
Seorang laki-laki Vampir berdiri dengan resah menengok ke kiri dan ke kanan hatinya serasa was-was dia khawatir jika ada seseorang yang akan datang ke tempat itu, dimana salah satu temannya Vampir muda sedang berusaha membantu melepaskan ikatan dari gadis yang ditawan oleh pangeran Yervan.
keresahannya semakin tinggi ketika laki-laki muda itu belum juga selesai melakukan rencananya, dengan cepat beberapa kali laki-laki Vampir penjaga ruangan mengusap keringat yang tiba-tiba mengalir dari dahinya
"Kenapa lama sekali Apa susahnya melepaskan, kenapa sangat lama sekali dia, benar-benar bodoh sebentar lagi Pangeran Yervan pasti akan segera datang dan tamatlah riwayat kita." lirih laki-laki Vampire temannya.
laki-laki Vampir itu menggerutu dan merasa sangat kesal karena sudah menunggu beberapa lama Vampir temannya yang melepaskan ikatan dari gadis yang ditawan belum juga selesai hingga pada akhirnya laki-laki Vampir itu berteriak.
"Woi...!"cepat, jangan lama-lama sedang apa kau di situ bentar lagi Pangeran akan datang dan tamatlah kita jika ketahuan, cepatlah.
"Tunggu, sebentar lagi juga selesai, ikatannya sangat kuat sehingga aku harus menggunakan kekuatan untuk melepaskannya."
"Sudah, gigit saja itu, biar cepat lepas Jangan tunggu lama-lama, ,jika Pangeran Yervan datang tamatlah kita semua dan aku tidak mau Pangeran Yervan memergoki kita sedang membantu tawanannya."
"Iya.... iya, Ini sudah mau selesai kamu jangan bawel terus." seru laki-laki muda vampir yang ada di situ.
"Gimana tidak bawel kamu lama sekali." Aku takut semua yang kamu lakukan tiba-tiba di ketahui Pangeran Yervan."
"Tenanglah, sebentar lagi juga selesai." ucap laki-laki satu temannya."Nona..! aku bantu melepaskan ikatan mu, lari lah ke arah timur, Nanti kau akan temui sebuah jalan bercabang, ambillah jalan yang kanan lurus jangan berhenti sebelum Nona temukan satu bangunan Puri Istana bersembunyi lah disana karena disana itu adalah kamar milik Pangeran Tatius, tunggulah sampai Pangeran Tatius datang menolong Nona agar bisa keluar dari istana ini."
"Trimakasih,"
"Ayo, Nona cepatlah pergi sebelum Pangeran Yervan datang menemui Nona disini."
"Baiklah, aku pergi."
Setelah ikatannya lepas Tania segera keluar dan berlari menuju arah yang di tunjukkan laki-laki Vampire muda.
"Hei... bagaimana kalau Pangeran Yervan melihat tawanannya kabur kita bisa di habisi ini,"
"Tenang...!kau minum ini!
"Apa ini? aku tidak mau mati bunuh diri sudah gila kau memberiku minuman beracun, ogah kamu sendiri saja yang minum, aku tidak mau."
"Bodoh, dasar bodoh cepat minum ini bukan racun ini sekedar minuman anggur istana yang sudah di olah dengan berbagai ramuan dan jika kita meminumnya dengan ukuran besar atau lebih banyak kita akan pingsan seketika dan akan sadar setelah satu malam jadi jika Pangeran Yervan datang ke sini maka kita sudah pingsan dan Pangeran Yervan akan mengira kita di buat pingsan orang yang menolong Nona itu."
"Oh, begitu! baiklah sekarang aku mengerti, mana aku akan minum sekarang juga."
Tidak menunggu berapa lama kedua Vampire itupun meminum anggur dan tak lama kemudian keduanya sudah tergeletak di lantai karena pingsan.
"Ibu, Ratu! apa tidak bisa mempercepat pernikahan ku dengan gadis itu, aku khawatir Tatius akan segera datang ke istana ini."
"Tenang lah Pangeran! kamu tidak perlu khawatir Pangeran Tatius tidak akan bisa masuk ke dalam istana ini karena kerajaan Awang Awang Vampire ini sudah terkunci jadi kamu tenang saja jangan terburu-buru."
"Baiklah,aku merasa sangat tidak sabar melihat Tatius hancur hatinya seperti hatiku yang hancur kala itu, biar Tatius merasakan betapa sakit nya di sakiti jika orang yang kita cintai menjadi milik orang lain."
"Ibu, juga ingin melihat betapa hancur nya hati Ratu Shima jika melihat putra kesayangannya menjadi orang yang tak memiliki semangat hidup, pasti sangat menyenangkan dan sang Raja akan semakin dekat dan sayang padaku."
"Ibu, Ratu! kalau begitu tolong percepat jangan lama-lama, aku sudah tidak sabar lagi."
"Baiklah, Nanti aku akan bicara dengan Raja agar menggadakan pesta pernikahan kalian."
"Nah..!itu yang ku mau, kalau begitu aku mau menemui Tania dulu dan mengatakan kalau pernikahan aku dan dirinya akan segera dilangsungkan."
"Pergilah, Pangeran aku doakan kamu bahagia dengan pilihan mu."
"Tentu, Ibu Ratu! aku sangat bahagia terlebih bisa membuat Tatius menderita dan patah semangat."
"Untuk mu akan ku perjuangkan kebahagiaan mu putraku."
"Trimakasih, Ibu Ratu, aku pergi dulu."
Pangeran Yervan membungkuk kan badannya sebelum pergi dan Ratu Derbah merengkuh putranya dengan penuh kasih sayang.
Setelah pamit dari sang Bunda Pangeran Yervan segera pergi kembali ke Puri istana kepribadian nya untuk menemui Tania, hati Pangeran Yervan sangat berbunga-bunga hal itu terlihat dari pancaran mata dan bibir nya yang selalu tersenyum ramah pada semua pengawal kerajaan yang kebetulan ditemuinya.
Pangeran Yervan sangat terkejut ketika mendapati dua orang pengawal yang ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi Tania tergeletak di lantai.
"Apa ini? ada apa ini, kenapa mereka berdua pingsan jangan jangan ada yang membawa kabur Tania."
Pangeran Yervan terlihat sangat panik, dia segera terbang melesat ke dalam Puri istana kepribadian nya dan alangkah terkejutnya Pangeran Yervan ketika mendapati kursi tempat untuk menggikat Tania telah kosong.
"Tania ..!Tania.. dimana kau? pengawal....! pengawal, cepat bagun katakan apa yang terjadi dan siapa orang yang berani membebaskan Tania."
Karena para pengawal itu dalam keadaan pingsan tentu saja mereka tidak merasakan sakit ketika Pangeran Yervan menendang mereka.
Kekecewaan yang dialami Pangeran Yervan akibat kedua pengawal yang dijadikan sasaran tidak bergerak sama sekali karena pingsan, Pangeran Yervan melampiaskan kekesalannya dengan menendang semua perabotan yang ada di dalam kamar, sebelum pergi meninggalkan tempat itu dan mengejar larinya Tania dengan mempertajam Indra penciuman sehingga Pangeran Yervan bisa dengan mudah melacak dan mengetahui kemana arah larinya Tania.
Pangeran Yervan menyunggingkan sebuah senyuman, setelah melakukan Indra penciuman dan dia hanya merasakan serta dapat mencium satu rasa dimana hal itu menandakan jika Tania pergi sendiri.
"Rupanya, gadis itu kabur sendiri dan dia cukup hebat juga bisa membuat kedua pengawal ku pingsan, ini sangat menyenangkan dan aku semakin tertarik untuk bisa memiliki nya."desis Pangeran Yervan dengan senyum tersungging di bibir.
Tidak menunggu lama dan tidak sampai merasa kesulitan Pangeran Yervan bisa dengan mudah dan cepat mengejar larinya Tania. bibir Pangeran Yervan tersenyum ketika melihat seorang gadis sedang berlari sendirian dengan sangat kencang.
"Gadis itu memang cantik, pantas saja Tatius menyukai nya, tapi .. sayang apa yang akan menjadi milikmu akan kuambil dan berganti menjadi milikku, Tatius.. aku yakin kamu pasti akan sangat patah hati dan tak bersemangat jika kau tau gadis mu sudah menjadi milikku, Hahaha..... berlari lah terus cantik aku mau melihat sampai dimana kekuatan berlarimu."Lirih Pangeran Yervan yang melihat Tania berlari sambil bersilang dada bibirnya terus menyunggingkan sebuah senyuman.
Semakin lama Tania yang berlari semakin membuat Pangeran Yervan gemas, rambut yang terurai panjang berterbangan tertiup angin, kulit putih bersih dari leher jenjang nya membuat Pangeran Yervan berkali-kali harus menelan ludahnya.
"Semakin mengemaskan dan semakin membuat hatiku makin jatuh cinta saja padanya, Tania kau benar-benar Cantik, Putri Lin Ying apa pendapat mu seandainya kau tau aku justru menemukan pengantin yang lebih baik dan lebih cantik dirimu, kau pasti tak kan percaya, aku rasa sudah cukup cantik kau berlari larinya aku akan menjemputmu Kembali tunggu aku."lirih Pangeran Yervan dengan bibir tersenyum miring.
Tania yang berkari dari Puri Istana kerajaan kepribadian Pangeran Yervan mulai berhenti di jalan yang bercabang.Dengan nafas yang masih tersengal-sengal Tania berhenti dengan membungkukkan badan dengan posisi kedua tangan memegang lutut.
"Hoss...hooss ...hooss ..! bunyi nafas Tania yang seakan maju mundur dan satu dua-tiga.
"Busyet...capek sekali, ini aku sudah sampai pada jalan yang bercabang, laki-laki Vampire itu bilang aku harus mengambil jalan yang kanan dan aku akan menemukan sebuah bangunan dan itulah puri Istana kepribadian Tatius, aku istirahat dulu capek rasaanya dan sepertinya, tidak ada yang mengejarku jadi aman untuk aku beristirahat."
Ketika Tania menoleh kebelakang tidak melihat siapapun, dengan cepat Tania yang merasa aman, langsung duduk dengan berselonjor kaki. Tanpa disadari Tania ada sepasang mata yang sedang mengawasi nya dari kejauhan.
Melihat Tania berhenti dengan berselonjor kaki Pangeran Yervan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, Pangeran Yervan semakin gemas dan rasanya ingin segera berlari memeluk gadis yang ada didepannya.
"Betul betul menggemaskan, aku semakin tidak sabar untuk bisa memiliki nya, kali ini aku tidak akan gagal lagi dalam cinta dan aku akan mendapatkan dirinya, meskipun awalnya Tania menolak dan tidak mencintaiku dia pasti akan menerima ku, jika aku sudah menjadikan nya milikku sepenuhnya dan Tania mengandung anakku pasti lama kelamaan Tania akan mencintaiku." desis Pangeran Yervan yang tak henti-hentinya menatap pada gadis yang ada di depannya.
Pangeran Yervan membulat kan kedua bola matanya, ketika mata tajamnya melihat Tania menggikat rambut panjang nya menjadi satu hingga menampakkan leher jenjang yang putih bersih, tanpa sadar Pangeran Yervan menelan ludahnya, angannya melayang.
"Seandainya Tatius melihat aku sedang mencumbu Tania kira kira apa yang akan dilakukan nya ya? tapi sangat seru dan sangat menyenangkan jika bisa melihat wajah masam dan wajah kesalnya Tatius dan aku menjadi berna fsu ingin mencumbu gadis itu, tapi tidak, aku tidak boleh melakukan sekarang, aku harus bersabar toh pernikahan ku dengan nya tinggal menunggu hari."
Ketika Pangeran Yervan sibuk dengan lamunannya dan hanyalah nya tanpa sepengetahuan Pangeran Yervan Tania sudah mulai melangkah pergi.
Dengan jarak sekitar dua puluh menit Pangeran Yervan yang memandang kedepan tiba-tiba tersentak kaget ketika Tania sudah tidak ada di tempat dengan cepat Pangeran Yervan terbang melesat ke arah dimana Tania berlari, tidak menunggu berapa lama Pangeran Yervan bisa melihat Tania yang sedang berjalan menuju ke arah Puri Istana kepribadian Pangeran Tatius.
"Rupanya kau mau ke tempat Tatius, baiklah aku akan menjemputmu untuk kembali ke Puri istana kepribadian ku gadis cantik."Gumam Pangeran Yervan lirih yang kemudian dengan cepat terbang melesat mendahului langkah kaki Tania.
Tidak lama kemudian Pangeran Yervan berhenti dengan cara membelakangi dimana kedua tangannya besilang dada.
Tania yang terus berjalan dan berjalan akhirnya berhenti ketika melihat sosok berbaju hitam dengan jubah hitam berdiri didepan nya dengan cara membelakangi. Bibir gadis cantik itupun tersenyum.
"Tatius....! kaulah itu," lirih Tania yang kemudian tanpa pikir panjang langsung berlari dan memeluk sosok laki-laki yang berdiri didepannya.
Mendapatkan pelukan tiba-tiba dari gadis yang mampu memporak porandakan hatinnya hingga jatuh sedalam lautan, membuat jantung dan hati Pangeran Yervan bergetar dengan sangat hebat, hingga membuat nafasnya seakan akan macet total.
Dalam diamnya Pangeran Yervan menelan ludahnya dengan susah payah, nafas seakan tercekat, Jantung seakan berdetak dengan tidak teratur.
"Tatius...! kenapa kau jahat sekali padaku, aku tau kau juga kan yang meminta pengawal itu membebaskan ku, kenapa...? kenapa tidak kau sendiri yang datang, aku sungguh kecewa dengan sikap mu tapi...aku sangat mencintai mu karena ternyata kau masih memikirkan ku," ucap Tania sambil memeluk sosok laki-laki yang ada didepannya sambil menenggelamkan wajah cantik nya dalam punggung laki-laki yang ada di depannya.
Apa yang dikatakan Tania sempat membuat Pangeran Yervan mendelik seketika, sungguh Pangeran Yervan tidak menyangka jika kebebasan Tania adalah ulah dari para pengawal yang sengaja membantu nya.
Wajah Tampan Pangeran Yervan berubah menjadi merah padam menahan marah ketika dirinya mengetahui jika pengawal nya telah tega berkhianat kepada nya, Namun dekapan dan pelukan mesra dari Tania membuat hatinya luluh yang diam-diam membuat nya bahagia.
"Seandainya gadis ini tidak kabur, mana mungkin aku mendapat kan pelukan darinya ada untungnya juga dia kabur, aku semakin tidak sabar ingin segera menikahinya dan menikmati indahnya dunia bersama nya, pelukannya sungguh hangat andaikan Tania mau menerima ku dengan suka rela apapun yang kau minta pasti akan kuberikan, aku kesini aku semakin tidak rela jika Tatius yang memiliki nya, pokoknya aku harus menikahi Tania secepatnya, aku tidak percaya dengan perkataan IBu Ratu Derbah yang menggatakan Pangeran Tatius tidak akan datang kesini karena kerajaan ini sudah terkunci gaib, melihat sikap nya waktu itu aku yakin Tatius juga sangat mencintai gadis ini tidak pokoknya Tania tidak boleh menjadi milik Tatius dia harus menjadi milikku." Gumam Pangeran Yervan dalam hati.
Sementara Tania merasa kesal karena pelukannya tidak mendapatkan balasan sedikit pun dari orang yang dicintai nya, bahkan orang yang di cintai nya tetap berdiri membelakangi tanpa mau menoleh kepada nya. Karena kesal dan marah Tania mencubit pinggang laki-laki yang ada di depannya.
"Auuw...!
terdengar suara jeritan kecil dari laki-laki yang ada didepannya karena cubitan kecil dari Tania membuat sosok laki-laki yang ada dalam pelukannya meringis menahan sakit, akibat tajamnya kuku panjang Tania.
"Menyebalkan..! seru Tania yang dengan kasar langsung melepaskan pelukannya dan memutar tubuh laki-laki yang ada didepannya, Alangkah terkejut ketika tubuh laki-laki yang tak berdaya di depannya akibat getaran cinta membuat nya seperti kapas di putar sedikit saja tubunya bergerak menggikuti.
Tania tersentak kaget ketika sosok tubuh laki-laki yang ada di depannya mulai terlihat jelas di depan mata dengan gerakan refleks dan cepat Tania segera mendorong tubuh laki-laki itu.
"Ka-kau..! ucapnya terbatah yang kemudian dengan cepat Tania berlari sekencang kencangnya.
"Tania ....! tunggu, jangan lari kau....? seru Pangeran Yervan, yang tak sedikit pun di dengar Tania karena Tania lari dan terus berlari dengan kencang meskipun harus beberapa kali terjatuh namun Tania tidak perduli akan luka lecetnya dia terus saja berlari dengan kencang.