
Dengan panik Pangeran Yasza mencari keberadaan Tania di sekeliling tempat itu, setiap kamar dan sudut ruangan tak juga dia temukan.
"Kemana Gadis itu, jangan jangan dia sudah kabur, Astaga itu tidak mungkin, gadis itu tidak tau jalan keluar lewat belakang bagaimana bisa kabur, jalan keluar lewat jalur belakang sudah aku buat dengan sedemikian rupa yang mana tidak akan ada satu orang pun yang menggetahui kecuali aku, dan jika mau kabur pasti akan melewati jalan depan karena jalan belakang aku buat harus melewati ruang bawah tanah, tapi mengapa Gadis itu tidak ada kemana dia, tidak mungkin dia langsung lenyap dengan sendirinya..Araaaaaagggghhhh...!"
Pangeran Yasza mengusap wajahnya dengan kasar.
Tak lama terdengar suara berisik yang sangat keras dari luar gedung istana.
"Brisik sekali mereka itu kalau datang tidak perlu berisik begitu kan bisa bikin kepalaku tambah pusing saja, sebenarnya kemana Gadis itu pergi, apakah mungkin dia bersembunyi di kolom tempat tidur, bisa jadi itu aku harus cek sekarang juga."
Secepat kilat Pangeran Yasza masuk ke dalam seluruh kamar yang ada di ruangan itu, seperti anak kecil Pangeran Yasza berjongkok dan menunduk demi bisa melihat keadaan di bawah kolom tempat tidur tapi lagi-lagi dia harus menelan kekecewaan karena Gadis yang di cari nya tidak ada.
"Sial ...! kenapa tidak ada, apa iya dia tau jalan Rahasia Lewat belakang yang kubuat dengan harus melewati ruang bawah tanah, aku harus cek segera sebelum dia jauh."
Bergegas Pangeran Yasza menuju jalan Rahasia setelah menggeser Almari maka terpampang lah sebuah tangga dengan cepat Pangeran Yasza langsung meloncat turun tidak berjalan dengan pelan karena dia khawatir Tania sudah jauh.
Tidak membutuhkan waktu lama Pangeran Yasza sudah berada di penghujung pintu belakang tapi Tania tak juga dia temukan.
"Tidak ada, bahkan tidak mungkin dia secepat ini sampai di sini lalu dimana Gadis itu, Araaaaaagggghhhh dia benar benar membuat ku pusing apakah sudah ada yang masuk dan menyelamatkan nya, jika ada kenapa aku tidak melihat kehadiran orang itu, sial.... sial.. duuuuuuuss."
Karena geram Pangeran Yasza menendang kursi kecil yang terpajang di ujung ruangan, kursi berukir kayu dengan hiasan yang unik sebagai ukirannya melayang dengan sangat manis menghantam dinding yang ada di pinggir pintu kamar mandi yang mana ketiika itu pintu kamar mandi sedang di buka dari dalam, sontak saja seseorang yang keluar dari dalam kamar mandi menjerit histeris.
"Aaaaaaaa.....!"Teriak Tania ketakutan tapi setelah menyadari benda yang jatuh di sampingnya adalah kursi kecil Tania melotot dengan sempurna ke arah pemuda yang juga tak kalah terkejutnya hingga matanya tidak berkedip.
"Kau...! apa kau mau membunuhku, pakai melempar kursi segala, coba kursi itu tepat Melayang ke pintu Pasti sudah pingsan aku." teriak Tania kesal, sementara Wajah Pangeran Yasza justru masih diam terpaku tidak berkedip sama sekali dengan masih terus menatapnya, Wajah cantik dengan rambut basah benar-benar membuat air liur nya seakan mau tumpah.
"Glugk..!
"Ternyata kau ada di dalam kamar mandi..!
"Memangnya kau pikir aku di mana?"
Pangeran Yasza Tersenyum smrik.
"Cantik..!hei kenapa kau pakai baju itu...!
"Emang kenapa, bajuku kotor jadi aku pakai apa saja yang ada asal bersih."
Pangeran Yasza Tersenyum dengan masih terus memandangi wajah cantik di depannya.
"Di luar ada apa sih kenapa terdengar sangat berisik seperti ada perkelahian."
Pangeran Yasza yang tersadar dari lamunannya pun mulai sadar jika keadaan mereka di tempat ini tidak begitu aman, para prajurit kerajaan awang-awang Vampir yang sudah lolos dari tahanan bisa dengan mudah datang dan menghancurkan semua dan yang lebih berbahaya bisa membawa gadis yang entah sejak kapan mulai membuatnya jatuh cinta.
"Tidak ada apa-apa ayo ikut aku,"
"Kemana?" bukan kah aku harus bekerja aku belum menyiapkan makan malam."
Tidak mengerti dengan apa yang terjadi Tania hanya bisa menggikuti tanpa banyak langkah Pangeran Yasza yang tergesa-gesa membuat Tania semakin binggung terlebih ketika pangeran Yasza membawa Tania melewati jalan Rahasia yang ada di bawah tanah.
"Kau mau bawa aku kemana, sudah berhenti, ini jalan apa kenapa harus kesini bukankah kita berjalan di bawah tanah aku tidak mau."seru Tania sambil menghentikan langkah kakinya dan melepaskan genggaman tangan dari pangeran Yasza dan setelah lepas Tania langsung berlari kembali ke arah di mana tadi dia menuruni anak tangga melewati jalan lorong Rahasia.
Melihat Tania berlari kembali ke jalan asal mula dengan sangat cepat tubuh Pangeran Yasza berkelebat menyambar nya, tentu saja hal itu membuat Tania terkejut dan menjerit sehingga dengan sekuat tenaga Tania memberontak.
"Lepaskan, aku! aku tidak mau melewati jalan ini kau mau bawa aku kemana, lepaskan..!"
"Diam lah, jangan berisik ikuti saja kemauanku."
"Tidak, aku tidak mau lepaskan aku , brengsek kau...!Tania terus memberontak dan memukul mukul punggung pangeran Yasza yang mengendong nya.
Sementara di luar gedung di depan pendopo tampak prajurit kerajaan Ambarwata sedang bertarung dengan seorang pemuda yang juga memakai seragam kerajaan keprajuritan.
Meskipun para prajurit kerajaan Ambarwata berjumlah sangat banyak dan pemuda itu hanya seorang diri dengan mudah pemuda itu bisa melumpuhkan mereka semua hanya dalam waktu singkat.
Setelah semua para prajurit kerajaan Ambarwata bisa di taklukkan dengan cepat Pemuda yang tak lain adalah Pangeran Tatius segera masuk ke dalam.
"Tania, sayang...! kau di mana ?"
Pangeran Tatius segera mencari keberadaan Tania di seluruh ruangan yang ada di tempat itu, karena tidak menemukan Pangeran Tatius menggunakan indra penciuman dan dalam waktu singkat Pangeran Tatius bisa melacak jejak keberadaan Tania.
Dengan kekuatan tenaga dalam Pangeran Tatius menggeser Almari yang menjadi pembuka jalan menuju jalan ruang Rahasia.
Dalam waktu singkat terbuka lah pintu jalan itu, karena tidak mau membuang buang Waktu Pangeran Tatius menggunakan kecepatan terbang yang tinggi agar bisa segera mengejar orang yang telah membawa kekasihnya pergi.
Terbang melesat secepat kilat bagaikan kilat tan petir tubuh pangeran Tatius melayang melewati jalan Rahasia, tidak menunggu lama terlihat lah dari kejauhan sosok pemuda yang sedang terbang sambil mengendong kekasihnya di atas panggung bagaikan menggangkat kayu bakar.
Melihat pemandangan yang sangat menyakitkan di depan mata di mana terlihat lah seorang pemuda yang sedang menggendong seorang gadis di punggung nya, dengan mata yang merah padam dan dengan tangan mengepal kuat, pangeran Tatius terbang melesat mempercepat kekuatan terbangnya dan dengan gerakan yang tak terduga memberikan serangan tendangan secara tiba-tiba yang mana dengan cepat tangan pangeran Tatius menyambar tubuh Tania yang berada di atas gendongan pangeran Yasza, akibat dari tendangan nya itu tubuh Pangeran Yasza yang tidak menyadari akan adanya serangan dari belakang secara tiba-tiba jatuh tersungkur dan sebelum tubuhnya tersungkur di lantai dengan kekuatan tenaga dalam pangeran Tatius menahan gerakan tubuhnya agar Pangeran Yasza tidak terjatuh.
Sementara Tania yang merasakan tubuhnya ada yang menyambar dengan kuat berteriak histeris karena ketakutan.
"Aaaaaaaa...!
"Ssssssttt....! tenanglah ini aku buka matamu, jangan takut lagi."
Perlahan-lahan Tania membuka kedua bola matanya dan melihat sosok pemuda tampan sedang tersenyum padanya.
"Tatius....!lirih Tania dengan mata berkaca-kaca di mana dia langsung memeluk tubuh Pangeran Tatius dengan sangat erat.
Sedangkan Pangeran Yasza yang menyadari Tania sudah tak lagi bersama nya menatap tajam pada kedua insan yang saling berpelukan Wajahnya merah padam dan dengan cepat melompat memberikan serangan kepada Pangeran Tatius.
Menyadari akan adanya serangan dengan gerakan cepat Pangeran Tatius menghidar dan dengan gerakan kaki pangeran Tatius memberikan serangan tendangan balik yang mana membuat Pangeran Yasza tercengang karena pemuda di depannya bisa dengan mudah mematahkan serangan nya.