The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.335 SENYUM MISTERIUS



Paman Patih lembu ireng masih mencoba dengan segala cara untuk membujuk Pangeran Tatius agar mau makan, bahkan demi membangkitkan rasa agar pangeran Tatius mau makan terkadang paman Patih Lembu Ireng berkelakar jika makanannya akan di habiskan, tapi lagi-lagi usaha Paman Patih lembu ireng sia-sia karena pangeran Tatius tidak bergeming sedikitpun.


"Apa yang harus aku lakukan agar pangeran Tatius mau makan, susah juga ngadepin orang yang lagi patah hati karena cinta, beruntung aku tidak mengenal cinta jadi aku tidak perlu susah-susah dan menderita seperti pangeran Tatius, apa susahnya sih cari penganti bukankah pangeran Tatius memilki wajah yang sangat Tampan dan banyak sekali gadis gadis yang tertarik padanya." Grutu paman patih lembu ireng dalam hati.


Merasa binggung dan putus asa, paman Patih lembu ireng menyikat habis ikan bakar yang baru saja di bakar nya hingga ikan bakar itu tinggal separuh.


Sambil menguyah ikan bakar paman patih lembu ireng berjalan mendekati Pangeran Tatius.


"Pangeran, sudah jangan bersedih lagi di istana kerajaan Sangkala masih banyak gadis cantik yang bisa pangeran miliki, bahkan aku yakin mereka semua mau jadi Kekasih pangeran jangankan Kekasih Pangeran untuk teman partner Ranjang pasti mereka mau dan aku yakin pangeran mereka akan memuaskan Pangeran, tanpa syarat bahkan jika pangeran tidak berniat menikahi mereka saya yakin mereka tetap tidak akan menolak bahkan akan sangat dengan senang hati melayani Pangeran."


"Paman....!"seru pangeran Tatius tiba-tiba dengan mata melotot.


Seruan Pangeran Tatius yang hanya memanggil paman membuat paman patih lembu ireng langsung menghentikan ucapannya, satu panggilan yang penuh dengan penekanan membuat jantung paman patih lembu ireng sedikit bergetar, ada secuil rasa takut yang tiba-tiba menyelinap di dalam kalbunya.


"Pa-pangeran, kenapa kau menatapku begitu."


Paman Patih lembu ireng bertanya dengan penuh hati-hati di mana tatapan mata pangeran Tatius begitu menakutkan.


"Apa paman menghabiskan sendiri ikan bakar itu."


"Ini ..!apa pangeran mau ikan bakar ini."


"Tentu saja, mana jangan di habiskan sendiri."


"Baik, tunggu sebentar aku akan ambilkan."


Bergegas paman Patih Lembu Ireng berlari mengambil ikan bakar yang ada di atas meja.


"Astaga, ikannya ku habiskan dan ini cuma tinggal separuh, bagaimana ini, sudahlah tidak masalah pangeran makan separuh ini saja dan Nanti aku harus cepat cepat membakarnya untuk pangeran." gumam paman patih lembu ireng bermonolog sendiri.


"Ini Pangeran."


"Lho kok cuma separo paman?'


"Maaf, pangeran tadi lupa aku habiskan aku akan panggang kan lagi untuk pangeran, untuk sementara Pangeran Tatius makan yang separo ini dulu.'


"Baiklah, bawa sini " pinta Pangeran Tatius pada paman patih lembu ireng


Diam-diam paman patih lembu ireng bernafas lega karena ternyata Pangeran Tatius tidak membahas tentang ucapan kurang ajarnya bahkan pangeran Tatius mau makan ini adalah hal yang sangat menyenangkan bagi seorang abdi yang mana atasan nya sudah mau untuk makan, setelah beberapa kali menolak untuk makan.


Sementara Pangeran Tatius Tersenyum kecut menatap ikan bakar yang ada di tangannya.


"Ini adalah makanan kesukaan Tania, dia bisa menghabiskan lima sampai enam ekor ikan bakar untuk setiap makannya, Tania sangat menyukai ikan, Tania kenapa kau tega meninggalkanku, apa kau tau aku sangat merindukanmu aku sangat merindukanmu amat sangat, benarkah kau tega jauh dariku, Tania harus kemana aku mencari mu, kau sudah mengambil separuh dari napas ku, lihat...ayo lihat aku, disini aku sendiri benarkah kau sudah berada di atas langit sana, sayang jangan tinggalkan aku lihat aku punya ikan bakar, lihat aku akan menghabiskan nya," lirih pangeran Tatius tenggorokan nya Serasa tercekat suaranya parau dan di sudut matanya terdapat genangan air yang bisa setiap sat jatuh.


Ketika pangeran Tatius mengunyah ikan bakar yang ada di tangan nya tiba-tiba pangeran Tatius teringat akan pesan dari Ayah Tania.


Kita bisa meminta apapun dengan berdoa dan sang pencipta akan mengabulkan doa kita, kita hanya harus selalu berdoa dan meminta padanya.


Ucapan dari Ayah Tania terus terngiang ngiang di telinga pangeran Tatius, dengan cepat Pangeran Tatius melahap semua ikan yang ada di tangannya dan setelah selesai segera berlari masuk ke dalam Rumah, kemudian Pangeran Tatius masuk ke dalam kamar mandi.


"Aku harus mencuci muka ku tiga kali, keningku tiga kali kedua telinga dan tanganku tiga kali lalu aku haru mencuci kakiku tiga kali, setelah itu aku harus berolah raga berdiri membungkuk mencium lantai dan duduk setelah itu harus menoleh ke kanan dan ke kiri baru aku boleh berdoa minta Tania di kembalikan."desis pangeran Tatius yang langsung melakukan semua yang sudah direncanakan nya.


Paman patih lembu ireng menatap heran pada pangeran Tatius yang mau maunya melakukan olahraga begitu.


"Ada-ada saja mau olahraga saja pakai cuci muka kaki dan tangan. aturan di dunia manusia itu benar-benar aneh." Ucap paman patih lembu ireng yang dengan setia menatap setiap gerak gerik dari Pangeran Tatius yang di anggap sangat aneh.


Sedangkan yang di lakukan pangeran Tatius adalah melakukan sholat yang di lakukan setiap umat muslim, Pangeran Tatius tidak tau apa itu sholat dia hanya tau dan tertarik jika selesai melakukan semua itu kemudian kita berdoa apapun yang kita minta akan di Kabulkan, hal itulah yang membuat Pangeran Tatius selalu bersemangat melakukan sholat meskipun dia tidak pernah tau apa yang harus dia baca Ketika melakukan semua gerakan itu.


Hanya ada satu tujuan dan hanya ada satu keinginan serta hanya ada satu permintaan yang Pangeran Tatius harapkan dalam setiap doannya dia ingin Tania bisa hidup kembali dan bisa bersama dengan nya lagi, itulah yang selalu pangeran Tatius harapkan.


****


Di tempat yang berbeda tampak Ratu Shima merasa gusar dan resah dengan keputusan sang Ayah yang justru menyuruh nya untuk beristirahat, sementara hati dan pikiran Ratu Shima begitu tidak tenang.


Tidak terima dengan apa yang di katakan sang Ayah yaitu Raja Sangkala Ratu Shima berlari menuju ruang Istana Puri kepribadian Raja Sangkala, tanpa mengetuk pintu Ratu Shima segera berlari dan masuk ke dalam.


Raja Sangkalah mengeryitkan dahinya ketika melihat putri nya datang dengan berlari ke arahnya.


"Shima ada apa lagi, mengapa kau berlari begini."


"Ayah, apa kau tidak mencintai cucumu sehingga kau bisa tega dan membiarkan Pangeran Tatius pergi tanpa kabar.


Raja Sangkala Tersenyum smrik, diraihnya dagu putrinya dan di tatapnya Lekat lekat.


"Kamu begitu lelah beristirahat lah jangan memikirkan apapun, aku akan membantu tapi tidak sekarang, pergilah ke Puri Istana kepribadian mu beristirahat lah sejenak biar lelah mu berkurang percaya lah Pangeran Tatius akan baik-baik saja."


"Apa Ayah yakin,"Ratu Shima bertanya karena dia begitu meragukan semuanya.


"Tentu saja, ayo sekarang kau pergi beristirahat besok kau boleh kembali menemuiku di sini."dengan berat hati akhirnya Ratu Shima melangkah pergi setelah Meminta ijin pada sang Ayah.


Setelah kepergian Ratu Shima Raja Sangkala menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Akan aku lihat apa yang sedang terjadi pada pangeran Tatius." lirih Raja Sangkala dalam hati, dengan langkah pasti Raja Sangkala membuka kelambu penutup jendela yang mana ternyata jendela itu tidak lah mengarah pada luar ruangan akan tetapi di balik kelambu jendela terdapat tempat ruangan kecil yang tidak terlalu sempit juga tidak terlalu luas.


Setelah mengambil baskom tembaga dan meletakkan di atas meja kecil, Raja Sangkala mulai menuangkan air ke dalam baskom dengan di taburi beberapa bunga beraneka warna yang biasa disebut dengan kembang tujuh rupa, setelah merapfal mantra Raja Sangkala segera menatap air yang ada di dalam baskom tembaga.


Beberapa detik kemudian muncullah bayangan yang masih sangat samar dan belum begitu jelas, tapi lambat laut bayangan yang samar dan tidak jelas itu mulai menampakkan sosok bayangan seorang pemuda yang sedang melakukan gerakan seperti sedang berolahraga.


"Apa yang Tatius lakukan, tumben itu anak mau berolahraga,tapi tunggu gerakan olahraga nya sangat aneh tapi aku tidak asing dengan gerakan seperti itu, di mana aku pernah melihat gerakan olahraga begitu," Raja Sangkala menutup baskom yang terbuat dari tembaga dengan kedua tangan diatasnya bergerak memutar setelah itu, Raja Sangkala bangkit dari duduknya.


"Tatius baik-baik saja tapi apa yang dia lakukan kenapa suka dengan olahraga aneh, tidak-tidak itu bukan aneh aku pernah melihat olahraga begitu tapi di mana ?"sial! aku tidak ingat apapun lebih baik sekarang aku beristirahat Shima terlalu menghawatirkan putranya sedangkan putranya baik-baik saja, dasar seorang Ibu."


Gumam Raja Sangkala sambil melangkah keluar ruangan di mana dia melakukan ritual untuk melihat Keadaan cucunya yang mana sangat di khawatir kan Ratu Shima dan ternyata semua baik baik saja.


Ketika Raja Sangkala keluar dari ruangan rahasia yang mana ruangan itu tidak akan ada satu orang pun yang tau kecuali dirinya,Raja Sangkala terperanjat kaget mana kala dirinya sudah berada di luar.


"Shima....! mengapa kau ada di sini?"bukankah aku tadi menyuruhmu untuk beristirahat."


Ratu Shima Tersenyum miring.


"Apa Ayah pikir seorang ibu bisa beristirahat sedangkan dia tidak tau bagaimana keadaan putranya." teriak Ratu Shima berapi-api, sungguh Ratu Shima sangat kecewa dengan sikap Raja Sangkala yang terlihat tidak begitu perduli dengan keadaan dan perasaan hatinya, buktinya di saat-saat yang begitu meresahkan sang Ayah Raja Sangkalah masih juga tetap tenang dan tidak panik.


"Tenanglah putriku putramu pangeran Tatius baik-baik saja, dia tidak akan melakukan hal bodoh seperti yang kamu tuduhkan itu jadi berhentilah bersikap dan berfikir yang terlalu negatif."


Ratu Shima lagi-lagi Tersenyum miring mendengar Nasehat dari sang ayah.


"Ayah tidak pernah mau memahami perasaan ku, Ayah hanya percaya dan memahami perasaan Ayah sendiri."sungut Ratu Shima kesal


"Kamu masih lagi emosi, beristirahat lah besok kita bicarakan tentang hal ini kasian suamimu menunggu di luar dari tadi."


"Ayah Tau dari mana jika Aku bersama Raja Awang Awang Vampire ke sini,"


"Apa itu penting untuk di jelaskan, sudahlah sekarang kamu harus beristirahat, aku janji besok akan kita pecahkan semua masalah mu, ajak makan malam juga Suamimu itu,"


"Baiklah, Ayah kali ini aku akan mencoba bersabar tapi ingat Ayah sudah berjanji besok jadi besok Ayah jangan ingkar janji."


"Apakah Ayahmu ini tukang pembohong, sudah pergi lah beristirahat."


"Baik, Ayah!"


Dengan langkah malas Ratu Shima pergi meninggalkan tempat Puri Istana kepribadian Raja Sangkala.


Malam semakin merangkak Naik seiring dengan waktu yang berputar, hingga menyambut datangnya sang pagi, cahaya kuning mulai muncul dari ufuk timur, kicauan burung bersahut sahutan menyambut kedatangan sang pagi.


Tania yang sudah bagun dari subuh sedikit terkejut ketika mendapati Devan tidur dengan nyaman di atas kursi.


"Apa Devan semalam tidur di sini, pasti dia kedinginan karena tidur nya tanpa selimut di tambah dengan tidur posisi duduk begitu, ngapain sih sampai tidur begini, aku kan bukan anak kecil yang harus di tungguin terus."


"Itu karena Devan khawatir akan kesehatan mu."


Tania langsung menoleh ke arah pintu ketika telinganya mendengar suara Nenek.


"Nenek...! sejak kapan Nenek di situ."Tanya Tania dengan malu-malu karena tanpa sadar keluhannya yang sedikit keras bisa di dengar sang Nenek.


"Baru saja Tania, berikan selimut pada Devan kemudian kami temui aku di kamar ada yang ingin Nenek bicara kan."


"Oh, baik Nek!"


Tania memberikan selimut untuk menutupi tubuh Devan yang tertidur di kursi, kemudian dengan sesuai perintah dari Nenek Tania pergi ke kamar Nenek.


"Tumben Nenek meminta ku ke kamarnya, ada apa ya?" biasanya tidak begitu, biasa saja ini bener bener Aneh dan kenapa perasaan ku jadi tidak enak begini ada apa ini, kok aku merasakan takut, idih, norak aku masak di minta masuk ke kamar Nenek Takut ini perasaan ku lagi kacau kali, aku tau ini hati sibuk mikirin Tatius yang entah bagaimana kabar nya, kok tega sekali dia tidak menemuiku di sini, sudah ngak cinta dan sudah ngak kangen aku barangkali, sampai sampai aku di abaikan begini, aku tau Putri Lin Ying memang sangat cantik dan rupawan jadi tidak salah juga seandainya Tatius berpaling dariku dan menerima cinta putri Lin Ying, duh kok jadi nyesek kalau membayangkan itu apalagi waktu itu Tatius memeluk nya mesra banget, dasar cowok Playboy, awas saja kalau sampai satu Minggu ke depan tidak datang aku juga tidak sudih mengemis cinta mu, enak saja aku juga bisa selingkuh darimu."


"Bruuugh.....! Auuw..! ringgis Tania yang tanpa sadar kepalanya tejadug menabrak tiang yang ada di depannya karena Tania berjalan sambil menunduk dan melamun.


Sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit Tania mulai mengetuk pintu kamar sang Nenek.


"Tok....!


"Tok ...!


"Tok...!


"Masuklah Tania pintu tidak di kunci."seru Nenek dari dalam kamar.


"Kenapa jantung ku bertambah kencang berdebar debar nya aduh, ada apa sih ini, seperti mau ketemu pacar saja, jadi ingat saat ketemu Tatius, sadar-sadar Tania jangan mikirin Tatius terus dianya saja ngak ingat kamu, bener tuh awas saja kalau kamu datang aku pukul sampai bonyok biar kamu tau sakitnya menahan rindu," Sungut Tania kesal dalam hati.


Meskipun hatinya berdebar dengan kencang Tania dengan perlahan lahan membuka pintu kamar Nenek yang kala itu sedang duduk di tepi Ranjang menatapnya dengan tatapan yang lembut


Semakin salah tingkah saja Tania Melihat ekspresi sang Nenek yang terlihat aneh dan tak biasanya.


"Duduklah Tania....!ada yang Ingin Nenek bicarakan dengan mu."


"Iya, Nek Trimakasih! Tania mendudukkan bokongnya di atas kursi kayu yang berukir naga dengan warna coklat kemerahan. Sesuatu yang tidak biasanya membuat Tania begitu Aneh, terlebih senyum Nenek yang terlihat sangat misterius.