The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.311.TUKERAN BAJU



Suasana Kerajaan Ambarwata kini menjadi sangat kacau dan menegangkan di mana banyak para prajurit kerajaan dan para dayang berlarian menghindari dan memadamkan api yang semakin lama semakin tinggi berkobar.


Langit yang cerah menjadi hitam pekat akibat dari asap yang mengepul, semua Rakyat Ambarwata yang melihat asap putih kehitaman berlarian masuk ke dalam istana Mereka berbondong-bondong ingin memadamkan api yang sedang membakar kerajaan istana, teriakan demi teriakan serta hentakan kaki dan kemarahan dari berberapa prajurit yang ada di sekitar kerajaan ambarawarta saling tuding. Mereka saling menyalahkan satu sama lain Karena sesungguhnya mereka tidak tahu siapa yang telah membuat kekacauan di kerajaan Ambarwata.


"Cepat padamkan apinya...!teriak seorang laki-laki bertubuh tinggi besar dengan suara yang keras.


"Siap, panglima!


"Kurang ajar, siapa yang berani membakar kerajaan Istana ini, aku yakin ini bukan lah satu keteledoran tapi suatu kesengajaan yang sengaja si lakukan oleh orang yang tidak suka dengan kerajaan Ambarwata, bisa jadi mereka sangat iri dengan kemenangan kerajaan ini dan diam diam datang mengacauhkan nya."


"Panglima benar, saya pun berfikir seperti itu pasti ada orang yang sengaja melakukan ini semua,"


"Pangeran Yasza ada dimana? apakah beliau sudah tau jika di dalam kerajaannya terjadi kebakaran."


"Ku rasa belum tau panglima, karena jika tau pasti pangeran Yasza sudah ada di sini,"


"Baiklah aku akan temui pangeran Yasza kamu cepat tugaskan pada mereka untuk memadamkan api dan tangkap siapapun orang asing yang ada di kerajaan ini, karena bisa jadi mereka lah para pelakunya."seru sang panglima dengan tegas.


"Siap, Panglima!"


Cuaca cerah yang menjadi kacau, sore hari yang seharusnya indah dengan warna merah jingga penghias cakrawala di langit biru kini seolah olah menjadi sendu ikut larut dalam kebisingan dan kepanikan dari para penghuni kerajaan Ambawarta yang sedang bergotong royong memadamkan api.


Hembusan Angin yang Sepoi Sepoi menerpa jubah kain panjang berwarna hitam menari nari menggikuti gerakan dari sang pemilik nya berkibar tak tentu arah, bergerak dengan cepat menyelinap kesana kemari.


"Duuuuuuuss...!"satu tendangan tepat mengenai salah satu prajurit kerajaan Ambarwata yang sedang bertugas.


"Aaakh....!


"Siapa, di situ! teriak salah satu prajurit kerajaan Ambarwata yang sempat mendengar ada suara kegaduhan di balik gedung tinggi yang ada di sampingnya, dengan cepat prajurit kerajaan Ambarwata segera berlari memeriksa keadaan.


Ketika sang prajurit sudah berada di dekat gedung tiba-tiba sebuah pukulan tepat mendarat di punggung nya tak Aya lagi karena tanpa persiapan sang prajurit pun jatuh tersungkur di tanah.


Pada saat sang Prajurit hendak bangkit kembali tubuh nya mendapatkan serangan mendadak lagi, hal itu membuat sang prajurit menjadi sangat geram dan marah, dia mengumpat dan memaki-maki orang yang telah dengan sengaja menyerang nya.


"Siapa kau berani sekali kau menyerangku secara licik." teriak sang prajurit Kembali.


Seolah bicara pada angin yang mana tak ada satu jawaban yang memuaskan selain sebuah pukulan yang kembali datang menyerangnya, dengan kesal prajurit itu pun berniat memberikan serangan balik akan tetapi kecepatan yang di miliki penyerang misterius sangat luar biasa hingga tanpa bisa melindungi diri sang prajurit akhirnya dapat di kuasai dengan sebilah pedang milik prajurit orang misterius itu menodongkan pedang nya ke leher sang prajurit.


"Katakan padaku, di mana tawanan para prajurit kerajaan awang-awang Vampir di tawan."


"Siapa kau, lepaskan aku."


Prajurit kerajaan Ambarawarta berteriak dengan histeris berharap orang misterius yang ada di depannya menciut nyalinya, tapi rupanya dugaan prajurit kerajaan Ambarwata salah terbukti justru orang misterius yang menodongkan pedangnya semakin kuat memberikan cengkramannya.


"Katakan padaku di mana kalian menawan prajurit kerajaan awang-awang Vampir cepat."


"Hahaha, aku tidak akan memberi tau mu, cari saja sendiri."prajurit itu berucap dengan sangat tenang dan berani.


Keberanian sang prajurit berbicara dengan santai meskipun di lehernya menempel sebuah pedang hal itu tak membuat nya merasa gentar membuat sosok misterius itu semakin kesal.


"Cepet katakan padaku atau kau akan ku bunuh."


"Bunuh saja jika kau berani."


Bukanya merasa takut prajurit kerajaan Ambarwata justru menantang sosok orang misterius.


Kilatan cahaya kemarahan yang terpancar di wajah sosok misterius tak membuat sang prajurit merasa takut hingga pada detik berikutnya.


"sreeett...!


"Aaaaahk." teriak sang prajurit yang tidak menduga jika sosok misterius berani mengoreskan pedang pada kulit nya, meskipun tidak terlalu dalam akan tetapi muncul rasa perih dan darah mulai keluar dari goresan leher yang terluka.


"Apakah kau masih tidak mau mengatakan, jika tidak baiklah aku akan membunuhmu sekarang juga."


"Ja-jangan..! baik aku akan mengatakan tapi tolong jangan bunuh aku."


"Mereka berada di penjara bawah tanah."


"Di mana itu!"


"Di...di sana !


Prajurit kerajaan Ambarwata menunjukkan arah di mana terdapat bangunan kecil yang terlihat sangat sepi dan biasa saja.


"Masuklah kedalam sana nanti kau akan melihat sebuah patung kuda geser lah patung itu, maka kau akan melihat jalan menuju ruang bawah tanah."


"Baik, lalu di mana Raja kerajaan Awang Awang Vampire di Tawan."


"Raja itu di tempat kan di sebuah kerangkeng besi yang ada di ujung sana, kau tidak akan bisa melepaskan nya karena Pangeran Yasza sudah membentengi dengan ilmu gaib di mana besi tidak akan bisa di hancurkan, jadi jangan bermimpi kau bisa melepaskan Raja mu sebelum kau bisa membuat Pangeran Yasza bertekuk lutut di hadapan mu."


"Tidak masalah, sekarang lepaskan bajumu."


"Apa?"


"Lepaskan bajumu, tidak perlu kau melotot begitu, apa kau mau aku bunuh."


"Hei....! kamu kan tadi meminta informasi di mana Prajurit kerajaan Awang Awang Vampire kami Tawan dan juga Raja nya lalu ini kenapa kau juga meminta bajuku, jangan bilang kau ingin menghukum ku dengan menyuruhku berjalan tanpa baju, apa kata dunia, aku bisa malu jika sampai pacar ku di sini tau."


"Dasar prajurit cap kadal sudah terluka sudah hidup di ujung tandu masih bisa sempat sempat nya memikirkan pacar."Desis orang misterius bermonolog sendiri dalam hati.


Tanpa bicara apapun orang misterius itu menatap tajam pada laki-laki prajurit kerajaan Ambarwata yang ada di depannya. Matanya yang hitam dan jernih dengan kedua alis yang tebal hidung mancung kulit putih bersih, memberikan kesan kharisma yang tinggi bahwa laki-laki sosok misterius yang ada di depannya adalah Pemuda yang cukup tampan, akan tetapi sangat mengerikan jika permintaan nya tidak di ikuti, kilatan cahaya matanya yang begitu tajam, bergidik tubuh sang prajurit.


"Iya...iya, aku lepas bajuku tapi jangan suruh aku untuk berlari menggelilingi istana ini, harga diriku sebagai prajurit ternama bisa jatuh seketika."


"Jangan banyak bicara, cepatlah...!


"****.....! tidak sabaran sekali ini orang."


Prajurit kerajaan Ambarwata bersungut-sungut dan mengumpat dalam hati sambil melepaskan baju seragam keprajuritan nya."


"Nih..! mau kau apakan bajuku, jangan bilang mau kau gadaikan ya."


"Lepas juga celanamu..!"


"Hah ...kau gila! aku bisa telanjang bulat, ogah aku tidak akan menggikuti perintah tidak waras mu, kau benar-benar gila."


"Lepaskan cepat atau....


"Iya..iya...!


Dengan bibir komat Kamit ngedumel prajurit kerajaan Ambarwata dengan berat hati akhirnya melepaskan celana panjang nya."


"Nih...! makan tuh baju."


Prajurit kerajaan Ambarwata segera memberikan baju seragam keprajuritan nya pada sosok laki-laki misterius yang ada di depannya sambil bersungut-sungut.


Dengan santai laki-laki sosok misterius yang ada di depannya dengan gerakan cepat juga membuka seluruh baju jubah hitam yang di kenakannya, gerakan dari sosok laki-laki misterius tak lepas dari pandangan mata sang prajurit yang hatinya dilanda kebinggungan.


"Dia, benar-benar gila mau apa bajunya di buka juga, mau lomba polos apa, dasar orang aneh."


"Nih, Pakai...!


"Hah..! kau..?


"Kita tukeran baju, sana pergi smoga kamu selamat tidak di anggap orang asing yang patut di curigai."


"Kau....!


Dengan tenang Sosok misterius itupun berlalu pergi meninggalkan sang prajurit kerajaan Ambarwata yang lagi kesal."dasar laki-laki licik ternyata ini rencanamu, cukup cerdas juga otaknya, aduh sekarang aku harus bagaimana jika keluar dengan pakaian begini alamat aku di anggap pengacau itu, Oh...****...! dia benar-benar membuat ku mati kutu."