The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.347.PINGSAN



Dengan wajah berbinar ceria karena bahagia pangeran Tatius pergi ke bangunan Rumah yang ada di belakang, karena di depan tiada memiliki pintu dan Pangeran Tatius harus mencari cara untuk masuk, pangeran Tatius memilih jalan lewat langit langit atas yang mana sudah pangeran Tatius ketahui.


Tidak menunggu lama Pangeran Tatius telah sampai dan masuk ke dalam ruangan di mana di dalam ruangan itu terdapat dua pintu kamar dan kamar yang memiliki Aroma kuat dari tubuh Tania ada di sebelah kanan.


Dengan hati berbunga-bunga Pangeran Tatius masuk ke dalam kamar dan langsung berjongkok Melihat benda hitam yang biasa di gunakan para gadis untuk menjadi kan Asesoris di Rambut nya.


Pangeran Tatius Tersenyum senang ketika benda yang di cari nya masih ada di sana dengan sangat tidak sabar pangeran Tatius segera memunggut nya.


"Kita akan segera bertemu sayang, ku harap kamu tidak dalam keadaan ngambek dan marah padaku," lirih pangeran Tatius sambil memutar mutar penjepit milik Tania.


Khawatir akan ada yang datang dan melihat nya Pangeran Tatius mengunci pintu kamar dari dalam, kemudian duduk di kursi dengan satu tangan terbuka yang diatasnya diletakkan penjepit milik Tania. Dengan bibir komat Kamit merapfal sebuah mantra kemudian tangan satunya di putar di atas penjepit untuk beberapa saat, kemudian wajah Pangeran Tatius menunduk dan meniup penjepit yang ada di tangan nya.


Pangeran Tatius merasa aneh dan heran karena biasanya setelah merapfal mantra dan meniupkan pada benda atau tempat yang di tuju maka akan muncul garis hijau tua yang akan menunjukkan satu arah, tapi kali ini apa yang dilakukan Pangeran Tatius seolah tiada hasil nya.


Tidak ada warna hijau yang keluar ataupun warna hitam sebagai tanda gagal dan harus di ulang.


"Kenapa tidak ada perubahan, ada apa ini, apakah aku yang salah merapfal kan mantra tidak, itu tidak mungkin aku sudah terbiasa melakukan dan aku hafal caranya lalu mengapa jadi begini."


Di tengah keresahan hatinya pangeran Tatius, bangkit dari tempat duduknya berpindah tempat dan mencobanya sekali lagi, dan lagi-lagi hasilnya sama tidak ada apapun, pangeran Tatius mulai gusar tapi dia tetap bersabar dan mencoba lagi hingga terhitung sampai lima kali.


Wajah Pangeran Tatius yang tadinya bersinar bahagia kini mulai terlihat merah padam ada api kemarahan yang membuncah di sana.


"Kurang ajar, siapa yang berani mempermainkan ku...! dengan wajah yang merah padam Pangeran Tatius mencoba mempertajam Indra penciuman dan untuk kali pangeran Tatius harus menelan kekecewaan yang mana Indra penciuman nya kini tidak bisa mencium Aroma Tubuh dari kekasihnya.


"Araaaaaagggghhhh.....! Braaaak...! pangeran Tatius mengebrak meja hingga hancur.


"Nenek...!aku yakin Nenek lah di balik semua ini lalu atas dasar apa beliau berbuat seperti itu padaku aku harus menemui Nenek, di Rumah ini hanya ada Nenek dan aku tau yang melakukan semua ini pastilah Nenek dia menghapus dan menghilangkan jejak Aroma dari Tubuh Tania sehingga aku tidak bisa melacak dengan Indra penciuman ku lagi."


Dengan wajah merah padam menahan marah dan dengan raut muka yang kusut Pangeran Tatius mendatangi kamar Sang Nenek.


"Tok ..


"Tok...


"Tok...


"Nek... Nenek, buka pintunya." teriak pangeran Tatius dari luar, wajahnya yang sangat kusut dan geram mengedor gedor pintu Sang Nenek dengan cukup keras.


Teriakkan dan gedoran pintu yang dilakukan pangeran Tatius di mana suaranya cukup keras membuat paman patih lembu ireng yang kebetulan berada di ruang depan dekat dengan kamar Nenek menoleh dan mengeryitkan dahinya.


"Pangeran Tatius...!" apa yang dia lakukan di sini, kenapa dia terlihat sangat marah hingga menggedor pintu dengan kerasnya, aku samperin apa tidak ya, pangeran Tatius terlihat sangat marah apa yang sebenarnya terjadi bukankah tadi pergi ke bangunan Rumah yang ada di belakang, bahkan tadi Pangeran Tatius berangkat dengan wajah ceria dan bahagia, lalu kenapa sekarang tiba-tiba menjadi seperti itu, bagaimana ini aku mencegahnya atau ku biarkan saja, Ah pusing." keluh Paman Patih lembu ireng dengan mengacak rambutnya dengan kasar sambil terus mengamati tingkah laku dari Pangeran Tatius.


Tidak menunggu lama pintu kamar akhirnya di buka juga.


"Ada apa? kenapa kau berteriak-teriak begini."


"Nenek, berikan penjelasan padaku mengapa Nenek melakukan semua itu,apa salahku Nek!


"Masuk, jangan berteriak di luar kita bicara di dalam." ajak Nenek pada pangeran Tatius.


Tanpa membantah pangeran Tatius menggikuti langka kaki sang Nenek dengan masuk ke dalam kamar nya.


"Duduk...! perintah sang Nenek pada pangeran Tatius, kemudian sang Nenek memberikan segelas air putih pada Pangeran Tatius dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


"Minum lah, biar segar dan ceritakan apa masalahmu sampai kau berteriak teriak di depan kamarku." ucap Nenek tenang sambil menggulurkan segelas air putih.


Tanpa Ragu pangeran Tatius langsung menerima air putih yang di berikan kepada nya, dunia Vampire yang berada di Negeri Pangeran Tatius sudah merupakan Dunia Vampire yang maju dan cukup modern di mana darah bukan lagi minuman utamanya.


Pada dasarnya Vampire yang meminum darah, itu hanya untuk memberikan kekuatan pada daya tahan tubuh agar tidak mudah lemah. Namun semenjak kerajaan awang-awang Vampir yang melakukan pesta minum darah manusia dan selalu mencari mangsa kini sudah di hentikan, semenjak Pangeran Tatius menghancurkan patung Dewi yang mana di yakini sebagai pembawa berkah, kesehatan dan kemakmuran pada mereka.


Pangeran Tatius Meminta waktu satu Minggu pada para Rakyat kerajaan Awang-awang Vampire untuk tidak berburu manusia dan menghisap darahnya. Pangeran Tatius menahan diri untuk tidak menghisap darah mereka, pada awalnya apa yang di sarankan dan di minta Pangeran Tatius tidak mendapatkan respon dan persetujuan baik dari kalangan Rakyat Vampire maupun Raja. Namun berkat kegigihan dari pangeran Tatius dan janji dari pangeran Tatius semua bersedia melakukan.


Pangeran Tatius berjanji jika dalam satu Minggu tubuh mereka lemah maka mereka di ijinkan untuk berburu manusia dan menghisap darahnya sebagai sumber kekuatan, serta jika ada yang mati maka Pangeran Tatius berjanji akan memberikan ganti Rugi yang besar pada keluarga yang di tinggalkan.


Dari perjanjian inilah semua bersepakat untuk tidak lagi mengganggu kehidupan manusia. dalam satu Minggu dari hasilnya di antara mereka rata-rata mampu bertahan dengan tubuh tetap sehat badan tidak lemah, meskipun ada beberapa di antara mereka yang langsung jatuh lemas tak bertenaga, hal itu terjadi karena mereka yang lemas tak bertenaga tidak bisa jika tanpa meminum darah, untuk itu sebagai kebijakan dari istana, mengijinkan mereka untuk mencari mangsa dan menghisap darahnya dan bagi yang mampu bertahan tidak lagi di ijinkan meminum darah.


Mereka melakukan kelangsungan hidupnya dengan berburu makanan di hutan dan hanya sesekali saja mereka meminum darah terkadang sampai menunggu bulan purnama.


Pangeran Tatius sendiri yang sudah mampu bertahan hidup tanpa harus meminum darah manusia tidak pernah lagi minum darah, juga tidak pernah mengaggu kehidupan manusia.


"Glegek...


"Glegek..


Pangeran Tatius meminum habis air putih yang di berikan Sang Nenek kepadanya.


"Sekarang ceritakan apa masalahmu mengapa kau datang ke kamar Nenek dengan mengedor gedor pintu, apa kamu tau kelakuanmu itu sangat lah tidak sopan."


"Aku tau Nek, tapi semua ku lakukan karena Nenek. ...


Pangeran Tatius tidak bisa melanjutkan ucapannya Karena tiba-tiba kedua bola matanya berkunang-kunang dan tiba-tiba saja mendadak pusing.


"Karena apa pangeran Tatius?" tanya Nenek sekali lagi.


Sementara Pangeran Tatius tiba-tiba memegangi kepalanya yang serasa berputar.


"Karena.....karena....


"Bruuugh...! Tubuh pangeran Tatius jatuh terkulai di lantai.


Melihat Pangeran Tatius jatuh terkulai di lantai senyum Nenek langsung mengembang di bibir.


"Kau ingin melawan Nenekmu, kau mau memarahiku, kau tidak akan bisa pangeran Tatius, semua akan terjadi sesuai dengan rencanaku." Desis sang Nenek yang kemudian berjalan mendekati meja tempat di mana Sang Nenek menaruh kotak kecil tempat kalung yang mana di dalam kotak itu ada satu tusuk Rambut yang sedang menyala, bibir Nenek Tersenyum ketiika tusuk rambut nya menyala dengan terang.


"Rupanya mantra dari Kalung itu sudah mulai bereaksi, ingin rasanya aku memakai tusuk ini akan tetapi ini bisa sangat berbahaya di mana Pangeran Tatius yang memiliki kekuatan insting yang tinggi bisa curiga, lebih baik aku biarkan saja di sini, lagi pula efek dari ramuan obat tidur ku, masih bekerja, dia tidak akan bangun sebelum esok hari, sekarang aku harus memanggil abdi nya agar cepat memindahkan tubuh pangeran Tatius kasian jika harus kedinginan di lantai."


"Beruntung aku cepat memahami dan beruntung aku masih menggunakan kekuatan insting ku jadi aku bisa merasakan ada yang tidak beres dengan Nenek, sial baju bawahku basah semua karena Air itu aku siramkan ke baju bawahku, aku harus tau apa yang ada di dalam kotak itu,"


Bergegas Pangeran Tatius mendekati meja yang di atas nya terdapat kotak kecil, buru-buru pangeran Tatius membuka nya.


"Sial, Nenek mengunci kotak ini dengan menggunakan kode aku harus membuat kode itu rusak sehingga aku bisa memasukkan kode baru."


Untuk beberapa detik Pangeran Tatius melakukan kegiatan nya yang akhirnya membuahkan hasil di mana kotak itu kini mulai terbuka, kedua bola mata pangeran Tatius menatap tak berkedip melihat tusuk Rambut yang memancarkan sinar cahaya berwarna hijau.


"Apa ini, Kenapa menyala?" Remote Tv kah, hahaha, masak Remote Tv Nenek berbentuk tusuk konde sih, ada-ada saja, eits... tunggu tusuk konde ini aku pernah melihat nya tapi aku lupa di mana," Pangeran Tatius mencoba menggingat ingat kembali di mana dia pernah melihat tusuk konde yang seperti ada di dalam kotak." Aku ingat Kakek Raja Sangkala juga mempunyai tusuk konde seperti ini dan kakek pernah bilang ini bukan tusuk konde biasa artinya di dalam tusuk konde ini memiliki kekuatan dan jika di gunakan akan menyala itu artinya Nenek sedang mempergunakan tusuk konde ini, lalu Nenek menggunakan untuk apa."Pangeran Tatius mencoba menggangkat tusuk konde yang ada di dalam kotak dan ketika tusuk konde itu terangkat tiba-tiba Netra Pangeran Tatius melihat di bawah tusuk konde terdapat sehelai Rambut yang Pangeran Tatius cari kemarin.


"Ini kan helai Rambut yang hilang kemarin aku harus menyimpan nya," buru-buru Pangeran Tatius memasukkan satu helai Rambut milik Tania ke dalam saku bajunya dan bertepatan dengan hal itu tiba-tiba pintu kamar ada yang membuka dari luar, dengan gerakan cepat Pangeran Tatius mengembalikan tusuk konde dan mengunci Kembali dengan kode baru kemudian dengan sangat cepat Pangeran Tatius Kembali berpura-pura pingsan di lantai.


"Ayo, masuklah, anggakat Pangeran Tatius ke dalam kamar nya." titah sang Nenek pada paman patih lembu ireng.


Paman patih lembu ireng sedikit terkejut melihat tubuh Pangeran Tatius yang pingsan wajahnya langsung berubah panik.


"Nek ...! apa yang terjadi dengan pangeran? kenapa Pangeran Tatius bisa sampai pingsan."


"Itu tidak penting untuk kamu tau, cepat angkat dan bawa Pangeran Tatius ke dalam kamarnya sebelum dia kedinginan."


"Baik, Nek!


Meskipun dengan hati penuh tanda tanya Paman Patih lembu ireng memilih diam dan menggikuti apa yang di perintahkan sang Nenek kepadanya.


"Besok, kau bawa pangeran Tatius Kembali ke krajaan Awang Awang Vampire, aku khawatir Ratu Shima ibu dari Pangeran Tatius akan sangat binggung dan gusar mencari nya.


"Baik, Nek!


"Baiklah, tunggu dan rawat dia agar bisa cepat sadar aku pegi dulu."


Tanpa menunggu jawaban Sang Nenek langsung melangkah pergi dan menutup Kembali pintu kamar.


Setelah Sang Nenek pergi paman patih lembu ireng berjongkok di tepi Ranjang, menatap iba pada pangeran Tatius


"Pangeran apa yang terjadi padamu, menggapa kau jadi begini." keluh Paman Patih lembu ireng sedih.


"Mengapa kau sedih paman?"Tiba-tiba pangeran Tatius yang sedang terbaring pingsan bangkit dan bicara, membuat paman patih lembu ireng melotot tak percaya hingga mulutnya menganga.


"Hah...! pangeran kau sudah sadar cepat sekali."


"Ssssssttt....! jangan keras-keras Paman, aku tadi tidak pingsan tapi pura-pura pingsan."


"Apa?"lagi-lagi Paman patih lembu ireng menganga mendengar jawaban dari Pangeran Tatius.


"Hei...! Paman, tutup mulut lebar mu, Nanti ada lalat yang masuk lho."


Paman patih lembu ireng Tersenyum nyegir mendengar teguran dari pangeran Tatius.


Dengan suara yang lirih Paman patih lembu ireng Kembali menggulangi pertanyaan nya.


"Kenapa Pangeran pura-pura pingsan."


"Karena aku merasa ada sesuatu yang sangat misterius dengan Nenek dan hatiku mengatakan akan ada hal buruk, awalnya aku tidak perduli tapi setelah dengan tiba-tiba Nenek menyuruh ku minum aku jadi ragu dan tanpa sadar aku melihat ada senyum aneh di bibir Nenek makanya aku tidak minum aku tumpahkan air nya ke dalam baju bawah ku dengan sangat hati-hati sehingga basahnya bajuku tidak terlihat oleh Nenek."


"Wah, Pangeran sungguh cerdas." puji Paman patih lembu ireng pada pangeran Tatius.


"Paman di sana aku juga menemukan helaian Rambut Tania malam ini kita bisa melacak arah keberadaan nya, cepat paman kunci pintu nya aku khawatir Nenek tiba-tiba masuk, dan tolong Paman bantu aku untuk menutupi tempat aku melakukan pelacakan dengan cara bentangkan jubah hitam paman agar bisa menghalangi pandangan Sang Nenek di ikuti dengan matikan lampunya agar suasana gelap sehingga Nenek tidak bisa melihat kita sedang melakukan apa."


"Wah ide cerdas, baik pangeran perintah siap aku laksanakan."


Dengan penuh semangat paman patih lembu ireng melakuan apa yang di minta Pangeran Tatius.


Apa yang di lakukan pangeran Tatius untuk melacak keberadaan Tania akhirnya menemui titik terang di mana arah kode cahaya berwarna hijau mengarah ke arah timur, di mana arah timur sejalur dengan arah Rumah Tania.


"Paman, ke arah timur, apakah kira-kira sekarang Tania berada di Rumah nya."


"Bisa jadi Pangeran "


"Kalau begitu Besok aku mau coba Melihat ke sana."


"Aku akan menemani pangeran tapi tadi Nenek Pangeran Meminta ku untuk membawa pangeran pulang kembali ke krajaan Awang Awang Vampire lalu bagaimana.."


"Paman bilang saja kita akan kembali ke krajaan, Nenek tidak akan tau kalau kita akan ke Rumah Tania."


"pangeran sangat cerdas."


"Paman, tolong Nanti ajak Nenek untuk berbincang agar aku bisa masuk ke dalam kamar nya dan mengembalikan helai Rambut ini."


"Siap, pangeran! tidak usah khawatir, Nanti aku akan pancing Nenek untuk keluar kamar dan Pangeran bisa kembali ke kamar Nenek untuk mengembalikan helai Rambut."pangeran Tatius Tersenyum senang mendengar penjelasan paman patih lembu ireng.


*****


Sementara di tempat lain tampak Devan sedang berbincang dengan Ayah Tania setelah Tania masuk ke dalam kamarnya.


"Apa kamu tidak bisa tidur, sehingga masih begadang malam-malam."


"Tidak, Paman, aku cuma lagi berfikir apakah Tania akan menerima ku."


"Jangan pikirkan itu, karena itu sudah menjadi tanggung jawab ku, aku yang akan bicara pada Tania dia pasti akan menerima."


"Trimakasih, paman kalau begitu saya permisi mau beristirahat dulu."ucap Devan Meminta ijin untuk beristirahat.


Ayah Tania mengagguk kan kepala sebagai tanda mengijinkan, setelah Devan masuk ke dalam kamarnya, Ayah Tania pun pergi ke dalam kamar nya sendiri, meskipun dirinya bisa menyakinkan pada Devan jika Tania akan mau tapi sesungguhnya Ayah Tania juga ragu karena Ayah Tania tau, Jika putri semata wayangnya sangat mencintai Tatius, seorang Pangeran Vampire yang entah apa sebabnya Tania begitu sangat mencintai nya, tapi apapun yang terjadi kali ini Tania tidak bisa menolak karena Tania harus tau dia masih hidup itupun berkat pengorbanan Devan.