The Vampire Princes First Love

The Vampire Princes First Love
Bab.253.ADA HANTU



Pangeran Tatius yang didorong oleh Tania keluar kamar akhirnya Hanya bisa pasrah setelah pintu kamar tertutup rapat.


Sampai di luar Pangeran Tatius mengacak acak rambutnya yang tidak gatal, ketika Pangeran Tatius berjalan hendak menuju ke kamar yang kosong tiba-tiba langkahnya terhenti karena di depannya sudah berdiri sosok laki-laki dengan senyum tersungging di bibirnya laki-laki itu tersenyum miring sambil menatap tajam kepada pangeran Tatius.


"Kau ...! mengapa kau menatapku begitu."


Pangeran Tatius sangat jengah dan tidak suka dengan tatapan aneh dari laki-laki yang ada di depannya.


"Apa yang kau lakukan pada Tania, apakah kau berani macam macam padanya."


Pangeran Tatius mengeryitkan dahinya sebelum dia mengulas senyum miring.


"Tidak perlu ikut campur urusan orang, lebih baik kau tidur dan bersiaplah kembali ke tempat asalmu besok pagi."


"Jangan berani macam macam kau pada nya."


Pangeran Tatius menarik kursi mendudukkan bokongnya sambil bersilang dada.


"Jangan khawatir jika aku macam macam aku akan bertanggung jawab atas semuanya."


"Tatius, kamu itu pangeran kerajaan dan pasti lah banyak putri putri bangsawan yang menyukai mu dan ingin menjadi istrimu, lepaskan Tania biarkan dia hidup normal layaknya manusia dan biarkan Tania menikah dengan sesama manusia."


"Maksdmu menikah dengan orang seperti mu."


"Tatius aku serius, kasianilah Tania dia tidak akan bisa hidup dan tidak akan bisa bertahan di tempat seperti ini, di sini bukan dunia nya mengertilah."


"Aku mengerti, tapi sayangnya kami saling mencintai jadi tidak ada perbedaan yang perlu di cemaskan dan jangan terlalu khawatir aku bukan lah orang seperti mu yang bertopeng kebaikan demi untuk mendapatkan kesempatan."


"Kau, bicara apa aku tidak mengerti.'


"Aku membicarakan kelicikan mu ketika kau berusaha menyentuh bibir kekasihku."


Mendengar perkataan dari pangeran Tatius pak guru Wili hanya bisa mendelik kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan menahan sebuah amarah yang bisa meledak sewaktu waktu.


"A-aku itu bukanlah kesengajaan Tania jatuh aku menolong nya dan hal itu tidak sengaja."jawab pak guru Wili gugup.


"Benarkah, aku justru melihat kau sengaja membuat nya jatuh dan mengambil kesempatan."


"Tatius, jangan mempermainkan Tania lebih baik lepaskan dia biarkan dia kembali dalam kehidupan normal nya."


"Sudah ku bilang jangan terlalu ikut campur urusan ku apa , kau tau bahkan aku sudah berencana akan segera menikahinya, aku malas membahas semua ini dengan mu aku pergi tidur dulu."


Pangeran Tatius bangkit dari duduknya kemudian masuk ke dalam kamar kosong dan merebahkan tubuhnya.


Di ruang tamu dengan lampu remang-remang pak guru Wili menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan sangat kasar, tangannya mengepal dan meninju udara.


Di kamar yang berbeda putri Lin Ying tidak bisa memejamkan mata pikiran nya begitu kacau, adegan panas antara Pangeran Tatius dan Tania yang tanpa sengaja terlihat oleh nya sangat membuatnya pusing hingga tidak bisa tidur.


Dengan langkah berat badan berhati-hati Putri Lin Ying berjalan mendekati satu kamar yang semuanya tidak di kunci sehingga bisa dengan leluasa siapapun keluar masuk.


Perlahan lahan tanpa menimbulkan bunyi Putri Lin Ying membuka kamar, dimana Pangeran Tatius sedang tidur terlelap di sana. Putri Lin Ying menelan ludahnya dan menggigit Saliva nya ketiika melihat Pangeran Tatius tertidur, rasa cinta dan keinginan untuk bisa memiliki nya kini kembali hadir ketika putri Lin Ying, dengan sangat jelas melihat has rat yang tak tersalurkan pada kekasih nya, Putri Lin Ying melepas satu persatu gaun yang melekat padanya.


"Mungkin dengan cara begini kau bisa kumiliki."desis putri Lin Ying dalam hati.


Meskipun hatinya merasa ragu dan malu tapi keinginan agar bisa memiliki laki-laki Tampan yang ada di depannya sangat besar.


Perlahan lahan putri Lin Ying Naik ke atas Ranjang dengan perlahan-lahan memberanikan diri mengecup lembut bibir Pangeran Tatius yang sedang tertidur hawa panas mulai merasuki jiwa putri Lin Ying.


"Apa yang kau lakukan sayang, apa sekarang dirimu yang tidak sabar hingga kau menggikuti ku masuk kedalam kamar ini."


Tidak ada jawaban dari semua yang di tanyakan Pangeran Tatius hingga dia merasa sebuah tangan lentik bermain diatas dada bidang nya..


"Tahan dirinu jangan begini, "desis Pangeran Tatius yang mengira jika yang sedang bersama nya adalah Tania kekasihnya, dengan mengengam jari lentik dan ketika jari tangan itu dalam gengaman Pangeran Tatius langsung membuka matanya dan mendorong dengan cepat gadis yang ada di depannya.


"Putri Lin Ying...!" apa yang kau lakukan." Pangeran Tatius sangat panik ketika mendapati dirinya bertelanjang dada dan putri Lin Ying sudah hampir polos.


Dengan cepat Pangeran Tatius memalingkan wajahnya.


"Cepat pakai bajumu dan pergi dari sini."


"Pa-pangeran aku....


"Aku tidak percaya kau merendahkan dirimu, memalukan.'


dengus Pangeran Tatius kesal sambil menyambar baju atas dan memakai nya Sambil berlari keluar kamar.


"Pangeran..aku...!


Aaaaaaa....! Putri Lin Ying berteiak histeris merasa sangat malu dan sudah tak memiliki harga diri terlebih ternyata Pangeran Tatius tidak mengginginjannya.


Sementara Pangeran Tatius yang kesal langsung mengedor pintu kamar Tania.


"Tania buka pintunya atau aku dobrak sekarang juga." teriak Pangeran Tatius dengan lantang.


Tania yang sedang tidur pun terkejut mendengar Pangeran Tatius berteriak dari luar kamar bahkan mengancam akan mendobrak pintu.


"Ada spa sih berteriak teriak, ngaggu orang saja." keluh Tania dalam hati yang mana dia merasa terganggu dengan teriakan Pangeran Tatius justru menarik selimut nya dan menutup kedua telinganya agar tidak mendengar suara bising dan ribut ribut di luar.


Melihat tidak ada jawaban bahkan pintupun tidak di buka Pangeran Tatius semakin kesal dan geram.ingin rasanya mendobrak dengan keras pintu itu akan tetapi niatnya dia urungkan dengan sangat terburu-buru Pangeran Tatius mencari kunci ganda semua kamar tak menunggu lama apa yang di cari sudah ketemu, dengan cepat Pangeran Tatius Kembali ke kamar Tania dan membuka nya dari luar.


Tidak menunggu lama pintu pun terbuka, Pangeran Tatius masuk ke dalam kamar tak lupa mengunci dari dalam.


Melihat kekasihnya yang dia panggil justru dengan nyaman tidur dan dengan kedua tangan menutup telinga dengan kasar Pangeran Tatius menarik selimut yang di gunakan Tania.


Merasa selimut nya di tarik dan dibuang dengan kasar Tania terperangah.


"Kau kenapa?" lagi mabuk ya, dingin tauk."


"Mau tidur di peluk kamu."jawab Pangeran Tatius seraya menarik selimut yang tadi dia lempar.


Tania semakin dibuat binggung dengan sikap kekasih nya yang aneh.


"Sudah tidur aku tidak akan melakukan apa-apa percaya lah,"


"Kamu kenapa sih, bukannya tadi kamu tidur di kamar sebelah , kenapa jadi lari kesini bagaikan anak kecil yang habis melihat hantu saja."


"Aku memang habis melihat hantu, makanya aku ke sini!"


"Apa...? ada hantu di tempat ini,"


"iya, ada! makanya biarkan aku tidur disini agar aku bisa menjaga mu.' jawab Pangeran Tatius asal meskipun dalam hati dia tertawa tujuan nya tidur bersama kekasih agar tidak di ganggu putri Lin Ying yang lagi kesurupan.