
kedudukan menjadi seimbang antara Pangeran tatius dengan laki-laki bangsa manusia yang mana kedua-duanya kini juga sedang terluka, cambuk berkali-kali mengenai tubuh laki-laki bangsa manusia Pangeran Tatius yang merasa sangat geram dengan tindakan dan perbuatan laki-laki bangsa manusia dia bertekad tidak akan memberikan ampun sedikitpun pada laki-laki bangsa manusia.
terlebih Pangeran Tatius melihat putri lin Ying yang menahan sakit akibat lehernya yang tergores pedang panjang milik laki-laki bangsa manusia.
"Kau sungguh biadab wahai Manusia dan aku tidak akan mengampunimu untuk yang kedua kali dan kali ini aku akan pastikan kau akan mati di tanganku." seru Pangeran Tatius pada laki-laki bangsa manusia
laki-laki bangsa manusia terkekeh mendengar ancaman dari pangeran tatius.
"Hai anak muda jika membunuh ku sangat mudah sudah pasti kau sudah membunuhku sejak dari kemarin, tapi lihat, apa yang terjadi, apa yang kau rasakan dan apa yang kau alami di dalam tubuhmu itu sama dengan apa yang ku alami di dalam tubuhku, kita sama-sama terluka aku juga masih sanggup untuk berdiri, cambuk itu adalah senjata aku dan aku bisa melakukan apapun untuk melindungi diriku jadi kau jangan berbangga dulu melihat kemenanganmu yang hanya seujung kuku karena kau belum mengetahui siapa diriku."
Pangeran Tatius terkekeh mendengar perkataan dari laki-laki bangsa manusia.
"Terus saja kau sesumbar karena sesungguhnya engkau tidak bisa melawan ku kematian mu sudah dekat jadi bersiaplah."
"Hiyaaaaaa....cetarrr.....cetarrr....!"bunyi suara cambuk yang menghujam ke arah laki-laki bangsa manusia. Berkali-kali laki-laki bangsa manusia harus berguling guling untuk menghindari serangan cambuk dari Pangeran Tatius hingga pada suatu saat laki-laki bangsa manusia yang juga geram dia menggeluarkan seluruh kemampuan nya, cambuk yang mengarah padanya segera laki-laki bangsa manusia tangkap dan dengan kekuatan yang sangat besar laki-laki bangsa manusia yang menarik cambuk itu dengan kuat sehingga Pangeran Tatius yang memegang cambuk ikut tertarik hingga jatuh, hal itu di gunakan laki laki bangsa manusia untuk menyerang balik Pangeran Tatius.
"Kau tidak akan semudah itu bisa mengalahkanku anak muda, mari kita lihat siapa nantinya yang akan menjadi pemenangnya."
"ya , kita lihat saja siapa diantara kita yang akan menjadi pemenang nya karena aku sudah muak bertarung dan bertemu dengan dirimu, kau selalu membuat keresahan pada makhluk vampir seperti kami untuk itu kau harus di binasakan."
"bicara itu memang mudah anak muda tapi lakukanlah Apakah kau bisa karena sampai detik ini, lihatlah aku masih kuat meskipun cambuk itu menghujam tubuhku dan kau juga masih kuat kita masih sama-sama kuat kini terimalah ajian Pamungkas ku karena belum ada yang bisa lolos dari seranganku ini, tidak ada bangsa Vampir yang bisa lepas dari incaran ku, bersiaplah."
laki-laki bangsa manusia mulai melakukan kuda-kuda tatapan matanya begitu tajam lurus kepada Pangeran Tatius dengan senyum menyeringai laki-laki bangsa manusia menengadahkan tangannya ke atas langit sambil mulutnya berkomat-kamit membaca sebuah mantra
Pangeran Tatius bersiaga menerima setiap serangan yang akan diberikan oleh bangsa manusia, tatapannya tajam lurus ke depan dan dia mencermati dengan sangat cermat apa yang akan dilakukan laki-laki bangsa manusia itu kepadanya.
Entah mengapa dalam sekejap langit berubah menjadi hitam pekat angin begitu kencang Putri Lin Ying terkesiap melihat perubahan cuaca yang tiba-tiba berubah, dengan sangat dahsyat.
laki-laki bangsa manusia tertawa lebar sebelum memberikan serangan kepada pangeran tatius.
"Kali ini kita lihat apakah kau bisa menangkis serangan dariku anak muda," seru laki-laki bangsa manusia dengan senyum menyeringai meskipun dirinya sudah terluka parah akan tetapi bangsa manusia terlihat masih sangat segar tidak ada ada tanda-tanda bahwa dia kelelahan ataupun lukanya mempengaruhi gerakan tubuhnya.
Pangeran Tatius tersenyum miring mendengar perkataan dari laki-laki bangsa menusia.
"Aku sudah siap! lakukan apa yang akan kau lakukan Karena setelah ini aku tidak akan memberikan ampunan lagi kepadamu." seru Pangeran Tatius dengan tetap tersenyum dengan tenang.
"sombong sekali kau anak muda baiklah sekarang trimalah seranganku."
laki-laki bahasa manusia mundur ke belakang untuk berapa langkah kemudian mengeluarkan benda kecil seperti paku di mana ujungnya memiliki runcing dan mengkilap.
Setelah komat-kamit membaca mantra laki-laki bangsa manusia melemparkan paku itu ke arah pangeran Tatius dan dalam sekejap pangeran Tatius dikelilingi oleh putaran angin yang sangat dahsyat yang mana semakin lama semakin kuat dan semakin lama semakin menjerat sampai pada akhirnya tubuh Pangeran Tatius terlilit sebuah besi berduri yang mana bentuk durinya seperti paku.
"Awwwwh....!"teriak Pangeran Tatius yang tidak menyadari jika serangan dari bangsa manusia merupakan jebakan dari sebuah lilitan dari besi berduri yang mana jika sedikit saja bergerak maka duri besi itu siap melukai tubuh dari Pangeran Tatius.
Putri lin Ying terkesima melihat semua itu sebuah ajian yang pernah dan tidak asing bagi Putri lin Ying di mana sang Ayah pernah mengajarkan padanya namun ketika itu Putri Lin Ying gagal suatu ilmu yang diberikan oleh ayahnya tapu dia tak mampu menguasai nya, Putri Lin Ying hanya mengetahui lilitan dari jeruji besi bisa terlepas jika orang yang dililit nya mampu menahan nafas.
Menggingat semua itu Putri lin Ying segera berteriak memberi tau Pangeran Tatius yang ketika itu dalam keadaan panik.
"Pangeran....tahan nafas mu cepat..!seru Putri putri Lin Ying," tanpa bertanya Pangeran Tatius yang kala itu berusaha melepaskan diri dari lilitan tali besi segera melakukan apa yang di perintahkan oleh putri Lin Ying.
Dalam sekejap lilitan besi dari laki-laki bangsa manusia perlahan-lahan terlepas dengan sendirinya. Melihat hal itu Pangeran Tatius tersenyum gembira, karena tidak perlu bersusah payan untuk melepaskan nya.
laki-laki bangsa manusia merasa tertegun melihat senjata yang dibanggakan nya terlepas, belum selesai rasa tertegun itu hilang tiba-tiba Pangeran Tatius memberikan serangan balik.
"Kali ini kamu tidak akan lolos! teriak Pangeran Tatius seraya mengeluarkan keris, ketika pangeran Tatius hendak menghujamkan keris itu ke tubuh laki-laki bangsa manusia dari kejauhan terdengar sebuah teriakan yang membuatnya berhenti menyerang.
"Tunggu....! jangan serang dia ."seru seorang laki-laki yang tiba-tiba datang dan berdiri di hadapan mereka.
"Kau....sejak kapan kau ada disini."tanya Pangeran Tatius binggung.
"Tentu saja sejak kali pertama kau menyerang laki-laki paruh baya itu, kau pikir aku tidak akan menemukan mu, dimana Tania Kenapa aku tidak melihat nya."
"Tania tidak bersamaku."
Ketika Pangeran Tatius dan pak guru Wili sibuk berbicara diam diam laki-laki bangsa manusia bersiap untuk menyerang Pangeran Tatius dan Pak Guru Willi.
"Bagus...!ini lebih menarik jika kedua duanya aku lumpuhkan seketika."Gumam laki-laki Bangsa manusia yang diam diam sudah mempersiapkan serangan pada Pangeran Tatius dan pak guru Wili.
Dengan gerakan yang sangat halus bahkan tak terdengar terlinga laki-laki bangsa manusia mengayunkan pedang ke arah Pak Guru Willi dan Pangeran Tatius.
"Trima ini, hiyaaaaaa.......tang....! pedang panjang milik laki-laki bangsa manusia yang terbang melesat ke punggung Pangeran Tatius dan pak guru Wili terbentur keris yang sengaja Pangeran Tatius pegang dan arahkan ke belakang dimana kala itu instingnya menggatakan jika laki-laki bangsa manusia menyerang dirinya.
Laki-laki bangsa manusia terkesiap ketika serangan nya gagal dimana arah penyerangan nya dapat di ketahui oleh pangeran Tatius.
Pak guru Wili yang geram dengan ulah laki-laki patuh baya segera berteriak.
"Apa kau tidak mau menghadiri pemakaman dari junjungan mu!
"Pemakaman dari junjungan ku, apa maksudmu?" teriak laki-laki bangsa manusia itu dengan geram.
Pak Guru Wili segera membuka ponsel hpnya dan menunjukkan pada laki-laki bangsa manusia, di mana di dalam Vidio itu terlihat beberapa orang warga sedang menggali tanah untuk tempat menggubur gadis cantik yang tertidur di dalam peti.
"Kurang ajar berani sekali kau lakukan itu!"teriak laki-laki bangsa manusia yang mana dengan sangat cepat melesat tertbang pergi mencari lokasi dimana Vidio itu diambil, sebuah gambar yang menunjukkan tempat yang sangat tidak asing padanya.
"Hei....kau mau kabur kemana?seru Pangeran Tatius yang kemudian ikut melesat terbang menggikuti laki laki Bangsa manusia.
Melihat Pangeran Tatius pergi mengejar laki-laki bangsa manusia Pak guru Wili dan putri Lin Ying pun ikut melesat terbang . menggikuti.