The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.11 INGIN DEKAT



Seminggu sudah Devan menjadi murid baru di Sekolah SMA Cemara indah.


Wajahnya yang tampan sering menjadi perbincangan para siswi siswi putri.


Devan yang dari awal mula sudah tertarik pada


kecerdasan dan kecantikan Tania.


Berkeinginan menjadi kan Tania sebagai pacarnya.


Tiada henti Devan selalu menggikuti dan mendekati Tania.


Mulai dari alasan meminjam buku, maupun


alasan minta di antar kan melihat lihat keindahan kota.


Karena Devan orang baru jadi membutuhkan Tania untuk melihat menemaninya keliling kota


Sebagai teman yang baik Tania tidak pernah


menolak.


Tania tidak menyadari bahkan tidak pernah tau, kalau sesungguhnya Devan memiliki rasa padanya.


Tania hanya tau Devan teman yang baik.


Sikap Devan yang terlihat berlebihan kepada Tania dengan mudah dapat di pahami


guru Matematika yang sejak menjadi guru


pengajar di sekolah SMA Cemara indah itu juga


tertarik pada Tania.


Ya, pak Wili guru muda dan juga tampan sudah


lama menyukai Tania.


Untuk itulah sering kali dengan alasan belajar


dan memberikan bimbingan kepada Tania yang


memang Prestasi dalam mata pelajaran Matematika Tania kurang bagus, sering di minta


datang ke Rumah pribadinya untuk belajar.


Namun sayangnya Tania datang selalu di temani Dodi sehingga, sulit bagi Pak Wili untuk bisa lebih dekat.


Tapi sekarang jika tidak bertindak dengan cepat


sudah barang tentu Tania akan jadi milik Devan


Kecemburuan Pak Wili tidak bisa di pendam,


terlebih melihat betapa menjengkelkan nya


sikap Devan, bukannya mendengar kan dan


konsentrasi dengan pelajaran justru asik


mengoda Tania mrngajak ngobrol dan bercanda benar benar membuat pak Wili muak.


"Devan...!"


Kamu pindah tempat duduknya, jangan duduk disitu, bikin rame dan brisik saja.


""Budi !" kamu pindah duduk juga, biar Devan duduk disini, kau duduk di sana!"


" Baik pak!"Budi segera membawa tasnya bertransmigrasi pindah duduk di dekat Tania.


Sedangkan Devan dengan berat hati pindah


duduk ke tempat Budi.


Ada senyum kemenangan yang tersungging dari bibir pak Wili.


Langkah pertama yang sukses akan menjauhkan mereka agar tidak


terlalu dekat. gumam pak Wili.


Dua jam sudah Pak Wili menerangkan mata pelajaran Matematika sampai bel istirahat


berbunyi.


Tet....Tet...Tet..!


"Anak Anak" kalian boleh istirahat dan kau Tania bantu membawa buku Buku tugas


temanmu ini ke ruangan saya!"


" Baik pak!"


Dengan cepat Dodi meraih Buku buku dari tangan Tania.


" Aku bantu !"Tawar Dodi.


"Cuma membawa buku sedikit saja tidak usah di bantu biar Tania bawa sendiri!"


"Ucap Pak Wili menjelaskan yang kemudian berlalu pergi.


" Tania!"


" Ya.!"Apa?


"Cepat antar buku buku itu, aku tunggu kamu di kantin.


"Tentu saja,"


"Cepat ya ngak pakai lama.


Tania tertawa melihat sikap Dodi.


Dengan langkah pasti Tania menuju ruang pak Wili.


Tok....Tok...Tok..!


" Masuk !"Terdengar


Suara dari dalam.


Dengan perlahan lahan Tania membuka pintu.


CEKLEK....!


krieeeek...!Bunyi pintu dibuka.


"Pak !ini buku tugas nya!"


"Saya taruh di atas meja disini ya pak?"


Setelah menaruh buku buku itu Tania melangkah keluar.


Tapi belum dua langkah Pak Wili menghentikan nya.


"Tunggu...!"


mau kemana buru buru, masih ada tugas untuk mu!"


Tania mengeryitkan dahinya


" Tugas apa Pak ?"


"Bantu memindahkan semua nilai mereka disini ya!


" Tapi Pak!


"Kalau kamu fokus ngak sampai 10 menit pasti semua beres.


"Oh ya, jangan lupa nanti sore kamu datang ke rumah, kamu mendapat kan pringkat nilai kesepuluh dari bawah.


Belajarlah yang rajin agar nilaimu tidak buruk.


" Ya Pak, nanti saya akan datang bersama dengan Dodi!"


"Hari ini kamu datang sendiri, tidak usah mengajak Dodi, kamu harus benar benar fokus dalam mata pelajaran Matematika ini.


Ingat !"


Nilaimu sangat rendah.


" Baik Pak"


Dengan sedikit malas malasan Tania mengerjakan tugas yang diberikan oleh Pak Wili.


Sedangkan Pak Wili memilih duduk sedikit menjauh, dari tempat duduk Tania.


Dia tidak bisa mengontrol detak jantungnya ketika berdekatan dengan Tania.


Untuk itu dia memilih tempat yang sedikit jauh,


agar bisa dengan leluasa memandangi wajah Tania.


Merasa ada yang menatapnya, Tania menoleh


ke kanan di mana Pak Wili sedang menatapnya.


"Kenapa bapak menatapku begitu?"


"Menatapmu ?ah tidak !" Aku lagi sibuk juga kok.


" Ucap pak Wili berpura pura.


Tania gadis yang lincah dan cerdas dia paham betul, kalau saat ini guru yang ada di hadapannya itu sedang mau mempermainkan nya.


Dengan cepat Tania bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan mendekati kursi Pak Wili.


"Bapak tidak lagi sibuk kan?"


Melihat tiba tiba Tania sudah berdiri di depannya, membuat jantung Pak Wili seperti


detak jarum jam yang berputar,


tap..tap ..tap.


Dengan tergagap Pak Wili bicara.


"Si....Sibuk...!"Nih aku lagi baca baca materi.


"Pak jangan rampas jam istirahat saya , aku lapar


mau ke kantin dulu makan, jadi Pak Wili sendiri saja yang selesaikan itu!"


Tanpa menunggu jawaban dari Pak Wili tania sudah berlari keluar.


Pak Wili menelan ludahnya dengan kasar melihat tingkah Tania yang mengemaskan.Sungguh


Membuat Pak Wili semakin tertarik padanya.


Namun sayangnya Tania tidak memahami semua itu.