
pertarungan antara pangeran Tatius dan para prajurit dari kerajaan Ambarwata suruan dari pangeran Yasza masih terus berlangsung meskipun para prajurit sering kali harus jatuh bagun.
Mereka menyadari jika mereka tidak mungkin bisa menggalahkan pemuda yang ada di depannya akan tetapi mereka berusaha agar pemuda yang ada di depannya tidak bisa keluar dan pergi dari tempat itu, karena itu lah yang di minta dan di pesan pangeran Yasza, demi kelancaran dan kemudahan menyerang kerajaan Awang Awang Vampire.
Pada awalnya Pangeran Yasza mengira jika pemuda yang berada di gunung Tengger adalah Raja dari kerajaan Awang Awang Vampire, sehingga dia dengan cepat meninggalkan tempat itu guna melakukan penyerangan kepada kerajaan Awang Awang Vampire yang di rasa lagi kosong tanpa seorang pemimpin.
Akan tetapi semua pemikiran itu ternyata salah di mana ketika Pangeran Yasza datang menyerang kerajaan Awang Awang Vampire secara mendadak ternyata masih ada pimpinannya, bahkan untuk menaklukkan kerajaan Awang-awang Vampire para prajurit kerajaan Ambarwata masih harus bersusah payah.
Pangeran Tatius yang tidak menyadari jika dirinya sengaja di hadang dan di tahan di tempat itu karena satu alasan agar dirinya tidak bisa kembali ke krajaan Awang Awang Vampire secepatnya rupanya tidak di sadari olehnya sehingga Pangeran Tatius masih terus berusaha melumpuhkan para lawannya agar mereka cepat tumbang dengan santai.
*********
Sementara di dalam kerajaan Awang Awang Vampire tampak pertarungan antara dua kerajaan masih terus berlangsung kedua nya masih sama sama kuat begitu juga dengan Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti dan pangeran yasza kedua nya masih sama sama mengerahkan tenaga bertarung di atas kuda.
Berkali-kali pedang Pangeran Yasza mengenai ruang kosong hal itu membuat Pangeran Yasza semakin geram dan kesal.
"Hebat, juga ilmunya jika begini terus keadaan tidak akan baik terlebih jika anak muda yang memilih jurus seribu pisau itu kembali ke sini, aku harus memutar otakku agar aku bisa dengan mudah menaklukkan mereka."
Karena pangeran Yasza bertarung sambil berfikir sehingga konsentrasi dalam menghadapi musuh yang ada di depannya tidak terkontrol membuat pertahanan nya kurang di mana secara cepat pedang milik Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti dengan manis melukai lengan kanan Pangeran Yasza.
"Sreeeeeeettttt....!"
"Auuw....!
"Kurang ajar kau berani melukai ku."
Dengan senyum tersungging di bibir Raja Prayudha Anatius Praja Pramusti Tersenyum.
"Bertarung itu harus memiliki konsentrasi jangan hanya melamun saja anak muda, jika kau takut mati dan terluka karena seranganku, silahkan hentikan pertarungan ini dan kembalikanlah ke kerajaan asalmu."
"Bedebah ..kau jangan sombong Raja Awang Awang Vampire, aku Pangeran Yasza dari kerajaan Ambarwata tidak pernah merasa gentar pada siapapun, kau hanya bisa melukai sedikit sudah sombong, kau belum menggalahkan ku, jadi jangan berfikir kau sudah menang ayo kita lanjutkan siapa yang sebentar lagi akan tumbang."
Setelah mengucapkan itu pangeran Yasza memacu kudanya dengan cepat menghampiri Raja Awang-awang Vampire dengan menggarahkan pedang nya, kali ini tatapan mata Pangeran Yasza begitu tajam dan teliti dia menggamati dengan cermat mana yang bisa menjadi peluang dan kelemahan dari Musuh yang ada di depannya.
Pertarungan menggunakan pedang sangat lambat dan lama itulah yang di rasakan Pangeran Yasza.
"Aku aku segera mengakhiri pertarungan ini, aku harus secepatnya menguasai kerajaan Awang-awang Vampire.
Dengan gerakan cepat dan dengan menggunakan tenaga dalam yang cukup tinggi Pangeran Yasza terbang melesat ke udara dan dengan gerakan tak terduga dengan menggunakan kedua kakinya Pangeran Yasza menendang tubuh Raja Awang-awang Vampire yang masih duduk di atas kudanya hingga terjatuh.
"Bruuugh...!
Sebelum Raja Awang Awang Vampire bangkit dari terjatuhnya dengan cepat Pangeran Yasza menikamkan senjata panjangnya pada tubuh Raja, melihat dirinya dalam bahaya Raja segera berguling guling untuk menghindari pedang Pangeran Yasza dan dengan gerakan memutar Raja memberikan tendangan kaki pada kaki pangeran Yasza yang mana gerakan yang cepat dan tepat membuat pangeran Yasza terjatuh dengan pedang terpental.
Ketika pangeran Yasza hendak menggambil pedangnya, Raja yang geram dengan kecepatan tinggi melompat dan dengan kaki yang menggunakan sepatu kebesaran kerajaan mengginjak pedang yang akan di ambil Pangeran Yasza.
"Kau....!"
Teriak pangeran Yasza tertahan ketika tangannya yang berhasil mengambil gagang pedang namun gagal mengangkat karena kedua kaki dengan bersepatu kebesaran kerajaan telah mengginjak bagian atas pedang.
Nafas memburu darah naik turun tak beraturan dengan mata melotot serta dengan geraham mengeras dan urat leher menegang disertai dengan Wajah yang merah padam sambil tersenyum miring, sangat terlihat jelas jika Pangeran Yasza sangat marah.
"Hoooop.....hiaaaaa...!
Pangeran Yasza melakukan gerakan melompat dengan kedua tangan memberikan pukulan dengan di sertai gerakan tendangan kaki menyamping sehingga Raja terhuyung beberapa meter dari pedang yang di injaknya, melihat pedang tak lagi di injak sang Raja dengan cepat Pangeran Yasza mengambil pedang milik nya akan tetapi belum sampai tangan Pangeran Yasza dapat menyentuh pedang itu lagi-lagi sebuah tendangan kaki mendarat di punggung Pangeran Yasza, hal itu mengakibatkan tubuh pangeran Yasza jatuh tersungkur.
"Kau tidak akan menang melawan ku anak muda, untuk menggambil pedangmu saja kau begitu kesulitan bagaimana mungkin kau berfikir bisa menggalahkan ku."
Pangeran Yasza tertawa lebar mendengar perkataan dari Raja Awang Awang Vampire.
"Hahahah, kau selalu saja sombong Raja Yang Agung, ini masih permulaan kau jangan senang dulu karena aku sebentar lagi akan menjatuhkan kesombongan mu, agar kau tak bisa lagi bisa berkata sombong di hadapan ku."
"Apa, kau yakin?"
"Tentu saja, jika aku tidak yakin aku tidak akan berani menyerang kerajaan mu."
"Baiklah, tunjukkan apa yang bisa kau lakukan."
Dengan Tersenyum miring Pangeran Yasza mundur beberapa langkah kebelakang kedua tangan nya mulai menyatu di depan dada, sementara Raja menggamati gerakan pangeran Yasza dengan tujuan Tersenyum tipis.
pangeran Yasza menggumpulkan tenaga dalam melakukan gerakan seperti mendorong ke kedepan.
",Hiaaaaaaa...!
Tiba-tiba angin berhembus dengan sangat kencang, tubuh Pangeran Yasza melakukan putaran beberapa kali kemudian dengan sangat kuat menghentakkan kakinya ke tanah.
"Deeep...!"
Secara ajaib pedang yang tergeletak di tanah tiba-tiba terangkat mengikuti gerakan tangan yang dilakukan Pangeran Yasza yang seperti mengaggkat sesuatu, kemudian tangan itupun secara perlahan di putar dengan perlahan lahan tapi pada detik berikutnya putaran tangan pangeran Yasza semakin cepat begitupun dengan gerakan pedang pangeran Yasza yang awalnya terangkat dengan perlahan-lahan kemudian pedang itu berputar di udara yang awalnya perlahan-lahan kemudian menjadi cepat.
Raja sedikit terkejut ketika mengetahui jika lawan nya selain mampu bermain pedang juga memiliki kekuatan ilmu tenaga dalam. belum juga usai keterkejutan dari Raja kini tiba-tiba pedang yang terbang di udara di arahkan ke padanya.
"Hiaaaaaa, wuuuuuuzz!"
Pedang meluncur dengan cepat ke arah Sang Raja, untuk menghindari agar pedang terbang tidak mengenai dirinya Raja mengeluarkan kekuatan tenaga dalam nya yang mana dengan kekuatan tenaga dalam itu pedagang yang mengarah padanya bisa berbalik pada si empunya.
Karena sama sama mengeluarkan kekuatan tenaga dalam pedang yang di balik kan raja di tahan Pangeran Yasza membuat pedang menjadi berputar putar di tengah tengah.
Tidak mau kalah Pangeran Yasza mrnambah kekuatan tenaga dalamnya sehingga pedang mulai mengarah dan meluncur pada sang Raja, melihat lawan nya menambah kekuatan agar pedang bisa melukai, Raja pun mulai menambah kekuatan tenaga dalam nya.
Dua kekuatan kini saling beradu dan kedua duanya kini sama sama mengeluarkan tenaga dalam, membuat dua kekuatan yang sangat besar bertemu kemudian .
"duaaaaarrrr, praaaak...!
Karena tak mampu menahan dua kekuatan yang cukup besar dan dahsyat maka pedang itupun hancur di udara menjadi dua dan pada saat yang bersamaan Pangeran Yasza dan Raja Awang-awang Vampire kedua nya jatuh terpental ke belakang.
Pertarungan masih sangat seimbang di mana belum ada tanda-tanda satu di antara kedua nya ada yang kalah.