tepuk dua lalat mati, bukankah ini sangat brilian pembalasan dendam ku akan segera terbayarkan dan gadis cantik itu juga bisa ku miliki hahahaha..... tidak ada yang bisa melawan Pangeran kerajaan Ambarwata seperti ku, kekuatan ilmu tidak berguna jika tanpa akal dan memiliki otak yang cemerlang, dasar pemuda bodoh mau-mau nya dia menyerah dia pikir aku akan melepaskan Kekasih nya dasar bodoh, tampang memang boleh di acungin jempol, ilmu Kanuragan nya pun juga cukup untuk di perhitungkan tapi otaknya benar-benar Nol, Dewi keberuntungan kini sedang berpihak padaku dan wajah itu sangat lucu ketika kekasihnya aku ganggu aku jadi ingin melihat tampang Wajahnya yang kacau jika pemuda bodoh itu melihat caraku meniduri kekasihnya pasti akan sangat menyenangkan Hahahaha.....aku benar-benar puas serang aku mau lihat sedang apa pemuda itu, apa dia masih lagi meratapi nasibnya."


Dengan langkah tegap Pangeran Yasza membuka pintu Ruang Rahasia terlihat lah sosok Tampan yang sedang terikat kaki dan tangan nya.


Tatapan tajam mata pangeran Tatius mengarah padanya sangat terlihat jelas ada api kemarahan yang terpendam di dalam sana.


"Lepaskan kakasihku urusanmu hanya dengan ku bukan dengan gadisku, lepaskan dia brengsek...!


"Hei.... kenapa kau marah marah, ssttt.....kekasihmu lebih nyaman dengan ku, jadi tentanglah."


"Kurang ajar, jika kau berani macam-macam padanya aku tidak akan mengampuni mu."


"Pok....!


"Pok....!


"Pok....!


"Wah aku takut sekali ...!Hahahah....tapi apa dayamu hah, ayo.....keluar dan selamatkan Kekasihmu jika kau bisa."bentak Pangeran Yasza sambil mencengkram kuat rahang dagu pangeran Tatius." Kenapa diam..! kau tidak bisa kan...?" kau sekarang hanyalah Vampire bodoh yang cuma menunggu ajal kematian mu."cibir Pangeran Yasza pada pangeran Tatius yang justru bibirnya tersenyum miring.