The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.107.SOK JAGOAN



Di kisah kan ketiika putri Lin Ying pingsan dalam beberapa jam kemudian terbangun dari pingsan nya, karena merasa hari sudah gelap putri Lin Ying hendak kembali ke kerajaan istana depan, akan tetapi ketika melewati kerajaan istana belakang, putri Lin Ying terkejut ketika mendapati semua bagunan dan para prajurit belakang kerajaan istana Awang-awang Vampire dalam keadaan kacau dan banyak yang mati, putri Lin Ying sangat terkejut ketika melihat sang Raja berdiri sendiri menghadapi Raksasa yang sedang mengamuk membuat putri Lin Ying merasa bersalah karena dia ingat dialah yang telah membuat Rasasa itu lepas dari belenggu kursi yang menggurungnya.


"Kenapa bengong, cepat pergi....!"


"Tidak, aku tidak akan meninggalkan Raja.'


"Gadis bodoh, apa kau mau mati sia sia hah?"


Raja yang ketika itu sedang fokus bicara pada putri Lin Ying di gunakan Raksasa untuk menyerangnya, tak bisa mengelak karena serangan Raksasa yang tiba-tiba.


Melihat Raksasa mengangkat tinggi-tinggi Raja Awang Awang Vampire dengan cepat putri Lin Ying mengeluarkan selendang sutera dan diarahkan ke leher Raksasa, sehingga genggaman tangan Raksasa pada tubuh Raja Awang Awang Vampire terlepas dengan sendirinya, melihat Raja terlepas dengan cepat putri Lin Ying juga membentangkan selendang bagian bawah mengikat tubuh sang Raja agar tidak terjatuh dari ketinggian.


Selendang sutra dengan dua fungsi ujung atas menggikat Raksasa dan ujung bawah menggikat sang Raja, ujung atas selendang sutra putri Lin Ying yang menggikat leher Raksasa dengan mudah bisa di kibaskan sehingga terlepas dengan sendirinya, kekuatan putri Lin Ying memanglah tak begitu tinggi akan tetapi setidaknya bisa menyelamatkan Raja.


"Raja apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Buat mata Raksasa tidak bisa melihat kau serang bagian bawah aku akan panah kedua mata Raksasa itu agar kekuatan nya berkurang."


"Baik, Raja!"


Secepat kilat putri Lin Ying memberikan serangan serangan cepat pada bagian tubuh Raksasa bagian bawah.


Di tempat Rahasia ruangan bawah tanah pangeran Yervan heran tiba-tiba hukuman nya di hapus kan dan di minta berpindah tempat ke tempat Rahasia bawah tanah.


"Ada apa ini! kenapa aku di bawa ke sini?"


"Untuk sementara pangeran Yervan dan ibu Ratu Derbah tinggal di sini, saya juga di perintahkan untuk membawa tuan putri Lin Ying akan tetapi saya sudah mencari kemana mana tapi tak saya temui apakah pangeran Yervan tau di mana putri Lin Ying berada?".


"Aku tidak tau, tapi ada apa? kenapa kami di suruh tinggal di sini,"


"Di luar ada Raksasa yang mengamuk, jadi agar pangeran Yervan dan ibu Ratu aman saya di perintahkan untuk membawa nya ke sini,"


"Lalu...di mana Raja?"


"Beliau, menghadang Raksasa agar bisa menghentikan nya."


"Dengan sispa Raja menghadapi Raksasa itu?"


"Apa?" sendiri!" kau sudah gila membiarkan Raja menghadapi musuh sendiri dan justru menyuruh ku bersembunyi di sini, apa kau pikir kami ini anak balita yang harus lari, di mana Raksasa itu aku akan membunuh Raja."


"Tapi, pangeran!" Raja sudah memerintahkan agar pangeran Yervan berdiam di sini."


"Gila, kamu kau pikir aku akan biarkan ayahku mati sendiri, minggir dan katakan padaku di mana Raksasa itu cepat?'


"Raksasa itu ada di belakang istana kerajaan Awang Awang Vampire."


"Ikut, aku!" dan siapkan semua senjata."


"Baik, pangeran!"


Pangeran Yervan dan salah satu pengawal istana segera mempersiapkan bekal persenjataan untuk menghadapi Raksasa yang sedang menggamuk di istana kerajaan Awang Awang Vampire bagian belakang.


Kedatangan pangeran Yervan dan pengawal istana di tempat kejadian membuat sang Raja membelalak kan mata seketika.


"Dasar anak bodoh mau apa dia ke sini?" mau berlagak sok jagoan, bikin repot saja."keluh sang Raja kesal.


"Raja, pangeran Yervan datang ke sini untuk membantu kita, jumlah kita banyak dan hal itu akan memudahkan kita untuk melawan Raksasa itu Raja."


"Ya," jawab Raja Awang Awang Vampire malas, pasalnya percuma memiliki banyak orang yang membantu menyerang Raksasa karena Raksasa itu tidak hanya harus di lumpuhkan dengan berbagai serangan tapi juga harus menggunakan taktik, jika cuma mengandalkan serangan dan tenaga ketika tenaga habis habis pula kehidupan mereka tamat di tangan Raksasa.


"Hei... Raksasa hadapi aku jika kau berani?' seru pangeran Yervan membuat sang Raja menepuk jidatnya.


"Bener bener mau cari mati anak itu,"


Raksasa yang mendengar teriakkan Pangeran Yervan dengan sigap mengarahkan serangan ke arah pangeran Yervan dan Pangeran Yervan yang telah mempersiapkan senjata dengan PD nya berdiri tegak menantang di hadapan Raksasa dengan jarak yang sangat dekat maka tak aya lagi tangan Raksasa dengan cepat menyambar Tubuh pangeran Yervan tapi pada detik berikutnya Raja langsung terbang melesat dan mendorong tubuh pangeran Yervan sehingga gagal lah Raksasa menyambar tubuh pangeran yervan


"Dasar anak bodoh pergilah bawa Putri Lin Ying pergi bersama mu "


"Tidak .!" aku akan membantu Raja."


Ketika Raja dan pangeran Yervan sedang asik bicara Raksasa dengan cepat menyambar tubuh pangeran yervan tapi belum sempat selendang sutra milik putri Lin Ying sudah menghalangi dengan menggikat kuat tangan Raksasa melihat Putri Lin Ying berhasil menggikat tangan Raksasa dengan cepat Raja melesat mundur dan mengarahkan anak psnah pada kedua mata Raksasa. panah pertama gagal berikut juga dengan panah ke dua karena kepintaran dari Raksasa yang memutar punggung nya sehingga matanya tak sampai terkena panah, kemarahan dari Raksasa sudah memuncak tanpa ragu ragu lagi di semburkan dari mulut Raksasa mengeluarkan api yang cukup besar menyambar semua orang yang ada di situ, tak aya lagi tubuh Raja, pangeran Yervan dan putri Lin Ying terhempas ke tanah.